Breaking News
light_mode

Kuota PPDB SMP 90 Persen Zonasi, 5 Persen Prestasi dan Pindahan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
  • visibility 263



PATI – Pada tahun ajaran
2019/2020, penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP didasarkan pada 90
persen sistem zonasi. Sisanya 5 persen prestasi, dan 5 persen lainnya adalah
berdasarkan surat pindahan.

Untuk zonasi tidak boleh kurang
dari 90 persen. Harus diisi peserta didik dari zona tersebut. Sedangkan untuk
prestasi dan pindahan maksimal diisi masing-masing 5 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Winarto dalam kegiatan
sosialisasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 pagi kemarin di Ruang
Penjawi Setda Pati. Sosialisasi tersebut diikuti oleh Ketua Dewan Pendidikan,
Ketua PGRI, Kepala SMP Negeri maupun Swasta, pengawas SMP, Koordinator Wilayah
Kecamatan (Korwilcam), serta pengawas TK dan SD.

Sosialisasi itu berkaitan dengan
teknis penerimaan. Selain sosialisasi, Disdikbud juga membuka sesi diskusi.
Untuk mempertajam pemahaman terkait teknis PPDB di tahun ajaran 2019/2020 ini.
PPDB sendiri akan dibuka pada 20 – 22 Mei mendatang. Zonasi pada tahun ini
berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu menggunakan zonasi desa, tahun
menggunakan zonasi per kecamatan.

”Untuk zonasi sendiri nanti yang
mendaftar, harus melalui zonasi dulu. Misalnya di SMP 3, misalnya masuk zonasi
SMP 3, dia tidak bisa mendaftar melalui jalur prestasi,” kata Winarto. 

Selain itu, dalam PPDB tahun ini,
pihaknya juga mengingatkan tidak boleh terjadi penambahan rombongan belajar
(rombel). ”Kalau tahun lalu 7 rombel, tahun ini ya 7 rombel. Dan maksimal 9
rombel,” kata Winarto.

PPDB, lanjut Winarto pada dasarnya
berprinsip non diskriminasi. Tidak ada sentimen agama, suku, dan lainnya. Yang
ada adalah persamaan hak WNI. ”Transparan dalam pelaksanaannya, dan juga
objektif. PPDB ini sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018,”
jelasnya.

Sementara itu, Bupati Haryanto
mengapresiasi kegiatan sosialisasi sekaligus diskusi dalam proses PPDB
tersebut. Hal itu agar aksi rebutan peserta didik tak terjadi. Menurutnya, di
banyak SD misalnya banyak terjadi persaingan rebutan peserta didik. Biasanya
dengan adrasah.

”Kalau di Pati kota ini cenderung
berebut peserta didik, yakni di SD Pati Kidul, SD Ngarus dan Pati Lor. Masalah
– masalah inilah yang patut diselesaikan lebih awal, agar nanti tidak
menimbulkan beban khususnya bagi kepala sekolah. Harus dirembug benar,” kata
Bupati Haryanto.

”Kalau kemarin zonasi masih
terbatas desa, sekarang lebih luas yaitu dalam lingkup kecamatan. Itu nanti
pihak yang terkait harus saling diskusi agar tidak ada sekolah yang jumlah
muridnya gemuk, di sisi lain malah ada yang kurus bahkan tidak dapat murid,”
pesan bupati.

Pihaknya menekankan dalam sistem
penerimaan peserta didik, perlu dilakukan inovasi dan terobosan – terobosan
yang tidak menyalahi aturan. Sebab, sekolah di kota cenderung tidak terlalu banyak
masalah, namun sekolah – sekolah di pinggiran, harus berpikir bagaimana bisa
berkembang. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Gembong 1 Disuspend, BGN Tegaskan Semua Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG Ditanggung

    SPPG Gembong 1 Disuspend, BGN Tegaskan Semua Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG Ditanggung

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.138
    • 0Komentar

    PATI — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono bersama Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh biaya penanganan medis korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati akan ditanggung bersama. Hal ini disampaikan pada Kamis (10/9/2026), saat Trenggono didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung para korban yang menjalani perawatan di […]

  • Diecaster, Bukan Sembarang Pecinta Mobil-mobilan

    Diecaster, Bukan Sembarang Pecinta Mobil-mobilan

    • calendar_month Sab, 3 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Tak sedikit yang mencibir para kolektor dan pecinta mobil-mobilan. Sudah dewasa masih saja bergumul dengan mainan anak-anak. Begitu biasanya, orang-orang yang belum paham soal hobi mengoleksi mainan mobil-mobilan yang rintisannya muncul pada abad ke 20 itu. Ketua Komunitas Diecaster Pati, Whido Danang Kesumo membenarkan. Bagi mereka yang belum paham dengan hobi yang satu ini, sudah […]

  • PWI-MUI Jateng Serukan Pemberitaan Covid Bernarasi Positif

    PWI-MUI Jateng Serukan Pemberitaan Covid Bernarasi Positif

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

      Penandatanganan kesepakatan PWI-MUI Jawa Tengah PWI dan MUI Jawa Tengah sepakat untuk menonjolkan pemberitaan Covid-19 dengan narasi positif. Kesepakatan ini dalam rangka membangun optimisme publik menghadapi pandemi. Kesepakatan ini tertuang dalam empat butir seruan. SEMARANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menyerukan bersama agar dalam pemberitaan […]

  • DPRD Pati Desak Pemerintah Daerah Berikan Bantuan Nyata bagi Petani Tambak Terdampak Banjir Rob

    DPRD Pati Desak Pemerintah Daerah Berikan Bantuan Nyata bagi Petani Tambak Terdampak Banjir Rob

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.017
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera merencanakan langkah nyata guna meringankan beban petani tambak yang terkena dampak banjir rob di kawasan pesisir daerah ini. Menurut politisi dari Fraksi PKB itu, kerugian yang diderita para pembudidaya tambak tidak kalah besar jika dibandingkan dengan kerugian petani padi […]

  • Harga Bahan Pokok di Pati Terus Melejit, Bikin Emak-Emak Pusing

    Harga Bahan Pokok di Pati Terus Melejit, Bikin Emak-Emak Pusing

    • calendar_month Kam, 22 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PATI – Dalam beberapa pekan ini sejumlah harga bahan pokok di Pati terus melejit harganya. Tidak hanya beras, bahan pokok lainnya juga turut naik harganya. Membuat kalangan emak-emak pusing untuk memutar uang belanja. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Koeswantoro mengatakan, kenaikan harga sembako ini diakibatkan minimnya pasokan. Meskipun demikian, stoknya […]

  • Tanam Padi Serentak di Kudus Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Tanam Padi Serentak di Kudus Dukung Swasembada Pangan Nasional

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 345
    • 0Komentar

    KUDUS – Gerakan tanam padi serentak di 14 provinsi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto turut dilaksanakan di Kabupaten Kudus, Rabu (23/4/2025). Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama Wakil Bupati Bellinda Birton, turut serta menanam padi di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kudus dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sam’ani menyatakan bahwa ketahanan pangan Kudus telah […]

expand_less