Breaking News
light_mode

Berprestasi Bupati Pati Haryanto Terima Penghargaan di Bidang Pengelolaan Lingkungan Pesisir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 14 Des 2017
  • visibility 264


Lingkar Muria, JAKARTA – Bupati Pati Haryanto menerima
penghargaan dari Presiden RI berupa tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya
Bidang Pemerintahan Dalam Pengelolaan, Pengembangan dan Pembangunan Kelautan
2017. Penyerahan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo atas nama
Presiden RI di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu ( 13/ 12).
“Alhamdulillah, saya tak menyangka
sebelumnya, karena ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang kelautan. Kami
dianggap berhasil melakukan tindakan nyata dalam pengendalian dampak lingkungan
akibat kegiatan pembangunan. Selain itu, meningkatnya partisipasi masyarakat
dalam penanaman mangrove, hingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat
juga jadi poin plus kami. Di samping juga perikanan kita yang juga punya nilai
lebih”, terang Bupati.
Suami Musus Indarnani ini juga
menekankan bahwa capaian ini merupakan capaian bersama. “Jadi keberhasilan ini
bukan keberhasilan saya saja tetapi keberhasilan masyarakat Kabupaten Pati
terutama masyarakaat yang ada di wilayah pesisir utara. Karena itu saya ucapkan
terima kasih kepada segenap elemen masyarakat yang telah ikut ambil bagian
hingga penghargaan ini bisa diraih”, imbuhnya.
Haryanto berhasil memperoleh
Satyalancana Wira karya bersama enam kepala daerah lain se-Indonesia. Tercatat
diantaranya ada Bupati Pacitan, Probolinggo, Klungkung, Bone, Walikota Pariaman
dan Pare-Pare.
Penyematan tanda kehormatan kepada
para kepala daerah ini dilakukan bertepatan dengan puncak peringatan Hari
Nusantara.
Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo,
yang datang mewakili Presiden Joko Widodo, mengatakan bahwa peringatan Hari
Nusantara ini tidak hanya seremonial belaka. Menurutnya, perayaan ini akan
memperkuat bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari, untuk dapat mewujudkan
nawacita Indonesia sebagai poros Maritim.
“Deklarasi Djuanda merupakan
tonggak penyatuan Republik Indonesia yang utuh antara pulau satu dengan pulau
yang lain, sehingga tidak lagi terdapat wilayah laut internasional,” ujar
Tjahyo ketika membuka rangkaian acara peringatan Hari Nusantara tersebut.
“Jadi laut bukan pemisah tapi
penyatu bangsa. Melalui Deklarasi Djuanda pula negara kepulauan bisa diterima
secara internasional,” tambah dia.
Dalam kesempatan itu, Tjahyo juga
mengutip perkataan Presiden Jokowi Widodo yang menyatakan bahwa Indonesia telah
lama memunggungi laut, samudera dan teluk. Padahal sebagai bangsa maritim laut
adalah masa depan bangsa.
Oleh karena itu, lanjutnya,
pemerintah mulai memperkuat ketahanan maritim Indonesia dengan salah satu
upayanya yaitu memberantas illegal fishing, agar kekayaan laut Indonesia dapat
dinikmati seutuhnya oleh masyarakat Indonesia. Selain itu pemerintah juga
memaksimalkan laut untuk meningkatkan efisiensi logistik dengan membangun jalur
tol laut.
“Ke depan akan kami usulkan program
yang berkaitan dengan maritim akan dijadikan satu, jangan kemarin ada Sail Sabang
(Aceh) sekarang Hari Nusantara (Cirebon) besok hari nelayan, dan sebagainya.
Ini kalau dijadikan satu makin meriah semarak, dan efisien,” kata Tjahyo.
Adapun Hari Nusantara adalah
peringatan keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan
diakui secara internasional melalui instrumen Konvensi Hukum Laut Perserikatan
Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982. Pengakuan ini sebelumnya didahului oleh
diumumkannya dalam Deklarasi Djoeanda tanggal 13 Desember 1957.
Berbagai atraksi dan kegiatan ditampilkan untuk menyemarakkan hari bersejarah
ini. Antara lain, atraksi terjun bebas oleh TNI Angkatan Laut, demo Search and
Rescue (SAR) Laut, dan sail pas kapal-kapal nelayan Indonesia.
Sementara itu, Menko Maritim Luhut
Pandjaitan yang juga ketua dewan pengarah Hari Nusantara 2017, mengingatkan
perlunya masyarakat Indonesia mengingat kembali posisi strategis Indonesia di
kawasan. “Saya sebut ini sebagai posisi silang diantara dua samudera dan
diantara dua benua besar, jadi Indonesia ini berada pada posisi yang strategis,”
ujar Luhut.
Menurut Luhut, saat ini banyak
masyarakat Indonesia yang tidak sadar betapa strategisnya posisi Indonesia
dalam dunia internasional. Dengan posisi diantara Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik serta diantara Benua Asia dan Australia, tambah Luhut, bangsa Indonesia
perlu mengedepankan persatuan diantara perbedaan yang ada.
“Bangsa Indonesia harus kompak,
harus mengurangi sebanyak mungkin perbedaan-perbedaan. Ya perbedaan itu adalah
rahmat sekaligus juga bisa menjadi malapeteka kalau kita tidak mampu mengelolanya
dengan baik,” tegas dia.
Luhut mengatakan, perlunya
Indonesia mengontrol lalu lintas udara dan lalu lintas kapal. Namun hal itu
perlu diimbangi dengan penguasaan teknologi dan peningkatan kemampuan SDM yang
ada. (mil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dewan Soroti Potensi Bencana Musim Kemarau, Kekeringan Makin Meluas

