Breaking News
light_mode

Respons Arahan Presiden Prabowo, Edy Wuryanto Soroti Pentingnya Kualitas Pendidikan Kedokteran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
  • visibility 1.686

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengimbau pemerintah untuk bersikap cermat dalam menetapkan kebijakan penambahan fakultas kedokteran (FK) baru sebagai upaya mengatasi kekurangan dokter di negeri ini.

Menurutnya, upaya untuk mencapai target kuantitas tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan aspek kualitas pendidikan dokter, kebutuhan akan tenaga spesialis, serta akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran.

Keterangan ini disampaikan Edy sebagai tanggapan terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan percepatan proses penambahan fakultas kedokteran dan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa FK.

Presiden menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan lebih dari 100.000 dokter, sehingga diperlukan langkah yang luar biasa untuk mengatasinya.

“Menambah program studi kedokteran umum harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah, tetapi kualitas dokter dan layanan kesehatan justru terabaikan,” ujar Edy.

Politisi dari PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fakultas kedokteran baru bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan. Diperlukan ekosistem pendidikan yang komprehensif, mulai dari dosen yang memiliki kualifikasi sesuai standar, rumah sakit pendidikan yang memadai, hingga sistem pembinaan klinik yang memenuhi persyaratan.

“Ini bukan sekadar membuka prodi, tapi membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang kompleks dan mahal,” tegasnya.

Menurut data Konsil Kesehatan Indonesia, saat ini terdapat sekitar 279 ribu dokter yang telah teregistrasi—meliputi dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis—untuk melayani sekitar 287 juta penduduk Indonesia.

Secara skala nasional, rasio dokter telah mendekati standar minimal yang ditetapkan, namun permasalahan serius masih muncul terkait kekurangan dokter spesialis dan ketidakseimbangan distribusi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Oleh karena itu, Edy menilai bahwa solusi untuk memenuhi kebutuhan dokter nasional tidak dapat hanya terfokus pada pembukaan FK baru secara berlebihan.

“Yang paling mendesak justru pendidikan tenaga medis level spesialis. Kita butuh pembukaan program pendidikan dokter spesialis, baik berbasis universitas maupun rumah sakit pendidikan, terutama untuk menjawab kebutuhan di daerah 3T,” kata Legislator yang mewakili Dapil Jawa Tengah III ini.

Selain masalah kualitas dan spesialisasi, Edy juga menyoroti permasalahan tingginya biaya pendidikan kedokteran. Menurutnya, tanpa adanya intervensi dari negara, penambahan FK baru justru berpotensi memperkuat kapitalisasi dalam pendidikan kedokteran yang hanya dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke atas.

“Kalau FK terus ditambah tapi biaya kuliahnya mahal, kita sedang menciptakan ketidakadilan baru. Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan makin sulit menjadi dokter,” ujarnya.

Edy mengusulkan agar setiap kebijakan mengenai pembukaan FK dan penambahan kuota mahasiswa selalu diimbangi dengan pengendalian biaya pendidikan, serta peningkatan pemberian beasiswa khusus untuk pendidikan kedokteran bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ia menilai bahwa langkah Presiden dalam menambah anggaran untuk riset hingga Rp4 triliun patut mendapatkan apresiasi, namun seharusnya diikuti dengan alokasi anggaran yang serius untuk beasiswa pendidikan kedokteran.

“Rasio dokter tidak akan tercapai kalau akses masuk pendidikan kedokteran tidak diperluas. Tugas pemerintah adalah memastikan biaya kuliah terjangkau dan beasiswa tersedia bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin menjadi dokter,” tuturnya.

