Breaking News
light_mode

Filter Inlet Outlet Bikin Irigasi Persawahan Jadi Sehat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
  • visibility 260



Teknologi penyaringan air sebelum dan
sesudah masuk area persawahan, dinilai sangat diperlukan. Hal ini mengingat air
yang berasal dari sungai maupun sawah yang digunakan untuk irigasi,
dimungkinkan mengandung kontaminan logam berat maupun residu pestisida, tentu
dampaknya adalah kesehatan manusia.
“Hasil penelitian yang kami lakukan,
menunjukkan bahwa penggunaan pestisida di lahan pertanian dapat mengakibatkan
akumulasi residu pestisida dalam tanah, tanaman, dan air (sawah),” ungkap
Kepala Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Asep Nugraha Ardiwinata, Senin (9/7/2018). 
Kandungan residu
pestisida ditemukan dengan konsentrasi relatif tinggi dan beberapa jenis
pestisida telah melebihi batas maksimum residu (BMR)
, lanjutnya. Kandungan residu pestisida yang ditemukan tidak hanya pada air dalam
petakan sawah
, tetapi juga pada inlet maupun outletnya.
“Kandungan residu pestisida pada saluran
outlet, selanjutnya akan masuk ke aliran sungai dan akan membahayakan
lingkungan biota air dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan suatu
alat filtrasi yang dapat menahan atau menangkap residu pestisida tersebut
sebelum terbawa aliran dan masuk ke sungai,” imbuhnya.
Pria yang
menjadi salah satu konseptor mengatasi banjir Ibu kota ini 
mengaku sudah
menemukan alat yang efektif untuk mengatasi hal tersebut, yakni Filter Inlet
Outlet (FIO). Alat yang terbuat dari bahan sederhana itu, dapat menyaring air
irigasi yang mengandung kontaminan logam menjadi air sehat untuk tanaman
dan lingkungan.
Menggunakan
kerangka dari
 besi, galvanis, fiber, maupun lainnya dengan dimensi yang dapat disesuaikan dengan lokasi saluran
irigasi. Sebagai tempat dari biochar atau arang aktif, kawat kassa dibuat
menjadi selongsong sehingga dapat diisi dengan biochar.
“jika semua
sudah
 terpasang dalam satu box, maka FIO bisa ditaruh tepat di saluran
masuk maupun keluar irigasi persawahan. Dengan begitu, air yang masuk ke
persawahan, bisa dipastikan bebas dari kontaminan logam maupun residu
pestisida. Sehingga, kondisi tanaman bisa tumbuh subur
,” pungkasnya. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Rakyat jadi Ajang Show UMKM Lokal

    Pasar Rakyat jadi Ajang Show UMKM Lokal

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Bupati Kudus Hartopo meninjau stand UMKM di Pasar Rakyat Mejobo Kudus Bupati Hartopo : Pasar Rakyat Jadi Ajang UMKM Lokal Berdaya KUDUS – Pengembangan UMKM menjadi salah satu kebijakan utama Pemerintah Kabupaten Kudus. Melalui Pasar Rakyat di sembilan kecamatan, Bupati Kudus Hartopo memberikan kesempatan UMKM untuk memperkenalkan produknya pada khalayak.  Kali ini, Hartopo membuka Pasar […]

  • Haru Nakagaki/INSTAGRAM n_haru71

    Duo Pemain Jepang Siap Bela Persijap

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Haru Nakagaki/INSTAGRAM n_haru71 Liga 2 tahun ini bakal sangat menarik, karena persaingan akan ketat dalam hal perebutan tiket promosi maupun yang berada di zona degradasi. Terlebih saat ini diperbolehkan menggunakan pemain asing.    JEPARA – Tim Persija Jepara bakal memakai service dua pemain asing pada ajang Liga 2 musim 2023/2024. Kedua pemain itu adalah pemain […]

  • Sudah Ada Surat Edarannya, Masyarakat Masih Bertanya Masa Berlaku E-KTP

    Sudah Ada Surat Edarannya, Masyarakat Masih Bertanya Masa Berlaku E-KTP

    • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Sebagian masa berlaku KTP elektronik belum semua tertulis berlaku seumur hidup. Ada yang masih tertulis masa berlaku. Misalnya, berlaku hingga 1 Januari 2018. Hal ini masih memicu kebingungan masyarakat. Meskipun sudah diterbitkan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Jumat (29/1/16) lalu. Dimana dalam surat edaran tersebut disebutkan dengan jelas, […]

  • Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

    Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

    • calendar_month Jum, 6 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Melihat Kisah Abdul Karim, Juara I Pemuda Pelopor Kesadaran Lingkungan Kabupaten Pati 2018, Penggagas Komunitas Resik Apik di Desa Kajen. Karim memang pemuda yang tak gampang menyerah. Untuk mengabdikan diri mengelola sampah di desanya sendiri, dia harus tabah menerima cibiran dari tetangga. Dia dijuluki si pemuda sampah karena kegigihannya mengajak warga supaya ikut program resik […]

  • Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

    Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Kota Pati terletak di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki wilayah paling luas. Pati memiliki pantai, hingga dataran tinggi pegunungan. Kotanya tak terlalu ramai. Hingga mendapat julukan kota pensiunan. Namun, kota ini punya daya tarik sendiri yang membuat siapapun betah berlama-lama tinggal di kota yang terdiri dari 21 kecamatan, 401 desa, […]

  • Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Logo Hari Santri 2021 dari Kementerian Agama terlihat simpel. Namun filosinya cukup dalam. Kreatornya adalah seorang santri tulen asal Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso. Semalaman dia menggarap proyek dadakan itu. PATI – Kementerian Agama resmi meluncurkan logo peringatan Hari Santri tahun 2021. Adalah M. Shofa Ulul Azmi, pria kelahiran Pati, 27 Juni 1992 ini yang menciptakan […]

expand_less