Breaking News
light_mode

Persijap di Persimpangan Jalan: Antara Loyalitas, Modal, dan Keputusan Bisnis

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Ming, 26 Jul 2026
  • visibility 452

Artinya, apabila suatu saat nama tersebut ingin dihidupkan kembali melalui yayasan atau badan hukum baru, proses itu tetap memungkinkan dilakukan melalui mekanisme PSSI. Konsekuensinya tentu tidak ringan. Persijap harus memulai perjalanan dari kompetisi level bawah, yakni Liga 3, sebagaimana diatur dalam sistem kompetisi sepak bola nasional.

Semua kemungkinan itu tentu baru akan terjadi apabila benar ada penjualan saham yang diikuti perpindahan homebase maupun perubahan identitas klub. Karena itu, saat ini publik masih menunggu kepastian resmi.

Yang jelas, slogan “Persijap Tetap Jepara” tidak cukup hanya menjadi seruan emosional. Di balik romantisme sejarah, loyalitas suporter, dan kebanggaan daerah, sepak bola modern tetap berdiri di atas fondasi bisnis. Ada modal yang harus dipenuhi, ada saham yang harus dipertahankan, ada legalitas yang mengikat, serta ada keputusan korporasi yang pada akhirnya menentukan arah perjalanan sebuah klub.

Ironisnya, yang paling mengecewakan adalah ketika sebuah klub membangun harapan di hadapan para pendukungnya melalui berbagai janji dan narasi, sementara di balik layar justru sedang mempersiapkan langkah yang bertolak belakang. Suporter yang selama ini memberikan dukungan tanpa syarat tentu berhak memperoleh transparansi mengenai masa depan klub yang mereka cintai.

Sepak bola tidak hanya berbicara tentang sejarah, identitas, dan kebanggaan sebuah daerah. Di era profesional, sepak bola juga merupakan industri yang membutuhkan tata kelola, pendanaan, dan keberanian mengambil risiko.

Liga Super memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Pertanyaannya kemudian sederhana, tetapi sangat menentukan: apakah ada individu, pengusaha, atau perusahaan asal Jepara yang siap menggelontorkan dana besar demi memastikan Persijap tetap bermarkas dan bertanding di tanah kelahirannya?

Ataukah masyarakat Jepara hanya akan menjadi penonton ketika seluruh keputusan bisnis telah selesai dibuat?

M. Said Basalamah, mantan bos Persijap Jepara di era IPL

  • Penulis: Abdul Adhim
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • TP PKK Pati Ajak Warga Jadikan Olahraga Sebagai Kebiasaan, Bukan Beban

    TP PKK Pati Ajak Warga Jadikan Olahraga Sebagai Kebiasaan, Bukan Beban

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.719
    • 0Komentar

    PATI – Pembentukan budaya hidup sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga, guna melahirkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, saat memimpin kegiatan Senam Sehat dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Acara berlangsung di halaman Kantor […]

  • Persijap Jepara Tunjuk Salahudin Jadi Pelatih Kepala

    Persijap Jepara Tunjuk Salahudin Jadi Pelatih Kepala

    • calendar_month Sab, 28 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

      Coach Salahuddin/Instagram Persijap Jepara siap menatap gelaran Liga 2 musim 2022. Manajemen telah resmi menunjuk Salahuddin sebagai pelatih kepala. Salahuddin sangat berpengalaman dalam melatih tim-tim di Liga Indonesia. Pria yang identik mengenakan topi ini diharapkan mampu membawa Laskar Kalinyamat kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia. JEPARA – Kabar gembira bagi suporter Persijap Jepara. Secara […]

  • Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Sasar Warga Kepulauan Karimunjawa

    Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Sasar Warga Kepulauan Karimunjawa

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JEPARA – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada tahun 2018, telah memberikan manfaat yang sangat besar kepada masyarakat di Kabupaten Jepara, bahkan hingga menyasar di Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara.  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap, sehingga masyarakat di 20 desa dan kelurahan yang tersebar di 16 […]

  • Pemdes Ngagel Salurkan Beras Gratis untuk Warganya

    Pemdes Ngagel Salurkan Beras Gratis untuk Warganya

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Penyaluran bantuan beras kepada warga Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Ribuan paket sembako dibagikan oleh Pemerintah Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti kepada warganya. Bantuan berupa beras itu dibagikan dalam rangka PPKM darurat yang turut berlaku di wilyah Kabupaten Pati. PATI – Dengan menggunakan angkutan bak terbuka, sejumlah perangkat Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti mendistribusikan langsung kepada warganya. Hal […]

  • Rehabilitasi Jalan Boloagung-Trimulyo dan Wisata Talun Kayen Tuntas, Anggaran Rp9,05 Miliar

    Rehabilitasi Jalan Boloagung-Trimulyo dan Wisata Talun Kayen Tuntas, Anggaran Rp9,05 Miliar

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 103.061
    • 0Komentar

    PATI – Peningkatan infrastruktur jalan di Kabupaten Pati terus dilakukan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Salah satunya melalui pekerjaan rehabilitasi Jalan Boloagung-Trimulyo dan akses menuju kawasan Wisata Talun, Kecamatan Kayen, yang kini telah rampung 100 persen. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, menyampaikan bahwa rehabilitasi kedua […]

  • Aksi Anarkis Nodai Peringatan May Day di Semarang, Bupati Pati Kecam Keras

    Aksi Anarkis Nodai Peringatan May Day di Semarang, Bupati Pati Kecam Keras

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 320
    • 0Komentar

    PATI – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Gedung Gubernur Jawa Tengah pada 1 Mei 2025 diwarnai aksi anarkis oleh sekelompok orang yang menamakan diri sebagai anarko. Aksi corat-coret fasilitas umum dan kericuhan sempat terjadi sebelum akhirnya aparat kepolisian dapat meredam situasi. Kejadian ini mendapat kecaman keras dari Bupati Pati, Bapak Sudewo. “Saya […]

expand_less