Breaking News
light_mode

Tren Sehat: Makanan Kukusan Seperti Jagung dan Ubi Kian Diminati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
  • visibility 796

 

PATI – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, tren sajian makanan pada acara-acara resmi seperti rapat mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya snack rapat identik dengan kue-kue manis dan makanan olahan tinggi gula serta lemak, kini pilihan makanan kukusan seperti jagung rebus dan ubi rebus semakin populer sebagai alternatif yang lebih sehat dan mengenyangkan.

Makanan kukusan dinilai lebih aman dikonsumsi karena tidak melalui proses penggorengan yang menggunakan minyak berlebihan. Jagung rebus dan ubi rebus menjadi dua jenis pangan yang paling sering dijumpai pada rapat-rapat kantor maupun kegiatan pemerintahan belakangan ini.

Selain menyajikan rasa alami dan tekstur yang lembut, kedua bahan makanan tersebut juga memiliki nilai gizi yang baik. Jagung kaya akan serat, vitamin B, serta mineral yang mampu menjaga energi tetap stabil selama rapat berlangsung. Sementara ubi memiliki kandungan karbohidrat alami, beta karoten, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

“Pilihan makanan kukusan memberi rasa kenyang lebih lama tanpa takut menyumbang kalori berlebih. Ini cocok untuk peserta rapat yang harus tetap fokus,” ungkap seorang penyedia konsumsi acara di Pati.

Selain itu, tren back to nature yang mendorong konsumsi makanan sederhana dan minim olahan juga turut mempengaruhi pilihan konsumsi dalam berbagai acara. Kehadiran jagung dan ubi rebus memberikan nuansa tradisional yang ramah di lidah masyarakat Indonesia.

Dari segi biaya, makanan kukusan juga dinilai lebih ekonomis dan mudah diolah dalam jumlah banyak. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi panitia penyelenggara acara yang membutuhkan snack praktis namun tetap memenuhi standar kesehatan.

Meski demikian, tren makanan rapat sehat ini tidak menghilangkan keberagaman menu. Makanan kukusan dapat dipadukan dengan buah potong, kacang rebus, hingga minuman hangat seperti teh atau sari jahe, sehingga tetap memberikan variasi yang menarik bagi peserta rapat.

Tren penyajian jagung dan ubi rebus sebagai snack rapat ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan konsumsi yang lebih baik, tidak hanya saat rapat namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, budaya hidup sehat dapat terus ditumbuhkan di berbagai lingkungan kerja maupun instansi pemerintahan.

EDITOR : Arif

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atraksi Jembul Tulakan Pikat Parade Seni Pesta Rakyat Jawa Tengah di Wonogiri

    Atraksi Jembul Tulakan Pikat Parade Seni Pesta Rakyat Jawa Tengah di Wonogiri

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jembul Tulakan Tradisi Jembul dari Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo mewakili duta seni Kabupaten Jepara yang memeriahkan Pesta Rakyat Jawa Tengah, di Kabupaten Wonogiri, Minggu (25/8/2019). Penari-penari cantik mengawali langkah kontingen Kota Ukir tersebut. Ada puluhan yang ikut di rombongan Jepara, yang berada di urutan ke 13 setelah Kabupaten Rembang. Diusungnya Tradisi Jembul Tulakan ini sekaligus […]

  • Masjid Tanpa Sujud ?

    Masjid Tanpa Sujud ?

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Teater Gerak 11 PMII Cabang Kudus bersiap menggelar pentas produksi pada Sabtu (18/5/2019) nanti di Gedung O FKIP Universitas Muria Kudus pukul 20.00. Lakon yang dibawakan adalah “Masjid Tanpa Sujud”. Lakon itu merupakan naskah karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin, seniman dan budayawan dari Bumi Mina Tani, sekaligus pendiri Orkes Puisi Sampak GusUran dan pengasuh Ngaji […]

  • DPRD Pati Dukung PKL Lewat Raperda: Ciptakan Ekosistem Nyaman dan Berkembang

    DPRD Pati Dukung PKL Lewat Raperda: Ciptakan Ekosistem Nyaman dan Berkembang

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 381
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKS, Sadikin, menyatakan komitmen kuat dalam mendukung Pedagang Kaki Lima (PKL) melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) PKL. Raperda ini diinisiasi oleh Komisi B dengan tujuan utama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangan usaha PKL. “Prinsipnya, Komisi B DPRD Pati ingin menciptakan ekosistem yang […]

  • Jumlah Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Kudus Tahun 2024

    Jumlah Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Kudus Tahun 2024

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Foto : @arfnwr_ Tahukah kamu tentang daerah pemilihan dalam Pemilu 2024 di Kudus dan jumlah alokasi kursi DPRD Kabupaten Kudus tahun 2024. Sebagai pemilih kamu harus tahu supaya tidak salah dalam memilih calon wakil rakyat. KUDUS – Inilah jumlah daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi DPRD Kabupaten Kudus tahun 2024 sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan […]

  • DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 355
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan perlunya analisis mendalam terhadap potensi wisata unggulan di wilayah tersebut dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Endah Sri Wahyungiati, anggota DPRD Pati dari Partai Golkar. “Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pati harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. “Pemkab harus menganalisis potensi […]

  • Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    Antisipasi Kasus Covid—19 Naik Bupati Pati Stop PTM

    • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto meninjau kegiatan PTM beberapa waktu yang lalu PATI –Saat ini Kabupaten Pati mengalami kenaikan kasus Covid-19. Bupati Haryanto mengambil langkah antisipatif agar kasus Covid-19 tidak meledak. Pembelajaran tatap muka (PTM) dihentikan sementara mulai Senin 14 Feberuari 2022. Bupati menghentikan kegiatan PTM di semua jenjang. Bupati Pati Haryanto mengeluarkan Surat Edaran No : 440 […]

expand_less