Persijap di Persimpangan Jalan: Antara Loyalitas, Modal, dan Keputusan Bisnis
- account_circle Abdul Adhim
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 143

Artinya, apabila suatu saat nama tersebut ingin dihidupkan kembali melalui yayasan atau badan hukum baru, proses itu tetap memungkinkan dilakukan melalui mekanisme PSSI. Konsekuensinya tentu tidak ringan. Persijap harus memulai perjalanan dari kompetisi level bawah, yakni Liga 3, sebagaimana diatur dalam sistem kompetisi sepak bola nasional.
Semua kemungkinan itu tentu baru akan terjadi apabila benar ada penjualan saham yang diikuti perpindahan homebase maupun perubahan identitas klub. Karena itu, saat ini publik masih menunggu kepastian resmi.
Yang jelas, slogan “Persijap Tetap Jepara” tidak cukup hanya menjadi seruan emosional. Di balik romantisme sejarah, loyalitas suporter, dan kebanggaan daerah, sepak bola modern tetap berdiri di atas fondasi bisnis. Ada modal yang harus dipenuhi, ada saham yang harus dipertahankan, ada legalitas yang mengikat, serta ada keputusan korporasi yang pada akhirnya menentukan arah perjalanan sebuah klub.
Ironisnya, yang paling mengecewakan adalah ketika sebuah klub membangun harapan di hadapan para pendukungnya melalui berbagai janji dan narasi, sementara di balik layar justru sedang mempersiapkan langkah yang bertolak belakang. Suporter yang selama ini memberikan dukungan tanpa syarat tentu berhak memperoleh transparansi mengenai masa depan klub yang mereka cintai.
Sepak bola tidak hanya berbicara tentang sejarah, identitas, dan kebanggaan sebuah daerah. Di era profesional, sepak bola juga merupakan industri yang membutuhkan tata kelola, pendanaan, dan keberanian mengambil risiko.
Liga Super memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pertanyaannya kemudian sederhana, tetapi sangat menentukan: apakah ada individu, pengusaha, atau perusahaan asal Jepara yang siap menggelontorkan dana besar demi memastikan Persijap tetap bermarkas dan bertanding di tanah kelahirannya?
Ataukah masyarakat Jepara hanya akan menjadi penonton ketika seluruh keputusan bisnis telah selesai dibuat?
M. Said Basalamah, mantan bos Persijap Jepara di era IPL
- Penulis: Abdul Adhim
- Editor: Arif

