Breaking News
light_mode

Dari Zona Merah ke Titik Aman, Drama Panjang Persijap Bertahan di Super League

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
  • visibility 1.062

 

JEPARA – Harapan publik Jepara terhadap Persijap sempat berada di titik paling rendah musim ini. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu bahkan pernah terlihat seperti tinggal menunggu waktu untuk terdegradasi dari Super League 2025/2026.

Namun sepak bola selalu menyimpan cerita yang sulit ditebak. Di tengah tekanan, rentetan kekalahan, hingga posisi juru kunci klasemen, Persijap justru menulis kisah kebangkitan dramatis yang akhirnya memastikan mereka tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Awal musim sebenarnya tidak terlalu buruk. Persijap mampu bersaing di papan tengah dan beberapa kali menghuni peringkat 8 hingga 10 sampai pekan keenam. Saat itu, optimisme publik Jepara masih terjaga. Tim dianggap cukup kompetitif untuk bertahan di Super League.

Tetapi setelah pekan keenam, semuanya berubah.

Kekalahan demi kekalahan datang tanpa ampun. Persijap seperti kehilangan arah permainan. Sejak 21 September hingga 27 November 2025, mereka terjebak dalam sembilan kekalahan beruntun yang menjadi periode paling kelam sepanjang musim.

Dimulai dari kekalahan 1-2 atas Persita Tangerang, Persijap terus tumbang saat menghadapi Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Bali United, Bhayangkara FC, Malut United, Madura United, Semen Padang, hingga PSBS Biak.

Bukan hanya kalah, beberapa pertandingan memperlihatkan betapa rapuhnya tim ini. Kekalahan telak 0-4 dari Persebaya menjadi salah satu momen yang membuat suporter mulai kehilangan harapan.

Pada 20 November 2025, Persijap resmi masuk zona degradasi. Dari situlah penderitaan panjang dimulai.

Selama 101 hari berikutnya, Laskar Kalinyamat hidup di zona merah. Tekanan datang dari berbagai arah. Kritik terhadap performa tim bermunculan, sementara klasemen semakin sulit diajak kompromi. Situasi makin menyakitkan ketika Persijap menutup putaran pertama sebagai juru kunci klasemen di posisi ke-18.

Hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-15 sempat memberi sedikit napas. Namun harapan itu kembali runtuh setelah Persijap kalah dari Persija Jakarta dan Dewa United pada dua laga terakhir putaran pertama.

Banyak yang mulai menganggap Persijap sudah “selesai”.

Namun di balik keterpurukan itu, perlahan muncul perubahan.

Memasuki pekan ke-22, grafik permainan Persijap mulai menanjak. Tim tampil lebih disiplin, lebih berani, dan perlahan menemukan kembali kepercayaan diri yang hilang selama berbulan-bulan.

Titik balik sesungguhnya datang ketika Persijap secara mengejutkan menghajar Persebaya Surabaya 3-1 di Jepara. Kemenangan itu bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan momentum kebangkitan mental tim.

Sejak laga tersebut, Persijap seperti lupa caranya kalah.

Mereka mencatat delapan pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun dengan rincian empat kemenangan dan empat hasil imbang. Rentetan positif itu membuat posisi Persijap perlahan keluar dari tekanan degradasi.

Atmosfer di Jepara pun berubah. Jika sebelumnya publik dipenuhi kecemasan, kini optimisme mulai tumbuh kembali. Stadion kembali hidup, dukungan suporter semakin besar, dan para pemain menunjukkan semangat yang berbeda.

Meski demikian, drama belum selesai.

Dua kekalahan beruntun dari Dewa United dan Persija Jakarta kembali membuat Persijap berada dalam situasi rawan. Ancaman degradasi kembali membayangi menjelang akhir musim.

Tetapi Persijap menunjukkan bahwa mereka telah belajar menghadapi tekanan.

Pada pekan ke-32, tepat 10 Mei 2026 atau hari ke-276 Super League 2025/2026, Persijap tampil luar biasa saat bertandang ke markas Persita Tangerang. Mereka menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Kemenangan itu menjadi titik penentu.

Meski kompetisi masih menyisakan dua pertandingan, hasil tersebut memastikan Persijap tetap bertahan di Super League musim depan. Sebuah pencapaian yang terasa mustahil jika melihat kondisi tim beberapa bulan sebelumnya.

