Breaking News
light_mode

Muhamad Susanto Guru Agama yang Gemar Bercerita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
  • visibility 283
Muhamad Susanto saat mengajar anak didiknya di MTsN 2 Jepara belum lama ini

Bercerita Bikin
Pelajaran Agama Gembira
Mengajar
mata pelajaran agama di sekolahan mesti kreatif. Jika tidak, anak-anak akan
mudah sekali bosan terhadap pelajaran. Sebab pelajaran agama biasanya sering disampaikan
seperti orang berceramah.
Muhamad
Susanto menyadari hal tersebut. Lulusan IAIN Kudus itu pun berusaha menyelipkan
cerita-cerita sebelum memulai pokok bahasan pelajaran. Susanto mengajar mata
pelajaran Aqidah Akhlak untuk kelas VIII MTsN 2 Jepara. Sebelumnya, Susanto
juga pernah mengampu mata pelajaran Bahasa Arab. Selain itu juga pernah
mengajar pelajaran komputer.
”Memang
yang saya rasakan jika hanya monoton, mengajar pelajaran agama seperti Aqidah
Aklak ini akan terjebak seperti pengajian-ceramah. Untuk porsi anak-anak hal
tersebut akan sangat membosankan,” kata Susanto.
Makanya,
sebelum memulai pelajaran, pria kelahiran Jepara, 6 Oktober I979 ini lebih
banyak memakai cerita-cerita yang tentunya inspiratif, sekaigus masih nyambung
dengan pokok bahasan.
Misalnya
saat tiba pembahasan tentang sifat tamak. Bukan dalil-dalil yang akan
disampaikan terlebih dulu. Tetapi Susanto, bercerita mengenai bagaimana sifat
tama yang sangat merugikan diri sendiri, lengkap  dengan contoh kasusnya.
”Para
siswa akan gembira dengan cara itu. Mereka menjadi sangat tertarik dengan
materi pelajaran yang akan disampaikan. Mengajar itu yang penting siswanya
gembira dulu. Kalau sudah begitu akan menyenangkan. Siswa-siswa jadi akan menunggu
kedatangan guru untuk mengajar. Dan ini membuat pemahaman terhadap materi
pelajaran akan sangat baik,” jelas pria yang sudah mengajar di MTsN 2 Jepara
sejak 2003 silam.
Selain
itu, Susanto juga kerap menyelipkan permainan-permainan sederhana saat berlangsung
kegiatan belajar mengajar di kelas. Seperti permainan mengejar dunia sama
dengan mengejar bayangan.
”Anak-anak
saya suruh memeragakan bagaimana mengejar bayangan. Bagaimana prosesnya.
Rasanya bagaimana. Itu salah satu yang saya lakukan saat mengajar. Anak-anak
menjadi senang. Dan tentunya tidak ada yang ngantuk menyimak materi yang saya
sampaikan,” jelas Susanto. (alb) 

Muhamad Susanto saat berkegiatan di masyarakat

Aktif Ajak
Masyarakat Mengaji
Selain
mengajar di sekolah. Susanto punya kesibukan lain di luar dunia pendidikan formal
tersebut. Dia banyak menghabiskan waktunya untuk membina masyarakat. Terutama
di sekitar rumahnya di Desa Keling, Kecamatan Keling. Susanto aktif mengajak
masyarakat mengaji selapanan rutin.
Pria
yang akrab disapa Pak Sus ini mengasuh pengajian selapanan kitab Sullamut Taufiq, dan juga selapanan
salawatan maulid simtudduror. Aktivitas
itu dilakukannya sejak 2015 lalu. Awalnya niatan membikin majelis pengajian itu
untuk mengakomodir kegiatan anak-anak muda di sekitar rumahnya. Pengajian
selapanan itu sendiri dilakukan di rumahnya. Desa Keling Dukuh Bono.
”Awalnya
memang niatan saya untuk membuat kegiatan anak-anak muda. Harus ada sesuatu
yang bisa diberikan kepada anak-anak muda ini. Supaya anak-anak muda ini
memiliki kegiatan yang juga bermanfaat dan menunjang pendidikan karakternya,”
kata Susanto.
Saat
pertama kali menyelenggarakan selapanan itu, kata Susanto, awalnya diberikan
undangan satu persatu. Lama-kelamaan mereka berdatangan sendiri secara rutin
ikut pengajian. ”Ya bagi saya hal ini memang sudah menjadi tanggung jawab moral
untuk ikut memberikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat sekitar terutama
para tetangga,” imbuh pria yang pernah nyantri di pondok pesantren Al Hikmah
Mojokerto ini. selain di Al Hikmah, dia juga sempat nyantri di pondok pesantren
Mansajul Ulum, dan Ihyaus Sunnah di Pati.
Selain
mengasuh pengajian selapanan di sekitar rumahnya, Susanto juga aktif
berorganisasi. Di desanya, dia dipercaya sebagai Ketua Tanfidz NU Ranting
Keling. Selain itu Susanto juga ikut berorganisasi ruqyah yang juga dinaungi
oleh NU.
”Ya
ikut memperkenalkan metode pengobatan melalui ruqyah. Pengobatan yang
tuntunannya ada di Alquran. Pengobatan yang ada di masa Rasulullah,” kata
Susanto. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    Wakil Ketua DPRD Pati Dorong Penggunaan Pupuk Biosaka Pertanian

