Breaking News
light_mode

Respons Arahan Presiden Prabowo, Edy Wuryanto Soroti Pentingnya Kualitas Pendidikan Kedokteran

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
  • visibility 1.685

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengimbau pemerintah untuk bersikap cermat dalam menetapkan kebijakan penambahan fakultas kedokteran (FK) baru sebagai upaya mengatasi kekurangan dokter di negeri ini.

Menurutnya, upaya untuk mencapai target kuantitas tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan aspek kualitas pendidikan dokter, kebutuhan akan tenaga spesialis, serta akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran.

Keterangan ini disampaikan Edy sebagai tanggapan terhadap arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan percepatan proses penambahan fakultas kedokteran dan peningkatan kapasitas penerimaan mahasiswa FK.

Presiden menyatakan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan lebih dari 100.000 dokter, sehingga diperlukan langkah yang luar biasa untuk mengatasinya.

“Menambah program studi kedokteran umum harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita hanya mengejar jumlah, tetapi kualitas dokter dan layanan kesehatan justru terabaikan,” ujar Edy.

Politisi dari PDI Perjuangan tersebut menegaskan bahwa pembangunan fakultas kedokteran baru bukanlah hal yang dapat dilakukan secara instan. Diperlukan ekosistem pendidikan yang komprehensif, mulai dari dosen yang memiliki kualifikasi sesuai standar, rumah sakit pendidikan yang memadai, hingga sistem pembinaan klinik yang memenuhi persyaratan.

“Ini bukan sekadar membuka prodi, tapi membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang kompleks dan mahal,” tegasnya.

Menurut data Konsil Kesehatan Indonesia, saat ini terdapat sekitar 279 ribu dokter yang telah teregistrasi—meliputi dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter gigi spesialis—untuk melayani sekitar 287 juta penduduk Indonesia.

Secara skala nasional, rasio dokter telah mendekati standar minimal yang ditetapkan, namun permasalahan serius masih muncul terkait kekurangan dokter spesialis dan ketidakseimbangan distribusi, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Oleh karena itu, Edy menilai bahwa solusi untuk memenuhi kebutuhan dokter nasional tidak dapat hanya terfokus pada pembukaan FK baru secara berlebihan.

“Yang paling mendesak justru pendidikan tenaga medis level spesialis. Kita butuh pembukaan program pendidikan dokter spesialis, baik berbasis universitas maupun rumah sakit pendidikan, terutama untuk menjawab kebutuhan di daerah 3T,” kata Legislator yang mewakili Dapil Jawa Tengah III ini.

Selain masalah kualitas dan spesialisasi, Edy juga menyoroti permasalahan tingginya biaya pendidikan kedokteran. Menurutnya, tanpa adanya intervensi dari negara, penambahan FK baru justru berpotensi memperkuat kapitalisasi dalam pendidikan kedokteran yang hanya dapat dijangkau oleh masyarakat menengah ke atas.

“Kalau FK terus ditambah tapi biaya kuliahnya mahal, kita sedang menciptakan ketidakadilan baru. Anak-anak dari keluarga tidak mampu akan makin sulit menjadi dokter,” ujarnya.

Edy mengusulkan agar setiap kebijakan mengenai pembukaan FK dan penambahan kuota mahasiswa selalu diimbangi dengan pengendalian biaya pendidikan, serta peningkatan pemberian beasiswa khusus untuk pendidikan kedokteran bagi masyarakat menengah ke bawah.

Ia menilai bahwa langkah Presiden dalam menambah anggaran untuk riset hingga Rp4 triliun patut mendapatkan apresiasi, namun seharusnya diikuti dengan alokasi anggaran yang serius untuk beasiswa pendidikan kedokteran.

“Rasio dokter tidak akan tercapai kalau akses masuk pendidikan kedokteran tidak diperluas. Tugas pemerintah adalah memastikan biaya kuliah terjangkau dan beasiswa tersedia bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin menjadi dokter,” tuturnya.

Komisi IX DPR RI, lanjut Edy, akan terus mengawasi kebijakan pemerintah agar upaya pemenuhan kebutuhan dokter nasional dapat berjalan dengan seimbang antara aspek kuantitas, kualitas, pemerataan distribusi di berbagai wilayah, dan keadilan dalam akses pendidikan. Dengan demikian, diharapkan upaya ini benar-benar memberikan dampak positif pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyebab Kekalahan Persijap Jepara Atas Borneo FC

    Penyebab Kekalahan Persijap Jepara Atas Borneo FC

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 323
    • 0Komentar

    OLAHRAGA –  Pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui anak asuhnya kalah pengalaman saat tumbang dari tuan rumah Borneo FC pada laga pekan ketiga BRI Liga 1 2025/2026. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (24/8/2025) sore WIB, Persijap Jepara harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah tumbang dengan skor 1-3. Mario Lemos mengatakan Laskar […]

  • Tradisi Ramadan PWI Pati Berbagi Takjil bareng RS KSH

    Tradisi Ramadan PWI Pati Berbagi Takjil bareng RS KSH

    • calendar_month Jum, 14 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

      Kegiatan bagi takjil PWI Pati dan RS KSH  Ratusan paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan di sekitar Alun-alun Simpang 5 Pati. Kurang dari 30 menit takjil yang dibagikan tim RS KSH dan PWI Pati itu sudah ludes. PATI – Jalanan sekitar Alun-alun Simpang 5 Pati cukup ramai sore kemarin. Lalu lalang kendaraan meramaikan waktu […]

  • Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian tersebut yang ke 88. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang […]

  • DPRD Pati Dukung Gerakan Pangan Murah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    DPRD Pati Dukung Gerakan Pangan Murah untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, melalui Komisi B, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang diinisiasi oleh pemerintah daerah. Dukungan ini diberikan sebagai upaya konkret dalam menjaga kedaulatan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pati. Menurut H. Sudi Rustanto, Anggota Komisi B DPRD Pati, kedaulatan pangan merupakan aspek […]

  • Laga PSG Pati Melawan Persis Solo Jadi Pembuka Piala Walikota

    Laga PSG Pati Melawan Persis Solo Jadi Pembuka Piala Walikota

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 323
    • 0Komentar

    PATI – Piala Walikota Solo resmi bergulir. Empat klub Liga 1 dan empat klub Liga 2 dipastikan ambil bagian dalam turnamen pra musim jelang bergulirnya musim 2021. Turnamen bertajuk “Piala Wali Kota Solo 2021” ini mulai digelar di Stadion Manahan Solo pada 20-26 Juni 2021 mendatang dengan sistem gugur. Laga pembuka akan mempertemukan Persis Solo […]

  • Moncernya Putra-Putri Jepara di Arena Sepak Takraw PON Papua

    Moncernya Putra-Putri Jepara di Arena Sepak Takraw PON Papua

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

      JEPARA – Prestasi sepak takraw Jepara tak ada habisnya. Baik di level nasional maupun internasional. Terbaru putra-putri kebanggaan Kota Ukir berhasil menyumbangkan medali untuk kontingen Jawa Tengah di ajang PON XX Papua. Putra-putri yang berhasil menyumbang medali adalah Dini Mitasari dan Evana Rahmawati yang menyabet medali emas, di nomor regu event putri. Mereka tampil […]

expand_less