Breaking News
light_mode

Bupati Haryanto ; Iuran Pendidikan Boleh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
  • visibility 374
Bupati Haryanto memberikan sambutan di acara Rakor Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (16/10/2018)

PATI – Bupati Haryanto membolehkan
adanya iuran dalam kegiatan pendidikan. Namun harus sesuai ketentuan. Hal itu
disampaikannya saat Rakor Pendidik dan Kebudayaan di Gedung Korpri Selasa
(16/10/2018).
Dalam arahannya tersebut, Bupati
Pati Haryanto menegaskan, apabila instansi pendidikan memiliki program baru,
namun masih ragu untuk melaksanakannya, dapatdi komunikasikan dan
dikonsultasikan dahulu.
”Jadi sesuai dengan Permendiknas,
selama program penarikan biaya yang dilakukan oleh instansi pendidikan sesuai
kebutuhan, dan tidak ada unsur memaksa, maka diperbolehkan. Namun, swadaya
tidak harus dari orang tua, bisa dari alumni, bisa dari pihak ketiga dan dari
orang tua yang benar – benar mampu. Sifatnya juga tidak membebani serta tidak
memaksa,” jelas bupati.
Hal ini, lantaran dalam instansi
pendidikan, terdapat program – program yang memang harus diselesaikan melalui
swadaya. Namun, bupati menekankan jika program tersebut tidak ada namun diada –
adakan, itu merupakan pungutan liar (pungli).
”Jadi menurut kami, bahwa apa yang
dilakukan dan diprogramkan oleh instansi pendidikan di lingkungan Kabupaten
Pati, sudah sesuai dengan mekanisme yang ada,” imbuhnya.
Bupati mengingatkan, agar tidak
terjadi aksi saling lapor baik dari pihak luar dengan instansi pendidikan,
bahkan sampai informasi tersebut meluas, sudah semestinya tugas dari pengawas,
kepala sekolah, penilik, koordinator satuan pendidikan di sekolah agar sering
melakukan koordinasi dengan orang tua murid.
Lebih lanjut, apabila tidak
dilakukan sosialisasi terkait program maupun swadaya yang diadakan, baik orang
tua dan masyarakat pasti akan bertanya – tanya. Karena saat ini, sering terjadi
salah kaprah, yakni sudah dilakukan sosialisasi terkait suatu program, namun
masyarakat tidak mendengarkan, bahkan ada yang acuh sehingga terjadi saling
melapor.
”Jadi kami menerapkan program
tidaklah sama dengan daerah lain. Untuk dana BOS, kita masih bertumpu dan
menggunakan dalam rangka untuk menyubsidi sekolah, tapi karena sering terjadi
kekurangan, maka ada yang namanya Sumbangan Pembangunan Institusi,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Nelayan Rembang Deklarasikan Gus Muhaimin untuk Nyapres

    Perempuan Nelayan Rembang Deklarasikan Gus Muhaimin untuk Nyapres

    • calendar_month Rab, 23 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sekelompok perempuan yang tergabung dalam komunitas nelayan di Rembang membawa poster Gus Muhaimin Ratusan perempuan yang tergabung dalam komunitas nelayan pantai utara (pantura) menaruh harapan besar kepada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Karena itu mereka kompak mengusung tokoh yang akrab disapa Gus Muhaimin itu untuk maju dalam Pilpres 2024 mendatang. REMBANG – Koordinator Komunitas Perempuan […]

  • Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto Dorong Penguatan Fondasi JKN

    Rp20 Triliun untuk BPJS Kesehatan, Edy Wuryanto Dorong Penguatan Fondasi JKN

    • calendar_month Kam, 1 Okt 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.632
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah tidak menjadikan tambahan dana Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan sebagai langkah penyelesaian sementara persoalan pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurut Edy, tambahan anggaran tersebut memang patut diapresiasi karena dapat membantu menjaga keberlangsungan pembayaran manfaat pelayanan kesehatan. Namun, kebijakan itu perlu ditempatkan dalam kerangka pembenahan sistem […]

  • Kapolda Jateng Jenguk Brigadir Eka, Korban Penyanderaan Kelompok Anarko

    Kapolda Jateng Jenguk Brigadir Eka, Korban Penyanderaan Kelompok Anarko

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 356
    • 0Komentar

    SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, mengunjungi Brigadir Eka di RS Bhayangkara Semarang pada Jumat (2/4/2025). Brigadir Eka dirawat setelah menjadi korban penyanderaan oleh kelompok yang diduga Anarko saat mengamankan demonstrasi buruh pada 1 Mei 2025. Aksi demonstrasi awalnya berlangsung damai dengan orasi dan sholawat. Namun, sekelompok orang berpakaian hitam, diduga […]

  • Anggota DPRD Pati Responsif terhadap Aduan Masyarakat, Bukti Jalan Rusak di Gembong Teratasi

    Anggota DPRD Pati Responsif terhadap Aduan Masyarakat, Bukti Jalan Rusak di Gembong Teratasi

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati membuka pintu bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan. Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Suhartini, mengajak masyarakat untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah dan dinas terkait. “Monggo bapak ibu sesuai bidang saya, mungkin bapak ibu kalau ada kesulitan atau ada apa, […]

  • Pria di Tambakromo Aniaya Adik Ipar hingga Tewas, Terancam Tujuh Tahun Penjara

    Pria di Tambakromo Aniaya Adik Ipar hingga Tewas, Terancam Tujuh Tahun Penjara

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 360
    • 0Komentar

    PATI – RS (28), warga Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, kini ditahan di Polresta Pati atas tuduhan penganiayaan yang menyebabkan kematian adik iparnya. Peristiwa bermula dari pertengkaran antara adik RS dan suaminya (korban). Merasa kesal, RS memukul korban hingga terjatuh dan kepalanya membentur lantai. “Pukulan mengenai wajah korban sehingga korban terjatuh dan kepalanya […]

  • Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 479
    • 0Komentar

    KUDUS – Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tengah bertransformasi menjadi kawasan agro-wisata yang menjanjikan. Program penghijauan yang dimulai sejak tahun 2020 telah membuahkan hasil berupa kebun buah-buahan yang subur dan produktif. Namun, kemajuan ini terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Kepala Desa Terban, Supeno, mengungkapkan bahwa berbagai jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, […]

expand_less