Breaking News
light_mode

Kreatif Manfaatkan Barang Bekas Siswa MTs Salafiyah Bikin Robot

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
  • visibility 303
Siswa MTs Salafiyah Kajen membuat robot dari bahan barang bekas

Anak madrasah tidak hanya pandai soal ilmu agama saja. Akan tetapi teknologi membuat robot sederhana pun dikuasai. Seperti yang dilakukan siswa MTs Salafiyah Kajen – Pati ini.

PATI – Sebuah robot yang diberi nama Basilica ini dibuat oleh siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen. Uniknya robot itu dibuat dengan memanfaatkan sejumlah barang bekas.

Siswa kreatif itu adalah Anargya Fahmi Ilmi Nugraha dan Muhammad Ridwan Arsyad. Mereka dibimbing oleh Angelia, guru MTs Salafiyah dan tim Madrasah Robotic Competition (MRC). 

Robot itu dibuat untuk kompetisi dimana diantara misinya adalah menggunakan system menangkap dan melempar bola.

“Nama Basilica sendiri terinspirasi dari meriam raksasa kekaisaran Ottoman Turki yang menjadi salah satu kunci kemenangan dalam penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Sehingga diharapkan robot ini nantinya akan seperti meriam Basilica,” terangnya.

Selayaknya meriam Basilica, robot yang dibuat siswa MTs Salafiyah itu juga memiliki semacam meriam untuk pelempar bola berukuran besar. Uniknya meriam itu dibuat dari kaleng makanan ringan kentang.

Unik

“Diantara keunikan dan kelebihan robot buatan siswa ini memang memanfaatkan barang bekas. Selain agar dapat lebih ramah lingkungan tentu penggunaan barang bekas ini justru memiliki banyak kelebihan lainnya,” terangnya.

Selain kaleng makanan ringan itu, mereka juga menggunakan stik es krim dan triplek bekas. Diantaranya untuk lengan robot. Penggunaan barang bekas itu diakuinya justru membuat beban robot Basilica buatan mereka menjadi lebih ringan.

“Memang ada bagian yang dikuatkan dengan akrilik. Tapi tak sedikit yang menggunakan stik eskrim, dan triplek bekas. Kalau semua pakai akrilik rupanya bebannya justru jadi berat. Begitu pula pada lengan robotnya,”tambahnya.

Oleh karena itulah dia yakin penangkap bola yang terbuat dari triplek itu akan mampu memindahkan tangkapannya ke area aman dengan lebih cepat. Apalagi bebannya terbilang lebih ringan.

“Kelebihan lainnya, pelemparnya pun kami rasa memiliki kecepatan yang tinggi,”tambahnya.

Untuk membuat robot Basilica itu, dia mengatakan anak-anak dampingannya memang harus melakukan riset yang cukup kuat. Sebagian besar waktunya bahkan habis dalam proses penggalian data dan referensi.

“Jadi ide pembuatan robot itu benar-benar berdasarkan riset. Bahkan tak jarang sampai malam hari saat melakukan risetnya itu. Kalau perlu dirancang komponen apa yang bisa dilakukan untuk misi penangkap dan pelempar bola seperti yang diisyaratkan dalam kompetisi MRC,”tambahnya. 

Mereka bahkan harus melakukan trial and error sehingga seringkali berganti konsep. Terutama dalam proses penentuan dimensi dan keefektifan dari kinerja robot itu sendiri.

“Harus dicoba berkali-kali. Misalkan kerangkanya akan menganggu proses pelemparannya atau tidak,”imbuhnya.

Prestasi

Berkat ketelatenan para siswa MTs Salafiyah Kajen itu, mereka pun berhasil lolos seleksi dalam Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2022 yang digelar Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). 

“Kalau kompetisinya akan digelar pada 22 hingga 23 November mendatang. Saat ini kami tengah mematangkan proses kesiapan dalam kompetisi tersebut. Termasuk mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki dan menjadwalkan riset,”tambahnya. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Totalitas Binda Jateng Jemput Target Vaksinasi ke Sawah

    Totalitas Binda Jateng Jemput Target Vaksinasi ke Sawah

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Penjemputan target vaksinasi hingga ke sawah dilakukan oleh Binda Jateng GROBOGAN – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jateng terus menggencarkan vaksinasi massal kepada masyarakat. Sistemnya tidak hanya digelar di satu titik, namun juga menyambangi sasaran vaksinasi secara door to door. Bahkan ke persawahan masyarakat. Lokasi persawahan dalam vaksinasi Rabu (16/3/2022) ini yakni di Desa Bandungharjo […]

  • Gongcik:  Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

    Gongcik: Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 482
    • 0Komentar

    PATI – Kesenian bela diri Gongcik, yang pernah masyhur di Kabupaten Pati, kini mulai meredup. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya melalui pertunjukan yang melibatkan berbagai generasi. Warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, misalnya, masih aktif melestarikan Gongcik secara turun-temurun. “Seperti menjelang bulan Syuro ini kami mengadakan pertunjukan Gongcik dari berbagai lintas generasi, mulai dari […]

  • Mengenal Sosok Gus Yasin, Beginilah Orangnya

    Mengenal Sosok Gus Yasin, Beginilah Orangnya

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Ganjar Pranowo mendapat pendamping untuk berlaga di Pilgub Jawa Tengah 2018 mendatang. Pendampingnya sebagai Cawgub itu bernama Taj Yasin. Lebih akrab disapa Gus Yasin. Seorang politisi muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sekaligus putra K.H Maimoen Zubair yang juga Ketua Majelis Syari’ah PPP. Yasin lahir di Kota Garam Rembang, 2 Juli 1983. Usianya kini 34 tahun. […]

  • Persijap Oasis Waters Tetap Jepara

    Persijap Oasis Waters Tetap Jepara

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    ISTIMEWA Penambahan Oasis Waters tidak membuat sejarah dan kesebasaran klub dihilangkan. Persijap akan tetap Persijap. Berikut pernyataan presiden klub atas gelombang protes, cibiran, dan umpatan beberapa pecinta klub ini. 1. Nama Jepara tidak akan pernah dihilangkan karena selalu melekat di nama Tim Persijap. Kebanggaan Kota Jepara. 2. Nama Persijap itu sendiri tidak akan pernah dihilangkan […]

  • DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    DPRD Pati Minta Pemkab Serius Bina Sektor Perkebunan, Dorong Inovasi Pengolahan Buah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk lebih serius dalam membina sektor perkebunan. Hal ini menyusul melimpahnya hasil buah-buahan dari petani kebun di wilayah tersebut, khususnya di kawasan lereng Gunung Muria. Ketua sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menyatakan kekagumannya atas keberhasilan para petani kebun. Ia mendorong […]

  • Pemanfaatan Sumur Pantek, Petakan Potensi Kekeringan

    Pemanfaatan Sumur Pantek, Petakan Potensi Kekeringan

    • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – BPBD Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan pemantauan pemanfaatan sumur pantek di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen. Hal itu dilakukann untuk memetakan potensi kekeringan di sebuah wilayah. Kepala BPBD Kabupaten Pati Sanusi bersama dengan staf bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD Pati juga melaksanakan pembuatan tandon air bersih di desa tersebut. “Bantuan sumur pantek di Desa Pasuruhan […]

expand_less