Breaking News
light_mode

Mantan Napiter Poso Deklarasi Lawan Radikalisme dan Terorisme

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
  • visibility 149

 

Suasana deklarasi lawan radikalisme dan terorisme oleh mantan napi terorisme

POSO, Nasional – Upaya Satgas
Madago Raya dengan menggandeng Kementrian Agama Kabupaten Poso, Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, tokoh agama dan tokoh adat telah memberikan
harapan terciptanya kedamaian di Bumi Sintuwu Maroso, Poso Sulawesi Tengah.

Warga masyarakat Dusun
Tamanjeka Desa Masani Kec. Poso Pesisir yang dikenal dengan basis Islam radikal
telah mengucapkan ikrar atau deklarasi untuk menolak dan melawan radikalisme
dan terorisme, Rabu (23/6/2021) di halaman masjid Nurul Huda

“Bismillahir-rahmanir-rahim,
dari Poso untuk Indonesia, Kami warga Tamanjeka menolak dan melawan segala
bentuk radikalisme, terorisme, untuk mewujudkan Poso yang aman, demi masa depan
yang lebih baik” demikian bunyi deklarasi yang diucapkan warga dusun Tamanjeka
yang mayoritas adalah eks narapidana teroris (napiter) dihadapan Satgas Madago
Raya, Kementrian Agama, MUI Kab. Poso, tokoh agama dan  tokoh adat 

Kasatgas Humas Madago Raya
Kombes Polisi Didik Supranoto melalui keterangan resmi yang diteruskan kepada
media di Palu, Kamis (24/6/2021) mengungkapkan “Dengan adanya deklarasi menolak
dan melawan radikalisme dan terorisme sebagaimana diucapkan warga dusun
Tamanjeka yang mayoritas adalah mantan napiter semoga dapat mewujudkan
Kabupaten Poso yang damai dan Poso yang lebih baik”

Upaya preemtif ini
diprakarsai oleh Satgas Madago Raya dengan menggandeng Kemenag Kab. Poso M.
Arif, Ketua MUI Kab. Poso KH. Arifin Tuamaka, tokoh agama Ustad Zainuddin yang
beberapa hari terakhir terus memberikan edukasi, pembinaan dan penggalangan
kepada warga Tamanjeka Poso, terang Didik

Mantan Kapolres Kolaka
Polda Sultra ini juga mengatakan semoga dengan adanya Ikrar atau deklarasi
menolak dan melawan radikalisme dan terorisme ini, dapat diikuti oleh warga
Kabupaten Poso yang lain sebagai perwujudan bahwa Tororisme adalah musuh
bersama, pungkasnya.

Sebelum dilakukannya ikrar
atau deklarasi oleh warga dusun Tamanjeka Desa Masani Kec. Poso Pesisir Kab.
Poso ini terlebih dahulu mendapat pembinaan dari Satgas Madago Raya, Kemenag
dan Ketua MUI Poso

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Tanpa Sujud ?

    Masjid Tanpa Sujud ?

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Teater Gerak 11 PMII Cabang Kudus bersiap menggelar pentas produksi pada Sabtu (18/5/2019) nanti di Gedung O FKIP Universitas Muria Kudus pukul 20.00. Lakon yang dibawakan adalah “Masjid Tanpa Sujud”. Lakon itu merupakan naskah karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin, seniman dan budayawan dari Bumi Mina Tani, sekaligus pendiri Orkes Puisi Sampak GusUran dan pengasuh Ngaji […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Ungkap Ketidaksesuaian Data PBB-P2 dengan Klaim Bupati

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Ungkap Ketidaksesuaian Data PBB-P2 dengan Klaim Bupati

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 192
    • 0Komentar

    PATI – Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati terkait pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, kembali menghadirkan fakta baru yang signifikan. Sorotan kali ini tertuju pada klaim Bupati Sudewo yang menyatakan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tidak mengalami kenaikan selama 14 tahun. Klaim tersebut terbantahkan dalam rapat Pansus Hak Angket […]

  • DPRD Pati Dorong Upaya Preventif dan Promotif untuk Cegah Diabetes

    DPRD Pati Dorong Upaya Preventif dan Promotif untuk Cegah Diabetes

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Diabetes Militus (DM) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati. Penyakit ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang seringkali tidak terasa. Menanggapi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong langkah preventif dan promotif untuk menekan angka penderita diabetes. “Bukan hanya pengobatan yang perlu […]

  • DPRD Pati Dukung Penambahan Bibit Durian di Gunungwungkal, Harap Merata ke Kecamatan Lain

    DPRD Pati Dukung Penambahan Bibit Durian di Gunungwungkal, Harap Merata ke Kecamatan Lain

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 178
    • 0Komentar

    PATI – Bantuan 1.500 bibit durian Musang King dan Black Thorn dari PT Jasa Marga dan sembilan anak perusahaannya telah diterima petani di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyambut positif bantuan ini. Beliau menekankan potensi durian Gunungwungkal yang perlu didukung penuh. “Memang di daerah Gunungwungkal berpotensi di bidang durian. […]

  • DPRD Pati Komitmen Kawal Pembangunan Selama Masa Transisi Pemerintahan   

    DPRD Pati Komitmen Kawal Pembangunan Selama Masa Transisi Pemerintahan  

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.352
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menegaskan siap menjalankan peran untuk mengawal proses pembangunan daerah pada masa peralihan kepemimpinan. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyampaikan bahwa pihaknya bersedia mendukung kebijakan strategis yang bertujuan memelihara stabilitas pemerintahan, khususnya di masa transisi kepemimpinan saat ini di Kabupaten Pati. “Kami di […]

  • DPRD Pati Narso Ungkap Alasan Generasi Muda Kurang Minat ke Pertanian

    DPRD Pati Narso Ungkap Alasan Generasi Muda Kurang Minat ke Pertanian

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 171
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, menyoroti minimnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian di wilayah Kabupaten Pati. Ia menuding kurangnya edukasi dari Pemkab Pati sebagai salah satu penyebabnya. “Generasi muda enggan bertani karena selalu dihantui ancaman banjir di beberapa wilayah seperti Jakenan, Kayen, dan Gabus,” ujarnya. Selain banjir, fenomena kekeringan juga menjadi […]

expand_less