Perjuangan Persijap musim ini menjadi gambaran bahwa kompetisi panjang tidak hanya ditentukan oleh bagaimana sebuah tim memulai musim, tetapi juga bagaimana mereka mampu bangkit saat berada di titik terendah.

Persijap mungkin tidak menjadi juara. Namun bagi publik Jepara, keberhasilan keluar dari jurang degradasi setelah menghabiskan lebih dari tiga bulan di zona merah terasa seperti kemenangan besar yang layak dikenang.

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Safin Pati Sukses Gelar Wisuda III, Rektor Tekankan Komitmen pada Mutu Pendidikan Tinggi

    Universitas Safin Pati Sukses Gelar Wisuda III, Rektor Tekankan Komitmen pada Mutu Pendidikan Tinggi

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 775
    • 0Komentar

    PATI – Universitas Safin Pati (USP) kembali sukses menggelar Wisuda III Tahun Akademik 2024/2025 pada Sabtu, 15 November 2025, di Safin Arena. Sebanyak 224 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan resmi menyandang gelar diploma, sarjana, dan profesi dalam acara tersebut. Para wisudawan berasal dari lima program studi unggulan, yaitu Teknik Informatika (S-1), Ilmu Keperawatan (S-1), Kebidanan […]

  • Ketua DPRD Pati Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir, Minta Pemda Tingkatkan Antisipasi

    Ketua DPRD Pati Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir, Minta Pemda Tingkatkan Antisipasi

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengingatkan masyarakat Kabupaten Pati untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir seiring dengan datangnya musim hujan. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi “Ini mulai musim banjir kami minta kewaspadaan semua masyarakat Kabupaten Pati,” ujar dia Selain itu, Ali Badrudin juga meminta […]

  • Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    Bencana Alam, Pemerintah, dan Peran Perusahaan

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Ahmad Kharis Secara geografis, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kawasan rawan bencana alam, atau disebut Ring of Fire Indonesia. Keadaan tersebut menyebabkan Indonesia kerap mengalami beragam bencana alam.Seperti gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung berapi. Dampak Gempa Bumi di Maluku, 26 September 2019, total rumah rusak sekitar 12.137 unit. Jumlah kerusakan paling banyak dibandingkan […]

  • Warga Geruduk Kantor DPRD Pati Dukung Pelaksaan Hak Angket, Tuntut Pemakzulan Jokowi

    Warga Geruduk Kantor DPRD Pati Dukung Pelaksaan Hak Angket, Tuntut Pemakzulan Jokowi

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 239
    • 0Komentar

    PATI – Aliansi Rakyat Menggugat menggeruduk Kantor DPRD Kabupaten Pati, Jumat (1/3/2024). Mereka melakukan unjuk rasa dalam rangka mendukung pelaksanaan hak angket dugaan kecurangan Pemilu 2024.Mereka menuding terdapat kecurangan dalam Pemilu 2024. Selain itu peserta aksi juga meminta Presiden Jokowi untuk dimakzulkan. Dalam dokumen tuntutan, ada pula permintaan agar aparat penegak hukum beserta instansi terkait […]

  • Pj Bupati Jepara Lepas Bantuan Kemanusiaan dari Masyarakat untuk Palestina

    Pj Bupati Jepara Lepas Bantuan Kemanusiaan dari Masyarakat untuk Palestina

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 271
    • 0Komentar

    JEPARA – Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta hari ini melepas bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan peralatan kesehatan untuk warga Gaza, Palestina. Acara ini berlangsung di Halaman Kantor Bupati Senin, (20/11/2023). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPUPR Ary Bachtiar, Kepala Diskominfo Arif Darmawan, Kepala Diskopukmnakertrans Samiaji, dan Plt. Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda […]

  • Persipa Pati Ditahan Imbang Adhyaksa FC, Masalah Finishing Kembali Muncul

    Persipa Pati Ditahan Imbang Adhyaksa FC, Masalah Finishing Kembali Muncul

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati kembali menelan kekecewaan setelah ditahan imbang oleh Adhyaksa FC dengan skor 1-1 dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 di Stadion Joyokusumo, Rabu (20/11/2024). Meskipun sempat unggul lebih dulu melalui gol Ahmed Syuhada pada menit ke-14, Laskar Saridin gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Andrejic Aleksa dari Adhyaksa FC menyamakan kedudukan […]

expand_less