Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Minta Pemerintah Lakukan Pembenahan Menyeluruh Penanganan Campak

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
  • visibility 4.086

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengingatkan bahwa angka penurunan kasus campak sebesar 93 persen yang disampaikan pemerintah tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Pada awal tahun ini, tercatat sebanyak 2.220 kasus penyakit tersebut.

Menurutnya, pencapaian penurunan kasus perlu ditelaah secara cermat mengingat tren penurunan target imunisasi dasar selama beberapa tahun terakhir.

Edy mengakui bahwa upaya penanganan campak oleh pemerintah telah menunjukkan langkah responsif, khususnya dalam peningkatan upaya pelaporan dan imunisasi kejar.

Namun, politikus dari PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah permasalahan esensial yang belum menemukan solusi tuntas.

“Penurunan kasus ini tidak serta-merta mencerminkan kondisi aman. Justru kita harus jujur melihat bahwa cakupan imunisasi dasar kita sempat turun dan tidak mencapai target. Ini yang menjadi akar masalah,” tutur Edy.

Menurut Edy, terjadinya lonjakan kasus campak hingga angka 2.220 merupakan dampak dari melemahnya sistem imunisasi dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang.

Salah satu bukti adalah tidak optimalnya pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela. Sebagai contoh, berdasarkan data September 2022, cakupan vaksinasi Campak-Rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) secara nasional hanya mencapai 87,7 persen.

Pada periode tersebut, tidak ada satu pun daerah di luar Jawa-Bali yang mencapai target 90 persen. Di wilayah Jawa-Bali sendiri, Jawa Tengah dan Jawa Barat belum mampu mencapai target 95 persen. Pencapaian vaksinasi memang mengalami kemerosotan pada masa pandemi Covid-19.

“Meningkatnya insidensi campak belakangan ini adalah akibat kelalaian dalam pelaksanaan program vaksinasi yang tidak mencapai target. Pada periode 2019 hingga 2021 tercatat sekitar 1,7 juta bayi tidak memperoleh imunisasi lengkap. Ini jelas menciptakan kerentanan besar di masyarakat,” ujarnya.

Lonjakan kasus campak bukan hanya terjadi saat ini. Tahun 2022 mencatat peningkatan kasus hingga 30 kali lipat dibandingkan 2021, yaitu sebanyak 4.800 kasus.

Kemudian pada tahun 2023, jumlah kasus campak mencapai angka 10.600. Pada tahun yang sama juga telah muncul rekomendasi untuk melakukan imunisasi tambahan dengan tujuan mengeliminasi kasus campak. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa pada tahun tersebut terjadi lonjakan kasus yang signifikan.

Edy menilai bahwa kondisi saat ini juga merupakan hasil dari tidak maksimalnya pelaksanaan vaksinasi Campak-Rubela pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian penyakit menular belum dikelola dengan konsisten dan berkelanjutan.

“Dari polanya sudah terlihat, penuruanan vaksinasi akan membuat lonjakan jumlah penyakit. Ini harusnya dapat diantisipasi,” tuturnya.

Selanjutnya, Edy mengkritik bahwa pendekatan penanganan saat ini masih terlalu fokus pada tanggapan setelah kasus muncul, bukan pada upaya pencegahan yang proaktif di lapangan.

“Mestinya vaksin campak mudah dilaksanakan, terutama pada keluarga atau kontak erat dengan penderita sebagai langkah preventif untuk memutus rantai penularan,” tuturnya.

Legislator yang berasal dari Dapil Jawa Tengah III ini mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan program imunisasi massal. Selain itu, perlu juga diperkuat sistem pencegahan yang berbasis komunitas.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain mempercepat pemulihan cakupan imunisasi dasar, memperkuat kembali pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), serta meningkatkan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan primer. Selain itu, diperlukan edukasi publik untuk mengatasi keraguan masyarakat terhadap vaksin.

