Breaking News
light_mode

Juliono, dari Buruh Bangunan Banting Stir Jadi Petani Anggur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 827

 

Juliono pintar melihat peluang. Saat pekerjaan sebagai buruh bangunan sepi, dia memilih menjadi petani. Budidaya anggur dipilihnya untuk mengisi hari-hari nganggur. Hasilnya cukup menggemberikan, usahanya berhasil

PATI
– Juliono (25) merupakan pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi.
Pria tamatan Madrasah Aliyah ini  mengeluh karena pembatasan sosial selama
pandemi Covid-19 mulai tahun 2020 lalu menyebabkan mobilitas antar wilayah
terganggu. Hal itu membuatnya kesulitan mendapatkan pekerjaan.

“Saya
berpikir untuk mencari aktivitas yang menghasilkan uang yang bisa dikerjakan
dari rumah,” terang Juliono pada Rabu (23/7/2021).

Dari
informasi yang dipelajari di media sosial disertai ketekunannya menimba ilmu dari
sejumlah komunitas, dia mantap membangun rumah pembibitan anggur. Berbagai
macam varietas anggur dia coba semaikan. Usahanya tak sia-sia, pemuda itu
berhasil membudidayakan puluhan jenis anggur hingga berbuah cukup lebat.

“Tanaman
anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bukan hanya buahnya, namun potongan
batang tanaman anggur bisa dijual sebagai bakal bibit. Saya juga membuka toko
bibit anggur jenis lokal maupun impor. Hampir tiap hari saya dapat pesanan dari
luar kota. Hasilnya lebih dari cukup dibandingkan penghasilan proyek,”
jelasnya.

Anggur milik Juliono di Desa Sokopuluhan Kecamatan Pucakwangi, Pati yang siap dipanen

Juliono
menilai, profesi petani tak selalu identik dengan penghasilan rendah. Namun
diperlukan inovasi dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan pertanian yang
selaras dengan tren dan kebutuhan masyarakat.

“Di
sejumlah wilayah di pulau Jawa sudah ada beberapa kampung anggur yang cukup
sukses sebagai Kawasan agribisnis,” jelas dia.

Ia
menyebut kelebihan tanaman anggur yakni bisa hidup dengan baik di hampir semua
jenis tanah dataran rendah maupun tinggi. Meskipun demikian, butuh trik khusus
untuk membesarkan anggur yang berbuah produktif dengan jenis impor. 

“Bibit
anggur impor termahal jenis Ninel, Trans dan Carnival. Harganya dari Rp 1
hingga 1,5 juta per batang. Metode yang saya pakai menyambung anggur lokal
dengan batang tanaman luar negeri yang buahnya lebih besar dan lebat. Namanya
teknik okulasi atau penggantian varietas,” jelas dia.

Menurut
Juliono, tanaman anggur membutuhkan pengairan dan mendapatkan sinar matahari
secukupnya. Tanaman akan tumbuh dengan baik jika mendapatkan pupuk dengan kadar
Nitrogen saat mulai tumbuh akar. Kemudian membutuhkan pupuk Kalium pada saat
pembuahan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kampanyekan Minuman Herbal ke Emak-Emak

    Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kampanyekan Minuman Herbal ke Emak-Emak

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

      Ali menyambangi emak-emak untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan minuman herbal di masa pandemi. Kegiatan ini merupakan program KKN UIN Walisongo dari rumah. Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari rumah, mahasiswa UIN Walisongo Semarang melakukan sosialisasi pemanfaatan empon-empon sebagai minuman herbal untuk menjaga daya tahan tubuh pada masa pandemi Covid-19 ini. Hal itu seperti yang dilakukan Mukhammad […]

  • Jelang Bergulirnya Liga 2 Stadion Wergu Kudus Full Biru, Piye Menurutmu ?

    Jelang Bergulirnya Liga 2 Stadion Wergu Kudus Full Biru, Piye Menurutmu ?

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 296
    • 0Komentar

    KUDUS – Menjelang bergulirnya Liga 2, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus berbenah untuk menyiapkan kendang terbaik bagi tim Persiku Kudus. Renovasi dilakukan di berbagai sisi agar stadion kebanggaan warga Kudus ini layak menjadi penyelenggara pertandinga Liga 2. Renovasi yang paling mencolok adalah penggantian warna cat tribun stadion, dari semula dominan warna hijau, sekarang menjadi warna […]

  • MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Harapan Krenova Pati Innovation Award 2025

    MTs Salafiyah Kajen Raih Juara Harapan Krenova Pati Innovation Award 2025

    • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 435
    • 0Komentar

    PATI – Tim Robotik MTs Salafiyah Kajen berhasil menunjukkan performa mengesankan dalam ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Pati Innovation Award 2025, Kamis (8/5/2025). Berkompetisi dengan 19 peserta lain dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMK, SMA hingga masyarakat umum, tim muda ini berhasil mencuri perhatian. Meskipun menghadapi lawan yang lebih senior dan berpengalaman, […]

  • Anak Yatim dan Duafa Difasilitasi Sunatan Omah Khitan Wedari

    Anak Yatim dan Duafa Difasilitasi Sunatan Omah Khitan Wedari

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Tiga anak mendapat fasilitasi sunatan gratis dari Omah Khitan Wedari, Selasa (2/11/2021) Kegiatan sunatan gratis dilakukan Omah Khitan Wedari. Sunatan diperuntukkan bagi anak yatim dan duafa.  PATI – Omah Khitan Wedari yang terletak di Desa Panggungroyom RT 8 RW 2, Kecamatan  Wedarijaksa, Kabupaten Pati gelar khitanan masal, (2/11/2021) malam. Khitan itu diperuntukkan bagi anak yatim […]

  • Kudus Sketch dan CKT Ajak Anak Muda di Kudus Menyegarkan Pikiran Lewat Menggambar

    Kudus Sketch dan CKT Ajak Anak Muda di Kudus Menyegarkan Pikiran Lewat Menggambar

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.844
    • 0Komentar

    KUDUS – Di tengah kesibukan dan rutinitas harian yang sering kali melelahkan, kegiatan menggambar hadir sebagai cara unik untuk merespons lingkungan sekitar, menyalurkan emosi, serta menjadi wadah bertukar gagasan antar sesama penggemar seni. Hal inilah yang terlihat jelas dalam agenda kegiatan menggambar bersama yang digelar di Museum Keluarga HM Ashadie, Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten […]

  • Relawan DGP8 Pati Lakukan Aksi Sosial, Bagikan Nasi Bungkus untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

    Relawan DGP8 Pati Lakukan Aksi Sosial, Bagikan Nasi Bungkus untuk Menangkan Ganjar-Mahfud

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Pati – Relawan Ganjar-Mahfud, Dukung Ganjar Pranowo Presiden ke-8 (DGP8) Pati (DGP8) Pati melaksanakan aksi sosial dengan membagikan ratusan nasi bungkus kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Juwana pada Jumat (9/2/2024). Dalam acara tersebut, puluhan relawan DGP8 membagikan sekitar 300 nasi bungkus di Alun-Alun Kecamatan Juwana. Selain membagikan nasi bungkus, para relawan juga memberikan atribut seperti […]

expand_less