Breaking News
light_mode

Viral Ada Masjid Unik Bergaya Eropa di Pelosok Desa Soneyan Pati, Mirip Kastil ?

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Rab, 31 Jul 2024
  • visibility 179

PATI – Sebuah masjid di pelosok Dukuh Kedungpanjang Desa Soneyan Kecamatan Margoyoso Pati viral di sosial media, ini lantaran bentuk masjidnya yang unik.

Masjid ini memiliki gaya arsitektur ala bangunan-bangunan Eropa. Sekilas orang yang melintas di masjid ini akan takjud dan heran.

Masjid ini bernama Masjid Baiturrohman. Dalam dunia arsitektur, gaya yang dipakai adalah Neo Gotik. Secara umum bentuk masjid ini hampir berbeda dari kebanyakan masjid umumnya di Pati, Jawa Tengah.
Masjid ini dihiasi dengan ornamen-ornamen khas arsitektur Neo Gotik. Tak heran masjid tersebut kini menjadi kebanggan warga sekitar.

Siapapun yang melihat bangunan masjid ini akan terkesima. Masjid ini pun patut menjadi tujuan wisata, terlebih Desa Soneyan saat ini telah ditetapkan sebagai desa wisata kabupaten Pati.

Tentu hal ini akan semakin mendukung daya tarik Soneyan sebagai desa wisata, dengan adanya fasilitas pendukung berupa masjid yang memiliki keindahan arsitekturnya.
Dari kejauhan tampak kubah masjid tersebut juga tidak seperti masjid kebanyakan. Kubah Masjid Baiturrohman yang tak begitu besar diapit dua menara yang berbentuk limas segi empat khas arsitektur Neo Gotik.

Di atas menara dan kubah masjid terdapat lafadz Allah sebagai penanda bahwa bangunan itu merupakan masjid.
Bendahara masjid tersebut, Giarso Raharjo menjelaskan, sebelumnya masjid ini tak berbentuk seperti saat ini.

Pembangunannya mulai tahun 2016. Sebelumnya masjid ini sudah ada tahun 1960-an.

Masjid ini didirikan oleh Mbah Kiai Ahmad Rasiman. Kemudian beberapa tahun diperbesar dan tahun 2016 direnovasi total hingga menjadi seperti ini. Awalnya kecil seperti musala. Renovasi sekitar tiga kali.
Diketahui yang mengarsiteki masjid ini adalah warga desa Soneyan sendiri, bernama Wisnu Nugroho alias Yeyen.

Dalam renovasi ini dirinya menyodorkan desain sampai tiga kali. Masing-masing desain bergaya Joglo, minimalis dan desain Neo Gotik. Akhirnya panitia renovasi masjid memilih desain ketiga.

”Pengurus masjid rembukan dan memilih desain gotik. Kesepakatan panitia masjid ini pun dibangun dengan swadaya masyarakat sekitar. Pembangunan masjid ini membutuhkan dana hingga Rp 3 miliar,” ujar Giarso.

Walaupun, saat ini Masjid Baiturrohman belum selesai dibangun, namun keindahan masjid sudah bisa dirasakan dan dilihat.

”Biaya swadaya masyarakat dari sembilan RT habis Rp 3 miliar. Saat ini Belum selesai lantai yang atas. Sementara diberhentikan dahulu. Untuk kesulitan pengerjaan masjid ini di bagian ornamen,” jelas Giarso Raharjo

Arsitektur masjid tersebut yang unik pun menjadi daya tarik para pelancong. Apalagi usai Desa Soneyan ditetapkan menjadi desa wisata pada pertengahan bulan Juli 2024.

”Setelah adanya desa wisata, ini viral. Banyak orang yang ke sini. Ada yang foto-foto. Ada yang naik mobil berhenti hanya untuk foto,” imbuh muadzin Masjid Baiturrohman Muri.
Ia menilai orang tertarik dengan keberadaan masjid ini lantaran arsitektur masjid berbeda dengan masjid kebanyakan.

