Breaking News
light_mode

Pemkab Pati Genjot Konektivitas, Gelontor Rp 1,5 M untuk Revitalisasi Jaringan Jalan di Tambakromo

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 3 Des 2025
  • visibility 1.001

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melakukan terobosan signifikan dalam upaya meningkatkan konektivitas dan kualitas infrastruktur dasar masyarakat. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), pemerintah mengalokasikan dana senilai Rp 1,5 miliar untuk revitalisasi total dua ruas jalan strategis di Desa Sitirejo, Kecamatan Tambakromo.

Investasi infrastruktur ini difokuskan pada perbaikan permanen dengan menggunakan material berkualitas tinggi, yaitu aspal hotmix, guna menjawab keluhan panjang warga sekaligus mengantisipasi kebutuhan transportasi yang terus berkembang.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto, dalam penjelasan resminya, memaparkan pembagian anggaran yang bersumber dari perubahan APBD 2025.

“Alokasi terbesar, yaitu Rp 1,3 miliar, dikhususkan untuk ruas Sitirejo-Mojomulyo. Pekerjaan mencakup pengaspalan hotmix sepanjang 1,15 kilometer dengan lebar 4 meter,” jelas Hasto.

Sementara itu, ruas kedua, yaitu Sitirejo-Karangmulyo, mendapat alokasi dana sebesar Rp 200 juta. Perbaikan di kedua ruas ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan warga setempat, tetapi juga memperkuat jaringan jalan alternatif menuju Kecamatan Kayen, terutama saat terjadi penutupan jalan di Dukuh Ngerang pada acara tahunan Haul Nyi Ageng Ngerang.

Meski pengerjaan proyek berlangsung di tengah musim penghujan yang berpotensi mengganggu, DPUTR Pati menyatakan komitmen tinggi untuk memenuhi target. Hasto mengakui adanya tantangan teknis.

“Pengaspalan hotmix sangat sensitif terhadap air, sehingga hujan menjadi faktor penghambat. Namun, dengan manajemen waktu dan antisipasi cuaca, kami menargetkan seluruh pekerjaan dapat terselesaikan optimal pertengahan Desember 2025,” tegasnya.

Proyek ini dinilai memiliki dampak strategis jangka panjang. Selain memperlancar distribusi barang dan jasa, perbaikan jalan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, meningkatkan aksesibilitas warga terhadap fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta mengurangi biaya perawatan kendaraan akibat jalan rusak.

Warga Desa Sitirejo menyambut baik langkah Pemkab ini.

“Selama ini jalan tersebut sering berlubang dan becek jika hujan, sangat menyulitkan. Kami apresiasi perhatian pemerintah untuk memperbaikinya secara permanen,” ujar Slamet (45), salah seorang pengguna jalan rutin.

Dengan diselesaikannya proyek ini, Pemkab Pati mengirimkan sinyal kuat tentang komitmennya dalam membangun infrastruktur yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten.

Editor: arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menebas Pegunungan Sampah

    Menebas Pegunungan Sampah

    • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Foto bersama usai diskusi soal penanganan sampah  Malam tadi saya belajar banyak dari para petugas sampah. Mereka berpikir sangat sederhana, jika dengan gerobak kecil saja bisa mengelola sampah dan menghasilkan uang, apalagi dengan armada truk yang bisa mengangkut lebih banyak sampah, pasti lebih menguntungkan. Bertemu mereka jangan pernah berharap akan mendengar pemikiran-pemikiran muluk. Kepada wakil […]

  • PWI Pati Keliling Sekolah Gelar Pelatihan Jurnalistik

    PWI Pati Keliling Sekolah Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Sab, 5 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

      Roadshow jurnalistik dan literasi media PWI Pati di MA Manahijul Huda Desa Ngagel Dukuhseti Pati PATI – Dalam rangka literasi media PWI Pati berkeliling ke sekolah – sekolah menggelar pelatihan jurnalistik. Kick off dimulai di MA Manahijul Huda Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati, Sabtu (5/11/2022). Selain itu di hari pertama ini literasi media […]

  • Batako produksi Perusda Jepara.

    Perusda Jepara Punya Usaha Batako dari Limbah PLTU

    • calendar_month Rab, 1 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Inovasi produk dilakukan oleh Perusahaaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Jepara. Perusahaan ini berhasil memproduksi material bahan bahan bangunan dengan memanfaatkan limbah pembakaran batu bara di PLTU Tanjungjati B yang ada di Kabupaten Jepara.

  • Selalu Rindu pada Rejenu

    Selalu Rindu pada Rejenu

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Air lima rasa  Saya selalu rindu dengan Rejenu. Burung-burung yang berkicau. Pepohanan hijau. Dan hawa sejuknya di pagi hari. Tempat yang tepat untuk menyepi. Dari riuh rutinitas dunia modern kini. Kira-kira begitu. Malam Jumat lalu (24/10), saya bersama beberapa teman, menembus gelap jalanan Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus. Jalanan menanjak. Tikungan dan turunan kami lalui. […]

  • Banjir di Kayen Jadi Sorotan DPRD Pati, Drainase Buruk Jadi Penyebab Utama

    Banjir di Kayen Jadi Sorotan DPRD Pati, Drainase Buruk Jadi Penyebab Utama

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Pati, Suyono, menyoroti masalah drainase di wilayah Kayen yang dinilai menjadi penyebab utama banjir. Ia menyebut bahwa kurangnya drainase, terutama di depan rumah sakit, menyebabkan air mengendap dan memicu banjir. “Kalau masalah banjir itu sudah langganan tapi kalau kita lihat, di Kayen itu kan kurangnya drainase. Untuk pembangunan drainase […]

  • Bikin Haru, Pengakuan Kepala Desa di Pati Usai Viral Dukung Sudewo dan Kapolda Jateng

    Bikin Haru, Pengakuan Kepala Desa di Pati Usai Viral Dukung Sudewo dan Kapolda Jateng

    • calendar_month Sen, 24 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

      PATI – Setelah video dukungan terhadap bakal calon kepala daerah viral, sosok kepala desa Semampir Pati Kota Parmono angkat bicara. Menurutnya aksi yang dilakukannya adalah aksi spontan, dan tidak direncanakan. Pengakuan itu diungkapkan Parmono saat dihubungi wartawan melalui sambungan telpon. Parmono mengakui awalnya kejadian tersebut adalah deklarasi Cinta Damai, seperti yang dilakukan sejumlah kalangan […]

expand_less