Breaking News
light_mode

Baginda Teladan Sepanjang Zaman

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 16 Sep 2017
  • visibility 291
Istimewa

Oleh : Achmad Ulil Albab
Hari ini kita
dihadapkan dengan tontonan dagelan yang bisa dibilang menjijikkan. Tabrak sana
tabrak sini tak peduli aturan, orang tak lagi punya pegangan. Kira-kira begitu pengamatan saya. Lebih tepatnya hari ini kita selalu dihadapkan dengan sebuah
pernyataan dan kenyataan, bahwa bangsa ini sedang
menghadapi krisis multi dimensional yang akut.
Mulai krisis
figur pemimpin, hingga krisis kepercayaan diri yang telah lama mengendap dalam
pola pikir dan kedalaman hati. Begitu parah krisis yang dihadapi. Akhirnya
bangsa ini tidak jelas jati dirinya di mata dunia.
Lihat saja
ketika musim pemilu, pilkada dan pemilihan pemimpin lainnya. Akan ada transaksi
deal to deal. Suap, sogokan dan serangan fajar mafhum demi melenggangnya
seseorang di kursi pimpinan. Masih tak percaya ? lihatlah Kasus jua beli
jabatan pemda di Klaten yang menyeret nama Bupati Sri Hartini, belum lama ini.
Rakyat disuguhi “keteladanan” yang salah.
Maka jangan
heran manakala hari ini kita melihat keanehan yang menghinggapi setiap lini.
Apa penyebabnya ? sederhana. Kita kehilangan contoh, kalau kata Ki Hajar
Dewantara seharusnya, Ing Ngarsa Sung Tulodho, di depan memberikan
contoh (teladan).
Dalam sebuah
forum maiyah Tafakur Akhir Zaman (2015), Gus Mus menyentil, kalau kanjeng Nabi
memerintahkan Sholat, beliau sudah sholat dulu. Kalau beliau menyuruh
menyayangi istri, ramah dengan tetangga dan seterusnya. Beliau terlebih dahulu
melakukan. Itu yang jarang kita temukan hari ini, untuk menghindari mengatakan
tidak ada. Malah, kata Gus Mus lagi, sekarang itu orang menyuruh ke barat dia
sendiri melangkah ke timur. Apa ndak bingung yang disuruh?
Kalau kita
cermat membaca sejarah baginda nabi. Menghadapi permasalahan semacam itu,
sebagai pimpinan beliau menerapkanstrategi yang cukup sederhana, sesuai dengan
sabdanya Ibda’ Binafsik yang artinya “Mulailah dari diri sendiri
(anda)” dan itu sudah dimulai beliau sendiri. Oleh karena itu sebuah
perubahan struktural tidak akan mungkin terjadi tanpa adanya perubahan
kultural, dan perubahan kultural tidak akan terjadi tanpa adanya perubahan
individual.
Bisa jadi
perubahan individual menjadi titik pokok untuk sebuah perubahan yang lebih
besar, perubahan struktural (bangsa). Menjadi bangsa yang beradab dan berbudaya
tentunya.
Telaga
Keteladanan 
Di tengah
kegalauan kehidupan yang demikian menjemukan itu, kita perlu kembali mendalami
akhlak mulia dan kearifan sikap nabi. Menyelami telaga keteladanan yang jauh
lebih dalam, semisal :  
Tidak memanfaatkan
jabatan. Baginda nabi wafat tanpa meninggalkan warisan material. Jabatan
sebagai pemimpin bagi baginda, bukanlah cara memperkaya diri. Seperti yang
ditampilan sebagian pejabat hari ini. Berderet mobil dan rumah mewah dipajang dengan
pongah.
Integritas.
Integritas menjadi bagian penting dari kepribadian baginda, yang telah
membuatnya berhasil dalam mencapai tujuan risalahnya. Integritas personalnya
sedemikian kuat sehingga tak ada yang bisa mengalihkannya dari apapun yang
menjadi tujuannya.
Sikap
egaliter. Salah satu fakta menarik tentang nilai-nilai manajerial kepemimpinan Nabi,
adalah penggunaan konsep sahabat (bukan murid, anak buah, anggota, rakyat, atau
hamba). Sahabat dengan jelas mengandung makna kedekatan dan keakraban serta
kesetaraan.
Kecakapan
membaca kondisi dan merancang strategi. Model dakwah rahasia yang diterapkan
selama periode Makkah kemudian dirubah menjadi model terbuka setelah di
Madinah, mengikuti keadaan lapangan, tantangan serta serta peluang.
Visioner. Sejumlah
hadits menunjukkan bahwa Rasul SAW. adalah seorang pemimpin yang visioner,
berfikir demi masa depan.Banyak hadits Rasul saw. yang dimulai dengan kata
“akan datang suatu masa”, lalu diikuti sebuah deskripsi berkenaan
dengan persoalan tertentu. Sekian abad berlalu, kini banyak dari deskripsi
hadits tersebut yang telah mulai terlihat nyata.
Terakhir
kesederhanaan, kesederhanaan menjadi trade mark kepemimpinan Rasul saw.Tak
pernah baginda nabi bermewah.  Ini yang
tidak banyak ditampilkan pemimpin hari ini. Pesona akhlak dan sikap baginda
yang demikian itu tentunya mampu menjadi cerminan kita hari ini.
Begitu,
setelah menyelam dalam telaga keteladanan yang jernih dan menyejukkan itu,
pikiran kita akan segar, untuk kembali meniti jalan panjang di dunia yang
berliku dan berbatu. (*) 





