Breaking News
light_mode

Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 843

 

Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil

PATI
– Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi.
Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama
pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah
terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya
berpikir untuk mencari aktivitas yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan
dari rumah,” terang Juliono pada Rabu (23/7/2021).

Dari
informasi yang dipelajari di media sosial disertai ketekunannya menimba ilmu dari
sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai
macam varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu
berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga berbuah cukup lebat.

“Tanaman
anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan
batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko
bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari
luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,”
jelasnya.

Anggur milik Juliono di Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi, Pati yang siap dipanen

Juliono
menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun
diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang
selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di
sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup
sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia
menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua
jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus
untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit
anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1
hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal
dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya
teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut
Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari
secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar
Nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk Kalium pada saat
pembuahan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APTRI Blora Kembangkan Varietas Tebu Unggul Baru dengan Dukungan TJSL Bulog Peduli Petani

    APTRI Blora Kembangkan Varietas Tebu Unggul Baru dengan Dukungan TJSL Bulog Peduli Petani

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    BLORA – Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora berkolaborasi dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Petani untuk mengembangkan varietas tebu unggul baru, Mustika A, di Blora. Program ini menargetkan peningkatan produktivitas dan rendemen tebu di lahan seluas 100 hektar. Varietas Mustika A, yang diimpor dari Thailand, diharapkan mampu mengatasi […]

  • Tanpa Alexis Gomez, Persijap Jepara Optimis Hadapi Persita Tangerang

    Tanpa Alexis Gomez, Persijap Jepara Optimis Hadapi Persita Tangerang

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara akan menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Pertandingan yang  digelar pada Minggu (21/9/2025) pukul 15.30 WIB ini menjadi ajang penting bagi Laskar Kalinyamat untuk melanjutkan dominasinya sebagai tim kuda hitam di kompetisi tersebut. Namun, Persijap harus tampil tanpa gelandang tengah andalannya, Alexis […]

  • Unjuk Rasa di Alun-alun Tayu: Massa Tuntut Kapolresta Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Koordinator AMPB

    Unjuk Rasa di Alun-alun Tayu: Massa Tuntut Kapolresta Segera Tangkap Pelaku Kekerasan Terhadap Koordinator AMPB

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PATI – Gelombang demonstrasi kembali mengguncang Kabupaten Pati pada hari Senin (6/10/2025), dipicu oleh serangkaian insiden yang menimpa seorang koordinator aliansi masyarakat setempat. Aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Koalisi Masyarakat Pati Anti Premanisme (Kompres) ini berlangsung di Alun-Alun Kecamatan Tayu. Pemicu utama demonstrasi ini adalah dua peristiwa nahas yang dialami oleh Teguh Istiyanto, koordinator […]

  • DPRD Pati Gelar Medical Check Up untuk 50 Anggota

    DPRD Pati Gelar Medical Check Up untuk 50 Anggota

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 329
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Pati menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check up) untuk memastikan kondisi mereka prima dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam dua kelompok, pada Senin (28/10) dan Selasa (29/10) di RS Mitra Bangsa. Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menjelaskan, “Medical check up dilakukan selama dua hari. Dibagi […]

  • Cover Majalah National Geographic yang mengangkat tema tentang Gunung Muria.

    Menjaga Muria, Menjaga Kehidupan: Ketika 14 Macan Tutul Menjadi Harapan Terakhir

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 22.708
    • 0Komentar

    Di tengah krisis ekologi yang makin nyata, sebuah kabar gembira muncul dari rimba Gunung Muria: masih ada 14 individu macan tutul jawa yang bertahan hidup. Mereka bukan sekadar satwa liar—mereka adalah simbol harapan terakhir dari keseimbangan ekosistem yang semakin rapuh. Bukan tanpa perjuangan keberadaan mereka terus lestari. Di balik kabar ini berdiri sekelompok pemuda yang […]

  • Tahun Ajaran 2025/2026, Pemkab Pati Rencanakan Penggabungan SD

    Tahun Ajaran 2025/2026, Pemkab Pati Rencanakan Penggabungan SD

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 336
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati berencana melakukan regrouping atau penggabungan sekolah dasar (SD) pada tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini menyasar SD yang jumlah siswanya kurang dari 120 siswa. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono. Andrik menjelaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap awal. “Saat […]

expand_less