Breaking News
light_mode

Kritik Kang Putu untuk Kumcer Antawacana di Sunyi Kurusetra

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
  • visibility 376

BUDAYA, LINGKARMURIA.COM – Gunawan Budi Susanto atau yang akrab disapa Kang Putu, memberikan sejumlah kritikan terhadap buku kumpulan cerpen yang ditulis oleh Achiar M Permana. Menurut Kang Putu penggarapan kumpulan cerpen kurang optimal dan juga banyak terkesan monoton. 

Kang Putu menilai seharusnya pengembangan cerita dalam kumpulan ceritanya bisa lebih baik. Dia berpendapat bahwa pola penceritaan dalam beberapa cerpen terasa monoton dan membosankan.

“Achiar punya kemampuan bercerita. Tapi saya menilai di kumcer pertama ini dia kurang optimal. Ketidakoptimalan itu karena dia tidak cukup sabar meneliti dan mencermati ulang cerpen-cerpen yang dia tulis,” ungkapnya.

“Dia terjebak dalam pola penceritaan yang nyaris tunggal. Sembilan dari 12 cerpen dia, model penceritaannya sama persis. Endingnya juga nyaris sama, antara ibunya mati, minggat, atau cerai. Kalau dia ubah sedikit saja, misalnya mengubah perspektif Bapak menjadi perspektif Ibu, hasilnya akan berbeda,” lanjut dia.

Lebih lanjut, Kang Putu menyarankan agar Achiar lebih berani mencoba variasi dalam gaya penulisan dan memberikan ruang bagi tokoh anak dalam cerita tersebut untuk berperan lebih aktif.

Selain itu, dia berharap agar kritik semacam ini bisa membuat Achiar semakin bersemangat dalam menulis dan menemu cara-cara bercerita yang makin kuat. 

“Sebagai jurnalis selama belasan tahun, cukuplah dia punya kekayaan data yang bisa jadi sumber penceritaan. Achiar punya potensi,” jelasnya dalam forum Bedah Buku Sambang Sastra #3 di Joglo Sucen, jalan Pasucen-Lahar Kilometer 3, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Jumat (29/09/2023) malam.

Diketahui Achiar menerbitkan buku berjudul Antawacana di Sunyi Kurusetra.  Buku tersebut berisi 12 cerita pendek yang memiliki akar atau inspirasi dari cerita-cerita wayang. Beberapa di antaranya menggunakan kisah wayang untuk menggambarkan fenomena dan masalah kontemporer, sementara yang lain adalah penafsiran ulang dari cerita-cerita wayang yang sudah ada.

Achiar telah menerbitkan beberapa karya sebelumnya, termasuk buku esai “Dusta Yudhistira” pada 2018 dan kumpulan puisi “Sepasang Amandava” pada 2020, yang semuanya memiliki keterkaitan dengan kisah pewayangan. 

Karya yang disebutkan terakhir mendapatkan Penghargaan Prasidatama dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sebagai antologi puisi terbaik. Meski digarap dalam tiga bentuk berbeda, yakni esai, puisi, dan cerpen, ketiga buku tersebut punya benang merah yang sama, yakni berpijak pada kisah pewayangan. 

Karena itulah, Achiar menyebut ketiga karyanya itu sebagai trilogi. Bahkan berpotensi jadi tetralogi karena dia juga punya keinginan menulis novel dengan corak serupa. 

“Saya menulis buku dengan kepentingan agar wayang bisa kembali hidup dan teman-teman muda mau melirik wayang. Sebab memiliki kaitan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Achiar berusaha menghidupkan kembali minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya wayang dengan menghubungkannya dengan isu-isu dan peristiwa saat ini. Dia percaya bahwa cerita wayang dapat digunakan untuk menggambarkan realitas kehidupan masa kini. Namun, dia menyadari bahwa jika cerita wayang hanya disajikan secara tradisional, mungkin tidak akan menarik perhatian generasi muda.

“Karena itulah, pilihan saya adalah menautkan wayang dengan fenomena dan persoalan hari ini. Misalnya berkait konflik pembebasan lahan di Kendeng. Cerita wayang saya kaitkan untuk melihat situasi ambyar, hati yang tersakiti, sebagai pijakan untuk menggambarkan peristiwa dan persoalan hari ini,” jelasnya.

