Breaking News
light_mode

Paslon Nomor Urut 2 Pati Berkomitmen Dirikan UPT BLK di Setiap Kecamatan untuk Atasi Kesenjangan SDM

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
  • visibility 105

PATI – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pati nomor urut 2, Wahyu Indriyanto dan Suharyono, dalam debat publik pertama Pilkada Pati 2024 pada Rabu (30/10/2024), berkomitmen mendirikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kecamatan di Kabupaten Pati jika terpilih.

Komitmen ini muncul sebagai jawaban atas pertanyaan terkait kesenjangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) antara perkotaan dan perdesaan di Pati.

Adapun pertanyaan dalam debat ini disusun oleh Tim Panelis yang terdiri atas Prof Dr Adji Samekto, Prof Dr Rasimin, dan Dr Sukarjo Waluyo.

Pertanyaan yang dibacakan oleh moderator debat, yakni Adin Ahmad dan Yana Mahendra, tersebut diberi pengantar sebagai berikut.

Data statistik menunjukkan hanya 30% tenaga kerja di Pati yang memiliki keterampilan digital, dan 50% lulusan pendidikan vokasional menganggur. Keterbatasan akses ke program pelatihan dan sertifikasi di perdesaan menjadi faktor utama penyebab kesenjangan ini.

Menanggapi hal ini, Calon Wakil Bupati Suharyono menyatakan bahwa Pemkab Pati saat ini hanya memiliki satu BLK yang berlokasi di pusat kota, sehingga akses pelatihan di perdesaan sangat terbatas.

“Pertanyaannya, bagaimana Anda akan memastikan program pengembangan SDM dan pelatihan kerja menjangkau seluruh wilayah termasuk, daerah perdesaan, sehingga kualitas tenaga kerja di Pati dapat merata?” tanya moderator.

Menanggapi hal ini, Calon Wakil Bupati Pati nomor urut 2 Suharyono mengatakan, terkait pelatihan tenaga kerja, Pemkab Pati sudah punya BLK di bawah Dinas Ketenagakerjaan.

“Namun, lokasi BLK saat ini (hanya satu) di kabupaten (kawasan pusat kota). Untuk itu, perlu pemerataan ke masing-masing kecamatan. Kita perlu membentuk UPT-UPT BLK sehingga bisa menjangkau pelatihan-pelatihan di perdesaan,” ucap Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Pati ini.

Untuk mengatasi masalah ini, Paslon Nomor Urut 2 berjanji untuk mendirikan UPT BLK di setiap kecamatan. UPT BLK ini akan menawarkan berbagai pelatihan keterampilan, mulai dari menjahit, tata boga, perbengkelan, dan keelektrikan.

“Insyaallah nanti kami juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan di pondok-pondok pesantren. Harapannya nanti pondok pesantren yang ada di desa-desa, jumlahnya sekitar 280, in syaa Allah akan diberikan pelatihan keterampilan ketenagakerjaan,” ungkap dia.

Sementara, Calon Bupati Pati nomor urut 2 Wahyu Indriyanto mengatakan, pihaknya juga akan memberikan sistem reward kepada lembaga keterampilan kerja sehingga output yang mereka hasilkan lebih maksimal.

“Kemudian kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sehingga tenaga pengajar kita menjadi lebih maksimal,” paparnya.

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jepara Bakal Punya Pelabuhan Internasional untuk Ekspor, Lokasinya Ada di Sini

    Jepara Bakal Punya Pelabuhan Internasional untuk Ekspor, Lokasinya Ada di Sini

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 156
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara), Jawa Tengah (Jateng) kembali mengapungkan wacana pembangunan pelabuhan internasional. Wacana ini kembali muncul setelah bertahun-tahun lenyap tanpa kabar. Wacana tersebut muncul dari angan-angan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan didorong oleh para pengusaha Jepara. Gagasan ini kembali muncul saat Witiarso menggelar dialog dengan para pengusaha Jepara, Rabu (12/3/2025). Wiwit, […]

  • DPRD Pati Sambut Gembira Inovasi Alat Mekanisasi Olah Tanah Pedot Oyot untuk Petani Tebu

    DPRD Pati Sambut Gembira Inovasi Alat Mekanisasi Olah Tanah Pedot Oyot untuk Petani Tebu

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 163
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kamari, menyambut gembira peluncuran alat mekanisasi olah tanah pedot oyot, sebuah inovasi dari PG Trangkil. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian tebu dan meningkatkan produktivitas. Kamari menekankan bahwa alat mekanisasi pedot oyot memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara tradisional. “Alat ini […]

  • Betah Mondok karena Berfaedah

    Betah Mondok karena Berfaedah

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Siti Nilna Munaliza tak seperti kebanyakan anak muda zaman now yang gemar kebebasan dunia luar. Gadis kelahiran Pati, 7 Desember 1999 ini malah suka sekali dengan dunia pondok pesantren. Bahkan kehidupannya banyak dihabiskan untuk ngaji di pondok pesantren. Padahal, Nilna sempat berhenti tak nyantri di pondok pesantren saat mulai kuliah di IAIN Kudus. Namun saat memutuskan […]

  • INSTAGRAM Gali Freitas 

    Inilah Paulo Gali Freitas Idola Baru PSIS

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

      INSTAGRAM Gali Freitas SEMARANG – Pemain asing PSIS Semarang bernama lengkap Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas menjadi rekrutan pemain asing yang moncer di Liga 1 musim 2023/2024. Hingga pekan ke-9 Liga 1 pemain asal Timor Leste itu tampil memukau.   Gali Freitas menjadi pilar penting skuad Mahesa Jenar. Beroperasi di sayap kiri, dia selalu […]

  • Pj Bupati Pati dan Forkopimda Pantau Beberapa Gereja untuk Pastikan Perayaan Natal Aman

    Pj Bupati Pati dan Forkopimda Pantau Beberapa Gereja untuk Pastikan Perayaan Natal Aman

    • calendar_month Sen, 25 Des 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PATI – Malam perayaan Natal tahun 2023, Penjabat Bupati (Pj Bupati) Pati bersama Forkopimda Kabupaten Pati melakukan kegiatan pemantauan di beberapa gereja di Kabupaten Pati pada Minggu malam (24/12/2023). Pemantauan ini merupakan bagian dari agenda rutin untuk memastikan umat Nasrani di Kabupaten Pati dapat merayakan ibadah Natal dengan aman dan nyaman. Dalam kegiatan pemantauan tersebut, […]

  • Masa Jabatan Kades 9 Tahun : Jalan Tengah Menjaga Stabilitas dan Pembangunan Desa

    Masa Jabatan Kades 9 Tahun : Jalan Tengah Menjaga Stabilitas dan Pembangunan Desa

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Pembangunan di desa harus lebih dioptimalkan lagi. Usulan masa jabatan kepala desa menjadi 9 tahun adalah sebuah jalan tengah. Para kepala desa menilai tambahan masa jabatan itu untuk menjaga kesinambungan pembangunan desa, para kepala desa membutuhkan waktu tambahan jabatan karena masa enam tahun dinilai tidak efektif. JAKARTA – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim […]

expand_less