Breaking News
light_mode

Sudah Punya Official Store Persipa Pati Tinggal Bangun Training Ground Sendiri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
  • visibility 601
Logo Persipa Pati yang dipasang di offial store sekaligus kafe dan kantor

Persipa Pati saat ini sudah memiliki kantor sekaligus official store dan kafe. Hadirnya fasilitas menegaskan keseriusan pengurus Persipa Pati untuk menjadi sebuah tim sepakbola profesional.

PATI – Setelah memastikan diri naik kasta ke Liga 2 Persipa Pati terus berbenah di segala sisi, kini tim dengan julukan Laskar Saridin ini telah memiliki official store sekaligus kafe dan kantor tim dengan nama perusahaan PT Laskar Saridin Pati ini.

Lokasinya di ruko depan SPBU Stadion Joyokusumo. Kehadiran official store sekaligus kafe dan kantor ini menjadi bagian dari upaya profesionalitas klub kebanggaan warga Bumi Mina Tani. Karena dengan status tim profesional, Persipa Pati tidak akan mendapat jatah dana APBD lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dikutip dari murianews.com, Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto menjelaskan, manajemen nanti akan beraktivitas di tempat tersebut. Selain itu sebagai official store di tempat tersebut bakal menjadi pusat merchandise Persipa Pati.

“Para suporter bisa nongkrong di kafe tersebut dan juga membeli merchandise Persipa Pati ya di situ, suporter bisa ikut berkontribusi langsung untuk tim kesayangannya. Ini akan menambah pemasukan bagi tim,” ujar Joni Kurnianto.

” Saat ini kita juga telah intens menjalin komunikasi dengan kalangan pengusaha untuk membahas kerjasama dengan tim dalam mengarungi kompetisi Liga 2,” imbuhnya.

Gebrakan dari pengurus Persipa Pati patut diacungi jempol. Tidak banyak tim-tim yang mulai menyiapkan diri untuk menjadi profesional secara penuh. Salah satu pemasukan penting sebuah tim adalah dari penjualan merchandise asli, selain pemasukan dari tiket, maupun sponsor.

Pengurus sebuah tim profesionalitas perlu menggerakkan agar para suporter bisa mendapatkan merchandise asli, dimana ini menjadi salah satu dana segar untuk menjamin kelangsungan sebuah tim sepakbola.

Selain itu yang perlu diperhatikan pengurus adalah pemenuhan sarana dan prasarana yang menunjang dan representatif. Yang sangat penting adalah keberadaan stadion layak sebagai homebase. Saat ini Stadion Joyokusumo massih belum dipastikan layak menggelar pertandingan LIga 2 atau belum.

Disamping itu sebagai tim profesional sudah seharusnya tim Persipa Pati memiliki tempat latihan sendiri. Disinilah perlunya sebuah training ground sebagai pusat latihan tim. Tidak hanya untuk tim senior. Fasilitas training ground ini diharapkan bakal menjadi pusat pembinaan pemain muda khususnya warga Pati.

Pembibitan pemain muda bakal menjadi nilai lebih sebuah klub. Apalagi ketika pemain binaannya itu berhasil diorbitkan menjadi pemain-pemain bintang di liga nasional, bahkan bisa menjadi pemain timnas. (yan) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Andi Komitmen Bantu Petani Tambak Bandeng

    Bupati Andi Komitmen Bantu Petani Tambak Bandeng

    • calendar_month Sel, 5 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

      Bupati Jepara Andi saat mengikuti panen raya bandeng di Desa Clering/masandijepara.id JEPARA – Sejak lama kelompok petani ikan bandeng di Desa Clering Kecamatan Donorojo, Jepara mengalami sejumlah permasalahan. Salah satunya yaitu adanya pendangkalan sungai. Persoalan itu disampaikan kelompok tani kepada Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat mengunjungi para petani yang sedang panen raya di Desa […]

  • Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 2 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Keberadaan Pesantren Maslakul Huda diperkirakan sudah ada sejak tahun 1910. Dulunya pesantren ini sering disebut dengan nama pesantren polgarut, sebab terletak di daerah yang dikenal dengan sebutan gempol garut di Desa Kajen bagian barat. Pendirinya KH. Mahfudz, ayahanda dari KH. Sahal Mahfudz yang dikenal luas sebagai sang Begawan Fiqih. Namun, pemberian nama Maslakul Huda, menurut […]

  • Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    • calendar_month Ming, 6 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    PATI – Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sorotan. Bagus Dwi Hananto, novelis asal Kudus ini melihat potensi dunia sastra di Pati sebenarnya cukup baik. Namun ruang sastra di Pati hanya berfokus pada aksi-aksi panggung saja. Hal itu diungkapkannya saat peluncuran sekaligus bedah buku Ikan-ikan Terbang di Aula Arpusda Kabupaten Pati Sabtu (5/5/2018) lalu. ”Sastra […]

  • Anggota DPRD Pati Pertanyakan Efektivitas Kopdes Merah Putih dalam Mendukung Ketahanan Pangan

    Anggota DPRD Pati Pertanyakan Efektivitas Kopdes Merah Putih dalam Mendukung Ketahanan Pangan

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 283
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, mempertanyakan efektivitas Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam menopang ketahanan pangan di Kabupaten Pati. Ia mengungkapkan keraguan masyarakat terkait kemampuan Kopdes Merah Putih dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kemandirian pangan di tingkat desa. “Apakah Koperasi Merah Putih bisa menopang ketahanan pangan? Ini pertanyaan yang sering muncul […]

  • Bupati Pati Sudewo didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra melihat alat kincir air bantuan CSR dari Bank Jateng.

    Bupati Sudewo Serahkan 74 Kincir Air dari CSR Bank Jateng untuk Dorong Produksi Nila Salin

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 479
    • 0Komentar

      PATI – Dalam upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan Nila Salin, Bupati Pati Sudewo menyerahkan 74 unit kincir air kepada sejumlah kelompok tani dari tiga kecamatan, yakni Margoyoso, Tayu, dan Dukuhseti. Bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Balai Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, pada Kamis […]

  • Persijap Jepara berhasil menahan imbang Persiba Bandung di laga terakhir Liga Super musim 2025/2026.

    Pertahanan Sekuat Kayu Jati Laskar Kalinyamat

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 398
    • 0Komentar

      BANDUNG – Pertahanan Persijap Jepara seperti kayu jati. Makin ditekan makin kuat. Komentar itu datang Sportcaster Indosiar Rendra Sujono dalam siaran langsung pertandingan pekan ke-34 Persib Bandung menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5). Pertandingan sengit itu berakhir dengan skor 0 – 0, tuan rumah Persib Bandung tidak berdaya menjebol […]

expand_less