Breaking News
light_mode

Mengenal Ratu Kalinyamat Perempuan Perintis Antikolonialisme di Nusantara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
  • visibility 159
Buku Ratu Kalinyamat 

Yayasan Darma Bhakti Lestari berhasil menyuguhkan fakta-fakta baru tentang sosok Ratu Kalinyamat yang selama ini lebih dikenal dengan konotasi negatif hingga eksistensinya yang dianggap fiktif. Sang Ratu yang disegani Portugis ini memiliki nilai-nilai perjuangan yang layak dipedomani generasi masa kini. Tidak berlebihan jika pemerintah menyematkan gelar pahlawan nasional untuk perempuan pemberani ini.

JEPARA – Sebuah buku laporan hasil penelitian empiris berhasil diterbitkan Yayasan Darma Bhakti Lestari bekerjasama dengan sejumlah pihak. Buku yang diterbitkan Media Indonesia Publishing ini memuat data-data yang mendukung substansial dan penguatan akademik terhadap usulan penganugerahan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Laporan ini dikerjakan oleh tim yang sangat berkompeten dari berbagai disiplin ilmu. Didukung penuh oleh pemerintah daerah, kampus, dan masyarakat Jepara khususnya.

Fakta-fakta sejarah tentang perempuan yang memiliki darah keturunan dari Kerajaan Demak ini disajikan dalam 9 BAB. Mulai dari sosok Ratu Kalinyamat, perannya melawan kolonialisme dan Imperialisme Portugis di Nusantara, cerita tentang invasi Jepara ke Malaka, membela bangsa Hitu, membantu pasukan Aceh, upaya mengusir Portugis dari Malaka, legacy sang Ratu, hingga tentang julukan Rainha De Japora Senhora Poderosa E Rica dari orang-orang Portugis.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (tengah) menggagas pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional/ Instagram Lestari Moerdijat 


Dalam testimoninya, pengamat militer sekaligus Presiden Indonesian Institute for Maritime Studies Dr. Connie Rahakundini Bakrie mengungkapkan di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat pada 1549-1579, Jepara berhasil dibawa ke masa kejayaan. 

Kemampuan industri dan kekuatan maritim yang dibangun, mampu memimpin era industrialisasi maritim di kawasan Asia Tenggara. Selain itu Sang Ratu tampil sebagai leader aliansi kekuatan kesultanan Islam di kawasan (Johor, Aceh, Maluku an Jepara).

“Visi Ratu Kalinyamat dalam aliansi itu adalah mencapai kesejahteraan bersama dan menghilangkan ancaman/musuh yang besar kala itu Portugis,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyebut kehadiran Ratu Kalinyamat sebagai seorang perempuan pada saat itu merupakan suatu lambang bahwa di Nusantara ini perempuan mempunyai kedudukan yang sangat tinggi.

“Ketinggian Ratu Kalinyamat ditandai dengan kemampuan memimpin penyerangan ke berbagai tempat yang dikuasai penjajah Portugis,” tulisnya dalam pengantar buku laporan hasil riset tersebut. (Yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi D Apresiasi Respons Cepat Dapur MBG yang Berbenah

    Komisi D Apresiasi Respons Cepat Dapur MBG yang Berbenah

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 141
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengapresiasi respons cepat beberapa dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berbenah setelah adanya temuan terkait gizi yang tidak layak. Ketua Komisi D, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi bahwa dapur-dapur tersebut telah melakukan perbaikan. “Kemarin saya terdapat di media informasinya beberapa dapur ada […]

  • Penyebab Kekalahan Persijap Jepara Atas Borneo FC

    Penyebab Kekalahan Persijap Jepara Atas Borneo FC

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 105
    • 0Komentar

    OLAHRAGA –  Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui anak asuhnya kalah pengalaman saat tumbang dari tuan rumah Borneo FC pada laga pekan ketiga BRI Liga 1 2025/2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (24/8/2025) sore WIB, Persijap Jepara harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah tumbang dengan skor 1-3. Mario Lemos mengatakan Laskar […]

  • Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B.

    Perda Kedaulatan Pangan untuk Kemandirian Pangan Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B, diharapkan Jawa Tengah semakin mandiri pangan.

  • Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Batik khas produksi dari Kecamatan Winong, cukup diminati banyak pengunjung. Hal itu terlihat dari ramainya stand penjualan di arena upacara pembukaan TMMD di Desa Godo Kecamatan Winong Rabu (4/3/2018). Batik yang berasal dari Desa Winong tersebut, memiliki sisi keunikan yang khas diantara batik lainnya. Tri Widayati, owner Batik Tulis khas Winong […]

  • Anggota DPRD Pati Bambang Susilo : Jaga Kerukunan di Masa Kampanye Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Bambang Susilo : Jaga Kerukunan di Masa Kampanye Pilkada 2024

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ir. Bambang Susilo, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan dan persatuan. “Ini kan sudah mau masuk masa kampanye, harapan saya, masyarakat bisa tetap menjaga kerukunan dan persatuan agar pelaksanaan Pilkada nanti bisa berjalan aman dan kondusif,” […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

expand_less