Penulis : Arif

Editor : Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geliat Infrastruktur Pati Rp294 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan 72 Ruas Jalan dan Jembatan

    Geliat Infrastruktur Pati Rp294 Miliar Digelontorkan untuk Perbaikan 72 Ruas Jalan dan Jembatan

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 640
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menggenjot pembenahan infrastruktur transportasi dengan mengalokasikan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah. Gelombang perbaikan masif ini menyasar puluhan ruas jalan dan jembatan yang tersebar di berbagai penjuru wilayah, menandai tahun 2025 sebagai periode pemulihan infrastruktur bagi masyarakat Pati. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) setempat, setidaknya 72 titik […]

  • Pelapor Penyalahgunaan SKTM Bakal Diberikan Pendampingan Hukum

    Pelapor Penyalahgunaan SKTM Bakal Diberikan Pendampingan Hukum

    • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Sejumlah pengaduan terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang masuk ke Posko Pengaduan PPDB Pati, akan segera ditindaklanjuti. Divisi Publikasi Posko Pengaduan Husaini mengatakan, aduan yang masuk dari masyarakat tidak hanya terkait penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), namun ada pula terkait jumlah kuota dan kebijakan pihak sekolah. “Aduan-aduan yang sudah masuk ini […]

  • LAZISNU Kudus Bagikan Santunan dan Kartu Peduli Marbot Masjid

    LAZISNU Kudus Bagikan Santunan dan Kartu Peduli Marbot Masjid

    • calendar_month Sen, 2 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kartu peduli marbot masjid di Kudus Pengukuhan pengurus baru NU Care-Lazisnu Kudus ditandai dengan pembagian santunan. Sekaligus membagi kartu peduli marbot masjid. KUDUS – Pengukuhan pengurus NU Care-LAZISNU Kudus ditandai dengan pembagian santunan dan kartu peduli marbot kepada 300 orang di Kabupaten Kudus. “Kartu peduli marbot dari LAZISNU Kudus ini fungsinya untuk kesehatan, tapi berbeda […]

  • Meriahnya Karnaval Bersih Desa Di Pelemgede, Sedot Antusias Ribuan Warga

    Meriahnya Karnaval Bersih Desa Di Pelemgede, Sedot Antusias Ribuan Warga

    • calendar_month Sen, 25 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

      Kemeriahan karnaval di Desa Pelemgede Kecamatan Pucakwangi Pati Ribuan warga menyemut dalam acara karnaval Sedekah bumi Desa Pelemgede Kecamatan Pucakwangi. Dalam acara tersebut sejumlah gunungan diarak keliling desa. PATI – Pemerintah Desa (Pemdes) Pelemgede Kecamatan Pucakwangi menggelar karnaval atau kirab dalam rangka sedekah bumi, Minggu (24/7/2022). Karnaval tersebut diikuti oleh semua rukun tetangga (RT) […]

  • BRI Kanca Pati Kerja Sama dengan Yayasan Nabila Asih Bantu Masyarakat Desa Sirahan

    BRI Kanca Pati Kerja Sama dengan Yayasan Nabila Asih Bantu Masyarakat Desa Sirahan

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.346
    • 0Komentar

    PATI – Melalui Kanca (Kantor Cabang) Pati, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmen mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Program BRI Peduli (Corporate Social Responsibility/CSR). Pada kesempatan ini, BRI bekerja sama dengan Yayasan Nabila Asih untuk menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Digelar pada […]

  • BRI Cabang Pati Salurkan Santunan untuk 80 Anak Yatim Piatu di Ponpes Al Hikam

    BRI Cabang Pati Salurkan Santunan untuk 80 Anak Yatim Piatu di Ponpes Al Hikam

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 227
    • 0Komentar

    PATI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pati menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Dhuafa Al Hikam, Desa Puri, Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian menyambut tahun ajaran baru. Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Kantor Cabang Pati, Zaenal Mustofa, menjelaskan bahwa […]

expand_less