Breaking News
light_mode

Nyadong Berkah, Yayasan Monumen Mujahidin Bageng Gelar Santunan Yatim Piatu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 22 Agu 2021
  • visibility 1.084

 

Kegiatan santunan anak yatim piatu di Yayasan PIM Mujahidin, Bageng, Gembong, Pati

PATI – Minggu pagi yang hangat, anak-anak berpakaian baju muslim itu terlihat bahagia. Hari itu sebanyak 80 anak-anak dari lima desa di Kecamatan Gembong, mendapat santunan dari Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong. Kegiatan itu dibalut dalam acara doa bersama Minggu (22/8/2021).

Kegiatan ini dilangsungkan di Pusgia/Aula Yayasan. Ketua Panitia Kegiatan, Ali Masturi, mengatakan bahwa terdapat 80 anak yatim piatu dan dhuafa yang menjadi sasaran kegiatan ini.

Mereka berasal dari lima desa di Kecamatan Gembong, yakni Bageng, Plukaran, Pohgading, Klakahkasihan, dan Gembong.

Adapun santunan yang diberikan antara lain berupa paket bingkisan sembako dan uang.

“Anggaran kegiatan ini sumbernya berasal dari para hamba Allah yang menyisihkan sebagian rizkinya. Kami ucapkan terima kasih banyak,” ujar dia.

Ali juga meminta doa dari para anak yatim penerima santunan.

“Kami berharap doa dari adik-adik sekalian. Semoga madrasah ini menjadi semakin barokah untuk pengurus, guru, murid, dan masyarakat. Itu cita-cita kita bersama. Tidak mungkin harapan terwujud dengan baik tanpa keberkahan. Karena keberkahan adalah kunci utama,” tandas dia.

Sementara, Ketua YPI Monumen Mujahidin Bageng, Kunadi, mengatakan bahwa santunan anak yatim merupakan kegiatan tahunan yang ditradisikan oleh yayasan setiap bulan Muharram.

“Alhamdulillah jumlah penerima santunan dibanding tahun lalu meningkat. Dari sekira 40 anak menjadi 80 anak. Harapan kami semua, Muharram tahun mendatang bisa semakin banyak,” papar dia.

Kunadi menambahkan, menyantuni anak yatim merupakan amalan utama yang yang diteladani dari Nabi Muhammad saw.

“Apalagi di bulan Muharram ada hari raya anak yatim piatu, yaitu pada hari Asyura, 10 Muharram. Kita selaku umat Islam, alhamdulillah bisa meneladani Nabi Muhammad saw untuk mengadakan santunan ini,” ungkap dia.

“Meskipun santunan ini belum seberapa nominalnya, namun ini iktikad baik kita bersama. Sedikit tidak masalah, yang penting kita sudah menjalankan perintah agama,” tambah Kunadi.

Dia menyampaikan ucapan terima kasih pada segenap panitia penyelenggara acara santunan yang telah berjerih-payah menyelenggarakan kegiatan ini dengan penuh kekhidmatan.

“Terima kasih juga pada para dermawan warga sekitar yang turut berpartisipasi memberikan infak untuk kegiatan ini lewat panitia. Ini merupakan kebanggaan tersendiri, setiap mengadakan kegiatan, masyarakat di lingkungan selalu terlibat,” tandas dia. (yan) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Patung gajah purba di depan museum purbakala Patiayam/ @ericandoko Bupati Kudus Hartopo menilai penting membuat roadmap yang jelas, langkah-langkah yang diambil dalam menyikapi situs patiayam. Hal ini mengingat temuan berbagai fosil yang sangat banyak. KUDUS – Museum Purbakala Patiayam memiliki situs purba yang terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Secara […]

  • Banjir Melanda, IDI Pati Turut Peduli

    Banjir Melanda, IDI Pati Turut Peduli

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.177
    • 0Komentar

    PEDULI : Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pati menyerahkan sejumlah bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Desa Kebonturi Kecamatan Jaken Sabtu (6//1/18) lalu. JAKEN – Hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (6/1) petang lalu, membuat beberapa daerah terendam. Ketinggian banjir bervariasi. Mulai dari 20 centimeter hingga 30 centimeter, hal ini lantas menimbulkan keprihatinan […]

  • Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    Literasi Sastra di Pati Masih Sepi

    • calendar_month Ming, 6 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI – Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sorotan. Bagus Dwi Hananto, novelis asal Kudus ini melihat potensi dunia sastra di Pati sebenarnya cukup baik. Namun ruang sastra di Pati hanya berfokus pada aksi-aksi panggung saja. Hal itu diungkapkannya saat peluncuran sekaligus bedah buku Ikan-ikan Terbang di Aula Arpusda Kabupaten Pati Sabtu (5/5/2018) lalu. ”Sastra […]

  • Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

    Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

    • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    Linda Surya Ayu Wulandari  Menjadi guru lumayan menguras energi. Baik fisik, apalagi fikiran. Linda Surya Ayu Wulandari juga mengalami hal demikian. Namun, rasa lelahnya itu terbayar dengan hal-hal yang cukup sepele. Linda, akan merasa senang, dan menyenangi pekerjaannya sebagai guru, saat melihat anak didiknya riang saat mengikuti pelajaran. Terutama saat mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 396
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

  • Menikmati Malam Tahun Barunan, Ngecamp Saja di Gardu Pandang Puncak Jehan Jepara

    Menikmati Malam Tahun Barunan, Ngecamp Saja di Gardu Pandang Puncak Jehan Jepara

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

      SUMBER FOTO : INSTAGRAM EXPLOREJEPARA Setiap orang punya cara menikmati malam pergantian tahun. Ada yang senang menyemut di pusat kota, menyaksikan pesta musik dan meniupkan terompet. Membuat bising dan riuh jalanan. Ada pula yang menikmatinya dengan bersantai di teras rumah. Berkumpul bersama keluarga atau teman, sambil bakar-bakar jagung, main kartu, atau gitaran sambil melantunkan […]

expand_less