Breaking News
light_mode

Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 1.948

KUDUS – Di Kudus, komunitas Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-budaya daerah. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa bumi menjelang Imlek, mereka menyelenggarakan tradisi kirab Bwee Gee yang penuh makna.

Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan ritual mandi minyak obat dan ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma Hok Hien Bio. Hari berikutnya, Minggu, 1 Februari 2026, menjadi puncak dengan kirab yang berpusat di klenteng tersebut.

Pukul 10.00 tepat, rombongan memulai perjalanan dari Hok Hien Bio, melintasi Jl. Dr. Lukmono Hadi, Jl. Sunan Kudus, Jl. Jend. Sudirman, Jl. Pemuda, dan Jl. A. Yani sebelum kembali ke tempat awal.

Peserta datang dari berbagai klenteng, vihara, dan cetya di dalam dan luar provinsi, membentuk barisan panjang yang mencerminkan jejaring erat antarkomunitas. Kirab terbuka untuk semua, menciptakan suasana harmoni yang dinikmati masyarakat luas. Di Alun-Alun Simpang 7, warga telah mengisi tepi jalan sejak pagi. Pada pukul 11.35, kerumunan bergerak mendekat saat rombongan akan melintas.

Seorang warga spontan menyatakan, “Sing nonton akeh wong Jowo, padahal iki budayane wong Tionghoa” (yang menonton kebanyakan orang Jawa, padahal ini budaya milik Tionghoa). Kalimat itu menyiratkan bagaimana budaya Tionghoa telah menyatu dengan kehidupan lokal Kudus, menjadikan Bwee Gee sebagai acara tahunan yang selalu dinantikan.

Setiap kelompok membawa kio atau tandu berisi patung dewa kiem sin, disertai atraksi barongsai dan tokoh seperti Sun Go Kong, Cu Pat Kay, Sha Wujing, Biksu Tong, dan Dewi Kwan Im—yang akrab dikenal melalui serial Kera Sakti.

Momen menarik terjadi saat rombongan melintas Madrasah Mu’allimat Kudus: siswa keluar kelas menyaksikan, dan pemain musik berbagi sukacita dengan mengiringi nyanyian sholawat Ya Lal Wathon. Ketika melintas Masjid Agung Kudus, pada saat adzan dzuhur berkumandang, semua suara kirab dihentikan dan dilanjutkan setelah adzan selesai.

Di sekitar Klenteng Hok Hien Bio, warga kembali berkumpul menyambut rombongan. Bazar makanan dan oleh-oleh khas Tionghoa berjajar, dan masyarakat lintas etnis serta agama berkumpul di dalam dan luar klenteng. Pukul 13.35, kelompok demi kelompok memasuki klenteng dan menampilkan atraksi, dengan kiem sin digoyang-goyangkan menyanyi dan musik. Hujan yang turun tidak menyurutkan semangat meriah.

Penulis: Ika Hana Pertiwi (Peneliti Budaya dan Dosen Psikologi Universitas Muria Kudus)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Terkendala Atasi Tambang Liar di Kendeng

    DPRD Pati Terkendala Atasi Tambang Liar di Kendeng

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pati pekan ini kembali menyoroti isu tambang liar di Pegunungan Kendeng. Masyarakat menilai kerusakan alam akibat aktivitas pertambangan menjadi salah satu penyebab bencana tersebut, yang melanda Kecamatan Tambakromo, Gabus, dan Winong. Bambang Susilo, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Dapil Pati Selatan, menyatakan bahwa dirinya menerima […]

  • Relawan Dukung Bambang Pacul Nyalon Gubernur Jateng 2024

    Relawan Dukung Bambang Pacul Nyalon Gubernur Jateng 2024

    • calendar_month Rab, 22 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PATI – Relawan yang mengatasnamakan Relawan Mas Patjul Kabupaten Pati secara resmi mendeklarasikan dukungan mereka kepada Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Patjul sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Bertempat di Rumah Pemenangan di Desa Puri dan dihadiri oleh puluhan Relawan Mas Patjul pada hari Rabu (22/5/2024) pukul […]

  • DPRD Pati Minta Ada Penambahan Pos Damkar, Percepat Waktu Respons

    DPRD Pati Minta Ada Penambahan Pos Damkar, Percepat Waktu Respons

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.055
    • 0Komentar

    PATI – Mengingat jumlah kasus kebakaran yang cukup tinggi dan luasnya wilayah Kabupaten Pati, DPRD Pati mengajukan permintaan kepada pemerintah daerah agar menambah pos pemadam kebakaran (damkar) di seluruh eks kawedanan. Ali Badrudin, Ketua DPRD Pati, menyampaikan bahwa keberadaan pos damkar di masing-masing wilayah eks kawedanan diharapkan dapat meningkatkan kecepatan tanggapan petugas ketika ada kejadian […]

  • Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

    Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 403
    • 0Komentar

    Diskominfo Jepara  JEPARA – Ratusan keping uang kuno bertuliskan huruf Tiongkok ditemukan di wilayah Jepara utara belum lama ini.  Adalah Muhammad Asri, seorang pekerja perkebunan warga RT 16 RW 5 Desa Kaligarang, Kecamatan Keling yang menemukan uang-uang itu di lokasi perkebunan milik perhutani. Dilansir dari situs milik pemkab jepara.go.id, saat ini benda tersebut telah diserahkan […]

  • Kecelakaan Maut di Jalan Pati-Tayu Desa Sidomukti, Truk Diduga Patah Per Skok, Dua Orang Meninggal

    Kecelakaan Maut di Jalan Pati-Tayu Desa Sidomukti, Truk Diduga Patah Per Skok, Dua Orang Meninggal

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.275
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa terjadi di Jalan Pati–Tayu, tepatnya di area turunan tanah Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Insiden yang melibatkan satu unit truk dan tiga sepeda motor ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta satu orang mengalami luka-luka pada bagian […]

  • Nindy Korban Mutilasi dan Pembakaran Adalah Sosok Mandiri

    Nindy Korban Mutilasi dan Pembakaran Adalah Sosok Mandiri

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Nindy Juga Pekerja Keras Status Facebooknya yang menunjukkan Nindy memang pekerja keras Lingkar Muria, PATI – Korban mutilasi dan pembakaran oleh suami sendiri, Siti Saidah, 21, alias Sinok alias Nindy, di mata keluarga merupakan perempuan yang mandiri. Selain mandiri, Nindy juga terkenal pekerja keras. Saryadi, ayah Nindy menuturkan, putri bungsunya itu memang mandiri dan juga […]

expand_less