Breaking News
light_mode

Waspada Serangan Macan Tutul Muria di Dukuh Duplak Desa Tempur, Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
  • visibility 216

 

Tim BKSDA turun melakukan penelitian macan tutul yang turun ke perkampungan Dukuh Duplak, Tempur, Jepara


Dalam sepekan warga Dukuh Duplak
Desa Tempur digegerkan dengan serangan macan tutul. Ternak mereka yang ada di
kandang dimangsa satwa langka tersebut. Hal ini tentu membuat masyarakat resah.

JEPARA – Macan tutul di hutan
Pegunungan Muria dilaporkan turun gunung. Satwa langka ini turun ke
perkampungan di Dukuh Duplak Desa Tempur, Keling, Jepara belum lama ini. Macan
tutul memangsa ternak milik warga.

Dukuh Duplak sendiri memang
berbatasan langsung dengan hutan di Pegunungan Muria. Duplak merupakan wilayah
tertinggi di desa ini.

Sekretaris Desa Tempur Mahfud
Aly, mengungkapkan,  peristiwa ini lantas
dilaporkan kepada pihak desa, kemudian ditindaklanjuti investasi dari tim Balai
Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Jumat (16/7/2021) kemarin.

“Kemarin diinvestigasi dari pihak
BKSDA, langsung ke kandang ternak milik warga yang diserang,” terangnya.

Mustofa, salah seorang warga yang
ternaknya diduga diterkam  macan tutul
mengungkapkan, serangan macan tutul biasanya terjadi pada malam hari. Antara pukul
21.00 hingga tengah malam sampai dini hari. Pihaknya mengaku, ayamnya sebanyak
tiga ekor lenyap diterkam macan tutul. Mustofa mengaku, serangan macan tutul
sudah berulang kali terjadi.

Sementara itu, dari Tim BKSDA
Jawa Tengah mengimbau kepada warga agar memasang lampu penerangan di dalam
kandang ternak untuk menghindari serangan macan tutul. “Selain memasang lampu
di kandang, bisa juga memasang alat yang bisa menimbulkan suara keras seperti
lonceng atau membunyikan radio untuk menakuti macan tutul.

Macan tutul di hutan Muria terpantau kamera dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)

Seperti diketahui dalam minggu-minggu
ini setidaknya tiga kali macan tutul turun gunung dan menyerang ternak milik
warga. Seperti pada Minggu (10/7/2021) sekitar tengah malam, nacan tutul
menyerang kandang ternak milik Mustofa, warga  RT1/RW 6 Dukuh Duplak,
Desa Tempur. Hewan ternak yang dimangsa yakni dua ekor bebek dan dua ekor ayam.

Kemudian, pada (12/7/2021),
kandang milik Aziz di RT 2/RW 6 Dukuh Duplak giliran disatroni macan tutul, seekor
bebek dan tiga ekor ayam raib dimangsa. “Selang dua hari (14/7/2021), pada dini
hari kandang ternak milik Wagisan RT 3/RW 6 Dukuh Duplak juga disatroni macan
tutul. Tiga ekor bebek ludes dimangsa,” demikian dilaporkan Murianews. (has)





  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Macan Muria Terkam Mahesa Jenar: Persiku Kudus Hajar PSIS Semarang 3-0 

    Macan Muria Terkam Mahesa Jenar: Persiku Kudus Hajar PSIS Semarang 3-0 

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 628
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus berhasil meraih kemenangan telak atas tamunya, PSIS Semarang, dalam lanjutan laga championship yang digelar di Stadion Wergu Wetan, Kudus, pada Selasa (11/11/2025). Tim berjuluk Macan Muria tersebut tampil superior dan melibas Laskar Mahesa Jenar dengan skor akhir 3-0. Kemenangan gemilang ini tidak lepas dari penampilan ciamik penyerang asing Igor Hanrique, yang […]

  • Anggota DPRD Pati Minta Perlunya Ketegasan Limit Kapasitas Angkutan Barang

    Anggota DPRD Pati Minta Perlunya Ketegasan Limit Kapasitas Angkutan Barang

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati dari Fraksi PKS, Narso, menyoroti penurunan kondisi jalan di wilayah Pati. Menurutnya, kondisi jalan yang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah overloading kendaraan angkut barang. Narso menekankan pentingnya penegakan peraturan yang mendasari kapasitas angkut kendaraan. “Perlu adanya ketegasan atas peraturan yang mendasarinya,” tegas Narso. […]

  • Edy Wuryanto Dorong Pekerja Miskin Dapat Jaminan Sosial, Iuran Bisa Diambil dari Hasil Investasi BPJS TK

    Edy Wuryanto Dorong Pekerja Miskin Dapat Jaminan Sosial, Iuran Bisa Diambil dari Hasil Investasi BPJS TK

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.172
    • 0Komentar

    JAKARTA – Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali pekerja yang berada di garis kemiskinan. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mendesak agar kelompok pekerja rentan segera mendapatkan akses Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tanpa harus memikirkan beban biaya iuran bulanan. Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan […]

  • Pemilu 2019 Pati Butuh 4.369 Pengawas TPS

    Pemilu 2019 Pati Butuh 4.369 Pengawas TPS

    • calendar_month Kam, 7 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PATI – Kebutuhan pengawas TPS di Kabupaten Pati mencapai 4369. Bawaslu membuka pendaftaran pengawas TPS sampai tanggal 10 Februari di sekretariat panwascam masing-masing kecamatan atau pengawas desa. Kordinator Devisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia Bawaslu Kabupaten Pati, Karto menyebut, pembentukan pengawas TPS ini sejalan dan merupakan amanat dari UU Nomor 7 Tahun 2017. Perekrutan pengawas […]

  • Kepincut Menulis Buku karena Gus Zainul Milal Bizawie

    Kepincut Menulis Buku karena Gus Zainul Milal Bizawie

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

      Zainal Abidin Sueb Di tengah pandemi Covid-19, berbagai  aktivitas masyarakat serba dibatasi. Meski demikian, kondisi yang terbatas justru memicu Zainal Abidin Sueb untuk produktif, salah satunya dengan menulis buku. Sabtu (26/6/2021) lalu ia telah meluncurkan sebuah buku dengan judul “Mushaf Nusantara: Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya”.  Pemuda kelahiran Pati, 24 Mei 1998, asal Desa […]

  • Tekuni Bisnis Rancang Busana

    Tekuni Bisnis Rancang Busana

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Anifana Risqi Anifana Risqi kini sibuk dengan jahit menjahit. Gadis kelahiran Pati, 16 Desember 1999 ini sedang banyak job merancang busana. Baru memulai enam bulan lalu, karya Anifa sudah memikat banyak orang. Alumni SMKN 3 Pati ini membuat busana wanita. Semcam dress, gamis, pakaian keseharian, dan juga jilbab. ”Sekarang aktivitasnya lebih ke usaha. Selain aktif di […]

expand_less