Breaking News
light_mode

Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
  • visibility 926

Menikmati Serunya Jajanan Nostalgia
Di
Jepara utara, bagi anak kelahiran 90an, pasti kenal dengan jajanan satu ini.
Namanya Kue Gandos. Jajanan ini sudah ada sejak 1979. Cita rasa serta bahan
membuatnya, hingga kini tetap dipertahankan.
Dari jauh, mata Rifa’i berbinar.
Dia melihat seorang pria lanjut usia menuangkan satu adonan ke dalam cetakan.
Sesekali pria itu melumuri adonan setengah matang itu dengan susu coklat.
Kemudian mencongkel adonan itu ketika terlihat sudah matang coklat kekuningan.
Aromanya harum. Dipadukan dengan
sedikit aroma gosong-gosong yang menggoda selera, membuat perut Rifa’i berontak
ingin melahap jajanan tersebut. Terlebih saat itu hujan rintik-rintik turun di
Jalan Raya Tayu – Jepara.
Rifa’i mendekat, dia mengulurkan
pecahan Rp 10 ribu untuk menebus beberapa potong kue berbentuk setengah
lingkaran tersebut. ”Pak beli Rp 10 ribu sedapatnya,” kata Rifa’i sambil
mengulurkan uang tersebut kepada si penjual yang tak asing wajahnya itu.
Wajah pria tua itu akrab di mata
Rifa’i 10 tahun lalu, saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Rifa’i
kerap merengek minta uang untuk jajan kue bercita rasa manis itu.
Ya, bapak tua itu bernama Takrim.
Dia satu-satunya penjual Kue Gandos yang bertahan. Sejak 1979 pria yang tinggal
di Desa Kelet Kecamatan Keling tersebut, sudah menjajakan kue tradisional
sejenis apem-apeman ini.
Takrim berpindah dari satu sekolah
ke sekolah lain, tak jarang dia juga berkeliling dari satu rumah ke rumah di
sudut-sudut kampung. Hingga kini kurang lebih sudah 39 tahun dia setia menjual
kue ini.
”Awalnya saya dulu belajar dari
orang Tasikmalaya. Waktu itu dia di Kelet sini. Kalau di Jakarta kue ini
namanya Kue Pancong, tapi di sini akrabnya dengan Kue Gandos Manis,” paparnya
di sela-sela menuangkan adonan demi adonan ke pemanggangan yang muat sekitar
20an biji kue ini.
Dia menjadi yang pertama berjualan
Kue Gandos ini di Jepara utara. Tetapi ada juga yang mengikuti jejaknya, namun
tak semuanya setia hingga di zaman now
ini. Mereka hanya eksis di zaman old
masa lalu saja.
Kue Gandos ini memang menarik.
Boleh dibilang antik. ”Bahan serta resepnya sejak 39 tahun lalu tetap sama.
Tepung terigu dicampur beras, kelapa, santan, pisang, dan juga garam dengan
tambahan pengembang kue,” imbuh Takrim dengan tangan cekatan mencongkel satu
demi satu kue yang sudah matang.
Selain mempertahankan cita rasa,
dia juga mempertahankan keotentikan peralatan jualannyan. Media jualan tetap
sama, yakni pikulan, sama seperti dulu. Dia tak berganti menggunakan sepeda
motor seperti penjual jajan lainnya, serta alat congkelnya yang mirip clurit
kecil pun tetap sama. Meskipun jajanan ini terbilang jajanan jaman dulu
(jadul), namun hingga kini peminatnya tak berkurang sedikitpun.
”Tak surut penikmat kue ini, setiap
hari, kini hampir 200 lebih biji kue terjual, satunya Rp 500. Keuntungan bersih
bisa Rp 100 ribu per hari sekali mangkal,” kata Takrim.
Saat ini memang Takrim hanya
mangkal, tak berkeliling lagi seperti puluhan tahun lalu. Terakhir berkeliling
sekitar 2007. Setelahnya, dia lebih sering mangkal untuk menjajakan Kue Gandos
ini. Seperti di depan perkantoran.
”Meski tak keliling, namun tetap
saja ada yang beli. Kebanyakan mereka mengenang mas kecilnya. Oh iya ini dulu
jajananku, terlebih di sini hanya ada satu-satunya,” katanya menirukan beberapa
pembelinya. (Achmad Ulil Albab)
 
