Breaking News
light_mode

Beginilah Nyekiklik Channel, Kumpulan Pemuda Kreatif di Cluwak-Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 2 Feb 2018
  • visibility 326

Percaya Diri Angkat Guyonan Khas
Bumi Mina Tani
 

Para personil Nyekiklik saat berbincang di Cafe Gojoos Kelat Senin (29/1/18)

Berawal dari teman satu
tongkrongan, Nyekiklik Channel hadir. Mereka percaya diri menampilkan guyonan dengan
mengusung dialek khas asalnya, Kabupaten Pati di layar Youtube.


Obrolan terasa gayeng, saat saya mencoba menggali
kisah tentang Nyekiklik Channel yang belakangan menjadi perhatian khalayak.
Lontaran-lontaran joke humor segar,
terus keluar dari para punggawa channel Youtube yang baru seumur jagung ini.
Tak terasa, obrolan di sebuah kafe
itu melewati 60 menit dengan cepat. Channel humor yang digawangi Chris, Bayu,
Dian, Jatmiko, dan Mela ini boleh dibilang memang unik. Mereka menampilkan
sisi-sisi humor yang khas.
”Kami memang menampilkan kekhasan
dari Pati. Terutama memang dialeknya. Em, leh, dan lainnya. Dimanapun Pati
memang dikenal pertama sebab dialeknya. Kami mengangkat itu,” kata Dian salah
satu penggawa Nyekiklik Channel.
Begitu pula dengan penamaan
channel. Penamaan ini pun mengusung tema Pati. ”Pada saat berembuk nama, semua
memang sepakat. Harus menggunakan nama yang khas dengan Pati. Maka terpilihlah
nama Nyekiklik,” sambung Chris, penggawa paling senior dilihat dari KTP.
Nama Nyekiklik sendiri memang
dialek Pati. Artinya tertawa terbahak-bahak, seperti tujuan mereka yang ingin
mengajak sedulur Nyekiklik-sebutan untuk fans mereka- untuk tertawa
terbahak-bahak. Nama Nyekiklik itu sendiri muncul dari usulan Jatmiko yang lebih
dikenal sebab memerankan karakter Pongge di setiap video unggahan mereka.
Channel yang terbentuk sejak November
2017 ini sekarang sudah menampilkan sebanyak 11 video-video humor yang dijamin
bisa menggelitik perut. Meski baru, sudah banyak yang menaruh perhatian dengan
channel yang mayoritas punggawanya dari Desa Payak ini.
”Bahkan di sebuah video, si Pongge
secara tak sengaja mengucapkan kata “mu” padahal itu bukan dialek Pati. Lantas
ada yang mengomentari hal itu,” kata Dian.
Nyekiklik hadir memang berawal dari
sebuah tongkrongan. Dari pada hanya nongkrong tak jelas, maka sepakatlah mereka
untuk berkarya. Selain menyuguhkan video humor dengan dialek khas Pati,
Nyekiklik pun ingin menyuguhkan alam Pati.
Seperti yang dituangkan dalam
video-video awal garapan mereka. Video itu berjudul Jejak Si Pongge, yang
menampilkan  alam desa mereka. Lebih dari
itu, Nyekiklik tampaknya mengamalkan kata-kata ndakik yang sering terlontarkan.
Kreativitas Tanpa Batas.
Itu lantaran video-video yang
mereka buat memang seadanya. Seperti alat penunjang hingga skenario video
jarang mereka pakai. ”Diakui, Nyekiklik memang berjalan
sangat mengalir. Asal rekam, tapi tetap kreativitas dan sisi keunikan
diperhatikan dengan detail,” sahut Bayu Gesang, satu-satunya punggawa Nyekiklik
yang dari luar Desa Payak. Lelaki kurus kering ini warga Desa Karangsari.
Kreativitas tanpa batas ini memang
diakui seluruh punggawa Nyekiklik. Peralatan sederhana, hanya bermodal satu
kamera DSLR biasa. Tak ada penunjang alat lainnya.
Namun itu semua tak menjadi
halangan mereka berkarya. Buktinya, di tengah keterbatasan itu, memang secara
total menyajikan konten-konten yang benar-benar menghibur dan natural. Soal
natural, Nyekiklik boleh diacungi jempol. Dalam penggarapan video-videonya tak jarang
memang sangat natural. Tanpa ada teks skenario.
Hanya ada kerangka-kerangka, aktor
harus mengeksplore imajinasinya sendiri. Dialog-dialog pun juga eksplorasi
sendiri. ”Bahkan di salah satu video, ketika kami kekurangan pemain, ada
seorang lewat kami seret untuk berakting di depan kamera. Hanya sedikit arahan,
dan jadilah dialog lepas yang videonya menjadi paling banyak ditonton,” imbuh
Bayu.
Nyekiklik terus berbenah. Mereka
ingin menjadi channel yang memang profesional. Sejumlah plan sudah tertulis. Mulai konsistensi berkarya, hingga pewujudan
sebuah basecamp untuk menunjang
kreativitas mereka. ”Setiap pekan, minimal satu video kami suguhkan, itu tekad
kami,” terangnya. (Achmad Ulil Albab)
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 358
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Bambang Susilo, mendorong petani di wilayahnya untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk, salah satunya dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk Biosaka. Hal ini disampaikan dalam upaya mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Kami berharap petani dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk untuk tanaman mereka. Salah satunya adalah dengan kombinasi […]

