Breaking News
light_mode

Simbolik Sujud : Membentuk Pribadi Rendah Hati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
  • visibility 261

Suluk Maleman Juli 2019


Habib Anis Sholeh Baasyin mengajak jamaah Suluk Maleman mendalami peristiwa
sujud dalam ibadah salat. Pemaknaan sujud, tidak hanya terbatas pada gerakan
simbolik. Akan tetapi sebuah upaya membentuk pribadi yang rendah hati.

Sujud, kata Habib Anis, justru
membawa pesan yang dalam. Pesan itu adalah sebuah ungkapan menyerahkan total
kepada Allah. ”Gerakan sujud sendiri, memperlihatkan sebuah kepala yang menjadi
pusat komando tubuh justru ndiletakkan berada di bagian tubuh tempat membuang
kotoran. Itu mengajarakan kita harus rendah hati dan berserah kepada Allah,”
jelasnya ketika membuka Ngaji budaya Suluk Maleman edisi ke 91 dengan tema
“Sujud Semesta Sujud” Sabtu (13/7/2019) malam.

Oleh karena itu, lanjut Habib
Anis, sebagai orang yang ahli sujud tentunya memiliki sikap rendah hari. Sujud
itu juga, diakui Habib Anis sebagai salah satu kehebatan sistem untuk membentuk
pribadi yang rendah hati.

“Dengan begitu tentunya bisa
dilihat jika sujudnya benar akan rendah hati. Sebaliknya jika rajin sujud tapi
kok tidak rendah hati tentu patut dipertanyakan seujudnya,” terang pria yang
dikenal luas sebagai budayawan dari Bumi Mina Tani ini.

Habib Anis juga menganalogikan
sujud memiliki smbol seperti air. Baginya, air akan selalu mencari tempat
terendah dan mengisi segala ruang. Sebaliknya iblis yang terbuat dari inti api
memiliki karakter harus merasa lebih besar dan tinggi yang tentunya menciptakan
kesombongan.

“Padahal manusia itu terbuat dari
tanah. Karakter tanah saat disentuh api akan menjadi keras seperti batu bata
dan genting. Sayangnya kerasnya tersebut justru akan mudah pecah. Sebaliknya
tanah jika disentuh air akan menjadi lembut, mudah dibentuk, dan gampang
mengisi ruang. Maka dari itu mari dekatkanlah dengan air, dengan sujud kita,”
terangnya.

Sikap itulah yang dikatakannya
patut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud sebagai sebuah sikap
seharusnya dapat menjadikan kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik dan
membahagiakan.

“Dengan sikap sujud yang
menjadikan rendah hati itu tentu akan saling menghormati antar manusia dan alam
disekitarnya,” imbuh Habib Anis.

Narasumber lain, Abdul Jalil
menambahkan, apapun yang ada di muka bumi, baik yang berakal atau tidak semua
bersujud kepada Allah. Baginya sendiri, sujud dimaknai tertunduknya manusia
pada sikap mental dimana hati, pikiran, dan perasaan.

“Ketulusan
dalam bersujud akan menjadikan kokoh, tapi kalau tidak tulus hanyalah menjadi
buih-buih yang terlihat, namun akan memuai. Hilangkanlah semua keakuan dan
gantungkan bahwa semua milik Allah,” terang budayawan dari Menara Kudus
tersebut. (ars)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Aktivis AMPB Bebas Setelah Vonis 6 Bulan dengan Pengawasan 10 Bulan

    Dua Aktivis AMPB Bebas Setelah Vonis 6 Bulan dengan Pengawasan 10 Bulan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.998
    • 0Komentar

    PATI – Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, dua tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), akhirnya merasakan kebebasan setelah Pengadilan Negeri Pati mengumumkan putusan vonis pada hari Kamis (5/3/2026) di Ruang Sidang Cakra. Majelis Hakim yang dipimpin oleh Muhamad Fauzan Haryadi menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan beserta masa pengawasan 10 bulan bagi kedua terdakwa, […]

  • DPRD Pati Tekankan Perlindungan Pasar Tradisional Jadi Prioritas Pemkab

    DPRD Pati Tekankan Perlindungan Pasar Tradisional Jadi Prioritas Pemkab

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.378
    • 0Komentar

    PATI – Isu perlindungan pasar tradisional muncul sebagai salah satu fokus dalam kegiatan reses Tahap I Tahun 2026 yang digelar anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan Harischandra. Dalam silaturahmi dengan warga dan pelaku usaha, sejumlah pedagang kecil mengemukakan kekhawatiran terkait semakin meluasnya jangkauan ritel modern atau minimarket yang kini menjamah hingga ke wilayah […]

  • Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 288
    • 0Komentar

      EDUKASI – Dalam salah satu edisi pengaosan Ahad-an Kitab al-Mizan al-Kubra karya Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Abah KH Ahmad Nafi’ Abdillah Salam menceritakan tentang kuatnya hafalan salah seorang Imam Madzhab Fiqih, yaitu Imam Abu Hanifah. Beliau kemudian mengisahkan, bahwa Imam Hanafi itu, ketika melihat teks sekali saja, bisa langsung hafal. Salah satu sebabnya, antara […]

  • kuliner lontong tuyuhan khas Rembang Jawa Tengah

    Kuliner Lontong Tuyuhan Khas Rembang yang Selalu Ngangeni

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Lontong Tuyuhan merupakan kuliner khas Rembang Jawa Tengah yang lezat dengan rasa pedas gurih yang ngangeni.

  • DPRD Pati Dorong Penguatan Program Perhutanan Sosial

    DPRD Pati Dorong Penguatan Program Perhutanan Sosial

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.044
    • 0Komentar

    PATI – Warsiti, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, mengajak pemerintah daerah untuk lebih mengoptimalkan program perhutanan sosial dengan cara memberikan bantuan bibit kepada masyarakat setempat. Menurut dia, langkah ini dianggap strategis untuk mengakomodasi kedua tujuan penting, yakni pelestarian alam dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang berdomisili di sekitar wilayah hutan. Warsiti menegaskan bahwa keberadaan […]

  • Lautan Jadi Obat Menenangkan

    Lautan Jadi Obat Menenangkan

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Dea Safira Ayustina Rutinitas bekerja sebagai staf administrasi memang terasa membosankan. Bahkan bisa membuat pening di kepala. Hal itu yang dialami Dea Safira Ayustina. Untuk itu, perempuan kelahiran Pati, 3 Juli 1998 ini punya aktivitas sampingan. Aktivitasnya ini diyakini mampu membuatnya fresh kembali, usai penat melakukan berbagai rutinitas sebagai wanita karir. ”Obatnya ya ke pantai […]

expand_less