Breaking News
light_mode

Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
  • visibility 267

Menikmati Serunya Jajanan Nostalgia
Di
Jepara utara, bagi anak kelahiran 90an, pasti kenal dengan jajanan satu ini.
Namanya Kue Gandos. Jajanan ini sudah ada sejak 1979. Cita rasa serta bahan
membuatnya, hingga kini tetap dipertahankan.
Dari jauh, mata Rifa’i berbinar.
Dia melihat seorang pria lanjut usia menuangkan satu adonan ke dalam cetakan.
Sesekali pria itu melumuri adonan setengah matang itu dengan susu coklat.
Kemudian mencongkel adonan itu ketika terlihat sudah matang coklat kekuningan.
Aromanya harum. Dipadukan dengan
sedikit aroma gosong-gosong yang menggoda selera, membuat perut Rifa’i berontak
ingin melahap jajanan tersebut. Terlebih saat itu hujan rintik-rintik turun di
Jalan Raya Tayu – Jepara.
Rifa’i mendekat, dia mengulurkan
pecahan Rp 10 ribu untuk menebus beberapa potong kue berbentuk setengah
lingkaran tersebut. ”Pak beli Rp 10 ribu sedapatnya,” kata Rifa’i sambil
mengulurkan uang tersebut kepada si penjual yang tak asing wajahnya itu.
Wajah pria tua itu akrab di mata
Rifa’i 10 tahun lalu, saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Rifa’i
kerap merengek minta uang untuk jajan kue bercita rasa manis itu.
Ya, bapak tua itu bernama Takrim.
Dia satu-satunya penjual Kue Gandos yang bertahan. Sejak 1979 pria yang tinggal
di Desa Kelet Kecamatan Keling tersebut, sudah menjajakan kue tradisional
sejenis apem-apeman ini.
Takrim berpindah dari satu sekolah
ke sekolah lain, tak jarang dia juga berkeliling dari satu rumah ke rumah di
sudut-sudut kampung. Hingga kini kurang lebih sudah 39 tahun dia setia menjual
kue ini.
”Awalnya saya dulu belajar dari
orang Tasikmalaya. Waktu itu dia di Kelet sini. Kalau di Jakarta kue ini
namanya Kue Pancong, tapi di sini akrabnya dengan Kue Gandos Manis,” paparnya
di sela-sela menuangkan adonan demi adonan ke pemanggangan yang muat sekitar
20an biji kue ini.
Dia menjadi yang pertama berjualan
Kue Gandos ini di Jepara utara. Tetapi ada juga yang mengikuti jejaknya, namun
tak semuanya setia hingga di zaman now
ini. Mereka hanya eksis di zaman old
masa lalu saja.
Kue Gandos ini memang menarik.
Boleh dibilang antik. ”Bahan serta resepnya sejak 39 tahun lalu tetap sama.
Tepung terigu dicampur beras, kelapa, santan, pisang, dan juga garam dengan
tambahan pengembang kue,” imbuh Takrim dengan tangan cekatan mencongkel satu
demi satu kue yang sudah matang.
Selain mempertahankan cita rasa,
dia juga mempertahankan keotentikan peralatan jualannyan. Media jualan tetap
sama, yakni pikulan, sama seperti dulu. Dia tak berganti menggunakan sepeda
motor seperti penjual jajan lainnya, serta alat congkelnya yang mirip clurit
kecil pun tetap sama. Meskipun jajanan ini terbilang jajanan jaman dulu
(jadul), namun hingga kini peminatnya tak berkurang sedikitpun.
”Tak surut penikmat kue ini, setiap
hari, kini hampir 200 lebih biji kue terjual, satunya Rp 500. Keuntungan bersih
bisa Rp 100 ribu per hari sekali mangkal,” kata Takrim.
Saat ini memang Takrim hanya
mangkal, tak berkeliling lagi seperti puluhan tahun lalu. Terakhir berkeliling
sekitar 2007. Setelahnya, dia lebih sering mangkal untuk menjajakan Kue Gandos
ini. Seperti di depan perkantoran.
”Meski tak keliling, namun tetap
saja ada yang beli. Kebanyakan mereka mengenang mas kecilnya. Oh iya ini dulu
jajananku, terlebih di sini hanya ada satu-satunya,” katanya menirukan beberapa
pembelinya. (Achmad Ulil Albab)
 
        
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesan Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Jelang Penetapan Calon Bupati: Tetap Jaga Kondusivitas!

