Breaking News
light_mode

Pekamuria Adakan Seminar Konservasi, Menjaring Generasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
  • visibility 100.976

KUDUS – Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKAMURIA) adakan Seminar Konservasi sebagai rangkaian hari lahir ke 3 tahun. Seminar bertajuk “Generasi Hijau; Membangun Harapan, Melestarikan Lingkungan” ini, menghadirkan berbagai praktisi dari bidang kepedulian lingkungan.

Hadir dalam acara tersebut, Arif Wahyudi, DPRD Komisi E Provinsi Jawa Tengah; Fawaz, Pemerhati Konservasi di Muria; serta Faesal Adam dari Kresek Indonesia; dan dari Ketua PEKA MURIA, Teguh Budi Wiyono.

Teguh mengatakan bahwa Muria saat ini perlu gerakan kaum muda agar tidak terjadi lagi perambahan. Ingatannya tertuju pada sekitar tahun 1994 hingga 1998 silam, dimana hutan Muria dijarah besar-besaran.

“Kini, dari sekitar 11.000 hektare hutan Muria yang tersisa hanya 2000an hektare” ungkapnya.

Teguh, berharap konservasi tidak hanya dilakukan satu komunitas saja, melainkan kolaborasi antar lini, bekerjasama karena konservasi bukan hanya kegiatan sekali dua kali saja.

Selain itu, salah satu pemateri lain, Arif Wahyudi, notabene sebagai pengawal pemangku kebijakan terkait kepemudaan, karena menduduki kursi legislator Provinsi Jawa Tengah, meyakini bahwa generasi pelajar ini mampu mendorong pengetahuan serta aktif berkampanye tentang konservasi.

Selain itu, Yudi, sapaan akrabnya, juga menekankan kaum muda harus mampu mengelola media sosialnya dengan baik, konten-konten terkait konservasi harus dimasifkan.

“Kegiatan ini menjadi jembatan kaum muda untuk terus menjaga pengetahuan konservasi, hingga akhirnya menjadi sebuah subyek konservasi itu sendiri, ” jelas pria kelahiran Kudus ini.

Acara yang dilaksanakan di Aula SMK Duta Karya ini, disambut oleh tuan rumah yang diwakili oleh Dr. H. Muhammad Tho’at, M. Kes. Pihaknya menghubungkan kepedulian konservasi dengan cerita Sunan Bonang yang dirampok tongkatnya kemudian jatuh ke rumput.

Namun ketika mengambil tongkatnya, Sunan Bonang tidak sengaja mencabut beberapa rumput. Seketika Sunan Bonang menangis dan merasa bersalah. Adegan inilah yang meneguhkan Sunan Kalijaga untuk nyantri kepada Sunan Bonang.

“Ternyata memang menjaga lingkungan tidak dilihat dari pohon yang dirusak, rumput saja, tanaman yang seharusnya hidup subur, bila dicabut sembarangan pasti akan berdampak negatif,” ujarnya.

Sedangkan Fawaz, yang sudah hampir 7 tahun meneliti di Pegunungan Muria mengatakan jika selama ini masyarakat memegang kendali penuh atas konservasi hutan.

Jika adanya konflik manusia dan satwa, itu tidak ada, yang diserang hanya hewan ternak warga, itupun karena kandangnya kurang proporsional. Disinilah akhirnya PEKAMURIA hadir mengedukasi dan mencarikan dana untuk memperbaiki dan memperkuat kandang.

“Jangan sampai kita (masyarakat) hanya menjadi orang yang paling disalahkan atas kerusakan hutan. Jika kebijakan yang menaungi tidak berfungsi atau bahkan regulasinya kurang tepat.” terang pria asal Betawi tersebut.

Kita sebenarnya punya contoh kongkrit bagaimana devorestasi akan melumpuhkan kawasan yang terdampak. Hilangnya Selat Muria yang melemahkan kekuatan Kerajaan Demak saat itu, karena kekuatan Demak ada di maritimnya yang saat itu memanfaatkan Selat Muria.