  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dipastikan Lolos 12 Besar Piala Soeratin U-17, Persipa Pati Junior Tetap Tampil Ngeyel

    Dipastikan Lolos 12 Besar Piala Soeratin U-17, Persipa Pati Junior Tetap Tampil Ngeyel

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    OLAHRAGA, LINGKARMURIA.COM – Persipa Pati U-17 telah memastikan tempat mereka di babak 12 Besar Piala Soeratin U-17 2023 Zona Jawa Tengah dan akan menjalani laga kedua Grup E melawan BJL 2000 Semarang di Stadion Citarum, Semarang pada Jumat (20/10/2023).Meskipun sudah pasti lolos, namun semangat bertanding tetap menyala di dalam tim. Dalam klasemen Grup E, Persipa […]

  • Pemkab Pati Gelar Talent Scouting PNS

    Pemkab Pati Gelar Talent Scouting PNS

    • calendar_month Kam, 4 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Pembukaan uji kompetensi dalam rangka talent scouting PNS  PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menggelar uji kompetensi teknis Talent Scouting Calon Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Tahun 2023, (03/05/2023) di ruang laboratorium komputer SMK Negeri 1 Pati. Turut hadir perwakilan BKD Provinsi Jateng, Inspektur Kabupaten Pati, Kepala BKPP Pati serta Kepala SMKN […]

  • Persijap Jepara Takluk Atas Bhayangkara FC, Alarm Bahaya Target Liga 1

    Persijap Jepara Takluk Atas Bhayangkara FC, Alarm Bahaya Target Liga 1

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 332
    • 0Komentar

    MAGELANG – Setelah tak terkalahkan di enam laga awal Liga 2 musim 24/25, keperkasaan Persijap Jepara runtuh saat menjamu Bhayangkara FC, (21/20/2024) di Stadion Moch Soebroto Magelang. Persijap Jepara harus menelan kekalahan dengan skor 0-2 dalam pertandingan yang berlangsung kurang memuaskan bagi tim asuhan Kahudi Wahyu Widodo. Sepanjang pertandingan, permainan Persijap tidak berkembang seperti yang […]

  • Lima Warga Binaan Masuk Daftar Penerima Remisi

    Lima Warga Binaan Masuk Daftar Penerima Remisi

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

      Suasana haru saat para warga binaan mengikuti perayaan Hari Natal yang diselenggarakan atas kerja sama dengan pihak Lapas Kelas II B Pati bersama Gereja GKMI Pati di aula Lapas kAMIS (7/12/17) pagi kemarin. Lingkar Muria, PATI – Jelang hari Natal Tahun 2017, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mulai mengajukan remisi untuk warga […]

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Kekosongan ratusan formasi perangkat desa (perades) di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pasalnya, kondisi ini dinilai dapat mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut data yang ada, saat ini terdapat 601 formasi perades yang kosong di Kabupaten Pati. Rinciannya, 86 formasi sekretaris desa dan 515 formasi perangkat desa […]

  • Ketika Menjaga Kebersihan Menjadi Kewajiban Setiap Pemeluk Agama

    Ketika Menjaga Kebersihan Menjadi Kewajiban Setiap Pemeluk Agama

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Seruan aksi menjaga kebersihan Sungai Juwana Sejumlah aktivis lintas agama menggelar aksi bersih-bersih Sungai Juwana, Pati. Menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk kehidupan lestari berkelanjutan. PATI  – Sebuah kegiatan bertajuk “Bedo Kang Nyawiji” digelar oleh masyarakat lintas agama, ras dan golongan di bantaran Sungai Juwana. Tepatnya di area Jembatan Sampang Pati, Sabtu (29/10/2022). Mereka […]

expand_less