Penulis: Arif

Editor: Fatwa 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Dispermades Pati Tri Haryama.

    Kepala Dispermades Pati Ikut Dipanggil KPK Soal OTT Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Begini Ceritanya

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.575
    • 0Komentar

    PATI – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Pati, Tri Hariyama, mengaku turut dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan. Pemanggilan tersebut berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pati, Sudewo, dalam dugaan kasus jual beli jabatan perangkat desa. Tri mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Polsek Sumber, Kabupaten Rembang, pada Senin […]

  • Sekarang Pemkab Jepara Mulai Rapat Tanpa Nyampah Plastik

    Sekarang Pemkab Jepara Mulai Rapat Tanpa Nyampah Plastik

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Minum tanpa air kemasan plastik JEPARA – Terobosan baru dilakukan Pemerintah Kabupaten Jepara dalam rangka mngurangi persoalan sampah plastik. Hal itu seperti yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup pada Selasa (25/6/2019), saat menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga di Pendapa Kartini. Dalam acara tersebut, tamu undangan diminta mengambil sendiri air minum yang disediakan dalam bentuk […]

  • Kiprahnya Mendunia Warga Jepara Yakin Erick Thohir Layak Pimpin PSSI

    Kiprahnya Mendunia Warga Jepara Yakin Erick Thohir Layak Pimpin PSSI

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Warga Jepara Jawa Tengah sosialisasi profil Erick Thohir kelas dunia dalam hal sepakbola. Rekam jejak Erick Thohir di dunia sepak bola selama ini meyakinkan banyak pihak, jika Menteri BUMN itu layak memimpin PSSI. Erick Thohir pernah memimpin klub sekelas Inter Milan.  JEPARA – Warga pecinta sepak bola di Kabupaten Jepara mengadakan kegiatan woro-woro di sejumlah […]

  • Pria Asal Pati Jualan Angkringan di Wonosobo Sambil Kenakan Jersey Persipa

    Pria Asal Pati Jualan Angkringan di Wonosobo Sambil Kenakan Jersey Persipa

    • calendar_month Jum, 29 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 170
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Di tengah hiruk pikuk kota Wonosobo, terdapat sebuah angkringan unik bernama “Menolak Lupa Angkringan”. Yang membuat angkringan ini berbeda adalah pemiliknya, Fajar Fata Chilwasesa (27), seorang pria asal Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang selalu mengenakan jersey Persipa Pati, klub Liga 2 kebanggaannya, saat berjualan. Fajar, alumnus Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Sains Al-Qur’an […]

  • DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, Nasi Jagung Jadi Rekomendasi

    DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal, Nasi Jagung Jadi Rekomendasi

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 195
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya pemanfaatan potensi pangan lokal Pati untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Beliau menyatakan bahwa Pati tak hanya dikenal sebagai lumbung beras, tetapi juga kaya akan hasil pertanian lain seperti ketela, jagung, dan waloh. “Selain beras, kita punya ketela, jagung, waloh, dan berbagai hasil bumi […]

  • Cor Beton Kualitas Tinggi: Jalan di Tlogowungu Siap Jadi Urat Nadi Perekonomian Desa

    Cor Beton Kualitas Tinggi: Jalan di Tlogowungu Siap Jadi Urat Nadi Perekonomian Desa

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 175
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mempercepat pemerataan pembangunan dengan menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur jalan berkualitas tinggi. Dua ruas jalan di Kecamatan Tlogowungu, yaitu Lahar-Gunungsari dan Banjarsari-Tambahmulyo, selesai dibangun dengan konstruksi unggulan untuk memperlancar distribusi hasil bumi dan mendongkrak perekonomian warga. Bupati Pati,Sudewo, secara langsung meninjau progres dan meresmikan jalan tersebut, kamis, 11 September 2025. […]

expand_less