Breaking News
light_mode

Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 797

 

Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil

PATI
– Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi.
Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama
pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah
terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya
berpikir untuk mencari aktivitas yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan
dari rumah,” terang Juliono pada Rabu (23/7/2021).

Dari
informasi yang dipelajari di media sosial disertai ketekunannya menimba ilmu dari
sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai
macam varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu
berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga berbuah cukup lebat.

“Tanaman
anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan
batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko
bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari
luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,”
jelasnya.

Anggur milik Juliono di Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi, Pati yang siap dipanen

Juliono
menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun
diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang
selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di
sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup
sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia
menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua
jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus
untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit
anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1
hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal
dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya
teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut
Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari
secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar
Nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk Kalium pada saat
pembuahan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Kudus Apresiasi HIPMI Kudus atas Seminar Pajak dan Silaturahmi

    Pemkab Kudus Apresiasi HIPMI Kudus atas Seminar Pajak dan Silaturahmi

    • calendar_month Sab, 26 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.616
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Kudus atas penyelenggaraan Halalbihalal dan Seminar Pajak di Blackstone Urban Lounge, Jumat (25/04/2025). Kegiatan ini dinilai penting, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah diskusi mengenai sistem perpajakan berbasis digital Coretax yang saat ini tengah diterapkan pemerintah. […]

  • Kunjungan Bupati Pati ke Sekolah Dukuhseti: Sukseskan Pendidikan Berkarakter

    Kunjungan Bupati Pati ke Sekolah Dukuhseti: Sukseskan Pendidikan Berkarakter

    • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya membina generasi muda berkarakter. Buktinya, Bupati Pati H. Sudewo ST MT melakukan roadshow ke sejumlah sekolah di Kecamatan Dukuhseti, Kamis (19/6/2025). Kunjungannya meliputi TK, SD, dan SMP, di mana beliau meninjau langsung aktivitas siswa dan kondisi sekolah. “Saya bangga, anak-anak sudah bisa menyanyikan lagu-lagu nasional dan menjaga kebersihan […]

  • Siswa SMK NU Lasem Sabet Juara 1 LKS Bidang Automobile Technology

    Siswa SMK NU Lasem Sabet Juara 1 LKS Bidang Automobile Technology

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.109
    • 0Komentar

    REMBANG – Hasil kerja keras serta latihan yang dilakukan secara konsisten telah membuahkan keberhasilan bagi siswa SMK NU Lasem, Syaiful Anwar. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) kategori Automobile Technology se-Kabupaten Rembang. Acara yang digelar pada hari Minggu (29/3) bertempat di SMK Muhammadiyah Rembang, dengan partisipasi berbagai sekolah menengah kejuruan […]

  • Pemkab Pati Peringati Harganas dan HAN, Tekankan Pentingnya Keluarga Berkualitas

    Pemkab Pati Peringati Harganas dan HAN, Tekankan Pentingnya Keluarga Berkualitas

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 368
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025 pada Senin (28/7) di Gedung PGRI Kabupaten Pati. Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan Bunda Forum Anak Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, hadir dalam acara yang dihadiri Dinas Kesehatan, Ketua IDI dan IBI Kabupaten […]

  • Lestari Moerdijat Dorong Petani Muda di Jepara Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Petani Muda di Jepara Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.291
    • 0Komentar

    JEPARA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti urgensi keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian sebagai pilar penting ketahanan pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama petani milenial Jepara yang digelar di Anglo Resto, Jumat (19/12) Acara ini diikuti sekitar 150 petani muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jepara. […]

  • Atik Kusdarwati Pantau Pelaksanaan Speling di Desa Raci   

    Atik Kusdarwati Pantau Pelaksanaan Speling di Desa Raci  

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 352
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, memantau langsung pelaksanaan kegiatan Spesialis Keliling (Speling) di Desa Raci, Kecamatan Batangan. Program yang merupakan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Atik menjelaskan bahwa program Speling di Kabupaten Pati menargetkan pelaksanaan […]

expand_less