Breaking News
light_mode

Membaca Mushaf Nusantara, Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
  • visibility 314

 

Buku Mushaf Nusantara

Sebuah buku tentang mushaf Alquran diterbitkan oleh santri
asal Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Pati. Buku bagus ini memuat jejak, ragam,
dan para penjaganya di Nusantara.

BUKU Mushaf Nusantara ini
merupakan buku  yang pertama kali
diterbitkan Zainal Abidin Sueb. Zainal terinspirasi menulis dari sosok Zainul
Milal Bizawie, penulis yang kenal produktif menelurkan buku tentang isu-isu
Islam Nusantara yang berasal dari Kajen, Pati.

Zainal mulai menulis buku ini
sejak habis lebaran tahun 2020 lalu. Saat itu, ia tergabung sebagai penulis
kontributor di tafsiralquran.id, salah satu website keislaman yang fokus
menggali khazanah tafsir dan Al-Qur’an dengan spirit keindonesiaan.

Zainal bersyukur karena
dibebaskan oleh Pemimpin Redaksinya untuk menulis apapun yang berkaitan dengan
Mushaf Al-Qur’an di Nusantara. Atas kesempatan itulah, akhirnya ia mulai
menyusun dan merangkai berbagai tulisan yang sudah terbit baik di
tafsiralquran.id, jurnal, hingga ringkasan dari penelitian strata satunya di
UIN Syarif Hidayatullah, menjadi satu buku dengan tebal xviii+254 halaman.

Zainal menekankan, meski terdapat
istilah ilmiah yang bersinggungan dengan ulumul Qur’an dan ilmu pernaskahan
kuno (filologi), namun bukunya ditulis dengan bahasa yang ringan dan sederhana.

“Buku ini saya ibaratkan
sebagai pengantar untuk memasuki rimbunnya khazanah Mushaf Nusantara,”
kata dia.

Buku ini mencakup tiga bagian,
pertama dinamai dengan Ragam Bacaan dan Penulisan. Bagian kedua membahas Jejak
dan Khazanah Mushaf di Nusantara. Kemudian bagian ketiga tentang Para Penjaga
Mushaf Nusantara.

Bagian pertama, Zainal ingin
memperkenalkan istilah-istilah dalam ulumul Qur’an yang berkaitan dengan bacaan
dan penulisan Al-Qur’an. Ia pun menyoroti beberapa istilah yang ada di
masyarakat, namun berpotensi disalahpahami dalam mushaf Al-Qur’an.

“Misalnya tentang hizb.
Masyarakat muslim pada umumnya tahu bahwa hizb ini wirid. Namun istilah ini
dalam Mushaf Al-Qur’an dimaknai sebagai pembagian. Jadi, istilah hizb dalam
mushaf ini merupakan bagian dari ijtihad ulama untuk memudahkan para pembaca
dan penghafal Al-Qur’an agar bisa mengkhatamkan dalam waktu 60 hari atau 2
bulan,” terang dia.

Bagian kedua, Zainal ingin
menampilkan berbagai mushaf-mushaf yang beragam bentuknya sejak dahulu kala.

“Di sini saya tampilkan
banyak mushaf ya, ada mushaf dengan keterangan pegon Jawa dan kini ada di
Rotterdam Belanda, ada juga mushaf yang dianggap garapan Pangeran Diponegoro,
hingga Mushaf Pusaka yang diinisiasi Soekarno,” jelas dia.

Sementara bagian ketiga berisi
para penjaga mushaf Nusantara. Ia menyebutkan beberapa instansi dan perorangan
yang berperan penting atas kelestarian Mushaf Nusantara, seperti Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, peneliti Ali Akbar, hingga para penulis
Mushaf  Menara Kudus Jawa Tengah.

Atas lahirnya buku ini, Zainal
ingin menyampaikan bahwa Mushaf Al-Qur’an di dunia ini memiliki keunikan
tersendiri, termasuk di Nusantara. Tentu sisi keunikan ini pada tataran
ijtihadiyah para ulama, seperti penggunaan kaligrafi hingga hiasannya.

Ia juga berupaya untuk
mengenalkan tradisi intelektual dari perspektif milenial. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pati Tegaskan Komitmen Serius Turunkan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    Bupati Pati Tegaskan Komitmen Serius Turunkan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menunjukkan komitmen serius dalam upaya penurunan angka stunting melalui langkah-langkah konkret yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Pati, Sudewo, dalam sambutannya pada acara Evaluasi Kinerja dan Sosialisasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (7/10). Sudewo mengungkapkan bahwa Pemkab Pati sebelumnya […]

  • Kisah Saber Pungli Antar SMKN 2 Pati Juarai Film Fiksi

    Kisah Saber Pungli Antar SMKN 2 Pati Juarai Film Fiksi

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Kreativitas anak-anak SMKN 2 Pati patut diacungi jempol. Baru-baru ini SMKN 2 Pati membikin bangga dengan prestasinya di dunia perfilman pendek. Mengangkat kisah bertemakan korupsi, dan saber pungli, film pendek yang mereka produksi sendiri menyabet kategori terbaik film fiksi dalam Festival Film Kawal Harta Negara (FFHKN) 2018. Film pendek yang berkisah tentang kedatangan tim saber pungli […]

  • Muria Surganya Pisang Byar yang Manis Asem

    Muria Surganya Pisang Byar yang Manis Asem

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 884
    • 0Komentar

    Inilah pisang byar Muria yang menjadi oleh-oleh wisata religi Sunan Muria/ @soe_gie76 KUDUS – Tanah Pegunungan Muria dianugerahi kesuburan yang luar biasa. Beraneka tanaman tumbuh dan menjadi potensi daerah setempat, sekaligus menjadi penopang perekonomian masyarakat sekitar. Salah satu tanaman buah yang sangat terkenal di daerah ini adalah pisang byar. Pisang dengan ukuran besar-besar ini juga […]

  • DPRD Pati Minta Kasus MBG Gembong Jadi Momentum Perbaikan Keamanan Pangan

    DPRD Pati Minta Kasus MBG Gembong Jadi Momentum Perbaikan Keamanan Pangan

    • calendar_month Jum, 11 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.189
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Gembong menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Distribusi MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 01 untuk sementara dihentikan setelah Pemkab Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati, Endah Sri […]

  • Angka Perkawinan Anak Masih Tinggi, DPRD Pati Minta Pemkab Berikan Pendampingan Secara Serius

    Angka Perkawinan Anak Masih Tinggi, DPRD Pati Minta Pemkab Berikan Pendampingan Secara Serius

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.559
    • 0Komentar

    PATI – Masih tingginya angka kasus perkawinan anak di Kabupaten Pati menjadi perhatian utama bagi DPRD. Sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 278 kasus, sedangkan pada periode Januari hingga April 2026 sudah tercatat 78 kasus baru. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pati, Hardi, meminta pemerintah daerah menangani permasalahan ini dengan pendekatan yang sungguh-sungguh dan terarah. “Harus ada […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Pertanyakan Kejelasan Pengembalian Kelebihan Bayar PBB

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Pertanyakan Kejelasan Pengembalian Kelebihan Bayar PBB

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 376
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDIP, Suyono, meminta kejelasan terkait pengembalian kelebihan bayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2). Permintaan ini diajukan mengingat kelebihan bayar tersebut disebabkan oleh pembatalan kebijakan kenaikan PBB P2 sebesar 250 persen oleh Bupati Pati, Sudewo. Pertanyaan tersebut juga disampaikan […]

expand_less