Komisi IX DPR RI, lanjut Edy, akan terus mengawasi kebijakan pemerintah agar upaya pemenuhan kebutuhan dokter nasional dapat berjalan dengan seimbang antara aspek kuantitas, kualitas, pemerataan distribusi di berbagai wilayah, dan keadilan dalam akses pendidikan. Dengan demikian, diharapkan upaya ini benar-benar memberikan dampak positif pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Petani Beralih ke Pupuk Kompos Berkualitas

    DPRD Pati Dorong Petani Beralih ke Pupuk Kompos Berkualitas

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 329
    • 0Komentar

    PATI – Walaupun pupuk kimia dinilai manjur untuk menyuburkan tanaman, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso, meminta para petani untuk beralih pada pupuk kompos yang berkualitas. “Untuk menyuburkan petani perlu menggunakan pupuk kompos dengan kualitas yang baik, sehingga tanaman tumbuh dengan subur,” ungkapnya. Narso mengungkapkan bahwa penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat […]

  • Anggota DPRD Pati Warsisti Pertanyakan Transparansi Perekrutan Pengurus Kopdes Merah Putih

    Anggota DPRD Pati Warsisti Pertanyakan Transparansi Perekrutan Pengurus Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 379
    • 0Komentar

    PATI – Proses perekrutan pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pati menuai sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti. Kekhawatiran akan terulangnya praktik penyelewengan dana, seperti kasus korupsi di Bumdes sebelumnya, menjadi alasan utama. “Karena mengingat dan menimbang apa yang pernah digelontorkan pemerintah ke desa atas nama itu hibah atau sebuah bantuan berupa […]

  • Para Atlet dan Pelatih di Pati Akhirnya Dapatkan Bonus Porprov Jateng 2023

    Para Atlet dan Pelatih di Pati Akhirnya Dapatkan Bonus Porprov Jateng 2023

    • calendar_month Sab, 23 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 264
    • 0Komentar

    PATI – Setelah menunggu dengan sabar, para atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Jateng Pati Raya pada 5 – 11 Agustus 2023 akhirnya mendapatkan bonus yang mereka peroleh. Bonus tersebut telah dibayarkan dan ditransfer ke rekening masing-masing atlet dan pelatih. Untuk pembayaran bonus atlet, dilakukan secara […]

  • Kirab Budaya Haul Mbah Ahmad Mutamakkin Meriah, Tongklek Jadi Daya Tarik Utama

    Kirab Budaya Haul Mbah Ahmad Mutamakkin Meriah, Tongklek Jadi Daya Tarik Utama

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.540
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan warga memadati ruas jalan di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangka Haul Syekh Ahmad Mutamakkin, Jumat (26/6/2026). Perhelatan tahunan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi daya tarik masyarakat. Sejak siang hari, masyarakat tampak antusias memenuhi sepanjang jalur kirab. Berbagai atraksi budaya ditampilkan, […]

  • Komisi A DPRD Pati Targetkan Tiga Perda Desa Selesai Tahun Ini, Pengisian Perangkat Desa Masih Tunggu Perda

    Komisi A DPRD Pati Targetkan Tiga Perda Desa Selesai Tahun Ini, Pengisian Perangkat Desa Masih Tunggu Perda

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.181
    • 0Komentar

    PATI – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memasang target penyelesaian tiga rancangan Peraturan Daerah (Perda) yang berkaitan erat dengan pemerintahan desa paling lambat akhir tahun 2026. Tiga materi regulasi yang sedang disiapkan tersebut mencakup aturan mengenai tata cara pengisian perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). […]

  • Eks Napiter JI, Bebas Bersyarat Usai Ikuti Pembinaan Lapas Pati

    Eks Napiter JI, Bebas Bersyarat Usai Ikuti Pembinaan Lapas Pati

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 332
    • 0Komentar

    PATI – Seorang narapidana terorisme (Napiter) berinisial Zia di Lapas Kelas IIB Pati mendapatkan pembebasan bersyarat. Ia dinyatakan bebas setelah menunjukkan perilaku baik dan aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan lapas. Zia sebelumnya terbukti terlibat dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI), namun kini telah berkomitmen untuk berubah dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Kepala Lapas […]

expand_less