Breaking News
light_mode

Kue Gandos Manis, Jajanan Legendaris Era 80 hingga 90an

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Feb 2018
  • visibility 864

Menikmati Serunya Jajanan Nostalgia
Di
Jepara utara, bagi anak kelahiran 90an, pasti kenal dengan jajanan satu ini.
Namanya Kue Gandos. Jajanan ini sudah ada sejak 1979. Cita rasa serta bahan
membuatnya, hingga kini tetap dipertahankan.
Dari jauh, mata Rifa’i berbinar.
Dia melihat seorang pria lanjut usia menuangkan satu adonan ke dalam cetakan.
Sesekali pria itu melumuri adonan setengah matang itu dengan susu coklat.
Kemudian mencongkel adonan itu ketika terlihat sudah matang coklat kekuningan.
Aromanya harum. Dipadukan dengan
sedikit aroma gosong-gosong yang menggoda selera, membuat perut Rifa’i berontak
ingin melahap jajanan tersebut. Terlebih saat itu hujan rintik-rintik turun di
Jalan Raya Tayu – Jepara.
Rifa’i mendekat, dia mengulurkan
pecahan Rp 10 ribu untuk menebus beberapa potong kue berbentuk setengah
lingkaran tersebut. ”Pak beli Rp 10 ribu sedapatnya,” kata Rifa’i sambil
mengulurkan uang tersebut kepada si penjual yang tak asing wajahnya itu.
Wajah pria tua itu akrab di mata
Rifa’i 10 tahun lalu, saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Rifa’i
kerap merengek minta uang untuk jajan kue bercita rasa manis itu.
Ya, bapak tua itu bernama Takrim.
Dia satu-satunya penjual Kue Gandos yang bertahan. Sejak 1979 pria yang tinggal
di Desa Kelet Kecamatan Keling tersebut, sudah menjajakan kue tradisional
sejenis apem-apeman ini.
Takrim berpindah dari satu sekolah
ke sekolah lain, tak jarang dia juga berkeliling dari satu rumah ke rumah di
sudut-sudut kampung. Hingga kini kurang lebih sudah 39 tahun dia setia menjual
kue ini.
”Awalnya saya dulu belajar dari
orang Tasikmalaya. Waktu itu dia di Kelet sini. Kalau di Jakarta kue ini
namanya Kue Pancong, tapi di sini akrabnya dengan Kue Gandos Manis,” paparnya
di sela-sela menuangkan adonan demi adonan ke pemanggangan yang muat sekitar
20an biji kue ini.
Dia menjadi yang pertama berjualan
Kue Gandos ini di Jepara utara. Tetapi ada juga yang mengikuti jejaknya, namun
tak semuanya setia hingga di zaman now
ini. Mereka hanya eksis di zaman old
masa lalu saja.
Kue Gandos ini memang menarik.
Boleh dibilang antik. ”Bahan serta resepnya sejak 39 tahun lalu tetap sama.
Tepung terigu dicampur beras, kelapa, santan, pisang, dan juga garam dengan
tambahan pengembang kue,” imbuh Takrim dengan tangan cekatan mencongkel satu
demi satu kue yang sudah matang.
Selain mempertahankan cita rasa,
dia juga mempertahankan keotentikan peralatan jualannyan. Media jualan tetap
sama, yakni pikulan, sama seperti dulu. Dia tak berganti menggunakan sepeda
motor seperti penjual jajan lainnya, serta alat congkelnya yang mirip clurit
kecil pun tetap sama. Meskipun jajanan ini terbilang jajanan jaman dulu
(jadul), namun hingga kini peminatnya tak berkurang sedikitpun.
”Tak surut penikmat kue ini, setiap
hari, kini hampir 200 lebih biji kue terjual, satunya Rp 500. Keuntungan bersih
bisa Rp 100 ribu per hari sekali mangkal,” kata Takrim.
Saat ini memang Takrim hanya
mangkal, tak berkeliling lagi seperti puluhan tahun lalu. Terakhir berkeliling
sekitar 2007. Setelahnya, dia lebih sering mangkal untuk menjajakan Kue Gandos
ini. Seperti di depan perkantoran.
”Meski tak keliling, namun tetap
saja ada yang beli. Kebanyakan mereka mengenang mas kecilnya. Oh iya ini dulu
jajananku, terlebih di sini hanya ada satu-satunya,” katanya menirukan beberapa
pembelinya. (Achmad Ulil Albab)
 
