Breaking News
light_mode

Angkutan Umum Kudus Terancam Punah, Organda Usul Angkutan Khusus Pelajar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
  • visibility 131

KUDUS – Nasib angkutan umum di Kabupaten Kudus memprihatinkan. Jumlah armada yang beroperasi kini tinggal separuh dari jumlah sebelumnya, yakni hanya sekitar 150 kendaraan dari total 650 kendaraan yang tersebar di 13-14 trayek aktif (dari 20 trayek sebelumnya).

Ketua DPC Organda Kudus, Mahmudun, mengungkapkan penurunan drastis ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses kredit motor dan menurunnya jumlah penumpang. Situasi diperparah oleh maraknya kendaraan pribadi dan angkutan ilegal.

“Dulu ada 20 trayek, sekarang tinggal separuh yang jalan. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari mudahnya kredit motor hingga menurunnya jumlah penumpang,” ujar Mahmudun saat ditemui Selasa (5/8/2025).

Ia menambahkan bahwa angkutan ilegal, termasuk kendaraan plat hitam yang mengangkut buruh pabrik, turut mengurangi pendapatan sopir angkutan umum resmi.

Sebagai solusi, Mahmudun mengusulkan program angkutan khusus pelajar, terinspirasi dari program serupa di Magelang. Program ini, menurutnya, tidak hanya akan membantu sopir angkutan umum, tetapi juga mendidik pelajar untuk disiplin dan mandiri dalam menggunakan transportasi publik, sekaligus mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.

“Saya waktu itu ikut rapat di Jawa Tengah, dari Magelang memunculkan ide yang sangat bagus. Anak-anak sekolah dijemput dan diantar sesuai jadwal yang ditentukan. Ini bisa diterapkan di Kudus,” jelasnya.

Mahmudun menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak, termasuk perbaikan kualitas pelayanan angkutan umum dan subsidi operasional.

Ia berharap Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang memiliki pengalaman di bidang perhubungan, dapat memberikan perhatian serius terhadap revitalisasi transportasi umum, khususnya angkutan sekolah.

“Harapan kami, semoga Kudus bisa meniru daerah lain. Angkutan pelajar ini bukan hanya solusi untuk transportasi, tapi juga bentuk pendidikan karakter sejak dini,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat Perbukitan Hijau di Camp Ground Tutupan, Desa Bageng

    Melihat Perbukitan Hijau di Camp Ground Tutupan, Desa Bageng

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Suasana di Camp Ground Tutupan Desa Bageng, Gembong, Pati PATI – Kawasan Pegunungan Muria menambah pilihan wisata berkemah. Di penghujung 2019 lalu, Pemerintah Desa Bageng Kecamatan Gembong meresmikan Camp Ground Tutupan. Lokasinya berada pada ketinggian 800 Mdpl. Udara sejuk menyambut para pengunjung yang datang. Serta pemandangan bukit-bukit dengan rimbun pepohonan yang menyegarkan mata. Tempat ini […]

  • PSG Pati Tantang Klub Liga 1

    PSG Pati Tantang Klub Liga 1

    • calendar_month Sel, 18 Mei 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Pelatih PSG Pati saat memberikan intruksi ke pemainnya     Tak main-main, tim pelatih Laskar Kembangjoyo terus mematangkan skuadnya. Klub-klub 1 dibidik menjadi lawan uji coba pasca libur lebaran ini. Sebelumnya klub ini sudah dua kali menjajal kekuatan klub Liga 1, Bhayangkara Solo FC dan Persipura. PATI – Klub Liga 2, PSG (Putra Safin Grup) Pati […]

  • Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 118
    • 0Komentar

    PATI – Novi Eko Yulianto, calon Wakil Bupati Pati nomor urut 3, mengungkapkan komitmennya untuk membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui jaringan pesantren. Ia berencana membuka pasar bagi produk-produk lokal Pati di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan luas pesantren. “Yang jelas, saya ingin membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui pesantren. Jaringan pesantren ini kan seluruh Indonesia,” ujarnya. […]

  • Batik Tulis Bakaran yang Menawan

    Batik Tulis Bakaran yang Menawan

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Seorang model mengenakan busana batik tulis bakaran Kabupaten Pati juga memiliki batik tulis yang khas, pesonanya tak kalah dengan batik-batik dari daerah lain di Indonesia. Namanya batik tulis bakaran. Nama batik ini merujuk satu daerah yang menjadi pusat pengrajin batik ini. Kurang lengkap kalau bergaya belum mengenakan batik tulis bakaran. Pusat pengrajin batik ini berada […]

  • DPRD Pati Apresiasi Musrenbangwil Eks-Karesidenan Pati, Dorong Keselarasan APBD dengan Kebijakan Provinsi

    DPRD Pati Apresiasi Musrenbangwil Eks-Karesidenan Pati, Dorong Keselarasan APBD dengan Kebijakan Provinsi

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 175
    • 0Komentar

    PATI – Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) Eks-Karesidenan Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati pada Senin (21/4/2025) mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. “Kami mengapresiasi pelaksanaan Musrenbang Provinsi yang diadakan se-Karesidenan. Diadakan dialog langsung antara masyarakat dengan Pak Gubernur,” kata Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo. Musrenbangwil yang dihadiri […]

  • Firman Soebagyo Puji Respons Cepat Mentan Atasi Krisis DOC di Pati dan Banjir di Grobogan

    Firman Soebagyo Puji Respons Cepat Mentan Atasi Krisis DOC di Pati dan Banjir di Grobogan

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.366
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kesigapannya dalam menangani dua isu krusial di Jawa Tengah: krisis Day Old Chick (DOC) di Kabupaten Pati akibat lonjakan harga pakan, serta bencana banjir di Kabupaten Grobogan. Menurut Firman, respons cepat Mentan yang langsung […]

expand_less