    Pesan Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Jelang Penetapan Calon Bupati: Tetap Jaga Kondusivitas!

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 140
    • 0Komentar

    PATI – Jelang penetapan tiga bakal calon bupati dan wakil bupati Pati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati, anggota DPRD Kabupaten Pati, Dhanu Ikhsan Hariscandra, mengajak masyarakat untuk menjaga kondusivitas selama masa Pilkada. “Saya berharap pesta demokrasi yang akan datang berjalan lancar dan berlangsung dengan damai,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut. Ia menilai situasi […]

  • Perhatian Lebih untuk Batik Bakaran, DPRD Pati Siap Mendukung Pengembangan

    Perhatian Lebih untuk Batik Bakaran, DPRD Pati Siap Mendukung Pengembangan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 111
    • 0Komentar

    PATI – Batik tulis Bakaran yang khas dari Kabupaten Pati menjadi fokus perhatian DPRD Pati. Dalam upaya mengembangkan potensi daerah, DPRD Pati mendorong adanya perhatian lebih terhadap Batik Bakaran agar semakin maju dan dikenal luas. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya dukungan terhadap Batik Bakaran. “Batik Bakaran sangat khas, harus ada perhatian lebih supaya […]

  • LAZISNU Kudus Bagikan Santunan dan Kartu Peduli Marbot Masjid

    LAZISNU Kudus Bagikan Santunan dan Kartu Peduli Marbot Masjid

    • calendar_month Sen, 2 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kartu peduli marbot masjid di Kudus Pengukuhan pengurus baru NU Care-Lazisnu Kudus ditandai dengan pembagian santunan. Sekaligus membagi kartu peduli marbot masjid. KUDUS – Pengukuhan pengurus NU Care-LAZISNU Kudus ditandai dengan pembagian santunan dan kartu peduli marbot kepada 300 orang di Kabupaten Kudus. “Kartu peduli marbot dari LAZISNU Kudus ini fungsinya untuk kesehatan, tapi berbeda […]

  • Pemkab Pati Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat untuk Masyarakat Lewat Nobar Film ‘Tegar’ dan PIP

    Pemkab Pati Apresiasi Perhatian Pemerintah Pusat untuk Masyarakat Lewat Nobar Film ‘Tegar’ dan PIP

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.149
    • 0Komentar

    PATI — Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri acara nonton bareng (nobar) film “Tegar” sekaligus kegiatan serah terima Program Indonesia Pintar (PIP) yang diselenggarakan di Plaza Pragolo Pati. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong motivasi serta semangat belajar pada generasi muda di Kabupaten Pati, melalui pendekatan yang menggabungkan unsur edukatif dan pemberian […]

  • Enam Calon Jemaah Haji Pati Gagal Berangkat Akibat Sakit

    Enam Calon Jemaah Haji Pati Gagal Berangkat Akibat Sakit

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 132
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak enam calon jemaah haji asal Kabupaten Pati gagal berangkat menunaikan ibadah haji tahun 2025 ini. Hal ini diungkapkan oleh Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Abdul Hamid. Keenam calon jemaah tersebut berasal dari kloter berbeda, meliputi Kloter 51, 52, dan 53, namun identitas mereka tidak dipublikasikan. “Hasil evaluasi sementara sampai […]

  • Aksi Penggalangan Dana dan Konser Amal Mahasiswa Kudus untuk Korban Banjir Demak

    Aksi Penggalangan Dana dan Konser Amal Mahasiswa Kudus untuk Korban Banjir Demak

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 139
    • 0Komentar

    KUDUS – Beberapa organisasi mahasiswa di Kudus mengadakan aksi penggalangan dana dan konser amal kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada korban banjir di Demak. Aksi ini dilaksanakan di beberapa titik di Kabupaten Kudus pada sore hari dan malamnya dilanjut dengan konser amal di Joglo Maqha, Jumat (16/02/2024). Ahmad Minan Nur Rohman, selaku koordinator aksi, mengungkapkan bahwa […]

expand_less