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 358
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Ketua DPRD Pati, Bambang Susilo, mendorong petani di wilayahnya untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk, salah satunya dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk Biosaka. Hal ini disampaikan dalam upaya mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Kami berharap petani dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan pupuk untuk tanaman mereka. Salah satunya adalah dengan kombinasi […]

  • Menyongsong Porprov 2023 Tim Atletik Pati Latihan Terpusat

    Menyongsong Porprov 2023 Tim Atletik Pati Latihan Terpusat

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 308
    • 0Komentar

    Tim atletik Pati  Waktu menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2023 kian dekat, tim atletik Pati melakukan latihan terpusat. Agar meraih hasil maksimal dalam ajang multievent paling bergengsi di Jawa Tengah tersebut.  PATI – Ketua Umum Pengkab PASI Pati Suwito mengungkapkan saat ini ada belasan atlet atletik Pati dalam kondisi siap tempur dalam Pekan […]

  • Anggota Dewan Pati Bolos Paripurna Hak Angket Ujian Calon Perangkat Desa Gagal

    Anggota Dewan Pati Bolos Paripurna Hak Angket Ujian Calon Perangkat Desa Gagal

    • calendar_month Sel, 17 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

      Ketua DPRD Pati Ali Badrudin Pembentukan hak angket tentang ujian calon perangkat desa gagal dilakukan. Sebab banyak anggota DPRD Pati yang bolos rapat paripurna, sehingga rapat tersebut tidak kuorum. PATI – Rapat Paripurna DPRD Pati dengan agenda Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Ujian Calon Perangkat Desa (Perades) gagal dibentuk, Selasa (17/5/2022). Hal tersebut […]

  • Sejarah Gambiran Pusat Penyebaran Islam di Pati Masa Lalu

    Sejarah Gambiran Pusat Penyebaran Islam di Pati Masa Lalu

    • calendar_month Sab, 24 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Potret Masjid Gambiran, Desa Sukoharjo, Margorejo, Pati Gambiran disebut pusat penyebaran Islam di tanah Pati pada masa lampau. Berbicara tentang syiar Islam tidak terlepas dari nama Mbah Cungkrung. Beliau murid Sunan Muria, yang berdakwah dengan corak tasawuf. Bukti lain bahwa dahulu Gambiran merupakan pusat Islam di Pati, adalah keberadaan pemakaman Islam kuno di Dukuh Gambiran RT […]

  • Penyerang Persijap Jepara Carlos Franca bersama Yakubu. (PERSIJAP OFFICIAL)

    Persijap Jepara Tantang Semen Padang, Saatnya Balas Kekalahan di Putaran Pertama

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PADANG – Persijap Jepara bakal menantang tuan rumah Semen Padang pada laga pekan ke-28 BRI Super League, Senin (20/4/2026) kick off pukul 15.30 WIB. Pertandingan ini akan menjadi momen bagi pasukan Mario Lemos untuk menuntaskan dendam atas kekalahan di putaran pertama sebelumnya, dimana Persijap kalah tipis 1 – 2. Dengan materi pemain yang terbilang lebih […]

  • Kirab Budaya Haul Mbah Ahmad Mutamakkin Meriah, Tongklek Jadi Daya Tarik Utama

    Kirab Budaya Haul Mbah Ahmad Mutamakkin Meriah, Tongklek Jadi Daya Tarik Utama

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.540
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan warga memadati ruas jalan di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, untuk menyaksikan kirab budaya dalam rangka Haul Syekh Ahmad Mutamakkin, Jumat (26/6/2026). Perhelatan tahunan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi daya tarik masyarakat. Sejak siang hari, masyarakat tampak antusias memenuhi sepanjang jalur kirab. Berbagai atraksi budaya ditampilkan, […]

expand_less