Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Dorong Revisi Permendag 8/2024: Batasi Impor Agar Produk Lokal Tidak Tertindas

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 26 Des 2025
  • visibility 1.259

JAKARTA – Fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi perhatian publik di tengah situasi perlambatan ekonomi nasional. Menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan, periode Januari hingga November telah menyaksikan 79.302 pekerja kehilangan pekerjaan – dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar 5 persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa penurunan kinerja ekonomi selama 10 bulan awal 2025 telah memicu peningkatan PHK di berbagai sektor.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menilai angka PHK tersebut berpotensi terus naik hingga akhir 2025 dan meluas ke tahun 2026 jika pemerintah tidak segera mengambil langkah korektif.

“Ini bukan sekadar data statistik, tetapi gambaran nyata tekanan ekonomi yang dirasakan pekerja dan dunia usaha,” ujarnya.

Menurut Edy, sektor pengolahan adalah penyumbang terbesar terhadap PHK, diikuti oleh sektor perdagangan dan pertambangan. Salah satu faktor utama yang memicu adalah Permendag Nomor 8 Tahun 2024 yang membuka pintu lebar bagi impor. Akibatnya, produk lokal – terutama di sektor tekstil, alas kaki, dan industri padat karya – kalah saing dengan barang impor yang lebih terjangkau dan diminati oleh pasar domestik.

Selain itu, penurunan upah riil pekerja sejak tahun 2018 hingga 2024 seperti yang dicatat Bank Dunia telah menekan daya beli buruh. Hal ini terlihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III 2025 yang hanya mencapai 4,89 persen, masih di bawah ambang 5 persen.

“Daya beli yang melemah berdampak pada penurunan konsumsi barang dan jasa, menekan produksi, dan berujung pada PHK lanjutan,” katanya.

Edy juga menyoroti tingginya biaya produksi yang membuat harga barang dan jasa kurang kompetitif. Kondisi ini membuat produk sulit diterima pasar, sehingga dunia usaha terpaksa melakukan efisiensi tenaga kerja.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang lemah juga memengaruhi pembukaan lapangan kerja dan kelangsungan usaha. Iklim investasi yang belum membaik menyebabkan jumlah lapangan kerja baru – terutama formal – sangat terbatas.

“Pemerintah harus segera memetakan persoalan PHK ini dan mengambil langkah konkret,” tuturnya.

Legislator Dapil Jawa Tengah III mendorong revisi Permendag 8/2024, dengan usulan pembatasan impor agar tidak menekan produk lokal, penurunan suku bunga perbankan untuk mendukung industri padat karya, pemberian insentif pajak dan harga energi, serta perpanjangan stimulus ekonomi seperti PTKP sebesar Rp10 juta.

Selain itu, Edy meminta pemerintah menyediakan pinjaman berbunga murah bagi perusahaan yang menghadapi kesulitan modal kerja, serta mendorong negosiasi ulang dengan kreditor bagi perusahaan pailit melalui dukungan atau penjaminan pembayaran utang agar usaha tetap berjalan dan lapangan kerja tidak hilang.

Dalam jangka menengah, perbaikan iklim investasi menjadi kunci untuk meningkatkan lapangan kerja. Edy mendorong pemberian insentif pajak dan kemudahan perizinan bagi investor baru, termasuk ajakan untuk mengelola aset perusahaan pailit dengan skema insentif pajak jangka panjang seperti kasus Sritex. Peran KBRI juga perlu dioptimalkan untuk mempromosikan peluang investasi di sektor potensial seperti pariwisata dan pertanian.

Edy mengingatkan bahwa peningkatan PHK akan berdampak langsung pada pengangguran terbuka dan kemiskinan. Data BPS Agustus 2025 menunjukkan bahwa pembukaan lapangan kerja hanya mencapai 1,99 juta, yang didominasi oleh sektor informal.

“Lapangan kerja formal yang sedikit dan tidak berkualitas akan memperburuk perlindungan pekerja dan meningkatkan risiko kemiskinan baru,” ujarnya.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen, Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.032 triliun selama periode 2025–2029 atau rata-rata Rp2.606 triliun per tahun. Dengan asumsi setiap Rp1 triliun investasi membuka 1.600 lapangan kerja, seharusnya tercipta sekitar 4,17 juta lapangan kerja per tahun.

