Breaking News
light_mode

Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
  • visibility 442

Menikmati Serunya Jajanan Nostalgia
Di
Jepara utara, bagi anak kelahiran 90an, pasti kenal dengan jajanan satu ini.
Namanya Kue Gandos. Jajanan ini sudah ada sejak 1979. Cita rasa serta bahan
membuatnya, hingga kini tetap dipertahankan.
Dari jauh, mata Rifa’i berbinar.
Dia melihat seorang pria lanjut usia menuangkan satu adonan ke dalam cetakan.
Sesekali pria itu melumuri adonan setengah matang itu dengan susu coklat.
Kemudian mencongkel adonan itu ketika terlihat sudah matang coklat kekuningan.
Aromanya harum. Dipadukan dengan
sedikit aroma gosong-gosong yang menggoda selera, membuat perut Rifa’i berontak
ingin melahap jajanan tersebut. Terlebih saat itu hujan rintik-rintik turun di
Jalan Raya Tayu – Jepara.
Rifa’i mendekat, dia mengulurkan
pecahan Rp 10 ribu untuk menebus beberapa potong kue berbentuk setengah
lingkaran tersebut. ”Pak beli Rp 10 ribu sedapatnya,” kata Rifa’i sambil
mengulurkan uang tersebut kepada si penjual yang tak asing wajahnya itu.
Wajah pria tua itu akrab di mata
Rifa’i 10 tahun lalu, saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Rifa’i
kerap merengek minta uang untuk jajan kue bercita rasa manis itu.
Ya, bapak tua itu bernama Takrim.
Dia satu-satunya penjual Kue Gandos yang bertahan. Sejak 1979 pria yang tinggal
di Desa Kelet Kecamatan Keling tersebut, sudah menjajakan kue tradisional
sejenis apem-apeman ini.
Takrim berpindah dari satu sekolah
ke sekolah lain, tak jarang dia juga berkeliling dari satu rumah ke rumah di
sudut-sudut kampung. Hingga kini kurang lebih sudah 39 tahun dia setia menjual
kue ini.
”Awalnya saya dulu belajar dari
orang Tasikmalaya. Waktu itu dia di Kelet sini. Kalau di Jakarta kue ini
namanya Kue Pancong, tapi di sini akrabnya dengan Kue Gandos Manis,” paparnya
di sela-sela menuangkan adonan demi adonan ke pemanggangan yang muat sekitar
20an biji kue ini.
Dia menjadi yang pertama berjualan
Kue Gandos ini di Jepara utara. Tetapi ada juga yang mengikuti jejaknya, namun
tak semuanya setia hingga di zaman now
ini. Mereka hanya eksis di zaman old
masa lalu saja.
Kue Gandos ini memang menarik.
Boleh dibilang antik. ”Bahan serta resepnya sejak 39 tahun lalu tetap sama.
Tepung terigu dicampur beras, kelapa, santan, pisang, dan juga garam dengan
tambahan pengembang kue,” imbuh Takrim dengan tangan cekatan mencongkel satu
demi satu kue yang sudah matang.
Selain mempertahankan cita rasa,
dia juga mempertahankan keotentikan peralatan jualannyan. Media jualan tetap
sama, yakni pikulan, sama seperti dulu. Dia tak berganti menggunakan sepeda
motor seperti penjual jajan lainnya, serta alat congkelnya yang mirip clurit
kecil pun tetap sama. Meskipun jajanan ini terbilang jajanan jaman dulu
(jadul), namun hingga kini peminatnya tak berkurang sedikitpun.
”Tak surut penikmat kue ini, setiap
hari, kini hampir 200 lebih biji kue terjual, satunya Rp 500. Keuntungan bersih
bisa Rp 100 ribu per hari sekali mangkal,” kata Takrim.
Saat ini memang Takrim hanya
mangkal, tak berkeliling lagi seperti puluhan tahun lalu. Terakhir berkeliling
sekitar 2007. Setelahnya, dia lebih sering mangkal untuk menjajakan Kue Gandos
ini. Seperti di depan perkantoran.
”Meski tak keliling, namun tetap
saja ada yang beli. Kebanyakan mereka mengenang mas kecilnya. Oh iya ini dulu
jajananku, terlebih di sini hanya ada satu-satunya,” katanya menirukan beberapa
pembelinya. (Achmad Ulil Albab)
 