    Dewan Soroti Potensi Bencana Musim Kemarau, Kekeringan Makin Meluas

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Dalam sebulan ini, musim kemarau melanda Kabupaten Pati. Diprediksi musim kemarau tahun ini bakal mencapai puncaknya hingga September. Berbagai bencana mengintai, yang paling mengkhawatirkan persoalan kekeringan air. Melihat hal tersebut, DPRD Kabupaten Pati mengimbau agar masyarakat sebelumnya telah bersiap. Dimana bencana kekeringan menjadi rutinitas yang dialami masyarakat Kabupaten Pati tiap tahunnya. Khususnya yang […]

  • Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ 2025 Digelar, DPRD Siap Bahas dalam 30 Hari

    Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ 2025 Digelar, DPRD Siap Bahas dalam 30 Hari

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.731
    • 0Komentar

    PATI – Rapat Paripurna untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati Tahun 2025 telah digelar pada hari Kamis, 26 Maret 2026. Dalam rapat tersebut, PLT Bupati Pati telah menyampaikan laporan sesuai mekanisme yang berlaku. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa DPRD memiliki jangka waktu 30 […]

  • Dukungan Habib Luthfi untuk Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

    Dukungan Habib Luthfi untuk Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

      Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan mendukung penuh pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional Pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional mendapat perhatian luas. Ulama kharismatik yang juga anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan termasuk yang ikut mendorong agar perempuan yang dikenal gagah berani dalam mengusir penjajah ini diakui oleh pemerintah atas perannya tersebut. JEPARA […]

  • Hadiri Gelar Seni Budaya di TMII, Ketua DPRD Pati Dukung Pelestarian Budaya Daerah

    Hadiri Gelar Seni Budaya di TMII, Ketua DPRD Pati Dukung Pelestarian Budaya Daerah

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.526
    • 0Komentar

    PATI — Ketua DPRD Kabupaten Pati, H. Ali Badrudin, S.E., menghadiri Gelar Seni Budaya Tahun 2026 yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (27/9/2026). Gelar seni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan seni dan budaya daerah, khususnya kekayaan budaya Kabupaten Pati, kepada masyarakat yang lebih luas. […]

  • Dialog Kebangsaan Muhammadiyah Kudus: Dakwah Persyarikatan Berbasis Ekonomi dan Kemandirian

    Dialog Kebangsaan Muhammadiyah Kudus: Dakwah Persyarikatan Berbasis Ekonomi dan Kemandirian

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    KUDUS – Muhammadiyah Kudus menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Peran Politik Ekonomi Kebangsaan Muhammadiyah dalam Memajukan Dakwah Persyarikatan” di Hotel Kenari Kudus, Minggu (30/11/2025). Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran PCM, PRM, dan ranting sebagai garda terdepan dakwah persyarikatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketua LHKP Muhammadiyah Kudus, Dr. Bonnix Maulana, menyampaikan bahwa […]

  • Ali Badruddin Minta Komisi D Panggil Sekolah dan Disdikbud usai Kepala SMPN 1 Tayu Dinilai Kurang Responsif

    Ali Badruddin Minta Komisi D Panggil Sekolah dan Disdikbud usai Kepala SMPN 1 Tayu Dinilai Kurang Responsif

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.965
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badruddin, menginstruksikan Komisi D DPRD Pati untuk segera mengundang pihak pengelola SMPN 1 Tayu serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati. Langkah ini diambil setelah Kepala SMPN 1 Tayu dinilai tidak memberikan respon yang memadai saat anggota dewan melakukan kunjungan mendadak (sidak) ke sekolah tersebut. Ali mengungkapkan […]

expand_less