Breaking News
light_mode

Orang Tua Wajib Tahu HP Berpotensi Bikin Anak Gangguan Jiwa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
  • visibility 271

 

Ilustrasi

Guru di sekolah dan para orang tua
diharapkan bisa berperan memberikan batasan kepada anak-anaknya dalam
menggunakan HP. Penggunaan HP yang tidak terkontrol memiliki dampak mengerikan
bagi anak. Bahkan di level lebih parah menjadi pemicu gangguan jiwa. Hal itu
diungkapkan Dokter Kejiwaan RSUD RAA Soewondo Pati, dr. Yarmaji, Sp.KJ.

Yarmaji menyarankan kepada orang
tua dan lingkungan sekolah agar memperhatikan anak-anaknya. Mulai membatasi
penggunaan hp hingga mendampingi anak-anak saat bermain menggunakan hp.

“Jadi pencegahan terhadap
potensi gangguan jiwa pada anak butuh peran para orang tua dan juga guru di
lingkungan sekolah. Jadi untuk orang tua sendiri harus ada kendali terkait
penggunaan HP. Batasan selama untuk tugas sekolah, dan di rumah harus ada
dampingan orang tua,” jelasnya. 

Sebelumnya viral dilaporkan sejumlah
anak usia sekolah di Pati diduga kecanduan main HP. Mulai dari kecanduan game
online hingga kecanduan membuka situs porno yang berakibat menjadi masalah
gangguan jiwa pada anak.

“Untuk yang dirawat
(kemarin), saat ini sudah bisa rawat jalan. Kemarin dalam satu tahun (2022)
kada 5 kasus, usia SMP, SMA juga ada yang usia kuliah,” jelas Yarmaji.

Yarmaji menjelaskan kasus terbaru
ada seoranga anak perempuan usia sekolah menengah pertama (SMP) yang diduga
kecanduan main HP. Bahkan anak tersebut kecanduan buka situs porno.

“Anak SMP remaja putri datang
bersama kedua orang tua. Mengalami gangguan emosi, sering mengurung diri,
setelah ditanya orang tua dia mengalami tindakan bully dari sekolah. Setelah
kita telusuri di sini kaitannya bersama teman-teman di sekolah itu, ada kondisi
dimana penggunaan HP yang tidak terkontrol,” Yarmaji melanjutkan.

Anak perempuan tersebut,
lanjutnya, sering mendapatkan bully teman-teman di sekolahan. Akibatnya anak
tersebut mengalami gangguan emosi dan sempat dibawa berobat oleh kedua orang
tuanya.

Yarmaji menerangkan kasus gangguan
kejiwaan anak-anak terus mengalami peningkatan. Terutama pasca pandemi karena
aktivitas belajar mengajar menggunakan HP. Setahun biasanya ada satu anak yang
dirawat karena gangguan kejiwaan. Namun setelah pandemi meningkat, menjadi lima
kasus dalam kurun waktu setahun.

“Rawat inap masa pandemi
hanya satu, setelah pandemi mulai sekolah ada yang dirawat inap, tahun kemarin
ada lima kasus,” terangnya.

Dia mengatakan anak-anak mengalami
gangguan kejiwaan mulai ada gangguan emosi, gangguan tidur, dan perilaku. (mif)

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Avanza Tabrak Lima Motor di Jalur Pati-Gabus, Satu Pengendara Terluka

    Mobil Avanza Tabrak Lima Motor di Jalur Pati-Gabus, Satu Pengendara Terluka

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Umum Pati–Gabus, tepatnya di wilayah Desa Gabus, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, pada Minggu (5/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden ini melibatkan satu mobil Toyota Avanza dan lima sepeda motor, mengakibatkan satu orang luka-luka dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta. Menurut saksi mata, Riska Dewi Sekar Arum […]

  • Kuliner malam khas kudus yaitu jagung bakar dan sate

    Jagung Bakar khas Kudus Kuliner Malam yang Lezat

    • calendar_month Sel, 14 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Kuliner malam khas kudus yaitu jagung bakar dan sate.

  • Ada Kerja Keras Bule Perancis dalam Lezat Ikan Bakar di Pantai Bondo (2)

    Ada Kerja Keras Bule Perancis dalam Lezat Ikan Bakar di Pantai Bondo (2)

    • calendar_month Kam, 14 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Bakar ikan  Ranting-ranting kayu yang kami kumpulkan, telah habis terbakar dan berubah menjadi bongkahan arang yang membara. Ikan tengkurungan dan banyar sudah bersih. Setidaknya sudah terbuang isi perutnya yang membuat pahit. Sayang, pesta kecil-kecilan yang menjadi agenda utama kami kacau. Berlagak seperti anak petualang, kami tak membawa bekal peralatan yang cukup untuk membuat pesta bakaran. […]

  • Bus Persipa Pati Dicegat, Lapangan Ditempeli Pecahan Kaca di Manado

    Bus Persipa Pati Dicegat, Lapangan Ditempeli Pecahan Kaca di Manado

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati mengalami serangkaian intimidasi saat melakukan latihan resmi di Stadion Klabat Manado pada Jumat (26/1) sore. Joni Kurnianto, CEO Persipa Pati, diberi tahu langsung tentang insiden tersebut oleh Manajer Umum Persipa Pati, Dian Dwi Budianto, yang berada di tempat kejadian. Diketahui bahwa pada hari Sabtu (27/1), Persipa Pati akan berhadapan dengan Sulut […]

  • Safin Pati Sports School Sabet Dua Penghargaan LEPRID

    Safin Pati Sports School Sabet Dua Penghargaan LEPRID

    • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    H. Saiful Arifin bersama anak-anak Safin Pati Sports School  Akademi sepak bola Safin Pati Sports School mendapatkan dua penghargaan dari LEPRID. Kedepan akamedi yang ada di Desa Mojoagung ini ingin meniru Gothenburg Swedia dengan kompetisi Gothia Cup, yang menjadi magnet dunia pembinaan sepak bola usia dini PATI – Training ground Safin Pati Sports School di […]

  • FGD Bareng Warga Growong Kidul, Komisi C DPRD Pati Dorong Penanganan Pemukiman Kumuh

    FGD Bareng Warga Growong Kidul, Komisi C DPRD Pati Dorong Penanganan Pemukiman Kumuh

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.154
    • 0Komentar

    PATI – Penanganan kawasan permukiman kumuh menjadi sorotan penting yang didorong oleh legislatif. Komisi C DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan yang dinilai kurang layak huni di berbagai wilayah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, usai melaksanakan kegiatan Forum Group Discussion […]

expand_less