Breaking News
light_mode

Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
  • visibility 3.617

PATI – Di wilayah Kajen, Kabupaten Pati, warisan manuskrip tidak hanya menjadi sisa kenangan masa lalu, melainkan juga menjadi cermin khas dari bagaimana Islam berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Taufiq Hakim, Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa keberislaman di daerah ini memiliki karakter konvergen dan vernakular, yang menyatukan ajaran ketauhidan yang kuat dengan ekspresi budaya serta nilai-nilai lokal yang sudah mendarah daging.

Perkembangan peradaban Jawa-Muslim di Kajen tidak terlepas dari kontribusi Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebagai pangeran asal Tuban sekaligus salah satu waliyullah, beliau telah merintis dasar literasi yang mengedepankan pemikiran kritis dan kedalaman kontemplasi sejak awal abad ke-18 – sebuah periode yang juga tercermin jelas dalam bentuk arsitektur Masjid Kajen.

Salah satu bukti nyata dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah manuskrip Suluk Alif. Karya ini ditulis oleh salah satu santri kesayangannya, Syekh Abdul Karim Al Haj, dengan menggunakan aksara Pegon dan disusun dalam bentuk tembang Macapat yang khas Jawa.

“Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim dalam wawancara pada hari Kamis (19/3/2026).

Secara turun temurun, manuskrip ini selalu diperdengarkan melalui ritual ditembangkan dalam acara peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi penyampaian secara lisan ini pernah terhenti pada tahun 1950-an akibat minimnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menembangkannya.

Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin mengambil lakon wayang tentang Dewa Ruci sebagai sarana dakwah yang efektif. Beliau mengajak masyarakat untuk memahami kondisi sekitar dan diri sendiri melalui prinsip kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan hanya terpaku pada hal-hal yang sementara atau retorika kosong.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkapnya.

Inti ajaran tersebut juga terangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya membersihkan jiwa dari unsur-unsur yang tidak baik:

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

Menurut Taufiq, konsep keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin merupakan bentuk tanggung jawab sosial-ontologis.

Manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi spiritual, dengan tujuan utama (paran) adalah menjaga kejernihan niat serta keselarasan antara pikiran, perasaan, dan kewajiban yang harus dilakukan terhadap sesama manusia.

Upaya untuk mengkaji kembali isi Suluk Alif bukanlah hanya sekadar bentuk nostalgia terhadap masa lalu, melainkan juga upaya untuk menemukan “peta jalan” yang relevan dengan zaman sekarang, agar dapat menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan batin yang kokoh dan identitas yang dinamis.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Persiku Kudus (jersey merah muda) saat melakoni uji coba melawan Persela Lamongan.

    Inilah Jadwal Lengkap Pertandingan Persiku Kudus di Liga 2 2024/2025 Bulan September 

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 279
    • 0Komentar

      OLAHRAGA – Jangan sampai ketinggalan,inilah jadwal lengkap pertandingan Persiku Kudus di Liga 2 tahun 2024/2025 bulan September. Akan ada 4 pertandingan yang dimainkan tim Macan Muria. Dengan rincian 2 pertandingan kendang an 2 pertandingan tandang. Pertandingan pertama anak asuh coacg Sudirman akan menghadapi Nusantara United di Stadion Kebo Giro Boyolali. Di pekan kedua akan […]

  • Kades Tlogomojo-Batangan Bantah Tuduhan Penyelewengan Pembangunan Embung

    Kades Tlogomojo-Batangan Bantah Tuduhan Penyelewengan Pembangunan Embung

    • calendar_month Kam, 14 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Kepala Desa Tlogomojo menunjukkan data-data tentang pembangunan embung desa  Lingkar Muria, PATI – Kepala Desa Tologomojo Sunoto membantah tuduhan atas dugaan penyelewengan pembangunan embung desa, yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Pati. Soal tanah kerukan yang diduga dijual, Sunoto mengaku hasil penjualan itu untuk operasional pembangunan embung. ”Tanah hasil kerukan memang dijual. Akan tetapi hasil […]

  • Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Anggota DPR-RI Ingatkan Pemerintah soal Reformasi Sistem

    Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan, Anggota DPR-RI Ingatkan Pemerintah soal Reformasi Sistem

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 267
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah berencana menghapus tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi sekitar 23 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari kelompok Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri. Kebijakan pemutihan tersebut ditargetkan selesai paling lambat akhir November 2025. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai langkah ini sebagai kebijakan progresif yang berpihak pada rakyat. […]

  • Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Rosera Lisaria Citra Namanya Rosera Lisaria Citra. Biasa dipanggil Lisa. Dia adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Ia juga masih menjadi mahasiswa di STIE Bank BPD Jateng Semarang. Sukanya masak. Mulai dari sayur, cemilan, brownis kukus, pisang nugget, pisang bakar, Ice Cream, martabak manis dan lainnya. Menurutnya masak itu menyenangkan. Bahkan bisa menghilangkan Badmood. “Masak […]

  • Revisi Perda RTRW di Pati, Zona Hijau Harga Mati

    Revisi Perda RTRW di Pati, Zona Hijau Harga Mati

    • calendar_month Kam, 1 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI  – Peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati akan memasuki revisi. Hal ini melihat waktunya yang sudah lima tahun. Perda RTRW perlu direvisi sebab dalam kurun waktu itu bisa saja terjadi perubahan atas kondisi geografis yang ada. Hal itu dikatakan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati Awi.   ”Perda Nomor […]

  • DPRD Pati Usulkan Sinergi Pesantren dan Sekolah, Kunci Ciptakan Generasi Cerdas dan Berakhlak

    DPRD Pati Usulkan Sinergi Pesantren dan Sekolah, Kunci Ciptakan Generasi Cerdas dan Berakhlak

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.434
    • 0Komentar

    PATI – Menggabungkan sistem pendidikan pesantren dan sekolah umum dianggap sebagai langkah strategis untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki budi pekerti yang luhur. Kerja sama kedua lembaga pendidikan ini diyakini mampu membentuk pribadi yang berkarakter kuat serta bertanggung jawab. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menyatakan bahwa […]

expand_less