Breaking News
light_mode

Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Medali Emas di Kompetisi Internasional

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
  • visibility 154

PATI – Lima siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati, telah meraih prestasi gemilang di tingkat internasional. Tsalisa Chulaili Sahri Nova, Yoga Dimas Saputra, Dwi Erfiyan Sadewa, Achmad Najmi Zidan, dan Muhammad Jihaduddin Lathif, yang duduk di kelas XI dan XII, berhasil menyabet medali emas pada Asean Innovative Science, Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2024.

Ajang ini diselenggarakan oleh Fakultas Tehnik Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) pada 2-5 Februari 2024. Mereka berhasil menciptakan inovasi revolusioner bernama “LeukoSense: Next-Gen Leukocyte Detection System,” alat canggih untuk memeriksa sel darah putih tanpa jarum suntik.

Tsalisa Chulaili Sahri Nova, ketua tim riset MA Salafiyah, menyampaikan bahwa perjalanan menuju prestasi ini melibatkan usaha keras, latihan setiap hari, dan doa.

“Disana kami tidak hanya mencari kemenangan, tapi juga memahami arti dari sebuah proses. Kegagalan dan rintangan tidak membuat kami patah semangat, malah menambah semangat untuk meraih hasil maksimal,” ungkapnya.

Adapun guru pembimbing tim riset MA Salafiyah adalah Isyarotuz Zakiyyah dan Moch. Chamdan Yuwafi.

Isyarotuz menjelaskan bahwa anak didik mereka memilih judul “Advancements in Non-Invasive Intelligent Technology for Leukocyte Detection” untuk kompetisi tersebut. Lomba ini diikuti oleh 462 tim dari 17 negara.

“Ini merupakan tantangan tersendiri bagi para siswa dalam mengikuti acara ini, karena acara ini diselenggarakan secara langsung (offline). Tentu saja, kami melakukan persiapan yang panjang. Mulai dari membuat proyek hingga mendapatkan alat bantu kesehatan, dan itu tidaklah mudah,” jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa mereka membutuhkan waktu lima bulan untuk persiapan. Mulai dari menentukan ide hingga mempelajari teori biomedis.

“Persiapan membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Mulai dari menentukan ide, bekerja sama dalam teori fisika kedokteran, teori teknologi cerdas, dan teori biomedis. Jadi bukan hanya satu teori saja, tetapi perlu mempertimbangkan beberapa teori,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa para siswa mengikuti petunjuk dari para pembimbingnya dalam membuat dan mengoperasikan alat menggunakan telepon pintar. Mereka mengalami beberapa kali kegagalan dalam merakit alat tersebut, namun mereka tetap semangat dan mengulang prosesnya. Akhirnya, menjelang bulan Januari, alat tersebut berhasil dibuat.

“Proses panjang itulah yang paling kami hargai melihat kegigihan anak-anak hingga akhirnya rasa lelah, rasa sempat putus asa, serasa terbayarkan dengan mendapatkan gold medal ini. Tentu rasa bahagia dan bangga pada anak-anak menjadi obat tersendiri buat kami karena berkali-kali gagal tapi tidak pernah patah semangatnya,” pungkasnya.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yayasan Joyo Kusumo Sukses Tanam 1000 Pohon, Libatkan Generasi Muda

    Yayasan Joyo Kusumo Sukses Tanam 1000 Pohon, Libatkan Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PATI – Yayasan Joyo Kusumo berhasil menanam 1.000 pohon multifungsi di Desa Pasuruhan dan Pesagi, Kecamatan Kayen, Pati, Kamis (17/7/2025). Kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat ini diawali apel pagi pukul 06.30 WIB, dilanjutkan rapat koordinasi, dan penanaman simbolis pukul 07.30 WIB oleh Ketua Yayasan Joyo Kusumo, K.H. Ah. Juhari, S.H., AlHafidz. “Kami sengaja […]

  • Momen Haornas, Bupati Jepara Apresiasi Pesepak Takraw

    Momen Haornas, Bupati Jepara Apresiasi Pesepak Takraw

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Sumber : PSTI Jepara JEPARA – Ada yang spesial di peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Alun-alun Jepara Minggu (9/9/2018) kemarin. Olahraga sepak takraw mendapat panggung unjuk kebolehan di hadapan para hadirin. Itu lantaran prestasi yang berhasil dicapai sepak takraw di ajang Asian Games 2018. Dimana dua pesepak takraw Jepara turut andil dalam keberhasila menggondol […]

  • Joni Kurnianto Ajak Masyarakat Tetap Bersatu di Pilkada 2024

    Joni Kurnianto Ajak Masyarakat Tetap Bersatu di Pilkada 2024

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 143
    • 0Komentar

    PATI – Menjelang Pilkada serentak 2024 yang akan digelar pada 27 November 2024, anggota DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Ia menekankan pentingnya mendukung calon pemimpin yang dipilih, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku. “Tentu dalam Pilkada ini akan ada dukungan terhadap calon A, calon B, […]

  • DPRD Pati Sorot 340 Koperasi Tidak Aktif, Cari Solusi Pembenahan

    DPRD Pati Sorot 340 Koperasi Tidak Aktif, Cari Solusi Pembenahan

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti tingginya angka koperasi tidak aktif di Kabupaten Pati. Dari total sekitar 630 koperasi, tercatat 340 koperasi dinyatakan tidak aktif. Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. “Ya kami selaku Komisi […]

  • Tumbang dari Persekaba Badung, Tim Siap Dirombak

    Tumbang dari Persekaba Badung, Tim Siap Dirombak

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Sumber : Facebook PERSIJAP Jepara Lingkar Muria, JEPARA – Persijap Jepara harus takluk dari lawannya Persekaba Badung saat laga uji coba di Stadion Gelora Bumi Kartini Sabtu (25/11/17) yang lalu. Tuan rumah taklut dengan skor 2- 1 atas tim yang masuk playoff liga 3 ini. Kekalahan Laskar Kalinyamat ini diawali saat menit ke 12. Kiper […]

  • Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    Jadikan Alam Sebagai Tempat Belajar

    • calendar_month Sab, 2 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Dewi Wulandari Alam tidak hanya dapat mengusir penat serta tempat lari dari kejenuhan rutinitas, apalagi hanya latar berswafoto. Alam lebih dari itu, alam dapat memberikan banyak sekali pelajaran. Hal itu yang diyakini Dewi Wulandari. Perempuan kelahiran Jambi, 10 Februari 2000 ini medapat banyak sekali pelajaran dari alam yang pernah ia jelajahi. ”Dari alam saya dapatkan […]

expand_less