Breaking News
light_mode

Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 14 Jan 2018
  • visibility 357
Ciptakan Lapangan
Kerja, Berdayakan Ibu-ibu Tetangga

Proses pembuatan kulit lumpia

Supri
sudah delapan tahun membuat kulit lumpia di Semarang. Dia sudah paham betul
seluk beluk berbisnis kulit lumpia. Sampai akhirnya, pria lulusan SD ini nekat
membuka usaha sendiri di kampung halamannya. Selain ingin suasana baru, Supri
ingin memberdayakan tetangganya.

Ada tumpukan tepung
yang menggunung, ada juga deretan kompor . Tampak ibu-ibu dengan beragam usia,
memenuhi ruangan yang digunakan sebagai tempat memproduksi kulit lumpia. Udara
terasa panas, keringat mudah bercucuran, sebab banyak kompor yang hidup dalam
waktu bersamaan.
Di ruangan sebesar
kurang lebih 7×8 meter ini, ribuan lembar kulit lumpia dihasilkan setiap hari.
Adalah Supri, pria kelahiran Pati, 20 Juli 1990 inilah yang memulai usaha kulit
lumpia di daerah. Dukuh Pilang Desa Tompomulyo.
Sebelumnya, Supri
pekerja serabutan, merantau dari satu kota ke kota lainnya, bahkan hingga luar
Jawa. Namun, sejak sekitar tahun 2001, Supri mencari pekerjaan baru. Dia
merantau ke Semarang, belajar sekaligus bekerja sebagai pembuat kulit lumpia di
Kranggan Semarang yang merupakan sentra usaha rumahan kulit lumpia di sana.
”Sebelum membuka usaha
kulit lumpia di rumah sendiri, saya memang belajar dari Kranggan. Delapan saya
di sana,” kata Supri saat saya berkunjung ke tempat produksi yang berada di belakang rumahnya di
Dukuh Pilang Desa Tompomulyo.
Selama kurang lebih
delapan tahun merasakan bekerja di Semarang, Supri akhirnya nekat membuka usaha
sendiri. Dia membawa segala yang ia tahu, yang ia punya ke kampungnya sendiri.
Perlahan ia bangun usaha yang baru pertama dan mungkin satu-satunya di
Kabupaten Pati ini.
”Mulai saya kerjakan
sendiri sekitar enam bulan pertama hingga kemudian satu demi satu saya
mengajari ibu-ibu tetangga untuk ikut bekerja. Dari yang semula satu sak tepung
baru habis sepekan sampai kini sehari delapan sak habis untuk memenuhi pesanan
pasar,” terang Supri.
Supri mengaku, memilih
kembali pulang ke kampong halamannya sebab dirinya menginginkan suasana baru.
Disamping itu, Supri memang berniat memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya.
”Disamping sebagai
ladang penghasilan, saya lakukan ini sebagai cara saya untuk memberikan
kegiatan kepada ibu-ibu di sekitar rumah. Paling tidak ada tambahan sedikit
penghasilan,” imbuh Supri.
Saat ini kulit lumpia
yang diproduksinya sudah memenuhi pasar di Pati, Kudus, Demak, dan juga Jepara,
terkadang jika Semarang kurang, pasokan kulit lumpia dari Dukuh Pilang juga
diminta untuk memenuhi.
Dalam sehari usaha
kulit lumpia ini menghabiskan sedikitnya dua kwintal tepung yang didatangkan
langsung dari pabrik. Keuntungan yang didapat mencapai Rp 1 juta per hari.
Pekerjaan membuat kulit lumpia ini dibagi menjadi beberapa tim.
Satu tim terdiri dari
dua pekerja. Satu yang menuangkan adonan, satunya lagi mengambil adonan yang
sudah matang. Satu tim menghadapi empat wajan. Sehari satu tim saja bisa
memproduksi 1000 lembar. Per 100 lembar mereka dihargai Rp 8.500. (Achmad Ulil Albab)
    