“Adanya isu terkait vaksin atau ada antivaksin, harus disikapi serius. Harus tegas dengan hal seperti ini,” sarannya.

Selain itu, Edy menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program berjalan dengan efektif, termasuk dari sisi alokasi anggaran dan pelaksanaan di lapangan.

“Penanganan campak tidak boleh reaktif dan musiman. Harus ada konsistensi kebijakan dan pengawasan. Kalau tidak dibenahi dari sekarang, potensi kejadian serupa akan terus berulang,” kata Edy.

(adv)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi freepik

    Pentingnya Mengelola Stres untuk Hidup Bahagia

    • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Ilustrasi freepik   Kehidupan masa kini seringkali penuh dengan tantangan, tekanan, dan tuntutan yang dapat menyebabkan stres. Jika tidak ditangani dengan baik, stres dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan fisik, mental, dan emosional seseorang. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres secara efektif guna mencapai hidup yang bahagia dan seimbang.  Artikel ini akan menjelaskan mengapa […]

  • Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2021 Diikuti 29 Tim

    Piala Soeratin U-17 Jawa Tengah 2021 Diikuti 29 Tim

    • calendar_month Ming, 5 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

      Kompetisi sepakbola usia muda Piala Soeratin U-17 kembali hadir tahun ini. Ajang ini bakal menjadi panggung bakat-bakat muda di seluruh pelosok Jawa Tengah untuk unjuk gigi. Sekaligus bisa menjadi jalan menapaki karir profesional sepakbola. SEMARANG – Sebanyak 29 tim dipastikan turut serta di ajang Kompetisi Piala Soeratin U17 Asprov PSSI Jateng 2021. Kompetisi ini […]

  • DPRD Pati Tekankan Reboisasi untuk Cegah Banjir Bandang

    DPRD Pati Tekankan Reboisasi untuk Cegah Banjir Bandang

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 539
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong program reboisasi sebagai solusi untuk mengurangi dampak lingkungan di Pegunungan Kendeng. Penanaman pohon dinilai penting sebagai resapan air, terutama saat musim hujan. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menekankan pentingnya penanaman bibit pohon keras oleh semua pihak. Menurutnya, sinergitas diperlukan agar seluruh lapisan masyarakat […]

  • Plt. Bupati Pati: Satgas MBG Akan Pastikan SPPG Aman dan Sesuai Standar

    Plt. Bupati Pati: Satgas MBG Akan Pastikan SPPG Aman dan Sesuai Standar

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.047
    • 0Komentar

    PATI – Tim Satuan Tugas (Satgas) Makanan Bergizi (MBG) akan melakukan pemeriksaan mendalam (sidak) terhadap Sarana Penyediaan Pangan untuk Gizi (SPPG) yang menjadi objek keluhan atau laporan dari masyarakat. Pernyataan ini disampaikan Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, pada hari Jumat sore (6/2/2026), saat acara peresmian SPPG yang dikelola Yayasan Masda Putra Abadi di Desa […]

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Menjaga Stabilitas Wilayah

    Ketua Komisi C DPRD Pati Ingatkan Pentingnya Menjaga Stabilitas Wilayah

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PATI – Menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif menjadi perhatian penting di tengah dinamika yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, saat memberikan sambutan dalam acara halalbihalal DPC Partai Demokrat yang digelar di Hotel Gritary pada 26 April lalu. Dalam kesempatan tersebut, Joni mengajak seluruh lapisan […]

  • Pemain Persijap Belum di Level Super League

    Pemain Persijap Belum di Level Super League

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 972
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali takluk atas tamunya Semen Padang dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bumi Kartini (20/11/2025). Kekalahan ini terus menambah daftar panjang hasil negatif Laksar Kalinyamat. Total dari 12 pertandingan yang telah dilakoni, Persijap hanya mampu meraih 2 kemenangan, 2 hasil seri dan 8 kali kalah. Hasil yang membuat Persijap Jepara terpuruk […]

expand_less