Breaking News
light_mode

Respons Arahan Presiden Prabowo, Edy Wuryanto Soroti Pentingnya Kualitas Pendidikan Kedokteran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
  • visibility 1.535

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengimbau pemerintah untuk bersikap cermat dalam menetapkan kebijakan penambahan fakultas kedokteran (FK) baru sebagai upaya mengatasi kekurangan dokter di negeri ini.

Menurutnya, upaya untuk mencapai target kuantitas tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan aspek kualitas pendidikan dokter, kebutuhan akan tenaga spesialis, serta akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran.

Keterangan ini disampaikan Edy sebagai tanggapan terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan percepatan proses penambahan fakultas kedokteran dan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa FK.

Presiden menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan lebih dari 100.000 dokter, sehingga diperlukan langkah yang luar biasa untuk mengatasinya.

“Menambah program studi kedokteran umum harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah, tetapi kualitas dokter dan layanan kesehatan justru terabaikan,” ujar Edy.

Politisi dari PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fakultas kedokteran baru bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan. Diperlukan ekosistem pendidikan yang komprehensif, mulai dari dosen yang memiliki kualifikasi sesuai standar, rumah sakit pendidikan yang memadai, hingga sistem pembinaan klinik yang memenuhi persyaratan.

“Ini bukan sekadar membuka prodi, tapi membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang kompleks dan mahal,” tegasnya.

Menurut data Konsil Kesehatan Indonesia, saat ini terdapat sekitar 279 ribu dokter yang telah teregistrasi—meliputi dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis—untuk melayani sekitar 287 juta penduduk Indonesia.

Secara skala nasional, rasio dokter telah mendekati standar minimal yang ditetapkan, namun permasalahan serius masih muncul terkait kekurangan dokter spesialis dan ketidakseimbangan distribusi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Oleh karena itu, Edy menilai bahwa solusi untuk memenuhi kebutuhan dokter nasional tidak dapat hanya terfokus pada pembukaan FK baru secara berlebihan.

“Yang paling mendesak justru pendidikan tenaga medis level spesialis. Kita butuh pembukaan program pendidikan dokter spesialis, baik berbasis universitas maupun rumah sakit pendidikan, terutama untuk menjawab kebutuhan di daerah 3T,” kata Legislator yang mewakili Dapil Jawa Tengah III ini.

Selain masalah kualitas dan spesialisasi, Edy juga menyoroti permasalahan tingginya biaya pendidikan kedokteran. Menurutnya, tanpa adanya intervensi dari negara, penambahan FK baru justru berpotensi memperkuat kapitalisasi dalam pendidikan kedokteran yang hanya dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke atas.

“Kalau FK terus ditambah tapi biaya kuliahnya mahal, kita sedang menciptakan ketidakadilan baru. Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan makin sulit menjadi dokter,” ujarnya.

Edy mengusulkan agar setiap kebijakan mengenai pembukaan FK dan penambahan kuota mahasiswa selalu diimbangi dengan pengendalian biaya pendidikan, serta peningkatan pemberian beasiswa khusus untuk pendidikan kedokteran bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ia menilai bahwa langkah Presiden dalam menambah anggaran untuk riset hingga Rp4 triliun patut mendapatkan apresiasi, namun seharusnya diikuti dengan alokasi anggaran yang serius untuk beasiswa pendidikan kedokteran.

“Rasio dokter tidak akan tercapai kalau akses masuk pendidikan kedokteran tidak diperluas. Tugas pemerintah adalah memastikan biaya kuliah terjangkau dan beasiswa tersedia bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin menjadi dokter,” tuturnya.

