Breaking News
light_mode

Wacana Taman Hutan Raya Muria Menguat: Benteng Konservasi dan Pusat Ekonomi Hijau Masa Depan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • visibility 756

KUDUS – Wacana perubahan kawasan hutan Muria menjadi Taman Hutan Raya (TAHURA) semakin menguat, didorong oleh berbagai alasan untuk melestarikan ekosistem Gunung Muria.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi bersama Tim Terpadu Kementerian Kehutanan.

Gunung Muria, yang terletak di bagian utara Jawa Tengah, menghadapi berbagai permasalahan ekologis yang mendesak untuk diselesaikan.

Seperti dikutip dari artikel di laman BRIN, “Dari hijaunya lereng tersimpan cerita kerusakan ekologis yang kian mendalam. Tutupan hutan yang menyusut, fungsi hidrologi yang melemah, serta berkurangnya habitat satwa dilindungi seperti macan tutul jawa dan elang jawa.”

Prof. Hendra Gunawan, Peneliti Ahli Utama konservasi keanekaragaman hayati BRIN, mengungkapkan hasil temuan tim terpadu yang dipimpinnya dalam wawancara di KST Soekarno, Cibinong (19/11).

“Harapan masyarakat Jawa Tengah, khususnya di kawasan Muria untuk memiliki Taman Hutan Raya (TAHURA) sebagai benteng konservasi dan pusat ekonomi hijau, akan segera terwujud. Impian yang digaungkan sejak lama itu segera diverifikasi dan divalidasi Tim Terpadu Kementerian Kehutanan dan BRIN yang turun ke lapangan sejak 10 November 2025,” ujarnya.

Tim ini bertugas melakukan verifikasi dan validasi ilmiah terhadap usulan perubahan fungsi ±10.436 ha kawasan hutan di Jepara, Kudus, dan Pati menjadi TAHURA.

Perubahan status ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menghentikan laju deforestasi, memulihkan fungsi hidrologi, dan meredam konflik antara manusia dan satwa liar, terutama terkait dengan macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

“Data satelit tahun 2024 menunjukkan hanya 7.287 ha tutupan hutan asli yang tersisa di kawasan Muria. Sisanya telah terdegradasi menjadi semak belukar dan lahan pertanian,” ungkap Prof. Hendra.

Kerusakan ini berdampak langsung pada tujuh sub DAS prioritas, memicu krisis air bersih di musim kemarau dan banjir bandang di musim hujan.

Lebih lanjut, Prof. Hendra menjelaskan bahwa tekanan ekologis juga mengancam keberlangsungan macan tutul jawa.

“Penelitian kami menunjukkan 94% kepunahan lokal spesies tersebut terjadi di hutan produksi, dengan populasi tersisa pada beberapa kantong habitat yang semakin terfragmentasi. Gunung Muria menjadi salah satu benteng terakhirnya,” tambahnya.

Prof. Hendra meyakini bahwa melalui pendekatan TAHURA, pemulihan ekologis yang dipadukan dengan skema pemberdayaan masyarakat, seperti ekowisata, kemitraan konservasi, dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu secara berkelanjutan, dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan nasional. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Muria.

“Muria bukan hanya hutan, bukan pula sekadar gunung. Ia adalah simpul kehidupan yang mempengaruhi air, pangan, ekonomi, dan kelestarian satwa Jawa Tengah. Penilaian tim terpadu akan menjadi penentu, apakah Muria akan bangkit sebagai contoh harmoni ekologis dan ekonomi hijau, atau terperosok lebih dalam ke krisis yang berkepanjangan,” pungkasnya.

Nasib Muria kini berada di tangan Tim Terpadu yang dipimpin oleh BRIN. Hasil kajian mereka akan menjadi dasar rekomendasi untuk menentukan apakah kawasan ini akan benar-benar menjadi TAHURA.

Jika terwujud, Muria tidak hanya akan dipulihkan, tetapi juga menjadi model nasional tentang bagaimana riset, kebijakan, dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelamatkan habitat satwa kunci di Pulau Jawa.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Almayda Fyandani Gadis kelahiran Pati 22 Oktober 2000 ini mengatakan, menari bukan hanya sebuah budaya dan kesenian belaka. Almayda menganggap, tari adalah sebuah penggambaran karakter seseorang. Menari baginya, dapat memunculkan ekspresi kelembutan hati. Kelembutan hati ini sangat cocok dengan karakter seorang perempuan. Terlebih dalam tarian Jawa yang punya gerakan halus yang sangat memikat. Almayda mulai […]

  • Polda Jateng Siapkan Strategi One Way Lokal Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2025

    Polda Jateng Siapkan Strategi One Way Lokal Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2025

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 72
    • 0Komentar

    SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memastikan kesiapan strategi lalu lintas untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah penerapan skema One Way Lokal di ruas tol tertentu, termasuk Gerbang Tol Kalikangkung, sebagai langkah antisipatif menghadapi lonjakan kendaraan. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Sony […]

  • Balingtan Kenalkan Pertanian Ramah Lingkungan

    Balingtan Kenalkan Pertanian Ramah Lingkungan

    • calendar_month Rab, 4 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BALINGTAN PATI PATI – Pertanian dengan konsep ramah lingkungan makin digiatkan. Salah satunya dengan menghadirkan teknologi tepat guna dengan bahan dasar limbah lingkungan. Hal ini berkaitan dengan banyaknya limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan oleh para petani. Hal itu disampaikan Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati, Asep Nugraha Ardiwinata dalam acara Bimbingan Teknis Teknologi Pertanian ramah Lingkungan di Auditorium Balingtan Jakenan, […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Jadwalkan Konsultasi dengan Mahfud MD

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Jadwalkan Konsultasi dengan Mahfud MD

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PATI – Pansus hak angket DPRD Kabupaten Pati terus berupaya merampungkan risalah kesimpulan terkait penyelidikan yang telah dilakukan. Anggota Pansus, Danu Ikhsan Harischandra, mengungkapkan bahwa rapat internal telah dilakukan untuk membahas kesimpulan tersebut. “Hari ini tadi ada rapat Pansus, yaitu rapat internal untuk membahas kesimpulan Pansus. Namun, di dalam kesimpulan itu ada risalah-risalah yang harus […]

  • Dua alumni Omah Dongeng Marwah meraih juara monoIog tingkat nasionaI.

    Alumni Omah Dongeng Marwah Juara 2 Monolog Festival Kesenian Indonesia

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Dua alumni Omah Dongeng Marwah meraih juara monoIog tingkat nasionaI.

  • Pesta Rajungan di Keboromo Tayu Sukseskan Program Gemar Makan Ikan

    Pesta Rajungan di Keboromo Tayu Sukseskan Program Gemar Makan Ikan

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

      Masakan rajungan terlihat menggiurkan dalam acara makan rajungan di Desa Keboromo Tayu Pati/ERIK S Warga Desa Keboromo Kecamatan Tayu menggelar pesta makan rajungan gratis. Ada 1.500 porsi yang disediakan untuk pengunjung. Kegiatan ini dalam rangka sedekah bumi dan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Makan rajungan ini sekaligus kampanye gemar makan ikan. PATI – Ratusan pengunjung […]

expand_less