Breaking News
light_mode

Alif Sumadi Spesialis Peternak Murai Batu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Jan 2018
  • visibility 242
Jadi Peternak Karena Kepincut Teman
DOKUMEN PRIBADI

Sebelumnya pekerjaan Alif Sumadi memang
tak jauh dari dunia perburungan. Dia bekerja sebagai penjual jangkrik untuk
pakan burung. Namun pekerjaan itu dia tinggalkan saat kepincut penghasilannya temannya
yang sukses ternak burung.

Rumahnya bisa dibilang gedongan, dibanding
rumah di sekelilingnya. Di depan rumah terparkir satu unit mobil jenis minibus.
Saat mulai masuk ke dalam rumah, suara cericit burung-burung menyambut siapapun
yang datang. Di kalangan pecinta burung, Madi sapaan akrabnya memang sangat
dikenal. Banyak orang datang dari dalam kota hingga luar kota.
Dia ramah, dan blak-blakan.
Menganggap semua tamu, baik yang baru pertama datang maupun yang sudah sering
bertamu seperti teman sendiri. ”Sudah anggap saja seperti tempat sendiri. Mau
ngopi atau ngeteh, buat sendiri sesuai selera. Jangan sungkan,” kata Madi mempersilahkan
tamunya.
Usai menyeruput kopi hitam yang
masih mengepulkan aspanya, Madi baru bercerita bagaimana dirinya memulai usaha
ternak burung. Awalnya, Madi memang penjual jangkrik yang digunakan sebagai
pakan burung. Sudah berjalan cukup lama.
”Namun suatu saat saya melihat
teman saya berhasil dengan menjadi peternak burung Murray waktu itu, singkatnya
kemudian saya tertarik. Lalu mulai sedikit demi sedikit merintis usaha ini,”
jelas pria yang tinggal di Dukuh Pilang Desa Tompomulyo ini Kecamatan Batangan Kabupaten Pati.
Madi memilih ternak jenis Murray.
Sedangkan jenis lovebird, Madi hanya menjual saja. ”Sebab Murray lebih cepat
beranak dibanding lovebird. Lebih cepat beranak lebih cepat pula dapat untung
kan. Makanya saya fokus di Murray saja. Perbandingannya sekali lovebird
beranak. Murray bisa tiga kali,” papar Madi.
Usaha ternak burung ini sudah
dijalani Madi puluhan tahun. Bahkan sejak anak satu-satunya masih kecil, hingga
kini sudah menjadi sarjana di salah satu kampus negeri di Surakarta. ”Ya
lumayan lah, untung dari ternak burung ini bisa untuk kebutuhan sehari-hari dan
menyekolahkan anak saya hingga jenjang yang tinggi,” imbuhnya.
Namun perlu diketahui, kata Madi.
Ternak burung ini tak menentu. Perlu sebuah kunci untuk telaten di bidang ini.
Kuncinya sabar. ”Sebab ternak burung ini gampang-gampang susah. Harganya kadang
ya tak menentu. Misalnya kemarin satu jenis burung lovebird dihargai Rp 10
juta. Tiba-tiba bisa turun sampai di angka Rp 1 juta. Begitu juga dengan Murray,
namun tidak sedrastis anjloknya jenis loverbird. Ini salah satu tantangannya,”
terangnya.
Memang ternak burung ini cukup
menjanjikan. Anakan saja sepasang bisa dihargai Rp 3 juta, kalau kualitasnya
lebih baik bisa sampai Rp 5 juta. Itu untuk jenis burung Murray batu. Perawatannya
pun tak repot. ”Bahkan bisa untuk pekerjaan sampingan saja. Perawatannya sama
lah kurang lebih seperti merawat burung pada umumnya. Memberi makan dan juga
membersihkan kandang,” kata Madi.
Saat ini di peternakannya, Madi
telah memiliki sebanyak 10 kandang untuk 10 pasang Murray. Juga puluhan kandang
untuk jualan burung jenis lovebird. Pantas ruangan paling belakang rumah Madi
sudah seperti alam bebas. Suara keriuhan cericit burung menyesaki ruangan
dengan luas 6×5 meter tersebut.
 Keberhasilan Madi beternak burung ini pun
membuat banyak yang kepincut. Kini di Desa Tompomulyo banyak yang mengikuti
jejak Madi. Rata-rata mereka anak muda. Salah satunya Gunarto.
Pria yang tinggal tak lebih dari 20
meter dari rumah Madi ini sekarang menjalani usaha ternak burung. Gunarto sudah
mulai sejak tiga tahun lalu. Kurang lebih dia mempunyai 21 indukan burung. ”Saya
yang ngajarin ternak juga dari Pak Madi,” terang pria yang sebelum menjadi
peternak burung ini bekerja sebagai tenaga serabutan.
Kini di desa yang mayoritas
penduduknya bergantung di dunia pertanian ini banyak warganya yang menekuni
usaha ternak burung. Disamping Madi dan Gunarto, masih ada yang lain. ”Ada
lebih 20an kira-kira yang sekarang mulai ternak burung. Rata-rata baru setahun dua
tahun,” kata Gunarto. (Achmad Ulil Albab)
 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seorang pedagang kelapa kopyor di Desa Ngagel Dukuhseti Pati sedang mengemas buah kelapa kopyor untuk dijual