Kemudian selatnya mendangkal akibat kerusakan alam di sekitaran Patiayam dan Muria. Ketika musim hujan, banjir yang terjadi hampir tiap tahun, membuat sedimentasi terbawa air dan kemudian selat mendangkal dan hilang.

Materi menarik juga disampaikan oleh Faesal Adam, dari Kresek Indonesia, yang membahas khusus bagaimana seharusnya kita mengolah sampah dengan baik.

“Seperti yang dilakukan PEKA MURIA ini patut dicontoh, karena acara yang terlaksana pagi hingga siang ini tidak menghasilkan sampah sama sekali, ” katanya.

Kunci dalam isu sampah hari ini itu dengan menerapkan 3 H. Cegah, Pilah, Olah. Cegah seminimal mungkin menghasilkan sampah, pilah sampahnya sesuai dengan klasifikasinya serta olah sampah yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Marching Band Bahana Swara Sajikan Penampilan yang Memukau dengan Tema “Mission Impossible”

    Marching Band Bahana Swara Sajikan Penampilan yang Memukau dengan Tema “Mission Impossible”

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 257
    • 0Komentar

    PATI – Marching Band Bahana Swara (MBBS) MA Salafiyah Kajen kerapkali menampilkan berbagai macam tema yang unik. Pada acara kirab budaya 10 Muharram untuk memperingati haul Syekh Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen tahun 2024 yang diadakan pada Selasa (16/7/2024), mereka memperkenalkan tema baru yang menarik, “Mission Impossible: The Way to Find the Truth.” Manajer MBBS, […]

  • Bupati Pati Apresiasi Kontribusi Santri dalam Apel Peringatan Hari Santri 2025

    Bupati Pati Apresiasi Kontribusi Santri dalam Apel Peringatan Hari Santri 2025

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (22/10/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya. Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan santri dan tokoh agama di Kabupaten Pati, atas kontribusi […]

  • Direktur PT RESMI Abdul Fuad.

    Pertahunan Besar Persiku Kudus Menatap Musim Baru Liga 2 2026/2027

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 99.684
    • 0Komentar

    KUDUS – Persiku Kudus tampaknya tidak ingin mengulangi pola persiapan yang serba mepet menjelang kompetisi. Di tengah ketatnya persaingan Liga 2, manajemen Macan Muria memilih mengamankan satu aspek yang kerap menjadi sumber persoalan banyak klub: pendanaan. Langkah itu terlihat dari upaya PT Relasi Sport Muria Indonesia (Resmi) yang tengah menegosiasikan kerja sama dengan calon sponsor […]

  • Sekda Jawa Tengah minta ASN netraI di PemiIu 2024.

    Akankah ASN Bisa Netral di Pemilu 2024

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sekda Jawa Tengah meminta para ASN bisa menjaga netraIitas daam PemiIu 2024.

  • Komunitas Panahan CAT, Diikuti Lintas Profesi, Miliki Motto Sunah

    Komunitas Panahan CAT, Diikuti Lintas Profesi, Miliki Motto Sunah

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Bukan hanya para atlet prestasi saja yang tergabung di komunitas Cendekia Archery Team (CAT). Komunitas pecinta olahraga panahan ini diikuti lintas profesi. Ada pegawai swasta, pelajar, hingga pensiunan pegawai negeri pun ikut.   Hal itu lantaran ada motto menarik yang diselipkan di komunitas ini. Dimana, CAT memiliki motto yaitu Sunah, Sportif, dan Berjaya. Sunnah menjadi […]

  • DPRD Pati Pastikan Bantuan Pengeboran Air Bersih untuk Puskesmas Tlogowungu

    DPRD Pati Pastikan Bantuan Pengeboran Air Bersih untuk Puskesmas Tlogowungu

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati memastikan akan memberikan bantuan pengeboran air bersih kepada Puskesmas Tlogowungu. Bantuan ini akan direalisasikan melalui perubahan anggaran tahun ini, demikian disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Tlogowungu, Sabtu (14/6/2025). Bandang, yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan, menekankan pentingnya program […]

expand_less