Breaking News
light_mode

Dengan Sains Olahraga, PFA Memoles Mutiara Hitam Lebih Mengkilap

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 31 Mar 2023
  • visibility 214

 

Pelatih Papua Football Academy melihat cara anak asuhnya mengumpan bola/FOTO PAPUA FOOTBALL ACADEMY 

Shin Tae Yong pernah mengkritik pemain Indonesia sudah salah sejak level dasar, dari teknik bermain hingga pemenuhan nutrisinya. Karenanya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sepak bola yang membina usia dini mesti berbenah

PAPUA – Lahirnya Papua Football Academy (PFA) cukup menarik, untuk memoles potensi pemain-pemain muda “Mutiara Hitam” Papua. Para pemain dari Papua dikenal memiliki skill yang luar biasa. 

Pengelolaan PFA disebut sebagai akademi profesional. Dengan fasilitas standar internasional di Mimika Sport Center, Kota Timika disokong dengan tenaga profesional mulai staf kepelatihan hingga fisioterapi dan video analisisnya. 

Pelatihan dalam akademi ini disusun dengan pertimbangan Sains Olahraga secara menyeluruh, yaitu aspek teknis sepak bola, analisis, nutrisi, psikologi dalam olahraga, fisiologi dan penanganan cidera. 

PFA yang saat ini memiliki 30 pemain binaan hasil seleksi ini dipimpin direktur teknik dan tim pelatih dengan lisensi kepelatihan tingkat nasional dan internasional. PFA juga dilengkapi ahli nutrisi hingga staf video analisis.

Pelatihan yang komplet itu menjadi penting, terlebih untuk memberi bekal para pemain muda ini dengan dasar-dasar dan teknik bermain yang baik. Agar kedepan nantinya para pemain muda ini berkembang lebih.

Kita ingat bagaimana pada awal menukangi timnas pada tahun 2020 lalu, Shin Tae Yong blak-blakan mengungkap kesalahan pemain-pemain timnas Indonesia. Menurutnya para pemain Indonesia sudah salah sejak level dasar dari teknik hingga persoalan gizi dan nutrisinya.

Yang menjadi sorotan tentu masalah teknik dasar dalam bermain bola. Mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu menilai teknik mengumpan bola para pemain timnas Indonesia sangat jelak, bahkan menyamakannya seperti anak SD melalukan passing.

Kemampuan passing yang baik tentu menjadi prasyarat dalam bermain bola yang baik, terutama dalam skema permainan sentuhan bola satu – dua. 

“Kualitas operan sentuhan satu – dua jauh dari sempurna. Bola sering kali tidak meluncur tepat ke kaki para pemain yang dituju. Bahkan terkadang mengarah liar tidak tentu arah,” kritik Shin Tae Yong. 

Nutrisi juga menjadi persoalan penting . Disiplin menjaga pola makan dan nutrisi menjadi prinsip yang harus dipegang kuat seorang atlet. 

Salah-salah mengkonsumsi makanan bisa berisiko fatal. Para pemain bisa mengalami gangguan kebugaran atau paling parah risiko cidera.

Contohnya adalah gorengan. Terlalu banyak makan gorengan bisa bikin lemas dan mengantuk. 1 gorengan 140 kalori, 2,5 gram lemak, 4 gram karbohidrat.

Bakat Besar 

Siapa yang tak sepakat jika anak-anak Papua memiliki potensi yang luar biasa di bidang sepak bola. Tanah Papua bahkan disebut sebai “Brazil-nya” Indonesia. Julukan ini tidak lepas dari banyaknya pemain-pemain top yang malang melintang di berbagai tim besar tanah air, dan juga timnas Indonesia. 

Sayangnya bakat besar dari Bumi Cendrawasih ini belum benar-benar meledak menjadi pemain yang top. “Mutiara Hitam” itu belum benar-benar mengkilap benar. 

Secara fisik dan skill mengolah bola para pemain Papua ini memiliki kekhasan tersendiri. Para pemain Papua sangat layak di masa mendatang bisa tampil di liga-liga top dunia. (mif)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Yasin Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Pati, Bupati Absen karena Sakit

    Gus Yasin Pimpin Upacara HUT ke-80 RI di Pati, Bupati Absen karena Sakit

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PATI – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Pati, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 17 Agustus 2025, berlangsung dengan khidmat. Meskipun Bupati Pati, Sudewo, tidak dapat hadir karena sakit, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), hadir untuk memimpin upacara di Alun-alun Pati. Setelah upacara, Gus Yasin menekankan […]

  • Poles Pemain Muda Tugas Nazal Mustofa di Persipa Pati

    Poles Pemain Muda Tugas Nazal Mustofa di Persipa Pati

    • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

      Nazal Mustofa menukangi Persipa Pati musim 2021 Manajer Persipa memperkenalkan Nazal Mustofa sebagai pelatih kepala Persipa musim 2021. Mengoptinalkan pemain muda menjadi tugas utama sang juru taktik tersebut. PATI, Gabus – Manajemen Persipa resmi mengontrak pelatih berpengalaman Nazal Mustofa. Pelatih yang pernah menukangi Persik Kediri dan Persekat Tegal ini diharapkan mampu memoles talenta-talenda muda […]

  • Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting di SMPN 1 Jaken, Pati

    Sosialisasi Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting di SMPN 1 Jaken, Pati

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – SMPN 1 Jaken, Kabupaten Pati, tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga peduli terhadap isu sosial seperti pernikahan dini dan stunting. Hal ini terlihat dari kegiatan sosialisasi yang diadakan pada Rabu (21/08/2024) di aula sekolah, yang diikuti oleh kurang lebih 145 siswa kelas IX. Sosialisasi yang bertema “Bahaya Pernikahan Dini dan Stunting” […]

  • Reahana Arsa Kamila: Bintang Muda Pencak Silat yang Bersinar di Kids Championship 2024

    Reahana Arsa Kamila: Bintang Muda Pencak Silat yang Bersinar di Kids Championship 2024

    • calendar_month Sen, 12 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JEPARA – Pendopo Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, menjadi saksi ajang kejuaraan pencak silat anak, Kids Championship 2024, yang berlangsung pada Minggu (11/8/2024). Atlet-atlet pencak silat dari sekabupaten Jepara turut ambil bagian dalam kompetisi ini, memperlombakan kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Putra/I, Seni Tunggal Senjata, dan Kicking Speed Putra/I. Prestasi gemilang diraih oleh Reahana Arsa Kamila […]

  • Belum Genap Sebulan, 20 Nyawa Melayang di Jalanan

    Belum Genap Sebulan, 20 Nyawa Melayang di Jalanan

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Angka Kecelakaan Turun, Kematian Naik PATI – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati terbilang masih cukup tinggi. Bahkan dalam catatan Satlantas Polres Pati, dalam bulan April saja, tercatat sebanyak 20 nyawa melayang di jalan raya. Meskipun angka korban kecelakaan naik, namun angka kejadiannya turun. Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kasatlantas AKP Ikrar Potawari […]

  • DPRD Pati Minta Pengelolaan TPA Jangan Sampai Overload Sampah

    DPRD Pati Minta Pengelolaan TPA Jangan Sampai Overload Sampah

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 627
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mendesak Pemkab Pati untuk meningkatkan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo. Menurutnya, TPA Sukoharjo, yang merupakan TPA terbesar di Kabupaten Pati, harus dikelola dengan bijak untuk mencegah overload sampah. “Penambahan sampah setiap harinya terus meningkat, sementara luas TPA terbatas. Kita harus mencari solusi agar TPA Sukoharjo bisa menampung […]

expand_less