Komisi IX DPR RI, lanjut Edy, akan terus mengawasi kebijakan pemerintah agar upaya pemenuhan kebutuhan dokter nasional dapat berjalan dengan seimbang antara aspek kuantitas, kualitas, pemerataan distribusi di berbagai wilayah, dan keadilan dalam akses pendidikan. Dengan demikian, diharapkan upaya ini benar-benar memberikan dampak positif pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Cordova Pameran Karya Beri Ruang Berkembang Siswa

    SMK Cordova Pameran Karya Beri Ruang Berkembang Siswa

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pengunjung melihat karya 3D dalam pameran DKV dan multimedia SMK Cordova Pati PATI – Siswa – siswi jurusan desain komunikasi visual (DKV) dan multimedia SMK Cordova menggelar pameran karya. Pameran ini sebagai bentuk memberikan ruang kepada siswa untuk lebih berkembang sesuai disiplin ilmu yang ditekuni. Pameran berlangsung di gedung sekolah yang beralamat di Desa Kajen […]

  • Pimpinan Sementara DPRD Pati : Alat Kelengkapan Dewan Tunggu SK Pimpinan Definitif Turun

    Pimpinan Sementara DPRD Pati : Alat Kelengkapan Dewan Tunggu SK Pimpinan Definitif Turun

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PATI – Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati telah berlangsung pada 27 Agustus 2024. Meskipun pimpinan sementara DPRD telah terbentuk, pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) masih tertunda. Ketua Sementara DPRD, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa pembentukan AKD terkendala oleh belum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Pimpinan Definitif oleh Gubernur Jawa Tengah. “Kami masih menunggu […]

  • Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    Jadi Korban Pembacokan Diduga Motif Asmara

    • calendar_month Rab, 19 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

      Para tersangka penganiayaan diamankan Polres Magelang Seorang pria menjadi korban pembacokan. Kepalanya luka akibat sabetan parang. Dia dikeroyok tiga orang. Aksi sadis ini diduga karena ada motif asmara.  MAGELANG – Polres Magelang tangkap pelaku pengeroyokan pada seorang pria berinisial IP (29). Diduga pengeroyokan ini dilatar belakangi motif asmara, Sabtu (15/01/2022). Pers rilis atas kasus […]

  • Fraksi PKS DPRD Pati Minta Kebijakan Pariwisata Libatkan Masyarakat dan Industri Kepariwisataan

    Fraksi PKS DPRD Pati Minta Kebijakan Pariwisata Libatkan Masyarakat dan Industri Kepariwisataan

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 185
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiasi DPRD, yaitu tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan dan Pergaraman, serta Perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. “Kami Fraksi PKS mengapresiasi […]

  • Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    Novi Eko Yulianto Fokus Bangkitkan Ekonomi Pati Melalui Jaringan Pesantren

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 131
    • 0Komentar

    PATI – Novi Eko Yulianto, calon Wakil Bupati Pati nomor urut 3, mengungkapkan komitmennya untuk membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui jaringan pesantren. Ia berencana membuka pasar bagi produk-produk lokal Pati di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan luas pesantren. “Yang jelas, saya ingin membangkitkan perekonomian Kabupaten Pati melalui pesantren. Jaringan pesantren ini kan seluruh Indonesia,” ujarnya. […]

  • Sastrawan Pati Luncurkan Kumpulan Cerpen “Jabrik”, Kritik Politik dan Realitas Sosial

    Sastrawan Pati Luncurkan Kumpulan Cerpen “Jabrik”, Kritik Politik dan Realitas Sosial

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 175
    • 0Komentar

    PATI – Arif Sutoyo, sastrawan asal Kabupaten Pati, meluncurkan kumpulan cerita pendek (cerpen) berjudul “Jabrik”. Buku ini terinspirasi dari momen Pemilihan Umum (Pemilu) dan mengangkat tema politik dengan berbagai persoalannya. “Jabrik” menjadi tokoh utama dalam cerpen pertama, menggambarkan sosok yang memanfaatkan kecerdikan untuk menaikkan strata sosialnya. Ia meminta dana kampanye besar dari Pak Bambang, seorang […]

expand_less