        
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imbang 0-0 Melawan Nusantara United, Persipa Pati Targetkan Lolos dari Zona Degradasi di Pertandingan Terakhir 

    Imbang 0-0 Melawan Nusantara United, Persipa Pati Targetkan Lolos dari Zona Degradasi di Pertandingan Terakhir 

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.719
    • 0Komentar

    PATI – Pertandingan lanjutan Liga Nusantara Grup A antara Persipa Pati dan Nusantara United FC yang digelar di Stadion Moch Soebroto Magelang pada Selasa malam (20/01/2026) pukul 19.00 WIB berakhir dengan skor tanpa gol, 0-0. Hasil ini membuat pelatih Persipa Pati, Nazal Mustofa, kurang puas. Menurutnya, tim sebenarnya menargetkan poin penuh namun banyak kesalahan yang […]

  • DPRD Pati Apresiasi Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wadah Pelestarian Kesenian Daerah

    DPRD Pati Apresiasi Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Wadah Pelestarian Kesenian Daerah

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 211
    • 0Komentar

    PATI – Masuknya Bulan Apit dalam sistem penanggalan Jawa menjadi momen tersendiri bagi masyarakat di berbagai desa di Kabupaten Pati untuk melaksanakan tradisi sedekah bumi. Kegiatan yang telah dijalankan turun-temurun ini ternyata tidak sekadar ritual adat, melainkan juga berperan penting sebagai sarana menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan […]

  • Persipa Pati Bidik Poin Penuh di Kandang Persekat Tegal

    Persipa Pati Bidik Poin Penuh di Kandang Persekat Tegal

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati siap menghadapi laga tandang yang menantang melawan Persekat Tegal di Stadion Tri Sanja pada Jumat (20/9/2024). Tim tuan rumah, yang baru saja menelan kekalahan di laga perdana Liga 2 musim ini, dipastikan akan tampil habis-habisan untuk mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya. Meskipun demikian, Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, tetap optimistis […]

  • Dokumen kemendes PDTT

    Alasan Santri Harus Siap jadi Kepala Desa

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Dokumen kemendes PDTT Para santri dimotivasi agar siap memimpin desa. Santri diharapkan mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat desa.  JAKARTA – Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar bersama Wakil Ketua DPR bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar menghadiri Silaturahim Nasional Santri Vokasi dan Rakornas BLK Komunitas 2023 di Jombang, Minggu (13/8/2023). Dalam kesempatan itu, Gus Muhaimin meminta Para […]

  • Pemkab Jepara siap memecahkan rekor kegiatan bakar ikan bandeng kartini khas Jepara.

    Pemkab Jepara Siap Pecahkan Rekor Bakar Bandeng Khas

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Pemkab Jepara siap memecahkan rekor kegiatan bakar ikan bandeng kartini khas Jepara.

  • Kabar Gembira PSIS U-19 Gelar Seleksi di Pati

    Kabar Gembira PSIS U-19 Gelar Seleksi di Pati

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    M Ridwan Lingkar Muria, PATI – PSIS U-19 bakal roadshow ke beberapa kota di Jawa Tengah, salah satunya Bumi Mina Tani Pati. Tim muda Laskar Mahesa Jenar ini direncanakan bakal menggelar seleksi pemain muda. Seleksi pemain ini tentu menjadi kabar gembira bagi publik bola Kota Nasi Gandul. Sebab di tengah gersangnya sepakbola Pati, ada tim […]

expand_less