Breaking News
light_mode

Waspada Serangan Macan Tutul Muria di Dukuh Duplak Desa Tempur, Jepara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
  • visibility 248

 

Tim BKSDA turun melakukan penelitian macan tutul yang turun ke perkampungan Dukuh Duplak, Tempur, Jepara


Dalam sepekan warga Dukuh Duplak
Desa Tempur digegerkan dengan serangan macan tutul. Ternak mereka yang ada di
kandang dimangsa satwa langka tersebut. Hal ini tentu membuat masyarakat resah.

JEPARA – Macan tutul di hutan
Pegunungan Muria dilaporkan turun gunung. Satwa langka ini turun ke
perkampungan di Dukuh Duplak Desa Tempur, Keling, Jepara belum lama ini. Macan
tutul memangsa ternak milik warga.

Dukuh Duplak sendiri memang
berbatasan langsung dengan hutan di Pegunungan Muria. Duplak merupakan wilayah
tertinggi di desa ini.

Sekretaris Desa Tempur Mahfud
Aly, mengungkapkan,  peristiwa ini lantas
dilaporkan kepada pihak desa, kemudian ditindaklanjuti investasi dari tim Balai
Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Jumat (16/7/2021) kemarin.

“Kemarin diinvestigasi dari pihak
BKSDA, langsung ke kandang ternak milik warga yang diserang,” terangnya.

Mustofa, salah seorang warga yang
ternaknya diduga diterkam  macan tutul
mengungkapkan, serangan macan tutul biasanya terjadi pada malam hari. Antara pukul
21.00 hingga tengah malam sampai dini hari. Pihaknya mengaku, ayamnya sebanyak
tiga ekor lenyap diterkam macan tutul. Mustofa mengaku, serangan macan tutul
sudah berulang kali terjadi.

Sementara itu, dari Tim BKSDA
Jawa Tengah mengimbau kepada warga agar memasang lampu penerangan di dalam
kandang ternak untuk menghindari serangan macan tutul. “Selain memasang lampu
di kandang, bisa juga memasang alat yang bisa menimbulkan suara keras seperti
lonceng atau membunyikan radio untuk menakuti macan tutul.

Macan tutul di hutan Muria terpantau kamera dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)

Seperti diketahui dalam minggu-minggu
ini setidaknya tiga kali macan tutul turun gunung dan menyerang ternak milik
warga. Seperti pada Minggu (10/7/2021) sekitar tengah malam, nacan tutul
menyerang kandang ternak milik Mustofa, warga  RT1/RW 6 Dukuh Duplak,
Desa Tempur. Hewan ternak yang dimangsa yakni dua ekor bebek dan dua ekor ayam.

Kemudian, pada (12/7/2021),
kandang milik Aziz di RT 2/RW 6 Dukuh Duplak giliran disatroni macan tutul, seekor
bebek dan tiga ekor ayam raib dimangsa. “Selang dua hari (14/7/2021), pada dini
hari kandang ternak milik Wagisan RT 3/RW 6 Dukuh Duplak juga disatroni macan
tutul. Tiga ekor bebek ludes dimangsa,” demikian dilaporkan Murianews. (has)





  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi Kuliner Khas Kudus untuk Menu Buka Puasa

    Rekomendasi Kuliner Khas Kudus untuk Menu Buka Puasa

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Tampak sepiring Nasi Pindang Kerbau dengan isian potongan daging, daun melinjo dan bawang goreng/ @harbrianto KUDUS – Bosan dengan menu berbuka yang itu-itu aja. Cobalah menu berbuka dengan kuliner khas Kudus, Jawa Tengah yang lezat dan istimewa. Kuliner khas ini dijamin bakal membuat buka puasa lebih nikmat dari biasanya. Berikut redaksi lingkarmuria.com merangkum daftar kuliner […]

  • Tangkal Hoaks, Begini Caranya

    Tangkal Hoaks, Begini Caranya

    • calendar_month Jum, 30 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    SUMBER : BINTANG.COM Lingkar Muria, PATI – Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Jawa Tengah, mendorong masyarakat untuk menjadi konsumen media yang cerdas dan kritis. Hal itu lantaran banyaknya siaran media yang kurang mendidik. Terlebih banyaknya informasi yang hoaks atau tidak benar. Demikian dikemukakan komisioner KPID Jawa Tengah Tazkiyyatul Muthmainnah, dalam kegiatan literasi media di ruang […]

  • Rekrutmen PPPK 2024, Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Pati Ikuti Tes CAT di UNS

    Rekrutmen PPPK 2024, Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Pati Ikuti Tes CAT di UNS

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 278
    • 0Komentar

      PATI – Ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengikuti seleksi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Seleksi ini berlangsung dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ujian dilaksanakan di Gedung Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mulai […]

  • Saluran Air Mampet, Hujan Tak Sampai 15 Menit Jalanan di Tayu Tergenang

    Saluran Air Mampet, Hujan Tak Sampai 15 Menit Jalanan di Tayu Tergenang

    • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    HATI-HATI : Pengendara jalan nampak berjalan pelan di jalan yang tergenang yang terletak di Jalan Raya Tayu – Jepara turut Desa Tayu Kulon, di depan pertigaan arah Dukuhseti. Lingkar Muria, PATI – Jalan Raya Tayu – Jepara turut Desa Tayu Kulon, di depan pertigaan arah Dukuhseti selalu tergenang air ketika hujan turun. Meskipun hanya sebentar. […]

  • Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 225
    • 0Komentar

    PATI – Kaos dengan tulisan dialek khas Pati menjadi favorit para pengunjung yang datang ke Kota Mina Tani. Terutama saat musim mudik, kaos ini menjadi pilihan utama para pemudik untuk dijadikan oleh-oleh saat kembali ke tempat asal mereka. Fatmi Nurjanah, pemilik Pati Oblong, sebuah toko kaos di Pati, mengatakan, saat musim Lebaran banyak pemudik yang […]

  • Berkat Video Viral, Enam Remaja yang Hendak Tawuran di Pati Ditangkap

    Berkat Video Viral, Enam Remaja yang Hendak Tawuran di Pati Ditangkap

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 241
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati mengamankan enam remaja, termasuk satu tersangka utama berinisial DTS (18), yang diduga hendak melakukan tawuran. Kejadian bermula dari informasi masyarakat dan video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan konvoi remaja membawa senjata tajam (sajam). Informasi tersebut diterima Satreskrim Polresta Pati pada Sabtu, 11 Januari 2025. Video yang […]

expand_less