Breaking News
light_mode

Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 1.901

KUDUS – Di Kudus, komunitas Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-budaya daerah. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa bumi menjelang Imlek, mereka menyelenggarakan tradisi kirab Bwee Gee yang penuh makna.

Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan ritual mandi minyak obat dan ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma Hok Hien Bio. Hari berikutnya, Minggu, 1 Februari 2026, menjadi puncak dengan kirab yang berpusat di klenteng tersebut.

Pukul 10.00 tepat, rombongan memulai perjalanan dari Hok Hien Bio, melintasi Jl. Dr. Lukmono Hadi, Jl. Sunan Kudus, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Pemuda, dan Jl. A. Yani sebelum kembali ke tempat awal.

Peserta datang dari berbagai klenteng, vihara, dan cetya di dalam dan luar provinsi, membentuk barisan panjang yang mencerminkan jejaring erat antarkomunitas. Kirab terbuka untuk semua, menciptakan suasana harmoni yang dinikmati masyarakat luas. Di Alun-Alun Simpang 7, warga telah mengisi tepi jalan sejak pagi. Pada pukul 11.35, kerumunan bergerak mendekat saat rombongan akan melintas.

Seorang warga spontan menyatakan, “Sing nonton akeh wong Jowo, padahal iki budayane wong Tionghoa” (yang menonton kebanyakan orang Jawa, padahal ini budaya milik Tionghoa). Kalimat itu menyiratkan bagaimana budaya Tionghoa telah menyatu dengan kehidupan lokal Kudus, menjadikan Bwee Gee sebagai acara tahunan yang selalu dinantikan.

Setiap kelompok membawa kio atau tandu berisi patung dewa kiem sin, disertai atraksi barongsai dan tokoh seperti Sun Go Kong, Cu Pat Kay, Sha Wujing, Biksu Tong, dan Dewi Kwan Im—yang akrab dikenal melalui serial Kera Sakti.

Momen menarik terjadi saat rombongan melintas Madrasah Mu’allimat Kudus: siswa keluar kelas menyaksikan, dan pemain musik berbagi sukacita dengan mengiringi nyanyian sholawat Ya Lal Wathon. Ketika melintas Masjid Agung Kudus, pada saat adzan dzuhur berkumandang, semua suara kirab dihentikan dan dilanjutkan setelah adzan selesai.

Di sekitar Klenteng Hok Hien Bio, warga kembali berkumpul menyambut rombongan. Bazar makanan dan oleh-oleh khas Tionghoa berjajar, dan masyarakat lintas etnis serta agama berkumpul di dalam dan luar klenteng. Pukul 13.35, kelompok demi kelompok memasuki klenteng dan menampilkan atraksi, dengan kiem sin digoyang-goyangkan menyanyi dan musik. Hujan yang turun tidak menyurutkan semangat meriah.

Penulis: Ika Hana Pertiwi (Peneliti Budaya dan Dosen Psikologi Universitas Muria Kudus)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudi Rustanto Resmi Gantikan Joko Wahyudi di Pansus Hak Angket DPRD Pati

    Sudi Rustanto Resmi Gantikan Joko Wahyudi di Pansus Hak Angket DPRD Pati

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memastikan Sudi Rustanto siap berkomitmen penuh sebagai anggota baru Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati. Ia akan menggantikan Joko Wahyudi yang sebelumnya kerap absen dalam rapat pansus. Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Pati, Suyono, menegaskan keputusan ini diambil setelah melalui musyawarah internal […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Suwito Dukung Penuh Revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo

    Wakil Ketua DPRD Pati Suwito Dukung Penuh Revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PATI – H. Suwito, Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati, menyatakan dukungannya terhadap revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo. Politisi dari PPP ini berharap revitalisasi dapat meningkatkan kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung Alun-alun Kembangjoyo. “Dengan direnovasi diperbaiki lagi, mudah-mudahan pedagang ini biar bisa menjajakan pembelinya dan juga semakin ramai,” ujarnya. Suwito juga menyoroti kondisi Alun-alun Kembangjoyo saat […]

  • Temuan Pelapis Lambung Kapal Diminati Perusahaan, Sayang Masih Banyak Kendala

    Temuan Pelapis Lambung Kapal Diminati Perusahaan, Sayang Masih Banyak Kendala

    • calendar_month Kam, 1 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Agung Kusuma Jaya diarak keliling Kecamatan Kayen usai pulang dari Brazil dan menggondol prestasi sebagai juara 3 di ajang olimpiade sains terapan PATI – Prestasi Agung Kusuma Jaya, siswa SMA PGRI Kayen-Pati tak berhenti hanya di ajang olimpiade sains terapan saja di Brazil baru-baru ini. Namun, penemuan pelapis lambung kapal berbahan abu sekam padi ini […]

  • DPRD Dorong Disdikbud Dirikan Museum Sejarah di Pati

    DPRD Dorong Disdikbud Dirikan Museum Sejarah di Pati

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Peneliti melihat situs watu payon di wilayah Pegunungan Muria Pati Kesadaran akan pentingnya kehadiran museum semakin meluas. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB mendorong dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati untuk mendirikan museum guna menyimpan temuan bersejarah. PATI – Keberadaan museum di Kota Pati  menjadi atensi Komisi D DPRD Pati. […]

  • Jurnalis Pati Potong Kue HPN Bareng Artis Ibukota

    Jurnalis Pati Potong Kue HPN Bareng Artis Ibukota

    • calendar_month Kam, 21 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 393
    • 0Komentar

    PATI – Hari Pers Nasional sebenarnya jatuh pada 9 Februari lalu, namun di Kabupaten Pati diperingati dengan gembira Rabu (20/2/2019). Dalam momen peringatan tersebut, pers bersama para pekerja seni saling menguatkan di hari rayanya para wartawan itu. Pukul 15.00, bersama beberapa artis kenamaan, para wartawan di Pati yang tergabung dalam Forum Jurnalis Independen (ForJIP) menggelar […]

  • Minim Pasokan, Perusahaan Garam di Rembang Sepi Produksi

    Minim Pasokan, Perusahaan Garam di Rembang Sepi Produksi

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Seorang petani garam sedang mengolah di tambaknya baru-baru ini Lingkar Muria, REMBANG – Intensitas hujan yang cukup tinggi selama dua pekan, membuat petani garam mandek berproduksi. Dampaknya, para pemilik pabrik pengolahan garam beryodium sepi produksi. Pupon, pemilik industri garam beryodium UD Apel Merah di Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori menyebutkan, sepinya pasokan garam terjadi sejak sepekan […]

expand_less