    Kelapa Kopyor Pati Permata Hijau di Pekarangan Rumah

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Kelapa kopyor menjadi buah unggulan dari Pati Jawa Tengah yang memiliki nilai lebih dan keunikan rasanya sangat diminati.

  • Pengertian Istilah Jumlah Gol dalam Sepak Bola

    Pengertian Istilah Jumlah Gol dalam Sepak Bola

    • calendar_month Sab, 13 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

       Robert Lewandowski saat berkostum Bayern Muenchen/INSTAGRAM @_rl9 Dalam olahraga sepak bola ada banyak istilah-istilah khusus yang harus diketahui. Seperti istilah dalam urusan mencetak gol. Kita kerap mendengar komentator menyebut istilah brace, hattrick, dan quattrick. Apakah maksud dari ketiga istilah tersebut. 1. Brace  Brace adalah sebutan bagi seorang pemain yang bisa mencetak dua gol dalam […]

  • Wagub Jateng Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Cinta Nabi Lewat Sholawat

    Wagub Jateng Ajak Masyarakat Kudus Perkuat Cinta Nabi Lewat Sholawat

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 215
    • 0Komentar

    KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak masyarakat Kudus menjadikan sholawat sebagai momentum untuk memperkuat cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan menumbuhkan semangat persatuan serta kedamaian. Hal ini disampaikan Gus Yasin dalam acara New Shantika Bersholawat di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (26/7/2025). Ribuan masyarakat dan siswa anggota […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Serius Garap Sektor Pertanian untuk Ketahanan Pangan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Serius Garap Sektor Pertanian untuk Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 271
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam menggarap sektor pertanian demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, dalam sebuah pernyataan resmi. Muslihan menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang saat ini menjadi fokus pemerintah daerah diharapkan tidak […]

  • PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana dan Kekeringan

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana dan Kekeringan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PATI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati menggelar Musyawarah Kerja Kabupaten (Muskerkab) di Aula Markas PMI Pati pada Sabtu (15/2/2025). Acara yang dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Pati, Haryanto, dihadiri oleh pengurus dan perwakilan PMI dari berbagai kecamatan, kecuali PMI Kecamatan Kayen yang berhalangan karena tugas di luar kota. Muskerkab tersebut membahas program kerja […]

  • Nama Unik Tiga Armada Damkar Pati, Ini Filosofinya

    Nama Unik Tiga Armada Damkar Pati, Ini Filosofinya

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati resmi mengoperasikan tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) baru. Ketiga armada ini diberi nama oleh Bupati Pati, Sudewo, dengan mengambil nama-nama tokoh pewayangan: Ontoseno, Gatotkaca, dan Ontorejo. Bupati Pati Sudewo mengungkapkan alasan di balik pemberian nama tersebut saat diwawancarai media. “Dengan filosofi yang terkandung dalam nama-nama itu, diharapkan ketiga armada […]

expand_less