Breaking News
light_mode

Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
  • visibility 3.715

PATI – Di wilayah Kajen, Kabupaten Pati, warisan manuskrip tidak hanya menjadi sisa kenangan masa lalu, melainkan juga menjadi cermin khas dari bagaimana Islam berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Taufiq Hakim, Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa keberislaman di daerah ini memiliki karakter konvergen dan vernakular, yang menyatukan ajaran ketauhidan yang kuat dengan ekspresi budaya serta nilai-nilai lokal yang sudah mendarah daging.

Perkembangan peradaban Jawa-Muslim di Kajen tidak terlepas dari kontribusi Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebagai pangeran asal Tuban sekaligus salah satu waliyullah, beliau telah merintis dasar literasi yang mengedepankan pemikiran kritis dan kedalaman kontemplasi sejak awal abad ke-18 – sebuah periode yang juga tercermin jelas dalam bentuk arsitektur Masjid Kajen.

Salah satu bukti nyata dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah manuskrip Suluk Alif. Karya ini ditulis oleh salah satu santri kesayangannya, Syekh Abdul Karim Al Haj, dengan menggunakan aksara Pegon dan disusun dalam bentuk tembang Macapat yang khas Jawa.

“Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim dalam wawancara pada hari Kamis (19/3/2026).

Secara turun temurun, manuskrip ini selalu diperdengarkan melalui ritual ditembangkan dalam acara peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi penyampaian secara lisan ini pernah terhenti pada tahun 1950-an akibat minimnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menembangkannya.

Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin mengambil lakon wayang tentang Dewa Ruci sebagai sarana dakwah yang efektif. Beliau mengajak masyarakat untuk memahami kondisi sekitar dan diri sendiri melalui prinsip kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan hanya terpaku pada hal-hal yang sementara atau retorika kosong.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkapnya.

Inti ajaran tersebut juga terangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya membersihkan jiwa dari unsur-unsur yang tidak baik:

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

Menurut Taufiq, konsep keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin merupakan bentuk tanggung jawab sosial-ontologis.

Manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi spiritual, dengan tujuan utama (paran) adalah menjaga kejernihan niat serta keselarasan antara pikiran, perasaan, dan kewajiban yang harus dilakukan terhadap sesama manusia.

Upaya untuk mengkaji kembali isi Suluk Alif bukanlah hanya sekadar bentuk nostalgia terhadap masa lalu, melainkan juga upaya untuk menemukan “peta jalan” yang relevan dengan zaman sekarang, agar dapat menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan batin yang kokoh dan identitas yang dinamis.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pemain Senior Diharapkan Jadi Tumpuan

    Dua Pemain Senior Diharapkan Jadi Tumpuan

    • calendar_month Sen, 17 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Skuad Persipa jelang laga  Tim pelatih menaruh harap lebih kepada dua pemain seniornya. Mereka adalah Fernando Taryono striker dan Bayu Eko Prasetyo di posisi bek. Keduanya saat dijajal menjamu Persamba Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur Minggu (16/6/2019) tampil meyakinkan. “Kalau saya ambil pemain senior, saya gak main-main. Taryono, dia goal getter, leadershipnya bagus, sabar, mau […]

  • Karang Taruna Lahar Bagi Takjil Sesuai Alquran

    Karang Taruna Lahar Bagi Takjil Sesuai Alquran

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

      Pemuda karang taruna Desa Lahar membagi takjil Ramadan memang menjadi momen untuk berlomba-lomba dalam menebar kebaikan. Salah satunya, Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut ambil bagian. Ratusan takjil dibagikan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sesuai Alquran. PATI – Para anggota Karang Taruna Lahar membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan […]

  • Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Patung gajah purba di depan museum purbakala Patiayam/ @ericandoko Bupati Kudus Hartopo menilai penting membuat roadmap yang jelas, langkah-langkah yang diambil dalam menyikapi situs patiayam. Hal ini mengingat temuan berbagai fosil yang sangat banyak. KUDUS – Museum Purbakala Patiayam memiliki situs purba yang terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Secara […]

  • Isu Batas Omzet Rp6 Juta, Bapemperda DPRD Pati Tunda Pembahasan Pajak UMKM

    Isu Batas Omzet Rp6 Juta, Bapemperda DPRD Pati Tunda Pembahasan Pajak UMKM

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.448
    • 0Komentar

    PATI – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pati memutuskan untuk menunda pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang diajukan oleh pihak eksekutif. Langkah ini diambil karena DPRD belum menerima dokumen kajian maupun hasil survei yang menjadi dasar rencana penerapan kebijakan tersebut. Ketua Bapemperda DPRD Pati, Danu Ikhsan […]

  • Ali Badrudin Umumkan Rencana Pembangunan PLTB di Pati

    Ali Badrudin Umumkan Rencana Pembangunan PLTB di Pati

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati bersiap memasuki era baru dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di wilayah selatan. Langkah ini diumumkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, yang menekankan pentingnya memanfaatkan potensi alam Bumi Mina Tani secara optimal. Ali Badrudin menjelaskan bahwa Pati memiliki kekayaan alam yang melimpah, termasuk sumber daya kelautan seperti bandeng […]

  • Anggota DPRD Pati Minta Media Jaga Netralitas, Ciptakan Pilkada Kondusif

    Anggota DPRD Pati Minta Media Jaga Netralitas, Ciptakan Pilkada Kondusif

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Suwito, anggota DPRD Pati dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghimbau media massa untuk tidak menggoreng berita dan ikut serta menciptakan situasi kondusif menjelang Pilkada 2024. “Media harus berperan penting dalam menjaga netralitas dan tidak menyebarkan berita hoax atau berita yang belum pasti kebenarannya,” ujarnya. Suwito mengungkapkan kekhawatirannya terkait pemberitaan di media yang menurutnya […]

expand_less