Breaking News
light_mode

Pemkab Pati Siapkan Rp20 Miliar untuk Revitalisasi Jalan Sudirman Tahun 2026

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • visibility 2.061

PATI – Kawasan Jalan Sudirman akan direnovasi melalui program revitalisasi yang direncanakan Pemkab Pati dengan alokasi anggaran Rp20 miliar pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pati Tony Romas menjelaskan, upaya perbaikan kawasan tersebut tidak akan mengubah lokasi areal parkir yang selama ini menjadi perhatian pengguna jalan.

Menurutnya, kondisi lalu lintas di sepanjang Jalan Lingkar bagian barat Alun-alun Simpang Lima Pati saat ini masih belum teratur.

Kendaraan roda tiga dan roda empat bahkan terparkir hingga tiga lapis di sisi kiri jalan, sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas.

“Itu nanti (revitalisasi) hanya mempercantik kawasan seperti Jogja. Jadi nanti ada taman dan tempat duduk. Kalau parkir mungkin masih sama seperti ini,” ungkapnya, Senin (2/2/2026).

Tony mengakui, kelambatan arus lalu lintas di kawasan tersebut juga dipengaruhi oleh keterbatasan lahan parkir di wilayah Kota Pati.

Kondisi ini kerap menjadi keluhan masyarakat yang sering melintas di jalan tersebut, salah satunya Noor dari Desa Payang.

Wanita yang setiap hari harus melintas Jalan Sudirman untuk bekerja itu mengaku pernah merasa tidak nyaman akibat kepadatan akses jalan.

“Ya pernah merasakan macet. Kadang kesal karena manusiawi, karena parkirnya di pinggir jalan plus penjual kaki lima (PKL) yang mangkal di situ. Susah kalau mau nyebrang, dan kalau misal pas keluar jadi lama di jalannya,” tuturnya.

Menurut Noor, kemacetan seringkali menyebabkan keterlambatan datang kerja dan memperlambat aliran lalu lintas secara keseluruhan.

“Biasanya macet terjadi saat jam pulang sekolah atau jam istirahat sekolah. Apalagi pas pukul 12.00 WIB saat jam istirahat sering kena dampak macetnya. Paling ramai di depan SDN Pati Kidul 01 dan SMPN 5 Pati,” imbuhnya.

Selain parkir kendaraan di tepi jalan umum, ia menambahkan bahwa keberadaan PKL yang berjualan di pinggir jalan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kemacetan. Apalagi pada jam-jam tertentu, banyak pembeli yang datang sehingga menimbulkan kerumunan.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alfiat kembali menjadi pelatih Persiku Kudus di Liga 2 musim 2025/26.

    Alfiat Resmi Tangani Persiku Kudus untuk Liga 2 Musim 2025/2026

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 400
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus resmi menunjuk Alfiat sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2025/2026. Penunjukan ini menjadi awal dari langkah baru Laskar Macan Muria dalam menyusun kekuatan tim. Disebutkan Alfiat bahkan sudah mulai memimpin sesi seleksi perdana yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Minggu (15/6/2025). Dalam seleksi tersebut, ia tampak […]

  • Hasil Sidak DPRD Pati: Perangkat Desa Jembangan Akan Dievaluasi

    Hasil Sidak DPRD Pati: Perangkat Desa Jembangan Akan Dievaluasi

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 338
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Balai Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Senin (26/5/2025). Hasilnya mengejutkan. Kantor desa tampak sepi, hanya Kaur Kesra yang sedang piket. Kondisi ini mendapat kecaman dari Wakil Ketua Komisi A, H. Suwarno. “Tidak punya alasan pekerjaan untuk tidak piket meski balai desa sedang direnovasi,” tegas […]

  • Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    Pemkab Jepara Bentuk Karangrandu Sebagai Desa Tangguh Bencana

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Pembentukan desa tangguh bencana di Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan Jepara Pembentukan desa tangguh bencana (destana) di Jepara memiliki arti penting. Sebab Kota Ukir memiliki permasalahan tinggi terkait bencana, bahkan nomor 10 di Jawa Tengah.  JEPARA – Desa Karangrandu Kecamatan Pecangaan dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Pembentukan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Bupati Jepara Edy […]

  • Nama Unik Tiga Armada Damkar Pati, Ini Filosofinya

    Nama Unik Tiga Armada Damkar Pati, Ini Filosofinya

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati resmi mengoperasikan tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) baru. Ketiga armada ini diberi nama oleh Bupati Pati, Sudewo, dengan mengambil nama-nama tokoh pewayangan: Ontoseno, Gatotkaca, dan Ontorejo. Bupati Pati Sudewo mengungkapkan alasan di balik pemberian nama tersebut saat diwawancarai media. “Dengan filosofi yang terkandung dalam nama-nama itu, diharapkan ketiga armada […]

  • Ngecamp Malam Senin, Serasa Miliki Pulau Sendiri (1)

    Ngecamp Malam Senin, Serasa Miliki Pulau Sendiri (1)

    • calendar_month Sel, 9 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Menikmati pantai yang bersih dan berpasir putih dengan tenang@Arif Laut yang tenang mengantarkan saya ke Pulau Panjang, Jepara Minggu (7/4/2019) siang. Benar-benar tenang. Debur ombak hanya sayup-sayup seperti genjrengan pengamen malas. Cuaca cukup terik. Untung saya memakai kaos oblong katun. Adem. Dari dermaga Pantai Kartini perjalanan dimulai. Saya berangkat berlima. Naik perahu Sapta Pesona nomor […]

  • DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai Wisata Alternatif Sejarah

    DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai Wisata Alternatif Sejarah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 371
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berharap agar cagar budaya, khususnya Pintu Gerbang Majapahit di Desa Muktiharjo (Rendole), Kecamatan Margorejo, dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif yang berbasis sejarah. Harapan ini muncul setelah Pintu Gerbang Majapahit ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X sejak tahun 1998. Wakil Ketua […]

expand_less