Lepas dari Degradasi, Persijap Jepara Masih Hadapi Ujian Berat Kontra Persis Solo
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 51 menit yang lalu
- visibility 2.605

Manajer tim Persijap, Egat Sacawijaya
JEPARA – Laga lanjutan BRI Super League musim 2025-26 pekan ke-24 akan berlangsung di bawah suasana yang diprediksi panas, ketika Persijap Jepara menghadapi tamu Persis Solo pada Kamis (5/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Untuk Laskar Kalinyamat, pertemuan di depan pendukung sendiri menjadi kesempatan krusial untuk melanjutkan performa positif sekaligus menjauhkan diri dari zona bahaya di bagian bawah klasemen.
Pencapaian satu poin pada laga sebelumnya di Bali memberikan dorongan besar bagi tim. Bukan hanya sebagai tambahan angka di klasemen, hasil tersebut juga menjadi bukti kemajuan dalam kondisi mental dan jiwa juang para pemain.
Manajer Persijap Jepara, Egat Sacawijaya, menyatakan bahwa hasil tersebut membawa dampak signifikan terhadap tingkat kepercayaan diri seluruh skuad.
“Hasil kemarin dengan satu poin di Bali membuat mentalitas para pemain Persijap jauh lebih percaya diri. Mereka selalu tahu apa yang harus mereka evaluasi pada setiap sesi latihan. Itu menjadi fondasi moral penting untuk laga berikutnya,” ujar Egat.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan masih panjang. Meskipun sudah berhasil keluar dari zona degradasi, posisi Persijap belum dapat dianggap aman secara total.
“Jadwal sangat ketat, dan kita semua tahu bahwa kita tidak sedang berada dalam posisi yang baik-baik saja walaupun baru keluar dari zona merah. Karena itu, kita semua harus fokus dan konsistensi untuk menghadapi laga selanjutnya, jadi jangan cepat puas terlebih dahulu!” tegasnya.
Komitmen untuk memberikan yang terbaik terlihat dari langkah pelatih kepala Mario Lemos. Setelah memberikan jeda istirahat satu hari kepada para pemain, ia langsung menggelar sesi latihan yang intensif pada Senin (2/3/2026) pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Bumi Kartini.
Latihan tersebut tidak hanya bersifat rutin, melainkan difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap setiap aspek permainan. Mulai dari transisi saat bertahan hingga cara menyelesaikan serangan akhir, semua detail diperiksa secara cermat.
Lemos tampak bertekad untuk memastikan bahwa timnya dapat tampil dengan permainan yang lebih kompak dan efektif saat menghadapi Persis Solo.
Dengan kepercayaan diri yang meningkat, ketajaman taktis yang terus diasah, serta dukungan penuh dari suporter di kandangnya, Persijap melihat laga ini sebagai kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar dapat keluar dari ancaman degradasi.
Selain itu, tim juga mengajak dukungan maksimal dari pendukung pada laga mendatang, guna mempertahankan rekor mengesankan tiga kemenangan berturut-turut di kandang pada putaran kedua.
Energi dari tribun diyakini akan menjadi faktor pembeda sekaligus dorongan tambahan untuk menjaga momentum, sekaligus memperkuat citra Bumi Kartini sebagai markas yang sulit ditembus lawan.
Laga pada tanggal 5 Maret mendatang bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan menjadi ujian yang menguji ketahanan mental, konsistensi permainan, serta ambisi tim untuk tetap bertahan di ajang sepak bola tingkat tertinggi Indonesia.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

