Breaking News
light_mode

Ajaran Syekh Ahmad Mutamakkin dalam Suluk Alif: Penyucian Jiwa sebagai Inti Keagamaan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 20 Mar 2026
  • visibility 3.523

PATI – Di wilayah Kajen, Kabupaten Pati, warisan manuskrip tidak hanya menjadi sisa kenangan masa lalu, melainkan juga menjadi cermin khas dari bagaimana Islam berkembang dan menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa.

Taufiq Hakim, Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, menjelaskan bahwa keberislaman di daerah ini memiliki karakter konvergen dan vernakular, yang menyatukan ajaran ketauhidan yang kuat dengan ekspresi budaya serta nilai-nilai lokal yang sudah mendarah daging.

Perkembangan peradaban Jawa-Muslim di Kajen tidak terlepas dari kontribusi Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebagai pangeran asal Tuban sekaligus salah satu waliyullah, beliau telah merintis dasar literasi yang mengedepankan pemikiran kritis dan kedalaman kontemplasi sejak awal abad ke-18 – sebuah periode yang juga tercermin jelas dalam bentuk arsitektur Masjid Kajen.

Salah satu bukti nyata dari ajaran Syekh Mutamakkin adalah manuskrip Suluk Alif. Karya ini ditulis oleh salah satu santri kesayangannya, Syekh Abdul Karim Al Haj, dengan menggunakan aksara Pegon dan disusun dalam bentuk tembang Macapat yang khas Jawa.

“Suluk Alif memuat riwayat perjuangan hingga ilmu-ilmu yang diajarkan Syekh Mutamakkin, yang sangat lekat dengan nuansa tradisi Jawa klasik seperti wayang,” ujar Taufiq Hakim dalam wawancara pada hari Kamis (19/3/2026).

Secara turun temurun, manuskrip ini selalu diperdengarkan melalui ritual ditembangkan dalam acara peringatan Haul 10 Syuro di Kajen. Namun, tradisi penyampaian secara lisan ini pernah terhenti pada tahun 1950-an akibat minimnya generasi muda yang memiliki kemampuan untuk menembangkannya.

Dalam Suluk Alif, Syekh Mutamakkin mengambil lakon wayang tentang Dewa Ruci sebagai sarana dakwah yang efektif. Beliau mengajak masyarakat untuk memahami kondisi sekitar dan diri sendiri melalui prinsip kawruh-penggalih (pengetahuan dan kedalaman hati), bukan hanya terpaku pada hal-hal yang sementara atau retorika kosong.

“Manuskrip Suluk Alif yang memuat riwayat dan keilmuan Syekh Mutamakkin menjelaskan itu semua. Bahwa ‘sangkan’ manusia adalah makhluk spiritual, sedangkan ‘paran’-nya ialah kejernihan niat, keteguhan batin, konsistensi antara pikiran, perasaan, dharma dan terhadap sesama,” ungkapnya.

Inti ajaran tersebut juga terangkum dalam bait tembang yang menekankan pentingnya membersihkan jiwa dari unsur-unsur yang tidak baik:

“Aja mungsi Wêrkudara/ Iya dudu ênggone agêgampil/ luwih bangêt angèlipun/ Tan kêna salah tarka/ Amung ati putih kang katon wahu/ Singgahna ning irêng abang/ têtêpana ingkang putih//”

Artinya: Jangan tergesa-gesa, Werkudara. Sebab jalan itu tidak mudah dilalui, bahkan jauh lebih sukar. (Engkau) tidak boleh salah sangka. Hanya hati putihlah tampak sejati, singkirkanlah yang kuning, hitam dan merah. Teguhkanlah yang putih.

Menurut Taufiq, konsep keagamaan yang diajarkan Syekh Mutamakkin merupakan bentuk tanggung jawab sosial-ontologis.

Manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi spiritual, dengan tujuan utama (paran) adalah menjaga kejernihan niat serta keselarasan antara pikiran, perasaan, dan kewajiban yang harus dilakukan terhadap sesama manusia.

Upaya untuk mengkaji kembali isi Suluk Alif bukanlah hanya sekadar bentuk nostalgia terhadap masa lalu, melainkan juga upaya untuk menemukan “peta jalan” yang relevan dengan zaman sekarang, agar dapat menghadapi berbagai tantangan masa depan dengan batin yang kokoh dan identitas yang dinamis.

“Ajaran ini berakar pada tradisi, berorientasi pada penghayatan, serta bertanggung jawab secara sosial-ontologis. Ini bukan nostalgia, tetapi peta jalan yang selalu diaktualisasikan untuk menghadapi masa depan. Wallaahu a’lamu bish-shawaab,” tandas dia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Sasar Warga Kepulauan Karimunjawa

    Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Sasar Warga Kepulauan Karimunjawa

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 158
    • 0Komentar

    JEPARA – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada tahun 2018, telah memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat di Kabupaten Jepara, bahkan hingga menyasar di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap, sehingga masyarakat di 20 desa dan kelurahan yang tersebar di 16 […]

  • PKB – PPP Satu Suara Ingin Kader NU Maju di Pilkada Pati 2024

    PKB – PPP Satu Suara Ingin Kader NU Maju di Pilkada Pati 2024

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 154
    • 0Komentar

    KOTA – Duo partai ijo menjajaki kerjasama politik untuk menyongsong kontestasi Pilkada 2024. Kedua partai tersebut ingin memunculkan calon bupati dan wakil bupati Pati dari figur Nahdliyyin. Dua partai tersebut adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jajaran pengurus kedua partai tersebut telah bertemu dalam agenda silaturahmi di kantor DPC PKB (4/5) […]

  • Sudewo: GOR Pesantenan Bukan Hanya Infrastruktur, Tapi Juga Ekonomi Masyarakat

    Sudewo: GOR Pesantenan Bukan Hanya Infrastruktur, Tapi Juga Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, turun langsung meninjau progres pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Pesantenan pada Jumat (24/10/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa penataan kawasan GOR berjalan sesuai rencana dan dapat segera dinikmati masyarakat sebagai fasilitas olahraga yang modern dan nyaman. Dalam peninjauan tersebut, Sudewo mengungkapkan rasa bangganya melihat perubahan signifikan pada GOR Pesantenan. “Yang […]

  • Yuk Liburan ke Green Valley Resort Bandungan, Fasilitasnya Lengkap

    Yuk Liburan ke Green Valley Resort Bandungan, Fasilitasnya Lengkap

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Anak-anak bermain di Green Valley Resort Bandungan Salah satu tempat rekomended untuk berlibur adalah di Green Valley Resort Bandungan. Sebab di resort ini tersedia fasilitas yang lengkap dan menyuguhkan pengalaman berlibur yang menyenangkan. Dengan luas 6 hektar, Green Valley Resort Bandungan menawarkan lapangan outbound terluas di Bandungan dengan fasilitas camping area, paintball field, dan kids’ […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 260
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

  • Ratusan Pantarlih Pilkada 2024 Kecamatan Margoyoso Dilantik

    Ratusan Pantarlih Pilkada 2024 Kecamatan Margoyoso Dilantik

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Margoyoso melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pemutakhiran Data dan Pemilih (Pantarlih) dalam rangka pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024. Sebanyak 203 Pantarlih turut serta dalam acara pelantikan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kecamatan Margoyoso pada hari Senin, (24/06/2024). Acara pelantikan ini dihadiri oleh […]

expand_less