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI

    Anggota Komisi IX DPR RI Soroti Penonaktifan 7,3 Juta Peserta BPJS PBI

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 388
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti penonaktifan 7,3 juta peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) oleh Kementerian Sosial. Ia mengungkapkan banyak aduan dari masyarakat Grobogan yang mengalami hal serupa. “Dari data yang kami terima, banyak masyarakat di Grobogan yang dieksklusi dari kepesertaan BPJS PBI,” ujarnya Jumat (4/7). Edy mendesak peninjauan ulang […]

  • DPRD Pati Dorong Sinergi Pemkab Tangani Serangan Hama Tikus di Lahan Pertanian

    DPRD Pati Dorong Sinergi Pemkab Tangani Serangan Hama Tikus di Lahan Pertanian

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.983
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati diminta segera mengambil tindakan nyata untuk menanggulangi serangan hama tikus yang merajalela di areal persawahan dan lahan pertanian. Masalah ini dikhawatirkan semakin menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen, baik untuk tanaman padi maupun jagung yang menjadi andalan petani setempat. Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, […]

  • Kedaulatan Pangan dan Kesadaran Budaya Sumber Utama Kekuatan Bangsa

    Kedaulatan Pangan dan Kesadaran Budaya Sumber Utama Kekuatan Bangsa

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Ngaji budaya Suluk Maleman, (17/9/2022) Bukan seberapa banyak jumlah tentara atau canggihnya alutsista. Namun kedaulatan pangan dan kesadaran budayalah yang menjadi sumber utama kekuatan bangsa.  Masalah kebangsaan kembali dibahas dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (17/9/2022) malam. Dalam forum ngaji budaya itu dibahas tentang pentingnya posisi kedaulatan pangan serta kesadaran budaya sebagai sumber utama […]

  • Tak Boleh Untuk Mudik, Mobil Dinas Dikandangkan

    Tak Boleh Untuk Mudik, Mobil Dinas Dikandangkan

    • calendar_month Sel, 12 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Mobil dinas terparkir di halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pati kemarin. PATI – Menjelang Hari raya Idul Fitri, Bupati Haryanto mengingatkan para pejabatnya untuk tidak menggunakan kendaraan dinas sebagai sarana penunjang keperluan pribadinya. Misalnya kendaraan dinas untuk kegiatan mudik ke kampung halaman. ”Jangan sampai menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan pribadinya masing-masing. Itu […]

  • Persijap Harus Waspada, Adhyaksa FC Bukan Tim Sembarangan Enam Pertandingan Terakhir Tak Pernah Kalah

    Persijap Harus Waspada, Adhyaksa FC Bukan Tim Sembarangan Enam Pertandingan Terakhir Tak Pernah Kalah

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara bakal melakoni laga krusial untuk memastikan tiket babak 8 besar Liga 2, menjamu Adhyaksa FC Minggu (5/12/2025) di Stadion GBK Jepara. Meskipun berstatus sebagai tuan rumah, Persijap Jepara mesti waspada dengan Adhyaksa FC. Sebab tim besutan coach Ade Chandra itu sedang berada dalam trend positif. Enam kali pertandingan terakhir tidak pernah […]

  • Warga Dukuhseti Dilatih Tanggap Bencana, dari Orang Tenggelam sampai Simulasi Gempa

    Warga Dukuhseti Dilatih Tanggap Bencana, dari Orang Tenggelam sampai Simulasi Gempa

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    PATI – Warga Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti mendapat pelatihan tanggap bencana Kamis (7/2/2019) di balaidesa setempat. Pelatihan diberikan oleh sejumlah mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Semarang. Pelatihan itu ditujukan untuk mengurangi resiko bencana yang sering kali menimpa warga. Warga terdiri dari pemuda karang taruna maupun warga yang berprofesi nelayan antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Nana Rochana, […]

expand_less