Breaking News
light_mode

Pantas Pimpin DEMA IAIN Kudus, Begini Rekam Jejak Gatot Agusta di Organisasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 4 Des 2018
  • visibility 293
Gatot Priambodo Agusta

KUDUSGatot Priambodo Agusta
digadang-gadang sebagai calon yang layak memenangi kontestasi pemilihan Ketua
Dewan Eksekutif Presiden (DEMA) IAIN Kudus periode 2019, pada 12 Desember 2018
mendatang.  Hal itu lantaran rekam
jejaknya di organisasi baik ekstra maupun intra kampus yang tidak diragukan
lagi.
Mahasiswa jurusan PGMI ini tercatat
aktif berkecimpung di berbagai organisasi, tidak hanya sebatas ikut-ikutan
namun dirinya dipercaya menjadi pucuk pimpinan. Seperti menjadi Ketua Bimtes
PMII Sunan Kudus pada tahun 2016, Ketua Panitia Festival Tarbiyah 2017, dan
Ketua Rayon Tarbiyah 2017, saat ini Gatot juga tercatat menjadi Wakil Ketua I
bidang kaderisasi PMII Sunan Kudus. Selain aktif di PMII, Gatot juga tercatat aktif di organisasi IPNU. Saat ini Gatot termasuk bagian dari IPNU PAC Keling.
Selain itu,  mahasiswa asal Desa Tunahan Kecamatan Keling
Kabupaten Jepara ini juga tercatat sangat aktif di organisasi intra kampus. Gatot
tercatat menjadi Ketua HMJ Tarbiyah tahun 2018 ini. ”Dengan pengalaman yang
beragam itu rasanya Gatot memang layak menjadi ketua Dema periode 2019 nanti,”
kata Ketua PMII Komisariat Sunan Kudus.
Selain itu, jaringan organisasi di
luar kampus, Gatot juga cukup meyakinkan. Dia pernah menjadi pengurus korwil
Ikatan Mahasiswa PGMI Indonesia (IMPI) Wijayatirta III pada tahun 2017 – 2018.
Gatot Priambodo Agusta saat berkegiatan di HMJ Tarbiyah IAIN Kudus
Dengan rekam jejak organisasi yang
demikian itu, Gatot disebut tidak diragukan lagi untuk mengangkat citra DEMA
IAIN Kudus, baik di regional, maupun di tingkat nasional. Pengakuan atas
kemampuan Gatot di dunia organisasi datang tidak hanya dari mahasiswa IAIN
Kudus saja. Beberapa mahasiswa dari kampus tetangga juga melihat sosok Gatot
pantas untuk menahkodai organisasi kampus di lingkungan kampus Conge tersebut.
”Mas Gatot Priambodo kawan saya. Dia
orang baik. Saya yakin organisasi kampus IAIN Kudus akan semakin maju jika dia
nahkodanya,” kata Ketua Dema UIN Walisongo Semarang Syaifuddin Fahmi. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Ungkap Pentingnya Media Sosial dan Media Massa Dalam Promosi Produk Budaya

    DPRD Pati Ungkap Pentingnya Media Sosial dan Media Massa Dalam Promosi Produk Budaya

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Maulana Adika Prastya, mendorong pemanfaatan media sosial dan media massa sebagai upaya promosi produk-produk hasil budaya. Hal ini disampaikannya terkait dengan batik tulis Soneyan, yang merupakan warisan budaya Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, yang berakar dari tradisi dan budaya wayang topeng. “Di era digital ini, peran media sosial dan media massa […]

  • Lima Kapal Terbakar di Juwana, Kerugian Capai 19 Miliar

    Lima Kapal Terbakar di Juwana, Kerugian Capai 19 Miliar

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    POLSEK JUWANA JUWANA – Hingga malam ini berita diturunkan (9/8/2018), kebakaran kapal di alur Sungai Silugonggo turut selatan Pulau Seprapat belum bisa dipadamkan secara penuh. Tercatat ada lima kapal yang terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 19 miliar. Informasi yang dihimpun dari beberapa relawan, dan aparat keamanan, kejadian kebakaran kapal tersebut diduga berasal dari sisa pembakaran […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati : Budaya Hormat Kyai Dipojokkan, Tayangan TV Dinilai Hina Pesantren

    Wakil Ketua DPRD Pati : Budaya Hormat Kyai Dipojokkan, Tayangan TV Dinilai Hina Pesantren

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 179
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, geram dengan tayangan televisi swasta yang dinilai menghina dunia pesantren. Kader NU ini menegaskan bahwa budaya hormat kepada kyai bukanlah bentuk feodalisme, melainkan cerminan nilai adab dan akhlak. “Tayangan itu yang memojokkan seolah-olah kayak feodalisme. Kan adab santri seperti itu sama kyainya. Bahkan kita sama orang […]

  • Persipa Takluk Tipis dari PSIM, Banur Akui Kesulitan Manfaatkan Peluang

    Persipa Takluk Tipis dari PSIM, Banur Akui Kesulitan Manfaatkan Peluang

    • calendar_month Ming, 15 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 123
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Laskar Saridin gagal mencuri poin di Stadion Krida Mandala saat bertandang ke markas PSIM Jogja dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 2024/2025, Minggu (15/12/2024). Persipa Pati takluk tipis 1-0 dari tuan rumah yang diiringi guyuran hujan. Gol tunggal PSIM Jogja dicetak oleh Muamar Khadafi pada menit ke-4 melalui tendangan keras. Persipa yang tertinggal langsung […]

  • Wacana Taman Hutan Raya Muria Menguat: Benteng Konservasi dan Pusat Ekonomi Hijau Masa Depan

    Wacana Taman Hutan Raya Muria Menguat: Benteng Konservasi dan Pusat Ekonomi Hijau Masa Depan

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 822
    • 0Komentar

    KUDUS – Wacana perubahan kawasan hutan Muria menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA) semakin menguat, didorong oleh berbagai alasan untuk melestarikan ekosistem Gunung Muria. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi bersama Tim Terpadu Kementerian Kehutanan. Gunung Muria, yang terletak di bagian utara Jawa Tengah, menghadapi berbagai permasalahan ekologis yang […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 129
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

expand_less