Breaking News
light_mode

Beragam Pagelaran, Jadi Nafas Panjang Regenerasi Barongan Blora

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 14 Des 2018
  • visibility 163
Barongan Blora saat pentas di anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta

Geliat kesenian asli Kabupaten
Blora, Barongan makin digandrungi. Barongan kini telah dibilang menjadi sebuah
identitas kebanggaan bagi masyarakat Blora. Baronganpun menjadi lekat dengan
denyut nadi kehidupan masyarakat. Terutama dalam gebyar sebuah perayaan.
Kepala Dinas Pemuda Pariwisata
Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Blora, Kunto Aji mengungkapkan hal demikian.
Saat ini menurutnya, Barongan telah hadir dalam setiap kegiatan. Oleh karenanya
kelestarian salah satu kearifan lokal Blora ini tak menjadi masalah dan kekhawatiran
pemerintah.
”Sedekah bumi, hajatan sunatan, dan
banyak kegiatan lain telah membawa eksistensi kesenian ini menjadi lebih baik,”
kata Kunto.
Tidak seperti nasib-nasib kesenian
tradisional di banyak tempat, Kunto pun mengaku tak risau dengan proses
regenerasi seniman Barongan di Blora. ”Saat ini di Blora ada ratusan grup
Barongan ini. Pemainnya pun tak hanya generasi tua. Banyak dari kalangan remaja
dan juga anak-anak yang sudah berkecimpung di kesenian ini,” paparnya.
Apalagi dukungan pemerintah sangat
nyata terhadap eksistensi kesenian Barongan tersebut. ”Setiap tahun kami
mengadakan yang namanya Festival Barongan. Ada juga perlombaan Barongan, bahkan
untuk Barongan dengan pemain anak-anak,” imbuh Kunto Aji.
Peran pemerintah pun diakui salah
satu seniman Barongan Blora, yang juga memiliki sanggar untuk berlatih
Barongan. Adalah Adi Wibowo, pria yang akrab disapa Didik ini mengaku peran
pemerintah untuk mendukung kesenian tradisional Blora ini sangat baik.
”Tidak hanya pementasan ketika
sedekah bumi, maupun ritual-ritual berbau mistis saja. Banyak sekarang
kegiatan-kegiatan pemerintah, peresmian, penyambutan, atau berbagai hal
kegiatan yang mengundang kesenian Barongan ini sebagai hiburannya. Kemarin kami
juga dilibatkan dalam festival pangan tingkat provinsi yang dipusatkan di
Blora,” kata pria yang juga sebagai pendiri sanggar Risang Guntur Seto.
Kesenian Barongan sekarang, kata
Didi, lebih banyak mengeksplore keindahan seninya. Tidak melulu identik dengan
mistisnya. Barongan Blora pun dikenal memiliki kekhasan dibanding Barongan dari
tempat lain.
Ciri khas Barongan Blora sendiri
ada pada irama musiknya yang rancak. Dan penampilnya yang atraktif memainkan
barongan. ”Tetabuhan dalam Barongan Blora memang beda dari barongan di tempat
lain. Lebih rancak. Orang mengenal dulu tolek
togleng
,” papar Didi.
Barongan Blora pun tak hanya
menarik bagi masyarakat Blora sendiri. Pikat Barongan Blora pun mengantarkan
kesenian ini unjuk gigi di depan para duta besar UNESCO di TMII tahun kemarin.
Awalnya, kata Didi, barongannya
tampil reguler di anjungan Jawa Tengah TMII 
Jakarta. Oleh dinas terkait, Barongan Blora diikutkan lomba. Sebagai
salah satu hadiahnya, Barongan Blora berkesempatan tampil di depan para dubes
dari Asia, Eropa, dan negara-negara lainnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

    DPRD Pati Dorong Petani Gunakan Pupuk Organik

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 163
    • 0Komentar

    PATI – Seiring dengan pengurangan jatah pupuk subsidi dan melonjaknya harga pupuk non-subsidi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong penggunaan pupuk kandang sebagai solusi untuk meringankan beban para petani. “Agar pupuk tidak menjadi momok bagi petani, harus dibudayakan penggunaan pupuk kandang. Pupuk kandang modalnya lebih sedikit dibandingkan pupuk kimia,” ujar Anggota DPRD Kabupaten […]

  • Masjid Tanpa Sujud ?

    Masjid Tanpa Sujud ?

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Teater Gerak 11 PMII Cabang Kudus bersiap menggelar pentas produksi pada Sabtu (18/5/2019) nanti di Gedung O FKIP Universitas Muria Kudus pukul 20.00. Lakon yang dibawakan adalah “Masjid Tanpa Sujud”. Lakon itu merupakan naskah karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin, seniman dan budayawan dari Bumi Mina Tani, sekaligus pendiri Orkes Puisi Sampak GusUran dan pengasuh Ngaji […]

  • Arsip berita demo besar - besaran 13 Agustus dari koran Tribun Jateng.

    Arsip Aksi Demo 13 Agustus Lengserkan Bupati Pati Sudewo di Tribun Jateng

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Pada tanggal 13 Agustus 2025 ribuan orang mengadakan unjuk rasa besar – besaran. Menuntut Bupati Pati Sudewo lengser dari jabatannya. Kemarahan ribuan orang ini dipicu berbagai kebijakan kontroversial, salah satunya kenaikan PBB P2 sebesar 250%. Meskipun kebijakan ini dibatalkan, warga tetap marah dan menuntut Sudewo lengser. Sumber : Tribun Jateng edisi 14 Agustus 2025

  • Selamat Tinggal Lokalisasi Selamat Datang Prostitusi Online?

    Selamat Tinggal Lokalisasi Selamat Datang Prostitusi Online?

    • calendar_month Sab, 5 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

      Anggota Komisi D DPRD Pati Noto Subiyanto PATI – Lokalisasi Lorong Indah (LI) berhasil dibongkar pemkab Pati pada Kamis (3/2/2022). Sejumlah pihak mengapresiasi kebijakan “berani” dari pemerintah, karena telah melenyapkan tempat maksiat itu. Dikutip dari berbagai sumber, ada sekitar 70-an bangunan yang dirobohkan. Kini lokalisasi itu telah rata dengan tanah. Di lokalisasi ini memang […]

  • Selamat! Bupati Kudus Raih Award Akselerasi Penanganan Covid-19

    Selamat! Bupati Kudus Raih Award Akselerasi Penanganan Covid-19

    • calendar_month Sab, 27 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

      Bupati Kudus Hartopo membawa trophy Indonesia Award 2021 atas prestasi akselerasi penanganan Covid-19 KUDUS – Bupati Kudus Hartopo mendapatkan penghargaan kategori Public Health Care, ‘Encouraging Public Participation to Accelarate Pandemic Recovery’. Penghargaan diserahkan dalam acara Indonesia Award 2021 yang digelar di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021) malam. “Alhamdulillah, menerima penghargaan […]

  • DPRD Pati Dukung Program Panen 10 Ton GKP Per Hektar

    DPRD Pati Dukung Program Panen 10 Ton GKP Per Hektar

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 127
    • 0Komentar

    PATI – Program Pemerintah Kabupaten Pati yang menargetkan hasil panen minimal 10 ton gabah kering panen (GKP) per hektar mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyatakan program ini sebagai langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan. “Kami mendukung program-program yang dicanangkan pemerintah pusat, dan […]

expand_less