Breaking News
light_mode

Keriangan Anak-anak Jadi Pengobat Lelah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
  • visibility 1.120

Linda Surya Ayu Wulandari 


Menjadi guru lumayan menguras
energi. Baik fisik, apalagi fikiran. Linda Surya Ayu Wulandari juga mengalami
hal demikian. Namun, rasa lelahnya itu terbayar dengan hal-hal yang cukup
sepele.
Linda, akan merasa senang, dan
menyenangi pekerjaannya sebagai guru, saat melihat anak didiknya riang saat
mengikuti pelajaran. Terutama saat mereka bisa menyelesaikan pekerjaan yang
diberikan. Baginya itu menjadi obat untuk lelahnya mengajar anak-anak. Lelah
fisik dan fikiran.
Seperti dalam mata pelajaran
tematik. Linda merasa amat senang saat anak didiknya sudah menguasai apa yang
telah disampaikan. ”Jadi rasanya tenaga serta fikiran yang saya curahkan ke
anak-anak tersebut terbayarkan. Tak sia-sia. Saat mereka memahami apa yang saya
sampaikan. Dan menyelesaikan tugasnya dengan baik,” terang perempuan yang juga
gemar memelihara burung lovebird sejak tiga tahunan ini.
Ya meskipun banyak duka yang
dialaminya seperti gaji yang sedikit sebagai guru swasta, Linda tetap
menyenangi pekerjaannya tersebut. Apalagi itu sudah menjadi cita-cita perempuan
yang tinggal di Juwana ini.
”Ya memilih menjadi guru SD karena
saya suka anak-anak. Terutama yang seusia SD. Bagi saya itu sangat
menyenangkan,” kata perempuan yang juga menjadi tutor di sebuah bimbingan
belajar ini.
Lanjutnya, bertemu dengan anak-anak
pun diakuinya bisa membuatnya senang. Terlebih bisa mencerdaskan mereka, bisa
membuat mereka dari yang semula tidak tahu menjadi tahu tentang sesuatu.
”Bagi saya itu sudah luar biasa.
Bekerja menjadi seorang guru bisa sebagai amal jariyah. Ya bekerja sekaligus
ibadah lah,” terang perempuan yang sudah menjadi guru SD sejak Oktober 2014
ini. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Dusun di Pati yang Hanya Boleh Ada Tujuh Rumah

    Cerita Dusun di Pati yang Hanya Boleh Ada Tujuh Rumah

    • calendar_month Kam, 18 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Salah seorang warga Dusun Condro Desa Karangsumber Winong Pati Ada sebuah dusun di Kabupaten Pati yang unik. Sebab di dusun ini jumlah rumah maksimal hanya boleh tujuh rumah. Jika dilanggar, sesuai kepercayaan turun temurun dari warga setempat, bakal ada malapetaka di dusun tersebut. PATI – Dusun itu adalah adalah Dusun Condro Desa Karangsumber Kecamatan Winong, […]

  • Hadiri Gelar Seni Budaya di TMII, Ketua DPRD Pati Dukung Pelestarian Budaya Daerah

    Hadiri Gelar Seni Budaya di TMII, Ketua DPRD Pati Dukung Pelestarian Budaya Daerah

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.530
    • 0Komentar

    PATI — Ketua DPRD Kabupaten Pati, H. Ali Badrudin, S.E., menghadiri Gelar Seni Budaya Tahun 2026 yang digelar di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (27/9/2026). Gelar seni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan seni dan budaya daerah, khususnya kekayaan budaya Kabupaten Pati, kepada masyarakat yang lebih luas. […]

  • Disperkim Pastikan Perizinan Perumahan New Fa-Fa Residence Pati

    Disperkim Pastikan Perizinan Perumahan New Fa-Fa Residence Pati

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

      Jalan di depan perumahan New Fa-Fa Desa Puri Pati PATI – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Pati memastikan seluruh perizinan untuk perumahan New Fa-Fa Residence di Desa Puri Kecamatan Kota Pati sudah clear and clean. Dispekrim memberikan klarifikasi tersebut setelah ramainya informasi seputar perumahan tersebut yang dianggap melanggar tata ruang hingga menyebabkan […]

  • DPRD Pati Soroti Keterbatasan Anggaran dan Lokasi TPA Terpusat

    DPRD Pati Soroti Keterbatasan Anggaran dan Lokasi TPA Terpusat

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti kendala anggaran dan lokasi dalam upaya pengadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terpusat. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengungkapkan bahwa fasilitas TPA terpusat membutuhkan anggaran yang cukup besar dan hingga kini lokasinya belum tersedia. “Pengadaan TPA terpusat juga belum bisa direalisasikan mengingat fasilitas tersebut membutuhkan anggaran […]

  • Mahasiswa KKL UIN Kudus Terapkan Psikoterapi Islam di Yayasan Jalma Sehat

    Mahasiswa KKL UIN Kudus Terapkan Psikoterapi Islam di Yayasan Jalma Sehat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 300
    • 0Komentar

    KUDUS – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terintegrasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) UIN Sunan Kudus berkolaborasi dengan Yayasan Jalma Sehat menyelenggarakan bimbingan kepribadian berbasis psikoterapi Islam. Kegiatan yang berlangsung Kamis (10/7/2025) ini menyasar pasien yang tengah menjalani pemulihan kesehatan mental. Bimbingan ini menekankan pendekatan Islami, meliputi penjelasan makna wudhu, sholat, dan gerakan-gerakannya. Tujuannya untuk memperkuat […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Datangkan Ahli Hukum Tata Negara untuk Perkuat Proses Pemakzulan Bupati

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Datangkan Ahli Hukum Tata Negara untuk Perkuat Proses Pemakzulan Bupati

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati menghadirkan dua ahli hukum tata negara, Bivitri Susanti dan Muhammad Junaidi (Wakil Rektor III Universitas Semarang), untuk memperkuat kajian dalam proses pemakzulan Bupati Pati, Sudewo. Kehadiran kedua pakar tersebut berlangsung pada rapat Pansus pada Senin, 25 Agustus 2025, guna mendalami temuan-temuan yang sudah dikumpulkan oleh […]

expand_less