Breaking News
light_mode

Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 873

 

Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil

PATI
– Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi.
Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama
pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah
terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya
berpikir untuk mencari aktivitas yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan
dari rumah,” terang Juliono pada Rabu (23/7/2021).

Dari
informasi yang dipelajari di media sosial disertai ketekunannya menimba ilmu dari
sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai
macam varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu
berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga berbuah cukup lebat.

“Tanaman
anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan
batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko
bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari
luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,”
jelasnya.

Anggur milik Juliono di Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi, Pati yang siap dipanen

Juliono
menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun
diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang
selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di
sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup
sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia
menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua
jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus
untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit
anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1
hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal
dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya
teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut
Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari
secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar
Nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk Kalium pada saat
pembuahan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keliling Desa, Sambut Ramadan dengan Ceria

    Keliling Desa, Sambut Ramadan dengan Ceria

    • calendar_month Sel, 15 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    JEPARA – Menghadapi bulan Ramadan, PAC IPNU dan IPPNU Keling tampil beda. Bulan yang dianggap suci bagi umat Islam itu disambut dengan keceriaan melalui karnaval berkeliling desa se Kecamatan Keling Senin siang kemarin (14/5/2018). Ketua PAC IPNU Keling, Nur Khasan menuturkan, pihaknya memang sengaja melakukan pawai ke desa-desa untuk mengabarkan keceriaan menyambut Ramadan kepada khalayak […]

  • Mendes PDT Kunjungi Pati, Tekankan Pentingnya Kerja Sama untuk Kemajuan

    Mendes PDT Kunjungi Pati, Tekankan Pentingnya Kerja Sama untuk Kemajuan

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memajukan Kabupaten Pati. “Pak Bupati pun tidak bisa sendirian mewujudkan kemajuan Pati. Kita butuh kolaborasi karena kita bukan superman tapi kita super tim,” ujarnya dalam kunjungannya ke Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (24/7). Pernyataan tersebut sejalan dengan […]

  • GOR Pati Nampak Kumuh, Ternyata Anggaran Perawatan Khusus Belum Ada

    GOR Pati Nampak Kumuh, Ternyata Anggaran Perawatan Khusus Belum Ada

    • calendar_month Jum, 28 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi Gelanggang Olahraga (GOR) Pesantenan Pati yang berada di Jalan Kolonel Sunandar, Desa Puri memang terlihat memprihatinkan. Penampilannya kumuh dan sudah terjadi beberapa kerusakan di sana–sini. Hal itu diakui Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Sigit Hartoko melalui Kabid Olahraga Kardi. Menurutnya venue olahraga kebanggaan warga Pati ini dari luar […]

  • GP Ansor Muryolobo Salurkan Rp62,48 Juta Santunan untuk 71 Anak Yatim

    GP Ansor Muryolobo Salurkan Rp62,48 Juta Santunan untuk 71 Anak Yatim

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.503
    • 0Komentar

    JEPARA – Sebagai bentuk perwujudan kepedulian sosial, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Muryolobo menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim pada hari Ahad, tanggal 15 Maret 2026. Sebanyak 71 anak yatim-piatu dari seluruh pelosok Desa Muryolobo mendapatkan bantuan finansial yang totalnya mencapai Rp62.480.000. Menurut Marzuki, Ketua Panitia Kegiatan, jumlah dana yang terkumpul merupakan hasil kerja sama dan […]

  • Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Komisi D DPRD Pati untuk Tekan HIV/AIDS

    Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Komisi D DPRD Pati untuk Tekan HIV/AIDS

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.822
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati menegaskan bahwa penekanan angka penyebaran HIV/AIDS di daerah perlu didukung oleh kerja sama yang erat antar berbagai sektor. Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D, menyampaikan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan secara mandiri oleh satu lembaga saja, melainkan memerlukan kontribusi bersama dari berbagai komponen masyarakat dan instansi yang […]

  • DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna untuk Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2025

    DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna untuk Sampaikan Hasil Pembahasan LKPJ Bupati 2025

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.831
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengadakan Sidang Paripurna yang berfokus pada penyampaian hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pati Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) di Ruang Paripurna DPRD. Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dewan lainnya, yakni Wakil Ketua […]

expand_less