Breaking News
light_mode

Mulai Musim Kemarau, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Minta Pemkab Tanggap Penanganan Kekeringan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
  • visibility 318

PATI – Musim kemarau telah tiba, salah satu yang diwaspadai saat kemarau adalah potensi bencana kekeringan. Saat ini bahkan sejumlah desa sudah mengalami kekurangan air bersih akibat dampak musim kemarau ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pati Jawa Tengah Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan, bulan Mei lalu sudah memasuki musim kemarau di Kabupaten Pati.

“Mei kemarin kita sudah masuk musim kemarau. Puncaknya di bulan Juli dan Agustus. Berpotensi kekeringan,” terang Martinus Budi Prasetyo.

“Kemarin kita juga sudah mengirim bantuan 3 tangki air bersih ke Desa Tambahagung Kecamatan Tambakromo. Atas permintaan pemerintah desa setempat karena sejumlah warganya sudah merasakan kekeringan dan air bersih sulit,” lanjut Martinus Budi Prasetyo.

Terpisah Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin meminta Pemerintah Kabupaten Pati untuk lebih siap dalam penanganan bencana kekeringan tahun ini.

Hal ini karena Bumi Mina Tani setiap tahun selalu mengalami kekeringan yang berdampak ke pertanian dan juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih.

“Ini mulai masuk musim kemarau, penanganan bencana kekeringan harus dioptimalkan. Pemkab harus tanggap dalam mitigasi bencana agar tidak berdampak sangat luas untuk masyarakat,” papar Ali Badrudin.

Kekeringan memang menjadi masalah utama di Kabupaten Pati, selain bencana banjir pada musim penghujan.

Data dari BPBD Kabupaten Pati pada tahun 2023 lalu, bencana kekeringan berdampak terhadap 100 ribu jiwa atau sekitar 10 persen penduduk Kabupaten Pati.

Dampak kekeringan mulai dirasakan pada bulan Juli hingga mencapai puncak pada Oktober, dimana saat itu pemkab memutuskan status tanggap darurat kekeringan.

Total ada 71 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.

Bencana kekeringan akibat kemarau panjang membuat sumber air di puluhan desa mengering. Sejumlah warga bahkan terpaksa membeli air galon untuk mandi dan kebatuhan rumah tangga mereka.

Kecamatan yang paling parah mengalami kekeringan yakni Kecamatan Pucakwangi sejumlah 14 desa mengalami kekeringan, Jakenan dengan 12 desa dan Jaken sekitar 11 desa. Penanganan yang dilakukan oleh pemkab adalah droping air bersih sebanyak 500-an tangki lebih oleh pemkab. [ADV]

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Razia, Satpol PP Temukan 90 Persen HP Pelajar Berkonten Porno

    Razia, Satpol PP Temukan 90 Persen HP Pelajar Berkonten Porno

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Petugas Satpol PP sedang mendata para pelajar yang terjaring razia pagi kemarin. PATI – Sebanyak 17 pelajar dicyduk Satpol PP Kamis (9/8/2018) kemarin di beberapa lokasi di daerah kota. Mereka kedapatan membolos saat jam pelajaran masih berlangsung. Saat dilakukan pemeriksaan, 90 persen pelajar tingkat SMA tersebut menyimpan konten porno di hpnya. Kepala Satpol PP Kabupaten […]

  • Tani Merdeka Pati siap menangkan pasangan Prabowo - Gibran.

    Tani Merdeka Pati Total Dukung Prabowo-Gibran, Kampanye Kartu Tani Hilang Pupuk Gampang

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PC Tani Merdeka Kabupaten Pati menggelar deklarasi dukungan terhadap pasangan capres Prabowo – Gibran, Senin (4/12/2023) di Pendopo H. Wartoyo Desa Sembaturagung Kecamatan Jakenan, Pati, Jawa Tengah.bbbbbb

  • UMKM Expo Dongkrak Ekonomi Kreatif Kudus

    UMKM Expo Dongkrak Ekonomi Kreatif Kudus

    • calendar_month Sen, 19 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Bupati Kudus Hartopo bersama istri mengunjuki UMKM Expo 2022  Ekonomi kreatif di Kudus diharapkan bisa terus terdongkrak. Hal ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang mendukung, antara lain seperti UMKM Expo 2022. Bupati Kudus Hartopo memberi perhatian lebih terhadap geliat ekonomi kreatif di Kota Kudus. KUDUS – Kudus UMKM Expo 2022 berhasil menjadi wadah pelaku usaha lokal […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Peningkatan Kualitas Aparatur, Fokus pada Sektor Mina Tani

    Anggota DPRD Pati Dorong Peningkatan Kualitas Aparatur, Fokus pada Sektor Mina Tani

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 279
    • 0Komentar

    PATI – Endah Sri Wahyuningati, anggota DPRD Pati dari Fraksi Partai Golkar, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas aparatur di Kabupaten Pati. Fokus utamanya tertuju pada sektor Mina Tani, dengan program pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan aparatur di bidang teknis budidaya, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya alam. “Saya yakin dengan pelatihan yang tepat, aparatur di sektor […]

  • Bupati Kudus Apresiasi Tim Sepak Bola Putri Djarum ke Turnamen Internasional di Singapura

    Bupati Kudus Apresiasi Tim Sepak Bola Putri Djarum ke Turnamen Internasional di Singapura

    • calendar_month Sen, 14 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    KUDUS – Kabar baik datang dari geliat sepak bola putri di Kabupaten Kudus. Karena ada dua tim usia dini binaan PT Djarum yang akan mengikuti turnamen internasional bergengsi. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris juga turut berbangga. Sam’ani berkesempatan menemui para pemain sebelum berangkat ke Singapura. Dua tim yang akan berlaga di ajang bergengsi JSSL Singapore 7’s […]

  • DPRD Pati Siap Fasilitasi Ekspansi Usaha Perikanan Juwana ke Sukoharjo

    DPRD Pati Siap Fasilitasi Ekspansi Usaha Perikanan Juwana ke Sukoharjo

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 308
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Partai Demokrat, Mukit, menyatakan kesiapannya memfasilitasi pengusaha perikanan dari Kecamatan Juwana untuk menjajaki pasar di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini menyusul isu berkembang mengenai aktivitas perikanan di Sukoharjo yang melibatkan banyak pengusaha ikan asal Pati. “Saya akan mengajak teman-teman pengusaha perikanan di Juwana untuk ke Sukoharjo,” tegas Mukit […]

expand_less