Breaking News
light_mode

Bedah Buku Mbah Dullah Salam, Cara Santri Meneladani Kiai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 28 Jan 2019
  • visibility 237
Seorang santri mengajukan pertanyaan dalam kegiatan diskusi bedah buku Mbah Dullah Salam Kajen

Keteladanan KH Abdullah Zein
Salam, dihadirkan dalam bentuk buku biografi. Ratusan santri menyimak diskusi
buku tersebut. Sebagai kegiatan literasi dan juga menyerap nilai-nilai
ketedanan dari sosok kiai besar di Kajen tersebut

Lantai bawah Masjid Al Waq
lumayan sesak usai Salat Jumat kemarin (25/1/2019). Ratusan santri usai merapal
wirid, langsung duduk bersila mengambil posisi senyaman mungkin. Mereka
antusias mengikuti bedah buku tentang biografi seorang ulama Kajen, KH Abdullah
Zein Salam. Akrab disapa Mbah Dullah. Kiai legendaris yang memiliki kedalaman
ilmu, karomah, serta keteladanan hidup bagi santri-santri dan masyarakat
sekitar.
Di luar masjid, hujan turun
dengan intensitas sedang. Hawa dingin akibat hujan tak membuat surut para
santri ini menyimak diskusi buku karya Jamal Makmur Asmani ini. sekitar 250
peserta hadir mengikuti diskusi.
Sebagai pembedah, Sahal Mahfudh
yang juga Kepala SMPQT Yanbu’ul Qur’an Boarding School 1 Pati. Pria yang juga
santri Kajen ini menyebutkan ada delapan poin penting diskusi tentang
keteladanan Mbah Dullah ini.
”Ada hal-hal yang harusnya dan
sudah patut ditiru para santri, serta juga anak muda zaman sekarang. Mulai dari
soal keilmuwan, ibadah, hingga perilaku kedisplinan,” kata penulis novel Kunthul
Nucuk Mbulan ini memulai obrolan tentang buku Mbah Dullah.
Dari kisah Mbah Dullah itu, kata
Sahal, perilaku mencintai ilmu ditunjukkan. Mbah Dullah adalah pengembara ilmu.
Dari satu pesantren ke peantren lainnya. Dari satu kiai ke kiai lain. Bahkan sudah
dipanggil kiai, Mbah Dullah masih tetap mengaji. Mbah Dullah berguru kepada
Mbah Abdul Hamid Pasuruan, dan juga Kiai Arwani Amin Kudus yang merupakan
besannya sendiri. Mbah Dullah juga gemar tirakat.
Buku Biografi Mbah Dullah Salam Kajen 
 ”Bagi Mbah Dullah, tirakatnya santri itu ya
mengaji. Bahkan jika ada santri yang melakukan puasa sunnah tapi mengalahkan
ngajinya, Mbah Dullah Salam tak menyukai hal itu. Sebab perkara sunnah jangan
sampai mengalahkan perkara wajib (Red, mengaji),” jelas Sahal.
Keteladanan lainnya, lanjut
Sahal, Mbah Dullah Salam adalah sosok yang sangat suka menjalin silaturahmi.
”Kegemaran itu menunjukkan Mbah Dullah adalah sosok kiai yang cinta
persaudaraan. Bahkan ada sebuah cerita, Mbah Dullah ini gemar meminta doa
kepada kiai-kiai untuk anak-anaknya. Serta meminta doa kepada anak-anak kecil
yang belum memiliki dosa, sehingga doa itu akan mudah dikabulkan,” imbuh Sahal.
Mbah Dullah Salam juga sosok kiai
yang sangat disiplin, terutama soal waktu. Dalam hal apapun, baik ibadah,
maupun di luar ibadah, kedisiplinan Mbah Dullah layak dijadikan contoh. ”Mbah
Dullah selalu istiqomah. Misalnya dalam hal salat berjamaah. Bahkan saat dalam
keadaan sakitpun dengan tertatih-tatih Mbah Dullah selalu hadir dalam salat
berjamaah di mushola pesantrennya,” kata Sahal.
Selain dalam hal ibadah,
kedisiplinan itu ditunjukkan Mbah Dullah dalam semua aktivitasnya. ”Mbah Dullah
itu pandai sekali manajemen waktu. Supaya waktunya benar-benari produkti untuk
kebermanfataan orang lain juga,” imbuh pria yang juga menulis buku tentang arab
pegon ini.
Tak hanya itu, sosok Mbah Dullah
Salam ini juga terkenal gemar sedekah. ”Ceritanya yang pernah saya dengar, jika
ada orang yang suka pada barang-barang yang beliau miliki, maka seketika beliau
akan memberikan, seperti sebuah angin yang mudah berhembus kesana kemari
meniupkan kesejukan. Beliau selalu mengajarkan, jika kita ingin anak-anak kita
menjadi orang, gemarlah bersedekah dan niatkanlah untuk anak-anak kita,” begitu
keteladanan dari sosok gurunya Gus Dur tersebut.
 Selain mengulas tentang keteladanan sosok kiai
besar, melalui kegiatan bedah buku ini para santri dikenalkan tentang dunia
literasi. ”Ya kegiatan ini merupakan program dari gerakan literasi yang kami
cetuskan di sekolah. Kami ada program yang namanya Gerakan Literasi Sekolah
(Gelis),” kata Sahal.
Habib Muhamad Abdus Somad memanen
pelajaran dari diskusi tersebut. Santri kelas VIII C ini mengaku bisa menambah
wawasannya dari kegiatan diskusi bedah buku tersebut. ”Saya bisa tahu
keperibdaian, skiap, dan seluruh keteladanan dari sosok kiai besar ini,” kata
santri asal Solo ini.
Dan yang paling utama, kata
Habib, keteladanan tentang keilmuwan yang sangat berkesan untuknya. ”Sosok Mbah
Dullah sangat mencintai ilmu. Mbah Dullah juga sangat tegas kepada anak-anaknya
dalam hal menuntut ilmu. Kalau bagi saya ini bisa menambah semangat belajar
sebagai santri,  tentunya selain itu,
sebagai santri harus memiliki idola. Idola santri tentu adalah kiainya,” imbuh
Habib. (pur)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati akan menerima alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, distribusi dana tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan antara desa-desa penerima. Desa Pasucen di Kecamatan Trangkil menjadi penerima DD tertinggi dengan anggaran mencapai Rp 1.870.060.000, terdiri dari alokasi dasar Rp 741.136.000, alokasi formula Rp […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Temukan Kejanggalan Mutasi ASN, Izin BKN Terbit Setelah Pelantikan

