Breaking News
light_mode

Beragam Pagelaran, Jadi Nafas Panjang Regenerasi Barongan Blora

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 14 Des 2018
  • visibility 337
Barongan Blora saat pentas di anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta

Geliat kesenian asli Kabupaten
Blora, Barongan makin digandrungi. Barongan kini telah dibilang menjadi sebuah
identitas kebanggaan bagi masyarakat Blora. Baronganpun menjadi lekat dengan
denyut nadi kehidupan masyarakat. Terutama dalam gebyar sebuah perayaan.
Kepala Dinas Pemuda Pariwisata
Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Blora, Kunto Aji mengungkapkan hal demikian.
Saat ini menurutnya, Barongan telah hadir dalam setiap kegiatan. Oleh karenanya
kelestarian salah satu kearifan lokal Blora ini tak menjadi masalah dan kekhawatiran
pemerintah.
”Sedekah bumi, hajatan sunatan, dan
banyak kegiatan lain telah membawa eksistensi kesenian ini menjadi lebih baik,”
kata Kunto.
Tidak seperti nasib-nasib kesenian
tradisional di banyak tempat, Kunto pun mengaku tak risau dengan proses
regenerasi seniman Barongan di Blora. ”Saat ini di Blora ada ratusan grup
Barongan ini. Pemainnya pun tak hanya generasi tua. Banyak dari kalangan remaja
dan juga anak-anak yang sudah berkecimpung di kesenian ini,” paparnya.
Apalagi dukungan pemerintah sangat
nyata terhadap eksistensi kesenian Barongan tersebut. ”Setiap tahun kami
mengadakan yang namanya Festival Barongan. Ada juga perlombaan Barongan, bahkan
untuk Barongan dengan pemain anak-anak,” imbuh Kunto Aji.
Peran pemerintah pun diakui salah
satu seniman Barongan Blora, yang juga memiliki sanggar untuk berlatih
Barongan. Adalah Adi Wibowo, pria yang akrab disapa Didik ini mengaku peran
pemerintah untuk mendukung kesenian tradisional Blora ini sangat baik.
”Tidak hanya pementasan ketika
sedekah bumi, maupun ritual-ritual berbau mistis saja. Banyak sekarang
kegiatan-kegiatan pemerintah, peresmian, penyambutan, atau berbagai hal
kegiatan yang mengundang kesenian Barongan ini sebagai hiburannya. Kemarin kami
juga dilibatkan dalam festival pangan tingkat provinsi yang dipusatkan di
Blora,” kata pria yang juga sebagai pendiri sanggar Risang Guntur Seto.
Kesenian Barongan sekarang, kata
Didi, lebih banyak mengeksplore keindahan seninya. Tidak melulu identik dengan
mistisnya. Barongan Blora pun dikenal memiliki kekhasan dibanding Barongan dari
tempat lain.
Ciri khas Barongan Blora sendiri
ada pada irama musiknya yang rancak. Dan penampilnya yang atraktif memainkan
barongan. ”Tetabuhan dalam Barongan Blora memang beda dari barongan di tempat
lain. Lebih rancak. Orang mengenal dulu tolek
togleng
,” papar Didi.
Barongan Blora pun tak hanya
menarik bagi masyarakat Blora sendiri. Pikat Barongan Blora pun mengantarkan
kesenian ini unjuk gigi di depan para duta besar UNESCO di TMII tahun kemarin.
Awalnya, kata Didi, barongannya
tampil reguler di anjungan Jawa Tengah TMII 
Jakarta. Oleh dinas terkait, Barongan Blora diikutkan lomba. Sebagai
salah satu hadiahnya, Barongan Blora berkesempatan tampil di depan para dubes
dari Asia, Eropa, dan negara-negara lainnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 100 Hari Kerja Sudewo – Chandra Bakal Genjot Tiga Sektor Penting Ini

    100 Hari Kerja Sudewo – Chandra Bakal Genjot Tiga Sektor Penting Ini

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 300
    • 0Komentar

      PATI – Pasangan Sudewo-Chandra terpilih dalam Pilkada 2024 dan kini tengah mempersiapkan program kerja sambil menunggu pelantikan yang dijadwalkan pada Maret mendatang. Diantaranya adalah program 100 hari kerja, pihaknya bakal menggenjot sejumlah sektor yang penting dan harus mendapat perhatian. Diantaranya adalah bantuan pendidikan untuk masyarakat rentan, pengembangan agroindustri, dan penanganan bencana banjir menjadi fokus […]

  • Aksi Konten Pocong di Tlogowungu, Lima Remaja Minta Maaf dan Berjanji Tak Ulangi

    Aksi Konten Pocong di Tlogowungu, Lima Remaja Minta Maaf dan Berjanji Tak Ulangi

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.459
    • 0Komentar

    PATI – Lima remaja yang aksinya berperan sebagai pocong di wilayah Kecamatan Tlogowungu sempat mengundang perhatian dan keresahan warga, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Mereka memberikan klarifikasi serta penjelasan atas perbuatannya setelah diamankan oleh petugas kepolisian pada Selasa (26/5/2026) siang. Kelima remaja tersebut adalah IR (16) yang bertindak sebagai pemeran pocong, serta ASM (15), […]

  • PPKM Darurat, 27 Pintu Tol Menuju Jateng Ditutup

    PPKM Darurat, 27 Pintu Tol Menuju Jateng Ditutup

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes M. Iqbal Al-Qudusy SEMARANG – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah (Jateng) mengeluarkan kebijakan tegas dalam menyikapi PPKM Darurat. Hal itu ditunjukkan dengan bakal diberlakukannya penutupan terhadap 27 pintul Tol Exit mulai tanggal 16 Juli hingga 22 Juli 2021. Kabid Humas Polda Jateng Kombes M. Iqbal Al-Qudusy mengungkapkan […]

  • Kumpulan Cerpen Kritikus Adinan Budi Darma

    Kumpulan Cerpen Kritikus Adinan Budi Darma

    • calendar_month Rab, 6 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Kritikus Adinan merupakan salah satu kumpulan karya paling monumental dari Budi Darma,sang maestro sastra Indonesia. Di dalamnya terdapat 15 kisah tentang manusia. Bukan kisah-kisah yang biasa,karena para tokoh dibuku ini adalah manusia-manusia yang ganjil-kadang naif,kadang keji,dan cenderung asosial.Ketika mereka ditempatkan dalam situasi yang tak kalah absurd,maka terciptalah sebuah cerita yang tak terbayangkan dengan akhir yang […]

  • Cerewet Membawa Berkah

    Cerewet Membawa Berkah

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Eka Agustina Novita Sari Banyak orang yang kesel, ketika berhadapan dengan orang yang cerewet. Namun orang cerewet tak selamanya bikin kesal. Buktinya Eka Agustina Novita sari. Berkat kecerewetannya ia malah menemukan bakat terpendamnya, ia menekuni dunia Master Ceremony (MC) berkat polahnya yang cerewet. ”Saya dulu pernah ikut foto-foto jadi model. Saat sesi foto itu saya […]

  • Edy Wuryanto Soroti Rencana PPPK SPPG MBG, Berpotensi Picu Konflik Sosial

    Edy Wuryanto Soroti Rencana PPPK SPPG MBG, Berpotensi Picu Konflik Sosial

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.736
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengajukan kritikan terhadap kebijakan rekrutmen pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) dan proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya untuk tenaga yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan kritik tersebut disampaikannya dalam pertemuan kerja antara Komisi IX DPR RI dan Kepala BGN, Dadan […]

expand_less