“Faktanya, capaian pembukaan lapangan kerja kita masih jauh dari kebutuhan tersebut,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lestari Moerdijat Dorong Petani Muda di Jepara Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Petani Muda di Jepara Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    JEPARA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti urgensi keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian sebagai pilar penting ketahanan pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama petani milenial Jepara yang digelar di Anglo Resto, Jumat (19/12) Acara ini diikuti sekitar 150 petani muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jepara. […]

  • Peringatan HUT RI di RT 03 RW 02 Buludan Kajen: Upacara Bendera Unik Dipimpin oleh Ibu-Ibu Rumah Tangga

    Peringatan HUT RI di RT 03 RW 02 Buludan Kajen: Upacara Bendera Unik Dipimpin oleh Ibu-Ibu Rumah Tangga

    • calendar_month Sab, 17 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PATI – Warga RT 03 RW 02 Buludan Kajen, Kajen, merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara yang unik. Upacara bendera yang biasanya dipimpin oleh para pria, kali ini dipimpin oleh ibu-ibu rumah tangga. Ide ini muncul secara spontan dari Yuni Zulfa saat rapat persiapan lomba tujuhbelasan yang langsung disetujui oleh semua peserta rapat. “Misal […]

  • Kepincut Menulis Buku karena Gus Zainul Milal Bizawie

    Kepincut Menulis Buku karena Gus Zainul Milal Bizawie

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

      Zainal Abidin Sueb Di tengah pandemi Covid-19, berbagai  aktivitas masyarakat serba dibatasi. Meski demikian, kondisi yang terbatas justru memicu Zainal Abidin Sueb untuk produktif, salah satunya dengan menulis buku. Sabtu (26/6/2021) lalu ia telah meluncurkan sebuah buku dengan judul “Mushaf Nusantara: Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya”.  Pemuda kelahiran Pati, 24 Mei 1998, asal Desa […]

  • FKUB Pati Raih Peringkat 3 Harmony Award 2025, Bukti Kuatnya Kerukunan Umat Beragama

    FKUB Pati Raih Peringkat 3 Harmony Award 2025, Bukti Kuatnya Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 872
    • 0Komentar

    PATI – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati meraih peringkat ketiga Harmony Award 2025 di Jakarta pada Jumat (28/11). Ketua FKUB Kabupaten Pati, Ahmad Manhajussidad Shonhaji dan Bupati Pati Sudewo, kompak mengatakan bahwa prestasi ini adalah bukti kuatnya kerukunan di Pati, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk terus merawat dan menjaga toleransi dan harmoni […]

  • Polisi Ciduk Pelaku Video Mesum Gay Pakai Seragam SMA

    Polisi Ciduk Pelaku Video Mesum Gay Pakai Seragam SMA

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 110
    • 0Komentar

      Fakta mencengangkan terkuak dalam kasus video mesum gay yang mengenakan seragam putih abu-abu. Video itu terjadi di Banjarnegara Jawa Tengah. Pengakuan pelaku, video tersebut merupakan konten yang omsetnya bisa untuk beli motor Vario. BANJARNEGARA – Video porno berisi penyimpangan seksual (gay) viral di jagad maya. Video viral tersebut ditemukan oleh Tim Patroli Cyber Polres […]

  • Deklarasi Damai Pemilu, Antisipasi Info Hoax

    Deklarasi Damai Pemilu, Antisipasi Info Hoax

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 103
    • 0Komentar

    PATI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar deklarasi damai Pemilu 2019 pagi kemarin Sabtu (6/10/2018) di halaman parkir Plaza Pragolo. Deklarasi ini dilakukan sebagai upaya menangkal info-info hoax menjelang pemilu, yang dikhawatirkan dapat mencederai penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan ini. Koordinator Sekretariat Bawaslu, Ahmada menjelaskan, bahwa Bawaslu sebagai bagian dari penyelenggaraan Pemilu 2019 […]

expand_less