Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto: Pemerintah Harus Lebih Proaktif dalam Mengawasi Program MBG

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
  • visibility 377

JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif unggulan dari pemerintahan Prabowo-Gibran, kini menghadapi tantangan serius meskipun telah menjangkau lebih dari 35 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam delapan bulan terakhir.

Persoalan seperti kasus keracunan makanan, lemahnya pengawasan keamanan pangan, serta belum adanya landasan hukum yang kuat, menjadi perhatian utama.

Edy Wuryanto, anggota Komisi IX DPR RI, menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap program ini.

“MBG adalah program ambisius dengan tujuan mulia, namun implementasinya masih jauh dari sempurna. Kita harus belajar dari pengalaman tahun pertama ini,” ujarnya.

Menurut laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang dirilis pada 13 Oktober, lebih dari 11.566 anak mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh penyelenggara MBG.

Gejala yang umum dialami adalah mual, muntah, dan diare. Edy Wuryanto menyoroti bahwa kejadian ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam sistem keamanan pangan serta belum adanya regulasi yang memadai.

“Pemerintah sedang menyusun Peraturan Presiden tentang MBG, tetapi program ini sudah berjalan hampir setahun tanpa payung hukum yang jelas. Hal ini menyebabkan pelaksanaan di lapangan menjadi tidak terkoordinasi,” tambahnya.

Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Oktober 2025 menunjukkan bahwa terdapat 11.567 Satuan Pelaksana Pangan Bergizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan 35,8 juta penerima manfaat dan melibatkan 9.026 UMKM lokal dalam rantai pasokan.

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki tata kelola program, termasuk mewajibkan SPPG memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), merevisi petunjuk teknis dan SOP, memberikan sanksi kepada SPPG yang lalai, memperketat verifikasi penyelenggara, serta melakukan audit keamanan pangan dan keuangan bersama BPKP.

Selain itu, pelatihan bagi penjamah makanan, kewajiban penggunaan rapid test kit untuk uji cepat kualitas bahan pangan, dan akreditasi SPPG sebelum beroperasi juga menjadi bagian dari upaya perbaikan.

“Langkah-langkah ini adalah respons yang baik, tetapi seharusnya menjadi bagian dari sistem yang permanen, bukan hanya tindakan reaktif. Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aspek program,” tegas Edy.

Dari sisi ekonomi, MBG telah memberikan dampak positif bagi UMKM pangan, petani, dan nelayan lokal. Namun, Edy menekankan bahwa dampak ekonomi ini perlu diukur secara lebih konkret.

“Pembentukan SPPG di daerah 3T masih belum merata, sehingga manfaat ekonomi MBG belum dirasakan secara merata. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi ketimpangan ini,” jelasnya.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting nasional mengalami penurunan menjadi 19,8 persen. Edy mengingatkan bahwa efek MBG terhadap penurunan stunting perlu diuji lebih lanjut.

“Penurunan stunting membutuhkan intervensi gizi yang berkelanjutan sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga anak usia dua tahun. MBG hanyalah salah satu bagian dari upaya tersebut,” katanya.

Untuk memastikan efektivitas program, Edy mendorong Kementerian Kesehatan dan BGN untuk melakukan survei gizi tahunan terhadap kelompok sasaran MBG.

“Kita perlu data yang akurat untuk mengetahui apakah MBG benar-benar memberikan dampak positif terhadap status gizi anak-anak,” tegasnya.

Edy juga berkomitmen untuk terus mendorong percepatan Perpres Tata Kelola MBG agar program ini memiliki dasar hukum yang kuat dan transparan.

“Keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, tetapi dari perubahan nyata, yaitu perbaikan gizi anak, penurunan kasus keracunan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan efektivitas sistem pengawasan,” tutupnya.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

    Anggota DPRD Pati Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 328
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muslihan, mengajak generasi muda di Kabupaten Pati untuk lebih aktif dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi besar di bidang seni, budaya, dan kuliner bisa menjadi peluang bagi pemuda untuk meningkatkan perekonomian daerah. “Industri ikan bandeng di Juwana, misalnya, terkenal dan bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi,” ujarnya. Ia juga […]

  • Warung Pak Totok Joyo, Spesial Cemeding yang Segar untuk Makan Siang

    Warung Pak Totok Joyo, Spesial Cemeding yang Segar untuk Makan Siang

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 628
    • 0Komentar

    PATI – Kuliner tradisonal selalu memiliki kenikmatan tersendiri. Salah satunya adalah sajian sayur cemeding yang khas. Di Pati Jawa Tengah, sayur cemeding ini cukup banyak penjualnya. Biasanya disajikan pada saat jam makan siang. Salah satu warung yang cukup populer menjual sayur cemeding ini adalah warung makan Pak Totok Joyo. Lokasinya di dalam komplek Stadion Joyokusumo […]

  • Dewan Pati Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Pariwisata

    Dewan Pati Dorong Kerja Sama Pemerintah dan Masyarakat untuk Pariwisata

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 308
    • 0Komentar

    PATI – Politisi Partai Gerindra, Hardi, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk meningkatkan infrastruktur pendukung di sektor pariwisata. Menurutnya, akses jalan menuju destinasi wisata dan fasilitas umum perlu mendapatkan perhatian serius. “Kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung harus menjadi prioritas agar wisatawan betah dan berpotensi kembali ke Pati,” tegas Hardi. Permintaan ini muncul setelah terungkapnya kondisi sejumlah […]

  • Tiga Hari Puluhan Tanaman Bonsai Dipamerkan di Jepara

    Tiga Hari Puluhan Tanaman Bonsai Dipamerkan di Jepara

    • calendar_month Sen, 23 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Salah satu jenis bonsai yang dipamerkan di Sanggar Pramuka Kabupaten Jepara Sabtu, 21-23 Juli 2018 JEPARA – Berbagai jenis tanaman Bonsai di pamerkan untuk menarik minat warga, pada Sabtu (21/72018). Pameran tanaman Bonsai di gelar selama tiga hari, mulai Sabtu, 21-23 Juli 2018 di Sanggar Pramuka Kabupaten Jepara. Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Jepara […]

  • Doa Bersama dan Aksi Lilin di Alun-Alun Pati, 22 Ormas-LSM Serukan Perdamaian dan Tolak Segala Provokasi

    Doa Bersama dan Aksi Lilin di Alun-Alun Pati, 22 Ormas-LSM Serukan Perdamaian dan Tolak Segala Provokasi

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.889
    • 0Komentar

    PATI – Alun-Alun Simpang Lima Pati dipenuhi semangat perdamaian pada Jumat (21/8) malam. Ratusan elemen masyarakat meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga organisasi kemasyarakatan (ormas) berkumpul dalam satu wadah doa bersama sekaligus menyampaikan pernyataan sikap untuk menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Pati. Kegiatan ini diisi dengan rangkaian doa bersama, aksi penerangan […]

  • Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    Belajarlah pada Rizky Ridho, Pemain Lokal Jangan Takut Bersaing

    • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 448
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Wacana slot 8 pemain asing di Liga 1 musim 2024/2025 mendapat reaksi keras dari sejumlah pemain lokal. Bahkan diantara mereka ramai-ramai membuat #IniSepakbolaIndonesia dalam akun sosial media mereka. Postingan ini disinyalir karena para pemain lokal menolak wacana penambahan kuota pemain asing. Lantaran pemain lokal takut akan tergusur. Beberapa pemain lokal yang menyuarakan tagar […]

expand_less