        
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Infrastruktur TPI Juwana untuk Dongkrak Ekonomi

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Infrastruktur TPI Juwana untuk Dongkrak Ekonomi

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 229
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati Komisi B, Sudi Rustanto, atau yang akrab disapa Tanto, menyoroti pentingnya peningkatan pengelolaan dan infrastruktur Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana. Menurutnya, TPI Juwana sebagai pusat perekonomian di Kabupaten Pati, khususnya sektor perikanan, membutuhkan pengelolaan yang profesional dan sarana prasarana yang memadai. “Kecamatan Juwana ini pusat perekonomian di Kabupaten Pati dengan […]

  • Persipa Pati Kehilangan Momentum di Akhir Laga, Dejan FC Bawa Pulang Tiga Poin Berharga

    Persipa Pati Kehilangan Momentum di Akhir Laga, Dejan FC Bawa Pulang Tiga Poin Berharga

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    MAGELANG – Harapan Persipa Pati untuk meraih poin penuh di pertandingan perdananya pupus setelah Dejan FC mencuri kemenangan 1-2 dalam laga lanjutan Liga Nusantara 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, pada Sabtu (29/11/2025) ini diwarnai drama hingga menit-menit terakhir. Persipa sebenarnya tampil menjanjikan di awal pertandingan. Fatkur Rohman Wahib berhasil membuka skor […]

  • DPRD Pati Wanti-wanti Petani Jaga Kualitas Gabah, Manfaatkan Kenaikan HPP

    DPRD Pati Wanti-wanti Petani Jaga Kualitas Gabah, Manfaatkan Kenaikan HPP

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 194
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, memberikan peringatan kepada para petani setempat untuk senantiasa menjaga kualitas produksi gabah mereka. Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Tanto ini menekankan pentingnya panen tepat waktu untuk memastikan kualitas dan kuantitas hasil panen yang optimal. “Untuk menjaga kualitas, petani harus memanen gabahnya di waktu yang […]

  • Babak 8 Besar Final Sesungguhnya Persiku Kudus

    Babak 8 Besar Final Sesungguhnya Persiku Kudus

    • calendar_month Sen, 27 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 225
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Babak 8 besar adalah laga final sesungguhnya bagi tim Persiku Kudus untuk memastikan tiket promosi ke Liga 2. Sebab dari 8 tim yang berhak promosi ke Liga 2 hanya 6 tim saja. Di babak 8 besar terbagi menjadi dua grup. Persiku Kudus berada satu grup dengan Persibo Bojonegoro, Persikota Tangerang, dan Tornado FC. […]

  • Sepedanan Keliling Kota, Bupati Bukber di Pusat Kuliner

    Sepedanan Keliling Kota, Bupati Bukber di Pusat Kuliner

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Bersama Sekda Suharyono, dan para Kabag di lingkungan Setda Pati, Bupati Haryanto bersepeda keliling kota akhir pekan kemarin (11/5/2019). Selain bersepeda, bupati juga meninjau perkembangan pusat kuliner yang menjadi pusat relokasi PKL di zona merah tersebut sekaligus berbuka puasa bersama di sana. Sepeda santai sore hari itu dimulai dari halaman Setda Pati ke […]

  • Dewan Pati Ingatkan Desa Wisata Harus Ada Inovasi Agar Tak Membosankan

    Dewan Pati Ingatkan Desa Wisata Harus Ada Inovasi Agar Tak Membosankan

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 644
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, mendorong desa-desa wisata di Pati untuk terus berbenah dan melakukan inovasi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan dan membuat pengunjung ingin kembali lagi. “Inovasi bisa dilakukan dengan menyediakan paket-paket wisata, atau menggelar even-even seni dan budaya di spot-spot wisata di desa masing-masing,” ungkapnya. Saat ini, […]

expand_less