Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto: Jangan Sampai Transformasi Rujukan JKN Memberatkan Rumah Sakit

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
  • visibility 974

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, memberikan catatan terkait rencana pemerintah untuk menerapkan sistem rujukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berbasis kompetensi pada tahun 2026.

Meskipun menyambut baik perubahan yang diklaim Kementerian Kesehatan dapat memangkas perpindahan rumah sakit, Edy menekankan bahwa keberhasilan skema baru ini sangat bergantung pada kesiapan fasilitas layanan kesehatan.

“Jangan hanya mengubah alur. Perbaiki alat kesehatan dan kualitas tenaga kesehatan di rumah sakit yang selama ini di tipe C dan D,” ujar dia.

Ia khawatir bahwa rujukan berbasis kompetensi justru akan membuat pasien berdesakan di rumah sakit besar, seperti yang selama ini terjadi.

Politisi PDI Perjuangan itu juga menekankan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang layak.

“Negara tidak boleh lepas tangan. Pemerintah harus bantu rumah sakit daerah meningkatkan kompetensi, misalnya lewat pinjaman lunak berbunga 2 atau 3 persen atau insentif pajak untuk alat kesehatan,” usulnya.

Ia berharap transformasi ini tidak memberatkan rumah sakit sekaligus mewujudkan pemerataan layanan kesehatan.

Di tingkat layanan primer, Edy menyoroti masalah yang lebih mendasar, yaitu seringnya FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) merujuk tanpa informasi memadai tentang kondisi rumah sakit tujuan.

“Banyak puskesmas tidak tahu kuota layanan rawat jalan, jadwal praktik dokter spesialis, atau ketersediaan IGD dan ICU. Akibatnya pasien tiba, tapi ditolak karena kuota sudah penuh,” ujarnya.

Edy juga menyoroti praktik rujukan antar rumah sakit yang kerap dibebankan kepada keluarga pasien.

“Setiap RS mitra BPJS Kesehatan seharusnya punya desk pengaduan yang benar-benar bekerja membantu mencarikan RS tujuan,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar pemerintah memanfaatkan teknologi untuk memecahkan masalah ini.

Menanggapi klaim pemerintah bahwa sistem baru ini dapat memotong durasi rujukan, Edy berpendapat bahwa akar masalahnya terletak pada ketidaksinkronan sistem digital BPJS dengan alur internal rumah sakit.

“Saya pernah dapat aduan, ada pasien dapat slot jam 10 dari aplikasi, tapi tetap menunggu panjang karena poli tidak menyesuaikan. Kalau begini, digitalisasi hanya jadi etalase,” katanya.

Edy menegaskan bahwa transformasi rujukan tidak boleh berhenti pada istilah “kompetensi” semata.

“Esensi reformasi adalah memastikan pasien tidak tersesat, tidak dipingpong, dan tidak mengeluarkan biaya yang seharusnya ditanggung negara. Itu ukuran sederhana keberpihakan,” pungkasnya.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Dewan Minta Ketua KONI Pati yang Baru Prestasinya Harus Lebih Baik

    Anggota Dewan Minta Ketua KONI Pati yang Baru Prestasinya Harus Lebih Baik

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – KONI Pati kini telah memiliki pemimpin baru. Yaitu Sutarto Oenthersa alias Kokok. Diharapkan prestasi olahraga di Kabupaten Pati semakin meningkat. Sutarto Oenthersa, atau yang akrab disapa Kokok, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KONI Pati periode 2024-2028. Kokok, yang juga Ketua Cabor Panahan Kabupaten Pati, mendapat dukungan dari 45 Pengkab cabor anggota KONI Pati. […]

  • Ibu Rumah Tangga di Pati Ditangkap Terkait Kasus Sabu

    Ibu Rumah Tangga di Pati Ditangkap Terkait Kasus Sabu

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 313
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Reserse Narkoba Polresta Pati berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah utara Kabupaten Pati. Seorang ibu rumah tangga berinisial NAI (35), warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, diamankan karena diduga sebagai pengedar sabu. Penangkapan dilakukan Sabtu, 26 Juli 2025, sekitar pukul 16.00 WIB di rumahnya. Berdasarkan laporan masyarakat, rumah tersebut sering dijadikan lokasi […]

  • Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

    Melihat Muria yang Gagah di Rimong Indah

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Senja di Rimong Indah, Medani-Pati Badan tiba-tiba rileks begitu saja. Sesampainya di kawasan Wisata Alam Rimong Indah, di Desa Medani. Udara yang sejuk dengan tebing-tebing yang dihiasi lebatnya pepohonan membuat mata segar.  Wilayah pegunungan di Kabupaten Pati memiliki daya tarik wisata yang luar biasa. Salah satunya adalah Wisata Rimong Indah. Tempat wisata ini, berada di […]

  • Bidan Jepara Bersatu Tekan Kasus Stunting

    Bidan Jepara Bersatu Tekan Kasus Stunting

    • calendar_month Jum, 1 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Para bidan di Jepara berkumpul. JEPARA – Para bidan desa di Kabupaten Jepara menyatakan komitmen bersama dalam penanganan anak balita tengkes atau stunting. Targetnya bisa nol kasus pada tahun 2024. Prevalensi tengkes yang ada kini tinggal menyisakan 7,9 persen. Penggalangan komitmen bidan-bidan desa itu berlangsung di aula kantor Jepara Nursing Center, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, […]

  • Ibadah Puasa Beban Fitrah Manusia ?

    Ibadah Puasa Beban Fitrah Manusia ?

    • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

    ILUSTRASI Diskusi menarik dihadirkan Paradigma Institute (Parist) pada Kamis (23/3/2023). Dalam forum kajian Tadarus Ilmiah Ramadan 2023 itu membahas persoalan ibadah puasa bertentangan fitrah manusia. Kegiatan tadarus ilmiah ini diisi para pemateri yang merupakan mahasiswa S-3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2016. Dr. Moh Nor Ichwan, selaku pemateri mengungkapkan, Ibadah Puasa selalu dimaknai sebagai Al […]

  • Tidak Ada Tanda Kekerasan: ABK KM. Kuro Kuro Diduga Tewas Akibat Kecelakaan

    Tidak Ada Tanda Kekerasan: ABK KM. Kuro Kuro Diduga Tewas Akibat Kecelakaan

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – Tragedi menimpa Febrian Pamungkas (25), seorang anak buah kapal (ABK) KM. Kuro Kuro. Ia ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dan tenggelam di alur Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Senin (24/03/2025) sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian bermula saat KM. Kuro Kuro menarik KM. Puji Jaya Poler (GT. 29) dari dok perbaikan sekitar pukul 18.45 WIB. […]

expand_less