Breaking News
light_mode

Ke Pulau Panjang, Ziarah dan Mereguk Air Berkah (3)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 13 Apr 2019
  • visibility 698

Bersimpuh di depan makam

Matahari telah benar-benar tenggelam. Langit gelap.
Kesunyian Pulau Panjang makin terasa. Lampu-lampu di jalan paving sudah
dinyalakan. Malam jadi sedikit terang.

Komplek makam Syeh Abu Bakar sepi sekali. Waktu itu
sudah masuk isya. Saya hendak menunaikan salat sekaligus ziarah ke makam
waliyullah tersebut. Di komplek itu lumayan terang. Banyak lampu menyala.

Ada sekitar lima bangunan permanen di komplek itu.
Dari bibir pantai sekitar 50 meter jaraknya. Selain makam, ada mushola, tempat
juru kunci, tempat istirahat tamu, dan satu tempat lagi yang mungkin adalah
sebuah gudang.

Usai salat, bergeser 10 meter saya bersama seorang
teman kemudian bersimpuh di teras makam. Kami tak bisa masuk. Pintunya tertutup
jika malam hari. Hanya hari-hari tertentu pintu makam terbuka saat malam hari.

Seperti biasa, tradisi ziarah ke makam wali diawali
dengan ucapan salam penghormatan. Kemudian mengirim doa kepada Kanjeng Nabi
Muhamad, keluarganya, para sahabat, para ulama, guru-guru dan khususnya kepada
Syeh Abu Bakar, tuan rumah Pulau Panjang.

Di depan pintu makam

Tak sampai 30 menit kami selesai. Tapi teman saya
masih enggan beranjak dari teras. Saya tunggu. Dia bersila dan memejamkan mata.
Sekitar 10 menitan. ”Menikmati sunyi. Mengambil energi positif,” katanya.

Di makam tersebut tumbuh banyak sekali tanaman
dewadaru. Tanaman khas pulau. Orang familiar tanaman itu identik di
Karimunjawa. Tanaman yang banyak disakralkan banyak orang. Kanyunya biasanya
dibuat beragam pernak-pernik. Dari gelang sampai tasbih.

Pulang dari makam, saya berbelok ke arah utara. Ada
papan nama “Air Berkah”. Saya bergegas saja kesana. Dari tenda saya sudah bawa
tiga botol kosong air mineral. Lumayan untuk persediaan minum sekaligus
membikin kopi dan merebus mie instan. Air berkah, benar-benar memberi berkah.
Bagaimana tak berkah. Air mineral dalam kemasan di Pulau Panjang harganya dua
kali lipat.

Air berkah

Air mineral seukuran botol besar harganya Rp 10
ribu. Cukup mahal. Maka air berkah yang diambil gratis (Red, paling tidak
mengisi kotak amal seikhlasnya) sangat membantu wisatwan berkantong tipis macam
kami ini. Air berkah sendiri diambil dari sebuah gentong. Ada dua gentong di
tempat itu. Konon itu sumur peninggalan sang wali.

Tiga botol telah terisi penuh. Saya dan seorang
teman bergegas kembali ke tenda. Tiga teman di sana sedang menyiapkan makan malam
ikan bakar. Sampai di depan warung yang berada tepat di pintu gerbang menuju
makam, saya berhenti. Batre hape sudah limit. Saya ngecas hape dulu. Rp 5 ribu
sampai penuh.

Sayang listrik hanya menyala sampe pukul 21.00, saat
itu jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Praktis hanya punya waktu sejam. ”Tapi
lumayanlah,” batin saya. Usai menyerahkan selembar uang limaribuan, hape saya
cas. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Pati Ajak Lintas Sektor Kawal Bersama Program MBG

    Ketua DPRD Pati Ajak Lintas Sektor Kawal Bersama Program MBG

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.937
    • 0Komentar

    PATI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Kabupaten Pati perlu mendapatkan pengawasan bersama dari berbagai pihak. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengingat program tersebut telah menerima berbagai tanggapan dari masyarakat, mulai dari kritik hingga laporan terkait kasus keracunan massal yang membuat sebagian kalangan menginginkannya dihentikan. Politisi […]

  • Pemeriksaan mayat tanpa identitas yang ditemukan di lereng Gunung Muria Jolong 2.

    Kerangka Manusia Ditemukan di Perbukitan Blekutuk Gembong, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 4.152
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, dikejutkan oleh penemuan kerangka manusia di kawasan perbukitan Blekutuk Pegunungan Muria, Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kerangka tersebut pertama kali ditemukan seorang petani saat menuju area kebunnya. Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi, S.H., mewakili Kapolresta Pati, menjelaskan bahwa penemuan bermula ketika saksi bernama Sarmin melihat […]

  • Viral Ada Masjid Unik Bergaya Eropa di Pelosok Desa Soneyan Pati, Mirip Kastil ?

    Viral Ada Masjid Unik Bergaya Eropa di Pelosok Desa Soneyan Pati, Mirip Kastil ?

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 391
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah masjid di pelosok Dukuh Kedungpanjang Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso Pati viral di sosial media, ini lantaran bentuk masjidnya yang unik. Masjid ini memiliki gaya arsitektur ala bangunan-bangunan Eropa. Sekilas orang yang melintas di masjid ini akan takjud dan heran. Masjid ini bernama Masjid Baiturrohman. Dalam dunia arsitektur, gaya yang dipakai adalah Neo […]

  • Hasil Lab Temukan E. Coli dan Bacillus, DPRD Pati Kawal Tindak Lanjut Keracunan MBG di Gembong

    Hasil Lab Temukan E. Coli dan Bacillus, DPRD Pati Kawal Tindak Lanjut Keracunan MBG di Gembong

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.611
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 menunjukkan adanya sejumlah bakteri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli), Bacillus sp, dan Bacillus cereus pada sampel menu nasi bakar serta […]

  • Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    Miris PSK Bertarif Murah di Batangan-Pati Diringkus

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Lima warung kopi (warkop) berkedok prostitusi di Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan, Pati diubek-ubek petugas Mapolsek Batangan Selasa (6/12) pukul 23.00. Dari penggerebekan itu, ada empat mucikari dan belasan botol minuman keras (miras) diamankan ke Mapolsek Batangan. Razia itu dilaksanakan Selasa (5/12) pukul 21.30-23.00. Petugas kepolisian merazia beberapa tempat prostitusi yang berkedok […]

  • Kapal nelayan saat mengikuti larung kepala kerbau dalam acara Pesta Lomban Jepara 2025 yang lalu.

    Pesta Lomban 2026 Siap Digelar, Kirab Budaya Pelarungan Kepala Kerbau Jadi Puncak Acara

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3.804
    • 0Komentar

    JEPARA – Tradisi pesisir yang menjadi ikon budaya Bumi Kartini kembali hadir pada Lebaran tahun ini. Pesta Lomban 2026 dipastikan berlangsung meriah dengan agenda utama Kirab Budaya Pelarungan Kepala Kerbau, sebuah ritual yang sarat nilai sejarah dan menjadi daya tarik wisata tahunan di Jepara. Panitia penyelenggara menjadwalkan rangkaian kegiatan akan digelar pada Sabtu, 28 Maret […]

expand_less