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Temukan Kejanggalan Mutasi ASN, Izin BKN Terbit Setelah Pelantikan

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 278
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati kembali menyoroti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo. Kali ini, fokus tertuju pada mutasi 89 jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilaksanakan pada 8 Mei 2025. Ketua Pansus Hak Angket, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan bahwa mutasi jabatan tersebut diduga tidak sesuai dengan peraturan […]

  • Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    ILUSTRASI ISTIMEWA Teriakan lantang nan heroik dari Januar Herwanto, manajer Madura FC seakan menjadi awal mimpi buruk sepakbola Indonesia yang karut-marut di bawah bayang-bayang barisan mafia. Ya, sepakbola di negeri yang sudah 73 tahun merdeka ini, alih-alih menyuguhkan prestasi, lebih banyak malah membikin dada sesak. Sebab nihilnya trofi juara yang nangkring di lemari prestasi PSSI. […]

  • BoloneMase Merayakan Kemenangan Prabowo – Gibran dengan Buka Puasa Bersama

    BoloneMase Merayakan Kemenangan Prabowo – Gibran dengan Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 210
    • 0Komentar

    POLITIK – Relawan yang mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo – Gibran mengadakan acara buka puasa bersama di Resto Winong 57 Pati pada Rabu (20/3/2024). Acara buka puasa tersebut diadakan sebagai bentuk tasyakuran atas hasil rekapitulasi penghitungan suara secara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum. Dalam penghitungan suara secara nasional, pasangan Prabowo – […]

  • Instagram Nayyara

    Siswi SMAN 1 Jepara Ikuti Program Asia Kakehashi Project 2022

    • calendar_month Sel, 14 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

      Instagram Nayyara Nayyara Azwa Nabila senang sekali karena bisa mengikuti program belajar ke luar negeri. Siswi SMAN 1 Jepara ini lolos mengikuti  Azwa Nabila, lolos seleksi Program Asia Kakehashi Project (AKP). Nayya bakal belajar banyak tentang kebudayaan, sistem pendidikan, dan keseharian orang Jepang.  JEPARA – Selain mempelajari kebudayaan dan pendidikan di negeri sakura, Nayya […]

  • Persipa Pati Kembali Terpuruk, Takluk 2-0 dari Persekat Tegal

    Persipa Pati Kembali Terpuruk, Takluk 2-0 dari Persekat Tegal

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 256
    • 0Komentar

    OLAHRAGA- Persipa Pati kembali menelan kekalahan di lanjutan Liga 2 2024/2025. Kali ini, Laskar Saridin harus mengakui keunggulan tuan rumah Persekat Tegal dengan skor 2-0 di Stadion Trisanja, Tegal, Rabu (20/9/2024) sore. Kekalahan ini menjadi catatan buruk bagi Persipa Pati di awal musim yang belum pernah sekalipun meraih kemenangan. Dua gol Persekat Tegal tercipta di […]

expand_less