        
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alasan Mahfud MD Layak jadi Presiden atau Wakil Presiden 2024

    Alasan Mahfud MD Layak jadi Presiden atau Wakil Presiden 2024

    • calendar_month Ming, 14 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Foto : @mohmahfudmd Mahfud MD banyak digadang-gadang menjadi figur yang layak menjadi pemimpin Indonesia. Pria yang saat ini menjabat sebagai Menkopolhukam ini memiliki rekam jejak positif dengan segudang pengalaman yang telah teruji hingga hari ini. Hal itu diungkapkan seniman kondang asal Yogyakarta Butet Kartaredjasa. Butet bahkan getol mendorong kepala para pimpinan parpol agar Mahfud MD […]

  • DPRD Pati Dorong Atlet Maksimalkan Persiapan Jelang Porprov Jateng 2026

    DPRD Pati Dorong Atlet Maksimalkan Persiapan Jelang Porprov Jateng 2026

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.569
    • 0Komentar

    PATI – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 semakin dekat. Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–31 Oktober mendatang, sehingga para atlet kini hanya memiliki waktu sekitar 25 hari untuk mematangkan persiapan. DPRD Pati mendorong seluruh atlet yang akan memperkuat kontingen daerah agar memanfaatkan sisa waktu persiapan dengan sebaik-baiknya. Kesiapan […]

  • Gelandang Asal Pati Perkuat Laskar Sambernyawa

    Gelandang Asal Pati Perkuat Laskar Sambernyawa

    • calendar_month Sen, 23 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    SOLO – Skuad Persis Solo yang bakal berlaga di Liga 2 musim ini bakal semakin kuat. Pasalnya, kesebelasan berjuluk Laskar Sambernyawa ini mendapat suntikan amunisi baru di lini tengahnya. Adalah Mohamad Dyan Aulia Burhanudin. Pesepak bola asal Kabupaten Pati ini resmi bergabung setelah meneken kontrak selama semusim baru-baru ini. Setelah resmi bergabung dengan skuad asuhan […]

  • Pertandingan Persiku Kudus vs PSIS Semarang Batal Digelar karena Izin Polisi Tidak Keluar

    Pertandingan Persiku Kudus vs PSIS Semarang Batal Digelar karena Izin Polisi Tidak Keluar

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.474
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA — Laga pekan ketiga Pegadaian Championship 2026/2027 antara Persiku Kudus dan PSIS Semarang yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (27/9/2026), akhirnya batal digelar. Pembatalan ini diputuskan karena izin penyelenggaraan pertandingan dari kepolisian setempat tidak diterbitkan. Akibat keputusan tersebut, PSIS Semarang tidak dapat menjalani pertandingan sesuai jadwal. Padahal, seluruh unsur klub […]

  • Dikarantina Pemkab, Ini yang Didapat Para Kepala Desa Terpilih

    Dikarantina Pemkab, Ini yang Didapat Para Kepala Desa Terpilih

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Para kepala desa terpilih sedang berfoto bersama Bupati Haryanto PATI – Sebanyak 61 kepala desa terpilih hasil pilkades serentak 2018 bakal menjalani karantina. Karantina dimulai 18 – 26 Februari di Hotel Pati. Dalam karantina itu, para kepala desa terpilih akan mendapatkan bimbingan teknik tentang sejumlah masalah di pemerintahan desa.  Dalam mengikuti kegiatan bimtek tersebut para […]

  • Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.913
    • 0Komentar

    PATI – Masalah persampahan masih menjadi isu krusial yang terus mendapatkan perhatian serius, termasuk dari kalangan legislatif daerah. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, salah satu aspek yang masih perlu perbaikan signifikan adalah sistem pengelolaan sampah yang bersumber dari rumah tangga. Menurutnya, penanganan […]

expand_less