Breaking News
light_mode

Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
  • visibility 1.150

Linda Surya Ayu Wulandari 


Menjadi guru lumayan menguras
energi. Baik fisik, apalagi fikiran. Linda Surya Ayu Wulandari juga mengalami
hal demikian. Namun, rasa lelahnya itu terbayar dengan hal-hal yang cukup
sepele.
Linda, akan merasa senang, dan
menyenangi pekerjaannya sebagai guru, saat melihat anak didiknya riang saat
mengikuti pelajaran. Terutama saat mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang
diberikan. Baginya itu menjadi obat untuk lelahnya mengajar anak-anak. Lelah
fisik dan fikiran.
Seperti dalam mata pelajaran
tematik. Linda merasa amat senang saat anak didiknya sudah menguasai apa yang
telah disampaikan. ”Jadi rasanya tenaga serta fikiran yang saya curahkan ke
anak-anak tersebut terbayarkan. Tak sia-sia. Saat mereka memahami apa yang saya
sampaikan. Dan menyelesaikan tugasnya dengan baik,” terang perempuan yang juga
gemar memelihara burung lovebird sejak tiga tahunan ini.
Ya meskipun banyak duka yang
dialaminya seperti gaji yang sedikit sebagai guru swasta, Linda tetap
menyenangi pekerjaannya tersebut. Apalagi itu sudah menjadi cita-cita perempuan
yang tinggal di Juwana ini.
”Ya memilih menjadi guru SD karena
saya suka anak-anak. Terutama yang seusia SD. Bagi saya itu sangat
menyenangkan,” kata perempuan yang juga menjadi tutor di sebuah bimbingan
belajar ini.
Lanjutnya, bertemu dengan anak-anak
pun diakuinya bisa membuatnya senang. Terlebih bisa mencerdaskan mereka, bisa
membuat mereka dari yang semula tidak tahu menjadi tahu tentang sesuatu.
”Bagi saya itu sudah luar biasa.
Bekerja menjadi seorang guru bisa sebagai amal jariyah. Ya bekerja sekaligus
ibadah lah,” terang perempuan yang sudah menjadi guru SD sejak Oktober 2014
ini. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Kapal di Perairan Banyutowo, Satpolairud Polresta Pati Lakukan Pencarian Korban

    Kecelakaan Kapal di Perairan Banyutowo, Satpolairud Polresta Pati Lakukan Pencarian Korban

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 301
    • 0Komentar

      PATI – Satpolairud Polresta Pati tengah menangani kecelakaan laut yang terjadi di perairan Banyutowo, sekitar 800 meter dari alur Sungai Alas Dowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Kamis siang (27/3/2025). Insiden tersebut melibatkan dua kapal nelayan tradisional, yakni KM Mas Biru GT 3 dan Kapal Garut Bukur. Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol […]

  • DPRD Pati Bakal Gelar Rapat Bahas Penataan Lahan, Siap Tiru Regulasi Provinsi

    DPRD Pati Bakal Gelar Rapat Bahas Penataan Lahan, Siap Tiru Regulasi Provinsi

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati berencana menggelar rapat bersama Penjabat (PJ) Bupati dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membahas penataan lahan di wilayah Pati. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menanggapi rencana penataan lahan yang tengah digodok DPRD Provinsi Jawa Tengah. “Nanti kita agendakan rapat dengan PJ Bupati, maupun Forkopimda,” ungkapnya. “Karena […]

  • Seorang pedagang kelapa kopyor di Desa Ngagel Dukuhseti Pati sedang mengemas buah kelapa kopyor untuk dijual

    Anggota DPRD Pati Dorong Pengembangan Kelapa Kopyor untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 373
    • 0Komentar

    PATI – Kelapa kopyor menjadi potensi unggulan yang perlu terus ditingkatkan untuk mendorong produktivitas dan perekonomian warga desa. Maulana Andika Prastya, anggota DPRD Pati dari Partai Gerindra, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membina masyarakat agar budidaya kelapa kopyor semakin maju. “Harus terus ada pembinaan, pendampingan supaya potensi kelapa kopyor di Pati ini semakin maju,” […]

  • DPRD Pati Desak Pemerintah Daerah Berikan Bantuan Nyata bagi Petani Tambak Terdampak Banjir Rob

    DPRD Pati Desak Pemerintah Daerah Berikan Bantuan Nyata bagi Petani Tambak Terdampak Banjir Rob

    • calendar_month Sen, 15 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.029
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera merencanakan langkah nyata guna meringankan beban petani tambak yang terkena dampak banjir rob di kawasan pesisir daerah ini. Menurut politisi dari Fraksi PKB itu, kerugian yang diderita para pembudidaya tambak tidak kalah besar jika dibandingkan dengan kerugian petani padi […]

  • Pilkada Pati 2024: Anggota Dewan Pati Dorong Partisipasi Warga dalam Memilih Pemimpin

    Pilkada Pati 2024: Anggota Dewan Pati Dorong Partisipasi Warga dalam Memilih Pemimpin

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    PATI – Jelang Pilkada Kabupaten Pati yang akan digelar pada 27 November 2024, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi tersebut. Ketua DPRD Pati, Ir. Bambang Susilo, menekankan pentingnya suara masyarakat dalam menentukan pemimpin yang berkualitas dan mampu membawa perubahan bagi daerah. “Pilkada adalah momen penting […]

  • SS Sebut Ada yang Menakutkan Masyarakat Selain Politik Genderuwo

    SS Sebut Ada yang Menakutkan Masyarakat Selain Politik Genderuwo

    • calendar_month Ming, 11 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    ISTIMEWA Istilah politik genderuwo yang dilontarkan Presiden Jokowi membuat “heboh”. Beberapa mengkritik pernyataan Jokowi tersebut. Tak terkecuali dari kubu lawannya di Pilpres mendatang. Seperti Sudirman Said (SS) yang merupakan bagian dari tim sukses pasangan Prabowo-Sandi. Sudirman Said menyebut, mengenai politik genderuwo yang sedang ramai jadi perbincangan, masyarakat sepertinya lebih takut genderuwo ekonomi. ”Justru yang lebih […]

expand_less