Breaking News
light_mode

Kritik Tuding Menuding Sesat Beragama Kita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
  • visibility 231


Lampu temaram menyinari Gedung
FKIP Universitas Muria Kudus, Sabtu (18/5/2019) malam. Hari itu sedang
berlangsung pementasan teater oleh kelompok Tetater Gerak 11. Lakon yang
dibawakan adalah
Masjid Tanpa Sujud,
karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Budayawan dari Bumi Mina Tani.

Masjid Tanpa Sujud merupakan
refleksi diri, melihat kekacauan antar kelompok. Dimana masing-masing kelompok
menganggap dirinya paling benar. Dan menilai kelompok lain salah.

Sayup-sayup dari balik tirai
panggung teater terdengar senandung gending Jawa. Tampak bayangan enam lelaki.
Paling depan memegang bedug diikuti empat pemain yang membawa rebana. Sementara
lelaki paling belakang  seperti membaca
kitab.

Bayangan itu berpakaian adat Jawa.
Berjarik dan mengenakan ikat kepala. 
Mereka pun bernyanyi sembari menabuh alat musik yang dibawa
masing-masing. Kali ini suara lebih ramai. Terdengar suara perempuan juga.

Semua formasi tadi mendadak
buyar. Mereka berlarian tak karuan. Lalu keluarlah satu laki-laki gendut dan
perempuan tua. Mereka pun berdebat tentang dimana mereka berada. Ditengah
perdebatan mereka, datang lelaki tua bernama Abdullah. Ia pun berkata kepada
dua orang yang berdebat tadi. Bahwa mulut mereka masih cerewet. Tangan mereka
juga sering usil.

Adegan panggung Masjid Tanpa Sujud

Kedua orang itu berjilbab dan
bersarung tetapi tidak memiliki kesabaran. Abdullah lalu mengeluarkan buku dan
meminta mereka membaca. Lampu panggung mendadak redup. Lantunan ayat Al Qur’an
pun menggema.

Penari sufi dibalik layar
menampilkan bayangannya yang sedang berputar-putar. Sembari menunjukkan jubah
bagian bawahnya yang makin mekar.

Suasana kembali tenang. Abdullah
pun menghilang. Dipanggung hanya ada lelaki gendut dan perempuan tua. Kini
mereka kembali berdiskusi. Tentang fenomena orang-orang yang sibuk membuat
barisan sendiri. Sembari menuding yang lain sesat. Serta dilakukan oleh siapa
saja dan atas nama apa saja.

Sutradara pementasan, Sutrimo
mengatakan, setting panggung dengan background membentuk kubah disertai
ranting dan dedaunan kering memiliki makna tersendiri. Pohon yang daunnya
kering melambangkan kesucian yang sudah mulai mengering. Bahkan hampir
dikatakan mati.

”Intinya kegersangan dimana orang
satu (lelaki gendut,Red) dan orang dua (wanita tua,Red) mencari sebuah
kebenaran,” ujarnya.

Alasannya mengangkat setting ini
sebagai refleksi tentang fenomena perpecahan umat. Setiap pergantian scene,
lampu panggung juga berkelap-kelip dengan cepat. Lighting yang digambarkan
kelap-kelip itu sebagai penggambaran suasana yang krodit. Selain itu ditengah
kelap-kelip lampu panggung, terdengar sayup-sayup teriakan bid’ah, salah, dan
tuduhan-tuduhan lainnya. (hus)



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Sorot 340 Koperasi Tidak Aktif, Cari Solusi Pembenahan

    DPRD Pati Sorot 340 Koperasi Tidak Aktif, Cari Solusi Pembenahan

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti tingginya angka koperasi tidak aktif di Kabupaten Pati. Dari total sekitar 630 koperasi, tercatat 340 koperasi dinyatakan tidak aktif. Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. “Ya kami selaku Komisi […]

  • Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih: DPRD Pati Beri Dukungan dan Pengawasan

    Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih: DPRD Pati Beri Dukungan dan Pengawasan

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 198
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak agar Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa beroperasi secara optimal untuk menggenjot perekonomian desa. Dukungan terhadap pembentukan koperasi ini datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan. Muslihan menekankan pentingnya manajemen yang baik dan transparansi dalam pengelolaan koperasi. “Kinerjanya harus […]

  • Polres Pati Ringkus Enam Tersangka Narkoba

    Polres Pati Ringkus Enam Tersangka Narkoba

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Konferensi pers ungkap kasus narkoba selama Juni 2021 di Mapolres Pati Barang bukti sabu seberat 10,4 gram diamankan jajaran Sat Res Narkoba Polres Pati selama Juni 2021. Sebagian diantara para tersangka ini merupakan residivis PATI – Jajaran Sat Res Narkoba Polres Pati mengungkap empat kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kasus ini selama Juni 2021. Total […]

  • Ranting Damarwulan 2 Juara 1 Volly Porseni

    Ranting Damarwulan 2 Juara 1 Volly Porseni

    • calendar_month Kam, 25 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    JEPARA – Perebutan gelar juara volly di ajang Porseni IPNU IPPNU Keling 2018 antara Ranting Damarwulan 1 dengan Damarwulan 2, harus diwarnai dengan kesepakatan panitia. Hal itu lantaran pertandingan berjalan sama kuat hingga adzan maghrib berkumandang. Pertandingan berjalan ketat hingga empat set. Set pertama dan kedua dimenangkan oleh Ranting Damarwulan 2 dengan skor 25-18, dan […]

  • Persipa VS Persijap

    Persijap Jepara Berhasil Menahan Imbang Persipa Pati dalam Laga Tandang

    • calendar_month Ming, 12 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pertandingan sengit Derby Muria antara Persipa Pati dan Persijap Jepara pada Sabtu (11/11/2023) berakhir dengan skor imbang 1-1 di Stadion Joyokusumo, Kabupaten Pati. Dalam pertandingan tersebut, Persijap Jepara berhasil meraih satu poin berharga di kandang lawan. Pelatih Persijap Jepara, Alfiat, mengungkapkan kepuasannya dengan hasil imbang ini. Menurutnya, meraih poin di kandang lawan merupakan […]

  • Bunda PAUD Pati Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

    Bunda PAUD Pati Ajak Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget pada Anak

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – Bunda PAUD Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, hadir dalam Gebyar PAUD Tahun 2025 yang diselenggarakan di SPNF SKB Pati. Acara bertema “Mewujudkan Generasi Adaptif, Rajin, Unggul, dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas” ini menampilkan beragam kreativitas anak-anak PAUD, mulai dari senam bersama dan tari garuda hingga lomba menyanyi dan paduan suara, Jum’at (25/7/2025). […]

expand_less