Breaking News
light_mode

Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 793

 

Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil

PATI
– Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi.
Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama
pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah
terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya
berpikir untuk mencari aktivitas yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan
dari rumah,” terang Juliono pada Rabu (23/7/2021).

Dari
informasi yang dipelajari di media sosial disertai ketekunannya menimba ilmu dari
sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai
macam varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu
berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga berbuah cukup lebat.

“Tanaman
anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan
batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko
bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari
luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,”
jelasnya.

Anggur milik Juliono di Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi, Pati yang siap dipanen

Juliono
menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun
diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang
selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di
sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup
sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia
menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua
jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus
untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit
anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1
hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal
dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya
teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut
Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari
secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar
Nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk Kalium pada saat
pembuahan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kisah Saber Pungli Antar SMKN 2 Pati Juarai Film Fiksi

    Kisah Saber Pungli Antar SMKN 2 Pati Juarai Film Fiksi

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Kreativitas anak-anak SMKN 2 Pati patut diacungi jempol. Baru-baru ini SMKN 2 Pati membikin bangga dengan prestasinya di dunia perfilman pendek. Mengangkat kisah bertemakan korupsi, dan saber pungli, film pendek yang mereka produksi sendiri menyabet kategori terbaik film fiksi dalam Festival Film Kawal Harta Negara (FFHKN) 2018. Film pendek yang berkisah tentang kedatangan tim saber pungli […]

  • DPRD Pati Soroti Kinerja Bank Sampah yang Belum Optimal

    DPRD Pati Soroti Kinerja Bank Sampah yang Belum Optimal

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 388
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, H. Joni Kurnianto, ST, M.MT, menyoroti kinerja Bank Sampah di Kabupaten Pati yang dinilai belum optimal. Program yang diharapkan mampu mengurangi sampah dan meningkatkan perekonomian masyarakat ini, menurutnya, masih sebatas wacana. Dalam keterangannya Jumat lalu (21/6), Joni menekankan pentingnya realisasi program Bank Sampah, bukan hanya sekedar slogan. […]

  • Tampilkan Sendratari Sapi Pragolo di TMII, Plt Bupati Pati Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya

    Tampilkan Sendratari Sapi Pragolo di TMII, Plt Bupati Pati Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.450
    • 0Komentar

    PATI — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengajak generasi muda Kabupaten Pati untuk senantiasa mengenal, mempelajari, dan mewariskan seni budaya daerah. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Gelar Seni Budaya Tahun 2026 di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Minggu (27/9/2026). Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menampilkan Sendratari Sapi […]

  • Pelatih Persijap Divaldo Alves.

    Kalah 1-0 dari Arema, Pelatih Persijap Jepara Divaldo Alves Keluhkan Kepemimpinan Wasit

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 1.869
    • 0Komentar

    MALANG – Persijap Jepara harus menelan kekecewaan setelah takluk 0-1 dari Arema FC pada lanjutan kompetisi yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (2/2/2026). Kekalahan tipis tersebut terasa menyakitkan bagi Laskar Kalinyamat, yang menilai permainan mereka seimbang dan pantas membawa pulang minimal satu poin. Satu-satunya gol kemenangan Arema FC dicetak oleh bek anyar mereka, […]

  • Polisi Ciduk Pelaku Video Mesum Gay Pakai Seragam SMA

    Polisi Ciduk Pelaku Video Mesum Gay Pakai Seragam SMA

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

      Fakta mencengangkan terkuak dalam kasus video mesum gay yang mengenakan seragam putih abu-abu. Video itu terjadi di Banjarnegara Jawa Tengah. Pengakuan pelaku, video tersebut merupakan konten yang omsetnya bisa untuk beli motor Vario. BANJARNEGARA – Video porno berisi penyimpangan seksual (gay) viral di jagad maya. Video viral tersebut ditemukan oleh Tim Patroli Cyber Polres […]

  • Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

      Anggota Banser Pati mendapatkan pembekalan materi dalam kegiatan orientasi kenal medan di Desa Medani Cluwak Pati PATI –  Kepala Satkorcab Banser Pati Ashadi Tamyiz, menegaskan, untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknis anggotanya dalam bertugas, pihaknya sengaja memilih medan bera dalam kegiatan Orientasi Kenal Medan (OKM) Banser Kabupaten Pati. Hal tersebut juga berkaitan dengan persiapan […]

expand_less