  • Ketua Sementara DPRD Pati Terima Usulan Calon Pimpinan Definitif, Ini Daftarnya

    Ketua Sementara DPRD Pati Terima Usulan Calon Pimpinan Definitif, Ini Daftarnya

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 310
    • 0Komentar

    PATI – Empat partai politik (parpol) telah mengajukan nama calon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati definitif. Nama-nama tersebut akan mengisi posisi ketua, wakil ketua I, wakil ketua II, dan wakil ketua III. Partai-partai yang mengajukan calon tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan […]

  • Program Tanam Mangrove Polda Jateng Raih Penghargaan

    Program Tanam Mangrove Polda Jateng Raih Penghargaan

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Apresiasi dari JMSI kepada Polda Jateng SEMARANG – Program penanaman satu juta pohon mangrove  bertajuk Mageri Segoro yang dilaksanakan Polda Jateng mendapatkan penghargaan dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Penghargaan diberikan pada penutupan Rakernas I  dan pelantikan pengurus JMSI Jateng periode 2021-2025 bertempat di Metro Park View Hotel, Semarang, Jumat (12/11/2021) pagi. Penghargaan JMSI juga […]

  • Anggota DPRD Pati: Pencegahan Kegagalan Koperasi Desa Merah Putih Pati

    Anggota DPRD Pati: Pencegahan Kegagalan Koperasi Desa Merah Putih Pati

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pati menuai sorotan. Anggota DPRD Pati, Kastomo, menekankan pentingnya persiapan matang sebelum pendirian koperasi ini. “SDM harus disiapkan betul. Sebelum pembentukan, desa perlu menyiapkan SDM pengelola dengan orientasi yang matang,” tegas politisi PKB ini. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat untuk mendorong partisipasi aktif dan […]

  • HUT RI, Tujuh Napi di Pati dapat Remisi Langsung Bebas

    HUT RI, Tujuh Napi di Pati dapat Remisi Langsung Bebas

    • calendar_month Jum, 17 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    Beberapa napi yang menghuni lapas kelas II B Pati sedang membuat paving PATI – Dari total 222 narapidana (napi) di Lapas Kelas II B Pati, yang diajukan menerima remisi, sudah disetujui 211 yang bisa menerima. 11 lainnya masih dilakukan perbaikan data. Dari 211 tersebut, tujuh napi mendapat remisi langsung bebas per tanggal 18 Agustus. Penyerahan […]

  • DPRD Pati Ingatkan Perempuan Perlu Tingkatkan Kapasitas Diri

    DPRD Pati Ingatkan Perempuan Perlu Tingkatkan Kapasitas Diri

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 317
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Pati, Hj. Muntamah, mengingatkan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai proses yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan. Hal ini mencakup akses terhadap pendidikan, kesempatan politik, kesetaraan ekonomi, dan peran aktif dalam mendukung program pembangunan di berbagai sektor. Hj. Muntamah menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya penting untuk […]

expand_less