Breaking News
light_mode

Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
  • visibility 3.646

PATI – Di wilayah Kajen, Kabupaten Pati, warisan manuskrip tidak hanya menjadi sisa kenangan masa lalu, melainkan juga menjadi cermin khas dari bagaimana Islam berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Taufiq Hakim, Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa keberislaman di daerah ini memiliki karakter konvergen dan vernakular, yang menyatukan ajaran ketauhidan yang kuat dengan ekspresi budaya serta nilai-nilai lokal yang sudah mendarah daging.

Perkembangan peradaban Jawa-Muslim di Kajen tidak terlepas dari kontribusi Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebagai pangeran asal Tuban sekaligus salah satu waliyullah, beliau telah merintis dasar literasi yang mengedepankan pemikiran kritis dan kedalaman kontemplasi sejak awal abad ke-18 – sebuah periode yang juga tercermin jelas dalam bentuk arsitektur Masjid Kajen.

Salah satu bukti nyata dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah manuskrip Suluk Alif. Karya ini ditulis oleh salah satu santri kesayangannya, Syekh Abdul Karim Al Haj, dengan menggunakan aksara Pegon dan disusun dalam bentuk tembang Macapat yang khas Jawa.

“Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim dalam wawancara pada hari Kamis (19/3/2026).

Secara turun temurun, manuskrip ini selalu diperdengarkan melalui ritual ditembangkan dalam acara peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi penyampaian secara lisan ini pernah terhenti pada tahun 1950-an akibat minimnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menembangkannya.

Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin mengambil lakon wayang tentang Dewa Ruci sebagai sarana dakwah yang efektif. Beliau mengajak masyarakat untuk memahami kondisi sekitar dan diri sendiri melalui prinsip kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan hanya terpaku pada hal-hal yang sementara atau retorika kosong.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkapnya.

Inti ajaran tersebut juga terangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya membersihkan jiwa dari unsur-unsur yang tidak baik:

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

Menurut Taufiq, konsep keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin merupakan bentuk tanggung jawab sosial-ontologis.

Manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi spiritual, dengan tujuan utama (paran) adalah menjaga kejernihan niat serta keselarasan antara pikiran, perasaan, dan kewajiban yang harus dilakukan terhadap sesama manusia.

Upaya untuk mengkaji kembali isi Suluk Alif bukanlah hanya sekadar bentuk nostalgia terhadap masa lalu, melainkan juga upaya untuk menemukan “peta jalan” yang relevan dengan zaman sekarang, agar dapat menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan batin yang kokoh dan identitas yang dinamis.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Tetapkan 1.028.454 Pemilih Sementara Pilgub 2018 di Pati

    KPU Tetapkan 1.028.454 Pemilih Sementara Pilgub 2018 di Pati

    • calendar_month Sab, 17 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Daftar pemilih sementara (DPS) pada pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah 2018 di Kabupaten Pati telah ditetapkan. Hasilnya KPU Pati menetapkan DPS sejumlah 1.028.454. Ketua KPU, Much Nasich  mengungkapkan, penetapan itu berdasarkan hasil dari rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran (DPHP) yang dilakukan petugas pencocokan dan penilitan (coklit) beberapa waktu lalu. ” Sejumlah […]

  • Kecelakaan di Wedarijaksa: Pengemudi Xpander Diduga Lalai, Empat Orang Terluka

    Kecelakaan di Wedarijaksa: Pengemudi Xpander Diduga Lalai, Empat Orang Terluka

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 753
    • 0Komentar

    PATI – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Umum Pati–Tayu, tepatnya di Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 12.20 WIB. Insiden ini menyebabkan empat orang mengalami luka ringan dan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juta. Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil Mitsubishi Xpander, satu unit truk […]

  • Komisi A DPRD Pati Minta Belanja Pegawai Ditekan ke 30 Persen

    Komisi A DPRD Pati Minta Belanja Pegawai Ditekan ke 30 Persen

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.801
    • 0Komentar

    PATI – Realisasi alokasi belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun 2026 tercatat mencapai sekitar 34 persen dari total anggaran. Angka ini dinilai sudah melebihi batas maksimal yang ditetapkan pemerintah pusat, yaitu sebesar 30 persen. Ketua Komisi A DPRD Pati, Narso, menyatakan bahwa kondisi ini sudah menjadi perhatian khusus dan […]

  • Bangun Gedung BPKB Polres Pati Tingkatkan Layanan Masyarakat

    Bangun Gedung BPKB Polres Pati Tingkatkan Layanan Masyarakat

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Potong tumpeng pembangunan gedung baru di Polres Pati Pelayanan di Polres Pati terus ditingkatkan. Baru-baru ini Polres bakal membangun kantor BPKB. Gedung baru ini diharapkan semakin membuat nyaman masyarakat dalam mengurus administrasi.  PATI – Rabu (8/6/2022) Polres Pati mulai membangun Kantor Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Jalan Agil Kusumadya, Pati. Pembangunan gedung baru ini […]

  • Program Transformatif Bupati Pati: Infrastruktur Jalan dan Pendidikan Berkualitas

    Program Transformatif Bupati Pati: Infrastruktur Jalan dan Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Ming, 27 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 300
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menekankan penataan ulang manajemen tata kelola pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Pati, Sabtu (26/4/2025). Hal ini disampaikannya saat menghadiri halalbihalal bersama Forkopimcam dan Kepala Desa se-Kecamatan Tlogowungu di Kantor Kecamatan setempat. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pati, jajaran Forkopimcam, para Kepala Desa beserta istri, Sekretaris Desa, Pengurus PPDI Kecamatan Tlogowungu, dan […]

  • Terinspirasi Daun Jati Guru SMK Cordova Pati Menangi Sayembara Logo IAI Khozinatul Ulum Blora

    Terinspirasi Daun Jati Guru SMK Cordova Pati Menangi Sayembara Logo IAI Khozinatul Ulum Blora

    • calendar_month Sen, 23 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Zuli Rizal Inspirasi dari daun jati berhasil mengantarkan Zuli Rizal, seorang guru SMK Cordova Margoyoso Pati meraih juara sayembara logo Institut Agama Islam (IAI) Khozinatul Ulum Blora. Zuli berhasil memadukan lokalitas Blora dengan nilai-nilai keislaman dengan apik. PATI – Zuli Rizal bersyukur dan sangat puas, karyanya berhasil terpilih menjadi logo resmi kampus Islam asal Kota […]

expand_less